Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Hypnobreastfeeding and Marmet Techniques in Improving Breast Milk Production Rusmilawaty, Rusmilawaty; Hapisah, Hapisah; Rafidah, Rafidah
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.121 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2021.06.04.10

Abstract

Background: Breast milk as a natural food is the best food that a mother can give to a newborn child. Judging from the factor of peace of mind and mind to produce good breast milk, the mental condition and mind must be calm. The psychological state of the mother who is depressed, sad, stressed, anxious, depressed and tense will reduce the volume of breast milk. One of the methods that can be done to increase milk production is Hypnobreastfeed­ing and marmet technique.The purpose of this study was to examine the effectiveness of hypno­­breastfeeding and marmet techniques in increasing breast milk production. Subjects and Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equiva­lent control group design. The population in this study were pregnant women ≥36 weeks in the Banjar District Health Center in 2019 (Ara­nio, Astambul and Mataraman). The sample of the study was 45 pregnant women ≥36 weeks consisting of 3 groups, namely the group that received hypno­breastfeeding treatment, the group that received the marmet technique treatment and the group that did not get the treatment consisted of 15 people each. Biva­ri­able analysis used the one way anova statistical test. Results: Breast milk production in the hypno­breasfeeding group Hypnobreastfeeding vs con­trol group (mean= 2.00; SD= 0.50; p= 0.001); The marmet technique vc marmet technique group (mean= 1.87; SD= 0.50; p= 0.002). The marmet technique vc control group (mean= -18.7; SD= 0.50; p= 0.002). Conclusion: Pregnant women should get hypnobreasfeeding during pregnancy and after giving birth, health workers, especially mid­wives, to have hypnobreasfeeding skills.
RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2022 Rafidah Rafidah; Yuniarti Yuniarti; Erni Yuliastuti; Hapisah Hapisah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i11.2564

Abstract

Kehamilan pada usia remaja cenderung mengalami beberapa permasalahan dalam kehamilannya. Beberapa permasalahan yang mungkin terjadi seperti mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan, persalinan lama, toksemia gravidarum, seksio caesaria, laserasi serviks, persalinan prematur dan bayi yang dilahirkan mempunyai berat di bawah 2.501 gram. Hal tersebut mungkin berhubungan dengan masalah gizi. Risiko kematian kehamilan remaja meningkat saat hamil dan bersalin 5 kali lipat pada usia 10-14 tahun dan 2 kali lipat pada usia 15-19 tahun (Badan Pusat Statistik, 2020). Berdasarkan data dari Susenas tahun 2018, sebesar 14,61% remaja perempuan di Indonesia yang memiliki usia kurang dari 20 tahun melahirkan bayi dengan kondisi BBLR. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada persentase perempuan dengan usia lebih dari 20 tahun yang melahirkan bayi BBLR (12,43%). Penelitian bertujuan menganalisis risiko apa saja pada outcome kehamilan remaja di Kalimantan Selatan tahun 2022. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian seluruh ibu hamil yang telah melahirkan dari 1 Januari sampai dengan 30 Agustus 2021 di Propinsi Kalimantan Selatan pada 6 Kabupaten / Kota yaitu Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara BBLR dengan kehamilan remaja nilai p value 0,5. Dengan OR 1,3 artinya risiko BBLR pada kehamilan remaja 1,3, tidak ada hubungan antara asfiksia dengan kehamilan remaja nilai p value 0,07. Dengan OR 1,3 artinya risiko asfiksia pada kehamilan remaja 1,2 . ada hubungan antara kelainan kongenital dengan kehamilan remaja nilai p value 0,023. Dengan OR 10,2 artinya risiko kelainan kongenital pada kehamilan remaja 10,2
Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Anemia Di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru Hapisah Hapisah; Ahmad Rizani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.654 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.24

