Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik DMPA Dengan Peningkatan Tekanan Darah Di Puskesmas Kayu Tangi Tahun 2024 Diba, Ratu Farah; Hapisah, Hapisah; Suhrawardi, Suhrawardi; Megawati, Megawati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.219

Abstract

Tekanan darah tinggi berkontribusi pada 9,4 juta kematian setiap tahun. Tekanan darah tinggi lebih umum pada wanita (30%) daripada laki-laki (29%).Tekanan darah tinggi yang terjadi pada wanita kemungkinan penyebabnya karena adanya keterkaitan hormon pada wanita yang dipicu oleh penggunaann kontrasepsi hormonal atau alat kontrasepsi hormonal, namun pengaruh kontrasepsi hormonal berkaitan erat dengan usia dan lama penggunaan. Penelitian ini untuk menganalisa hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan tekanan darah di Puskesmas Kayu Tangi Tahun 2024. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 114 akseptor yang tercatat pada rekam medis atau register yang terdiri dari kelompok kasus sebanyak 38 akseptor yang mengalami peningkatan tekanan darah dan kontrol sebanyak 76 kasus tekanan darah normal. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikasi 0,05. Adanya hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA ≥ 1 tahun dengan peningkatan tekanan darah dengan hasil p = 0,000 (p < 0,005). Hasil OR = 6.248 (OR > 1) artinya lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA ≥ 1 tahun memiliki 6,248 kali resiko mengalami peningkatan tekanan darah. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah Terdapat adanya hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA ≥ 1 tahun dengan terjadinya peningkatan tekanan darah pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Kayu Tangi Tahun 2024
Hubungan Pengetahuan Ibu Baduta Dengan Implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (Hpk) Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kabupaten Kotabaru Tahun 2024 Noorwahyuni, Henni; Suhrawardi, Suhrawardi; Hapisah, Hapisah; Rafidah, Rafidah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.225

Abstract

Latar belakang : Prevalensi stunting pada balita di dunia sebesar 22%. Stunting di Kalimantan selatan tercatat pada tahun 2022 (24,7%). Kejadian Stunting di Kabupaten Kotabaru pada tahun 2023 sebanyak 20.1%. Target pencapaian program 1000 hari pertama kehidupan di Indonesia mencakup peningkatan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemenuhan gizi pada anak usia dini. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dengan implementasi 1000 Hari pertama kehidupan sebagai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Pudi. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 79 responden, yang diambil dengan teknik total populasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu baduta. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil : Implementasi 1000 hari pertama kehidupan yang paling banyak pada katagori baik sebanyak 52 Orang (65,8 %), pengetahuan ibu baduta yang paling banyak pada katagori baik sebanyak 51 Orang (64,6 %). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu baduta dengan implementasi 1000 hari pertama kehidupan sebagai pencegahan stunting (p=0,000). Kesimpulan : Hubungan yang didapat antar variabel tersebut searah artinya semakin baik pengetahuan ibu baduta maka semakain baik implementasi terhadap 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus meningkatkan promosi kesehatan tentang 1000 hari pertama kehidupan.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Karang Intan Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten Banjar Tahun 2024 Riandini S, Istanty; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.230

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri ditandai dengan kondisi mudah lelah, lesu, letih, lemas, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk dan kadar hemoglobin< 12 g/dl. Anemia pada remaja berdampak pada gangguan konsentrasi sehingga mengalami penurunan prestasi, mudah terserang penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh. Anemia pada remaja putri berakibat jangka panjang yaitu pada saat hamil, tidak mampu mencukupi kebutuhan zat-zat gizi bagi dirinya dan janin serta dapat meningkatkan angka prematur, dan bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Karang Intan 2 sekolah SMPN masih banyak siswi yang enggan mengonsumsi TTD yang diberikan pihak puskesmas melalui sekolah. Tujuan penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling jumlah sampel sebanyak 68 remaja putri kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian dari 68 Responden yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 38 responden (95,0%). Responden yang tidak patuh dan tidak mengalami anemia ada 2 responden (5,0%). Responden yang patuh mengkonumsi tablet Fe dan tidak mengalami anemia sebanyak 28 responden (100 % ) dan tidak ada responden yang patuh mengkonsumsi tablet Fe yang mengalami anemia. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia (p-value 0,000). Kesimpulan Remaja yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe tidak akan mengalami anemia, namun sebaliknya remaja yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe maka akan mengalami anemia. Saran : Diharapkan pada Remaja putri agar lebih patuh dalam  konsumsi tablet Fe
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND BABY BLUES INCIDENCE IN POST-POST MOTHERS IN THE WORK AREA OF Adhiestya, Della; Hapisah, Hapisah; Kristiana, Efi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.9937

