Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP KEJADIAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU TAHUN 2024 Mustika, Dwi; Hapisah, Hapisah; Prihatanti, Nur Rohmah; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10297

Abstract

Komplikasi persalinan merupakan satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu. Tahun 2023, kematian ibu di Kota Banjarbaru meningkat mencapai 75% akibat komplikasi persalinan. Komplikasi persalinan yang terjadi di RSD Idaman Kota Banjarbaru tahun 2023 berkisar 56% dari total persalinan. Cakupan kunjungan ANC tahun 2023 mengalami penurunan menjadi K1 99%, K4 90,8% dan K6 86%. Kunjungan ANC sesuai standar merupakan faktor penting dalam mencegah kejadian komplikasi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan kunjungan ANC terhadap kejadian komplikasi persalinan di RSD Idaman Kota Banjarbaru tahun 2024. Penelitian ini adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 60 ibu hamil yang melahirkan dan dirawat di ruang nifas RSD Idaman Kota Banjarbaru bulan oktober 2024. Data dikumpulkan melalui cheklist kuisioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikasi <0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan kunjungan ANC dengan kejadian komplikasi persalinan (p-value = 0,015). Ibu hamil yang patuh melakukan kunjungan ANC memiliki resiko kejadian komplikasi persalinan yang lebih rendah dibandingkan yang tidak patuh. Ketidakpatuhan kunjungan ANC mengakibatkan kelainan yang terjadi saat hamil tidak terdeteksi sedini mungkin. Edukasi dan pendampingan intensif terhadap ibu hamil sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC sebagai upaya menurunkan komplikasi persalinan. Childbirth complications are one of the main causes of high maternal mortality. In 2023, maternal mortality in Banjarbaru City will increase to 75% due to childbirth complications. Delivery complications that occur at RSD Idaman Kota Banjarbaru in 2023 are around 56% of the total deliveries. The coverage of ANC visits in 2023 has decreased to K1 99%, K4 90.8% and K6 86%. ANC visits according to standards are an important factor in preventing complications of childbirth. This study aims to determine the relationship between ANC visit adherence and the incidence of complications of childbirth at RSD Idaman Kota Banjarbaru in 2024. This study is a correlational analysis with a cross sectional approach, sampling using accidental sampling with a total of 60 pregnant women who gave birth and were treated in the postpartum room of RSD Idaman Kota Banjarbaru in October 2024. Data were collected through a questionnaire checklist and then analysed using the chi-square test with a significance value of <0.05. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between adherence to ANC visits and the incidence of childbirth complications (p-value = 0.015). Pregnant women who are adhere with ANC visits have a lower risk of complications of labour than those who are not adhere. Non adherence with ANC visits results in abnormalities that occur during pregnancy not being detected as early as possible. Intensive education and assistance to pregnant women is needed to increase adherence with ANC visits as an effort to reduce complications of childbirth.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG ULANG Holiyeh, Holiyeh; Isnaniah, Isnaniah; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10393

Abstract

The DMPA injectable contraceptive is the most widely used method in the working area of Tambang Ulang Public Health Center, with a total of 1,329 acceptors (40.3%). Long-term use of hormonal contraception, particularly those containing estrogen and progesterone, may contribute to changes in blood pressure. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and utilized secondary data from the Family Planning (KB) register. The study population consisted of all DMPA injectable contraceptive acceptors, totaling 142 individuals, with a total sampling technique. The independent variable was the duration of DMPA injectable contraceptive use, while the dependent variable was an increase in blood pressure. The Chi-Square test was employed to perform data analysis. Univariate analysis results showed that 76 acceptors (53.52%) had used DMPA injectable contraception for ≥2 years, while 72 acceptors (50.7%) experienced an increase in blood pressure. The bivariate test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant the correlation between DMPA usage and its effects injectable contraception for ≥2 years and increased blood pressure. Prolonged use of hormonal contraception may elevate the risk of high blood pressure, and it is recommended that acceptors consider non-hormonal contraceptive methods after more than two years of use Kontrasepsi suntik DMPA merupakan metode yang paling banyak digunakan di wilayah kerja Puskesmas Tambang Ulang, dengan jumlah pengguna sebanyak 1.329 akseptor (40,3%). Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang, khususnya yang memiliki kandungan estrogen dan progesteron, mampu berkontribusi terhadap perubahan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta memanfaatkan data sekunder dari register Keluarga Berencana (KB). Kelompok sasaran dalam penelitian ini mencakup seluruh akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan total sebanyak 142 orang, dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan tekanan darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 76 akseptor (53,52%) telah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥2 tahun, sementara 72 akseptor (50,7%) mengalami peningkatan tekanan darah. Uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥2 tahun dengan peningkatan tekanan darah. Dengan demikian, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang berisiko meningkatkan tekanan darah, sehingga disarankan agar akseptor mempertimbangkan metode kontrasepsi non-hormonal setelah penggunaan lebih dari dua tahun
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG ULANG Mustika, Heny; Isnaniah, Isnaniah; Kristiana, Efi; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10395