Abstract

Abstract: The Correlation Of Teenage Pregnancy With Anemia In Region Cempaka Health Centers Banjarbaru. The purpose of research is to know the correlation of teenage pregnancy with anemia in regional Cempaka Health Centers Banjarbaru. The research is using the design of survey analyzing with the cross-sectional approach. The population is all of the pregnant women in working area of Cempaka Health Centers Banjarbaru from January to July in 2013 is 382 people with the sample is 80 people. The sampling uses Random sampling with (systematic sampling). The result of research showed 18 people (22.5%) respondent with teenage pregnancy, respondent have anemia during pregnancy is 31 people (38.75%) and there is a correlation between teenage pregnancy with anemia cases, the result of Chi-Square test showed the value of p = 0.013 < α = 0.05.Abstrak : Kehamilan Remaja Terhadap Kejadian Anemia Di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian anemia di wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan Survei analitik dengan pendekatan adalah cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarbaru dari bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2013 sebanyak 382 orang dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel dengan cara Random Sampling dengan sistematis (systematic sampling). Hasil penelitian didapatkan sebanyak 18 orang (22,5%) responden dengan kehamilan remaja, sebanyak 31 orang (38.75%) responden mengalami anemia dalam kehamilan dan terdapat hubungan antara kehamilan remaja dengan kejadian anemia, hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,013<α = 0,05.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil terhadap Perencanaan Pertolongan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Erni Yuliastuti; Rafidah Rafidah; Hapisah Hapisah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.918 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.29

Abstract

Abstract: Relation Of Knowledge And Attitudes Pregnant With The Delivery Assistance Planning And Prevention Of Complication (P4K). Research aimed was analyze the correlation between knowledge and attitudes of pregnant women with labor planning and prevention of complication. The research method used observational analytic with cross-sectional approach. The research population was 301 pregnant women who were in the working area of Pasar Sabtu Public Health Centre. The sample in the research was 44 respondents who taken purposive sampling on the inclusion criteria. Bivariate analysis with Chi-Square. The result of research showed 56,8% in favor of nonhealth worker as helpers labor force, the majority (79,5%) had a good knowledge and 54,5% had a negative attitude. Chi-Square test found no correlation between the level of knowledge with P4K (p=0,056), there was a significant correlation between attitudes to P4K (p=0.000). it is concluded that maternal attitudes related to P4K.Abstrak : Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil terhadap Perencanaan Pertolongan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu sebanyak 301 orang. Sampel berjumlah 44 orang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria inklusi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 56,8% memilih non nakes sebagai tenaga penolong persalinannya, sebagian besar (79,5%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 54,5,% mempunyai sikap negatif. Uji Chi-square didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan P4K (p= 0.056), ada hubungan antara sikap dengan P4K (p=0,000). Disimpulkan bahwa sikap ibu hamil berhubungan dengan P4K.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN CALON PENGANTIN TENTANG KESEHATAN KELUARGA DAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERSIAPAN KESEHATAN CALON IBU DI WILAYAH KUA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2023 Hapisah Hapisah; Rusmilawaty Rusmilawaty; Rafidah Rafidah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i6.422

Abstract

Digitalization has been adopted by the education sector. Successful adoption requires leadership that understands IT strategy. SMKN in Karawang is a vocational-based educational institution that tries to implement link and match with industry and has tried to encourage successful technology adoption. The concept of digital leadership has become part of the framework that can guide organizations to be successful in adopting and utilizing technology, so that they can achieve their vision optimally. This community service activity aims to develop digital leadership competencies for school structures. This service procedure is carried out by evaluating the ability to adopt technology in schools, which is then explained regarding digital leadership development strategies. This activity was attended by 23 SMKN schools in Karawang Regency with a total of 46 participants. The results of this service were able to provide inspiration for school structures to digitize all existing processes in schools. Apart from that, the understanding absorbed by the participants can be used as material in preparing a school development strategy plan
Efektifitas Pemberian Jus Kurma Terhadap Jumlah Perdarahan Pada Ibu Bersalin Tahiru, Yohana; Hipni, Rubiati; Megawati, Megawati; Hapisah, Hapisah
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 9, No 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v9i2.614