Abstract

Baby blues ditandai dengan perasaan sedih, menangis, mudah tersinggung, emosi labil, serta gangguan nafsu makan. Studi pendahuluan pada 20–23 Agustus 2024 terhadap enam ibu nifas di Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, menunjukkan bahwa empat di antaranya mengalami gejala baby blues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 58 ibu nifas usia 2–14 hari postpartum yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah kejadian baby blues. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas, dengan nilai ρ-value = 0,000 (α ≤ 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi risiko baby blues pada ibu nifas, di mana dukungan emosional dan instrumental dari keluarga dapat membantu ibu menghadapi masa postpartum dengan lebih baik. Kata Kunci: baby blues, dukungan keluarga, ibu nifas, postpartum Baby blues are characterized by feelings of sadness, crying, irritability, emotional instability, and appetite disturbances. A preliminary study conducted from August 20–23, 2024, on six postpartum mothers at the Simpang Empat Care Health Center, Tanah Bumbu Regency, found that four of them experienced baby blues symptoms. This study aims to analyze the relationship between family support and the incidence of baby blues among postpartum mothers in the working area of the Simpang Empat Care Health Center in 2024. The research employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 58 postpartum mothers aged 2–14 days, selected using the incidental sampling technique. The independent variable is family support, while the dependent variable is the incidence of baby blues. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations and analyzed using the chi-square test. The results indicate a significant relationship between family support and the incidence of baby blues in postpartum mothers, with a p-value of 0.000 (α ≤ 0.05). The study concludes that family support plays a crucial role in reducing the risk of baby blues among postpartum mothers, as emotional and instrumental support from the family can help mothers navigate the postpartum period more effectively.
The Effectiveness Of Using The "Aplikasi Sahabat Remaja Indonesia (ASRI) And Whatsapp Reminder On Compliance With Beautiful Pill Consumption In Teenage Girl At SMKN 3 Banjarbaru Ezliana, Ezliana; Hapisah, Hapisah; Megawati, Megawati; Rusmilawaty, Rusmilawaty
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i2.172

Abstract

The main obstacle to giving Fe tablets comes from presdiposing factors, namely poor compliance such as forgetting, due to side effects that arise, negative perceptions about giving iron supplements. The study aims to determine the effectiveness of using the “aplikasi sahabat remaja Indonesia (ASRI)” And Whatsapp Reminder on compliance with beautiful pill consumption in teenage girl at smkn 3 banjarbaru. This research uses a quasi-experiment with a Nonequevalent Control Group Design approach. The population in this study was 272 female student at SMKN 3 Banjarbaru. The sample in this study was 74 resondents. The sampling technique is Cluster Random Sampling. The independent variables are the ASRI and Whatsapp Reminder, the dependent variable is compliance with the consumption of Fe tablet. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney test with a significance of 0,05. The research results obtained compliance with p value = 0,000 (mean rank 45,0) in the ASRI group and p value = 0,008 (mean rank 30,0) in the Whatsapp Reminder group. Mann whitney test results p value 0,001, p<0,05. The conclusion of the study is a difference in effectiveness between ASRI and Whatsapp Reminder on compliance with Fe talet consumption teenage girl at SMKN 3 Banjarbaru. Expected that ASRI and Whatsapp Reminder can become a medium for monitoring the consumption of Fe tablets in teenage girl. Keyword: Fe tablets, obedience, iron substace.
The Effect of Application Use Mom Check on Antenatal Care (ANC) Visits For Pregnant Women In The Working Area of Martapura 2 Health Center) Kamila, Reygina Tasya; Rafidah, Rafidah; Daiyah, Isrowiyatun; Hapisah, Hapisah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i2.182