Abstract

Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) injectable contraception is the most widely used method, with the highest number of acceptors in Tambang Ulang District in 2023 reaching 1,329 individuals (40.27%). One of the most frequently reported side effects is weight gain, which can impact women's health. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design to analyze the relationship between the duration of DMPA injectable contraception use and weight gain. Secondary data from family planning registers and primary data from measurements were used, with a population of 180 DMPA injectable contraception acceptors from January 2021 to December 2023 and a sample of 64 respondents determined using the Slovin formula. Univariate analysis revealed that 62.5% of respondents had used DMPA injectable contraception for ≥ 2 years, and 76.56% experienced weight gain. The chi-square test yielded a p-value of 0.008 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the duration of DMPA use and weight gain. These findings confirm that using DMPA injectable contraception for ≥ 2 years poses a risk of weight gain, highlighting the need for education and communication regarding its effectiveness and side effects to help acceptors make informed decisions Kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan metode yang paling banyak digunakan, dengan jumlah akseptor terbanyak di Kecamatan Tambang Ulang pada tahun 2023 mencapai 1.329 orang (40,27%). Salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah peningkatan berat badan, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan wanita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Data sekunder dari register KB dan data primer hasil pengukuran digunakan dalam penelitian ini, dengan populasi sebanyak 180 akseptor suntik DMPA periode Januari 2021–Desember 2023, serta sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 62,5% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun, dan 76,56% mengalami peningkatan berat badan. Uji chi-square menghasilkan nilai ρ = 0,008 (ρ < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara lama penggunaan DMPA dan peningkatan berat badan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun berisiko menyebabkan peningkatan berat badan, sehingga diperlukan edukasi dan komunikasi informasi efektivitas serta efek samping kontrasepsi agar akseptor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATI-BATI TAHUN 2024 Yuniarti, Yuniarti; Hapisah, Hapisah; Dewi, Vonny Khresna; Isnaniah, Isnaniah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10416

Abstract

Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women is a prolonged nutritional deficiency condition, categorized by an upper arm circumference (LILA) of less than 23.5 cm. The Bati-Bati Community Health Center recorded the highest prevalence of KEK among 22 Community Health Centers in Tanah Laut, reaching 24%. This study employed a qualitative descriptive approach with a case-control design to examine the relationship between education, age, and parity with KEK incidence in pregnant women within the Bati-Bati Community Health Center working area in 2024. The study population consisted of 154 newly pregnant women from January to July 2024, with a randomly selected sample of 74, divided into 37 cases and 37 controls. Data analysis was conducted using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results indicated no significant relationship between education (p=0.453), age (p=0.269), or parity (p=1.000) and the prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. These findings suggest that factors such as education level, maternal age, and parity do not significantly influence the prevalence of KEK in the studied population Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi defisiensi nutrisi yang berlangsung lama dan dikategorikan berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Puskesmas Bati-Bati mencatat prevalensi KEK tertinggi di antara 22 Puskesmas di Tanah Laut, yaitu sebesar 24%. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain kasus-kontrol untuk menganalisis hubungan antara pendidikan, usia, dan paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bati-Bati tahun 2024. Populasi penelitian terdiri dari 154 ibu hamil baru dari Januari hingga Juli 2024, dengan sampel acak sebanyak 74 orang yang terbagi dalam 37 kelompok kasus dan 37 kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,453), usia (p=0,269), dan paritas (p=1,000) dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor tingkat pendidikan, usia ibu, dan paritas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prevalensi KEK dalam populasi yang diteliti
Introduction of Torbangun Leaves as the Best Traditional Lactagogue and its Processing Innovations in Antasan Senor Village, Banjar Regency, South Kalimantan, Indonesia Dwi Andrestian, Meilla; Dewi, Zulfiana; Mas'odah, Siti; Hapisah, Hapisah; Noraini, Noraini
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v8i2.1782