Abstract

Latar belakang: Perdarahan post partum merupakan salah satu faktor penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Jumlah AKI di Kalimantan Selatan tahun 2015 disebabkan oleh pendarahan, pre eklampsi/eklampsia, infeksi, gangguan peredaran darah, gangguan metabolik, lain-lain termasuk partus lama. Untuk mencegah terjadinya perdarahan pada persalinan menggunakan non farmakologi yaitu dengan menggunakan buah kurma ( Phoenix dactylifera ).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pemberian jus kurma terhadap jumlah perdarahan pada ibu bersalin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksprimental semu ( quasi eksperimen ), dengan jenis rancangan posttest only control group design , dimana peneliti mengukur pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen (diberi jus kurma) dengan membandingkan kelompok kontrol (diberi kebebasan untuk minum makanan yang lain) terhadap jumlah perdarahan pada ibu bersalin. Jumlah sampel sebanyak 60 orang responden pada ibu bersalin yang terdiri dari 30 orang kelompok perlakuan dan 30 orang kelompok kontrol. Analisis yang digunakan dengan Uji Anova One Way .Hasil: Pelaporan adanya perbedaan yang berdampak pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi terhadap jumlah perdarahan pada kala I – kala IV. Pada kelompok kontrol rata-rata jumlah perdarahan adalah 553,50 ml dan kelompok intervensi adalah 239,48 ml. (ρ =0,000).Kesimpulan: Pemberian jus kurma selama kehamilan pada ibu bersalin terbukti efektif untuk mengurangi jumlah perdarahan pada persalinan.Kata kunci: Jus kurma, Ibu bersalin, Perdarahan  
Pengenalan, Budidaya, dan Inovasi Produk Laktagogum Daun Torbangun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Andrestian, Meilla Dwi; Mas’Odah, Siti; Dewi, Zulfiana; Hapisah, Hapisah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 3 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i3.178

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan cakupan ASI dapat diupayakan melalui pengenalan produk laktagogum. Manfaat pengembangan produk yaitu sebagai sumber pendapatan, peningkatan kesejahteraan, kemandirian, dan cakupan ASI di wilayah kerja Puskesmas Astambul Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Desa Lok Gabang. Upaya tersebut diaplikasikan melalui keluarga anggota PKK yang dapat berperan sebagai agen perubahan di wilayahnya.Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi anggota PKK Desa Lok Gabang tentang penatalaksanaan pemberian ASI, pengenalan tanaman Torbangun sebagai laktagogum yang layak dibudidayakan, dan mengedukasi pengembangan produk daun Torbangun dan komersialisasinya.Metode: Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan praktik terkait pemberian ASI, budidaya tanaman Torbangun, dan praktik inovasi produk daun Torbangun serta upaya komersialisasinya. Kelompok sasaran adalah 15 orang anggota PKK yang akan menjadi agen perubahan di wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil: Meskipun secara statistik tidak signifikan, kegiatan telah berhasil memperbaiki pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta dalam penatalaksanaan pemberian ASI, kemampuan budidaya tanaman Torbangun, dan inovasi produk daun Torbangun sebagai laktagogum. Simpulan: Kegiatan ini telah memberikan teori dan praktik untuk mendorong kesadaran pemberian ASI, budidaya tanaman laktagogum Torbangun, dan pengembangan produk olahan daun Torbangun.
Determinants of Problems in Teenage Pregnancy Hapisah, Hapisah; Rafidah, Rafidah; Sofia, Norlaila; Mahpolah, Mahpolah
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol 4 No 1 (2023): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/josing.v4i1.7594

Abstract

This study aims to determine the determinants or risk factors for pregnancy complications in adolescents. This type of research is quantitative analytical research with a case-control approach. The results of univariate analysis show that most respondents married at the age of 16-19 years (92%), and the remainder at the age of 12-15 years lived in rural areas (62%) and with their parents. (70). %), have low education (65.3%), have poor economic conditions (56%), and have anemia status (60%). The most frequently experienced pregnancy problems were constant vomiting and not wanting to eat (39.3%), while the least experienced were bleeding at the beginning or end of pregnancy and yellow eyes/skin (1.3% each). There are two variables related to teenage pregnancy problems, namely anemia status and knowledge about pregnancy. The most influential variable is anemia (p=0.000, OR: 3.995 (1.952-8.174). In conclusion, the impact of complications and deaths on women and children and the effect on future generations can be prevented. Keywords: Determinants, Teenage Pregnancy, Problems
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III dalam Menghadapi Persalinan Ainah, Ainah; Zakiah, Zakiah; Hapisah, Hapisah; Megawati, Megawati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i01.169