Abstract

Pregnancy period which is initially expected to be normal can develop into a pathological pregnancy so that efforts need to be made to improve health services by improving Antenatal Care services according to standards. This study aims to determine the effect of using the Mom Check application on Antenatal Care (ANC) visits in pregnant women in the working area of the Martapura 2 Health Center. This type of research is a pre-experiment method with a one group pre-post test approach, the sample in this study was a total of 30 pregnant women with aterm gestational age, which was taken with the Total Sampling technique. The research time began in April-June 2024. The independent variable in this study is the Mom Check application. The dependent variable is the antenatal care visit of pregnant women. Data collection was done by filling out the Mom Check application and google form and observation through the registration book. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significance value of α=0.05. The results showed that there was an influence between the use of the Mom Check application on ANC visits in pregnant women in the Martapura 2 Puskesmas work area (P-value = 0.001). With the promotive efforts in the form of using the Mom Check application given to respondents, it has a positive impact, namely an increase in ANC visit data in the working area of Puskesmas Martapura 2. Therefore, other promotive efforts are needed that can attract the attention and help pregnant women in conducting ANC visits. Keywords: App, ANC, Mom Check
HUBUNGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAUT Khairunisa, Khairunisa; Laili, Fitria Jannatul; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i5.10760

Abstract

Development is quantitative and qualitative change. Development is the increase in the ability (skill) of the structure of more complex body functions. A preliminary study conducted in Sungai Bakau village of 18 children whose development was measured using KPSP found 3 children with questionable results, and 2 children with possible deviations, of which 2 children had a history of low birth weight. To determine the association of low birth weight history with the development of children aged 4-6 years in the working area of UPT Puskesmas Padang Luas. This study used observational research with a cross sectional approach. The population was children aged 4-6 years as many as 289 respondents. The sample in this study amounted to 75 respondents, who were taken by purposive sampling technique. Data collection using a developmental pre-screening questionnaire. Data analysis using the Chi-Square statistical test. The results showed that out of 75 children, 18 children with a history of low birth weight with screening results of 4 children with age-appropriate development (22.2%), 12 children with doubts (66.7%), and 2 children with possible deviations (11.1%). Statistical analysis showed a significant association between a history of low birth weight (ρ-value = 0.000) and the development of children aged 4-6 years. This finding confirms the importance of attention to children with a history of low birth weight with child development. Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks. Studi pendahuluan yang dilakukan di desa Sungai Bakau dari 18 anak yang diukur perkembangannya menggunakan KPSP didapatkan 3 anak dengan hasil meragukan, dan 2 anak dengan hasil ada kemungkinan penyimpangan, yang mana 2 anak diantaranya dengan riwayat berat badan lahir rendah. Mengetahui hubungan riwayat berat badan lahir rendah dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Luas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah anak usia 4-6 tahun sebanyak 289 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 responden, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan dari 75 anak, 18 anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan hasil skrining 4 anak perkembangan sesuai umur (22,2%), 12 anak meragukan (66,7%), dan 2 anak kemungkinan ada penyimpangan (11,1%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat berat badan lahir rendah (ρ-value = 0,000) dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan perkembangan anak. Riwayat berat badan lahir rendah merupakan variabel yang mempunyai hubungan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Luas Kabupaten Tanah Laut.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Standar Selama Kehamilan Untuk Optimalisasi 1000 Hari Kehidupan Rafidah, Rafidah; Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Aprilea, Noor Adha
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i2.62