Abstract

Torbangun leaves have been used by the Batak people in North Sumatra and have been scientifically proven to be the most effective lactagogue. Therefore, it is necessary to introduce the benefits of Torbangun leaves to improve welfare, and breastfeeding coverage in the working area of the East Martapura Health Center, Banjar Regency, South Kalimantan Province, especially in Antasan Senor Village as a Village Assisted by the Banjarmasin Health Polytechnic. The purpose of the activity is to educate Integrated Service Post (Posyandu) cadre members and pregnant women in the management of breastfeeding, introduction of Torbangun plants and development of processed Torbangun leaves. The methods implemented in this activity are education and practice. The target group is seven Posyandu cadres and three pregnant women. Although statistically insignificant, the activity has succeeded in improving the knowledge, attitudes, and behavior of participants in the management of breastfeeding, the ability to cultivate Torbangun plants, and innovation of Torbangun leaves products as lactagogue. This activity has provided theory and practice to encourage awareness of breastfeeding, cultivation of Torbangun plants, and development of processed products of Torbangun leaves.
Usia Ibu dan Hubungannya dengan Kondisi Kehamilan, Persalinan, Postpartum dan Kondisi Neonatal Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Sofia, Norlaila; Hipni, Rubiati; Megawati, Megawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13370

Abstract

This study analyzes the relationship between maternal age and various aspects of pregnancy, delivery, postpartum conditions, and neonatal outcomes in Indonesia. The research method used was an observational design with a cross-sectional approach. The results showed that there was a significant relationship between maternal age and pregnancy conditions (p<0.001) with young mothers (<20 years) showing higher levels of anemia (6.7% vs 3.5%) and KEK (8.8% vs 3.0%) compared to the 20-35 year age group. Postpartum infections were more common in young mothers (20.1% vs 15.2%) although this difference was not statistically significant (p=0.087). Low Birth Weight was higher in babies born to young mothers (4.1% vs 2.1%) but this difference was not statistically significant (p=0.096). This study highlights the impact of maternal age on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk of complications during pregnancy, delivery, and the postpartum period. In conclusion, maternal age has a significant impact on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk for certain pregnancy complications and poor delivery outcomes. Keywords: Pregnancy, Neonatal Condition, Childbirth, Post Partum, Maternal Age
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Kayutangi Kota Banjarmasin Tahun 2024 Laila, Laila; Hapisah, Hapisah; Suhrawardi, Suhrawardi; Prihatanti, Nur Rohmah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.214

Abstract

Anemia menjadi faktor resiko utama yang menyumbang 20-40% kematian ibu secara langsung dan tidak langsung. Anemia dalam kehamilan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, tahun 2023 dari jumlah ibu hamil 2550 di dapatkan 1537 komplikasi kebidanan yang terbanyak adalah anemia 1107 dan Jumlah Bayi Lahir dengan BBLR sebanyak 617 bayi. Bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarnasin Tahun 2023. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 32 ibu yang pernah melahirkan dan terdaftar di rekam medis Puskesmas Kayu Tangi. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kejadian BBLR sebanyak 16 orang (50,0%) dan kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 17 orang (53,1%). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai p 0,034 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini ialah ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskemas Kayu Tangi Kota Banjarmasin Tahun 2023
Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian ISPA Pada Batita di Puskesmas Kayutangi Tahun 2024 Marlina, Marlina; Suhrawardi, Suhrawardi; Hapisah, Hapisah; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.215