Abstract

Introduction: Pregnancy is a natural process in a woman's life which is characterized by physical and psychological changes. These changes make pregnant women experience anxiety, especially primigravida pregnant women in the third trimester. According to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2018 and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2020, there has been an increase in the anxiety of pregnant women by 20% for 2 years. Anxiety reduction can be done with murottal al-qur'an therapy. Purpose: The aim of this study to determine the effect of murottal Al-Qur'an therapy on anxiety in third trimester pregnant women. Methods: This research uses quantitative research with a quasi-experiment using the nonequivalent control group research design. The population in this study was 22 respondents taken using total sampling technique. The independent variable in this study was murottal Al-Qur'an therapy. The dependent variable in this research is anxiety, data collection used the HRS-A questionnaire. Data analysis used the independent t testResults: The results of the study showed that there was an effect of providing murottal Al-Qur'an therapy and relaxation therapy on anxiety in third trimester pregnant women (murottal therapy = 0.018, relaxation therapy= 0.001). Conclusion: The resulting effect is a decrease in the anxiety level of pregnant women after being given murottal Al-Qur'an therapy and relaxation therapy. Therefore, midwives at community health centers can socialize murottal Al-Qur'an therapy and relaxation therapy to provide calm benefits and reduce anxiety in pregnant womenKeyword : anxiety, murottal al-qur’an, pregnancy, relaxation
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI INSTALASI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2023 Ariyanti, Ernita; Hapisah, Hapisah; Laili, Fitria Jannatul; Zakiah, Zakiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10275

Abstract

Preeclampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berisiko terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin, dengan faktor risiko seperti usia, paritas, obesitas, dan riwayat hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan pendekatan retrospektif, melibatkan ibu postpartum yang didiagnosis preeklamsia (kelompok kasus) dan tanpa preeklamsia (kelompok kontrol) dalam rasio 1:3. Variabel independen mencakup usia, paritas, obesitas, dan riwayat hipertensi, sementara variabel dependen adalah kejadian preeklamsia. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p < 0,05), obesitas (p < 0,05), dan riwayat hipertensi (p < 0,05) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia, sementara paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor paling dominan adalah usia dengan p = 0,000 dan OR 4,3. Kesimpulannya, usia, obesitas, dan riwayat hipertensi berperan signifikan dalam kejadian preeklamsia di RSUD Ulin Banjarmasin, sehingga diperlukan intervensi lebih lanjut melalui pemantauan intensif dan edukasi kesehatan bagi ibu hamil dengan faktor risiko tinggi. Preeclampsia is a severe pregnancy complication that poses morbidity and mortality risks for both mothers and fetuses, with risk factors including age, parity, obesity, and a history of hypertension. This study employed a case-control design with a retrospective approach, involving postpartum mothers diagnosed with Preeclampsia (case group) and those without Preeclampsia (control group) in a 1:3 ratio. Independent variables included age, parity, obesity, and a history of hypertension, while the dependent variable was the incidence of preeclampsia. Data were collected from medical records and analyzed using chi-square tests and logistic regression. The results indicated significant associations between age (p < 0.05), obesity (p < 0.05), and a history of hypertension (p < 0.05) with the incidence of preeclampsia, while parity showed no significant association (p > 0.05). The most dominant factor was age, with p = 0.000 and OR 4.3. In conclusion, age, obesity, and a history of hypertension significantly contribute to the incidence of Preeclampsia at RSUD Ulin Banjarmasin, highlighting the need for further interventions through intensive monitoring and health education for pregnant women with high-risk factors.