Abstract

Background: Reducing maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) is a major challenge in maternal and perinatal health care. One effective approach to addressing these issues is to improve the quality of delivery assistance provided by trained medical personnel through health care facilities. Standardised prenatal care is a key step in optimising 1000 days of life, where good prenatal care can identify high risks such as anaemia, malnutrition, hypertension, and infection. Objectives: This study aims to increase the knowledge and understanding of pregnant women about the importance of standardised prenatal care during pregnancy to optimise 1000 days of life. The study was conducted at the Bakti Ibu Independent Midwife Service Centre (TPMB) in Murung Kenanga Village, Tanjung Rema Sub-district, Banjar Regency in 2023. Methods: This community service activity was implemented through a health promotion and community empowerment programme with a counseling and Communication, Information, and Education (IEC) approach. Steps include preparation, implementation, and monitoring and evaluation of activities. The population involved in this activity were 15 pregnant women. Results: The evaluation of the activity showed a significant increase in the knowledge of pregnant women regarding the importance of standardised antenatal check-ups. A total of 2 people (13.3%) who had good knowledge in the pre-test increased to 10 people (66.7%) in the post-test. Meanwhile, pregnant women who initially had poor knowledge (86.7% at pre-test) decreased to 5 people (33.3%) at post-test. Conclusion: This increase in knowledge is expected to contribute to improving the quality of maternal and perinatal care, as well as reducing maternal and infant health risks. Key words: Knowledge, Attitude, Antenatal Care,
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG TAHUN 2024 Mardiana, Mardiana; Isnaniah, Isnaniah; Hapisah, Hapisah; Suhrawardi, Suhrawardi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.10962

Abstract

Data dari Puskesmas Perawatan Lasung menunjukkan bahwa 30% dari 238 ibu hamil mengalami anemia, sehingga kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah menjadi faktor penting dalam pencegahan anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 70 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,9% ibu hamil patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah, dan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0,000). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terbukti berperan penting dalam mencegah anemia, sehingga edukasi mengenai pentingnya konsumsi rutin tablet tambah darah perlu ditingkatkan oleh Puskesmas Perawatan Lasung Data from the Lasung Care Health Center revealed that 30% of 238 pregnant women experienced anemia, highlighting the importance of adherence to iron tablet consumption in preventing anemia during pregnancy. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 70 respondents selected through Accidental Sampling. Data were collected using questionnaires and secondary data, then analyzed using the Chi-square test with a significance value of p < 0.05. The results showed that 72.9% of pregnant women adhered to iron tablet consumption, and there was a significant relationship between adherence to iron tablet consumption and the incidence of anemia (p=0.000). Adherence to iron tablet consumption plays a critical role in preventing anemia, emphasizing the need for the Lasung Care Health Center to enhance education on the importance of routine iron tablet consumption
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 Adhiestya, Della; Hapisah, Hapisah; Kristiana, Efi; Kirana, Rita
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.11005

Abstract

Baby blues adalah kondisi psikologis yang kerap dialami oleh ibu nifas, ditandai dengan rasa sedih, menangis, mudah tersinggung, dan gangguan pola makan. Penelitian berikut berfungsi demi mengevaluasi korelasi antara bentuk support keluarga terhadap kejadian baby blues yang menimpa ibu nifas pada wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, pada tahun 2024. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 58 ibu nifas berusia 2–14 hari pascapersalinan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian baby blues. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 32,8% ibu nifas di wilayah penelitian mengalami baby blues, dengan nilai ρ-value = 0,000 (α ≤ 0,05), yang mengindikasikan korelasi yang berarti antara bentuk support keluarga dan peristiwa baby blues. Dukungan emosional dan instrumental dari keluarga terbukti memiliki peran penting dalam membantu ibu melewati masa nifas dengan lebih baik. Baby blues is a psychological condition commonly experienced by postpartum mothers, characterized by feelings of sadness, frequent crying, irritability, and disruptions in appetite. This study explores the correlation between family support and the occurrence of baby blues among postpartum mothers in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Tanah Bumbu Regency, in 2024. Utilizing a quantitative approach with a cross-sectional design, the research involved 58 postpartum mothers, aged 2–14 days, selected through an accidental sampling method. The independent variable was family support, while the dependent variable was the occurrence of baby blues. Data were gathered using questionnaires and analyzed through the chi-square test. The findings revealed that 32.8% of postpartum women in the study area experienced baby blues, with a ρ-value = 0.000 (α ≤ 0.05), indicating a significant relationship between family support and the incidence of baby blues. The study underscores the critical role of family support, particularly emotional and instrumental assistance, in helping postpartum mothers navigate the challenges of the postpartum period more effectively.