Abstract

ISPA mengacu pada infeksi di berbagai organ saluran pernapasan yang mengakibatkan gangguan aktivitas pernapasan normal pada individu. Indonesia adalah negara ketiga terpadat di Asia dan negara berpenghasilan rendah dengan angka kematian penyakit menular seperti ISPA dan diare sebesar 40%. Pada tahun 2023, Dinas Kesehatan kota Banjarmasin mencatat 1.762 kasus pneumonia, yang merupakan 47,4% dari perkiraan jumlah balita yang terkena pneumonia sebanyak 3.719 orang. Tujuan: untuk menganalisis hubungan riwayat kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada batita di wilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarnasin Tahun 2024. Metode: Penelitian ini adalah survey analitikdengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 102 batita yang terdaftar di rekam medis Puskesmas Kayu Tangi. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil: Hasil uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan antara riwayat kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada batita dengan nilai p 0,290 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan riwayat kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada batita di Wilayah Kerja Puskemas Kayu Tangi Kota Banjarmasin Tahun 2024
Efektivitas Media E-Booklet Terhadap Pengetahuan Pencegahan HIV/AIDS Pada Mahasiswa Di Uniska Banjarmasin Tahun 2024 Mardiyati, Endang; Suhrawardi, Suhrawardi; Hapisah, Hapisah; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.216

Abstract

Human immunodeficiency virus adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Acquired immunodeficiency syndrome merupakan sekelompok gejala yang disebabkan oleh melemahnya imunitas tubuh akibat infeksi HIV. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinkes Banjarmasin pada tahun 2023, didapatkan data jumlah penderita HIV di Kota Banjarmasin berjumlah 343 orang, yang terdiri dari 264 orang laki-laki dan 79 orang perempuan. Edukasi dan promosi kesehatan mengenai infeksi HIV berperan besar dalam meningkatkan kesadaran terkait pencegahan dan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas media e-booklet terhadap pengetahuan pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa di Uniska Banjarmasin tahun 2024. Penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dan dengan rancangan Two group Pre-test Post-test desain. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 60 mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat semester 1. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan rerata pengetahuan pada kelompok e-booklet sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 57,00 menjadi 93,50. Rerata pada kelompok leaflet sebelum diberikan 54,67 menjadi 89,17. Terdapat perbedaan efektivitas antara e-booklet dan leaflet terhadap pengetahuan pencegahan HIV/AIDS dengan p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara e-booklet dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan pencegahan HIV/AIDS dengan p value 0,000 dan mean rank kelompok e-booklet lebih tinggi daripada kelompok leaflet.
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 7-24 Bulan Di Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2024 Anna Soraya; Hapisah, Hapisah; Suhrawardi, Suhrawardi; Kirana, Rita
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.218

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi bagi balita jika tidak menerima makanan yang sehat dan seimbang. Anak yang menderita stunting memiliki tubuh yang lebih pendek dari pada anak seusianya. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, dari 5 balita usia 0-59 bulan di Indonesia ditemukan 1 balita stunting (21,5%). Berdasarkan data profil dinas kesehatan kota Banjarmasin (2023), cakupan balita pendek (TB/U) adalah 2,9 % (1263 balita) dan Cakupan Bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Kota Banjarmasin tahun 2023 adalah 6069 bayi atau sebesar 67,6 %. Tujuannya untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarnasin Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 120 baduta yang terdaftar di rekam medis Puskesmas Alalak Selatan. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting sebanyak 40 orang baduta (5,38 %) dan riwayat pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak 69 orang baduta (57,5 %) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan dengan nilai p 0,000 (p<0,05). OR yang diperoleh yaitu 4,649 menunjukkan bahwa baduta yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif memiliki resiko 4,6 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan mereka yang mendapatkan ASI Eksklusif. Kesimpulan penelitian ini ialah Ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarnasin Tahun 2024