Claim Missing Document
Check
Articles

Keakurasian Metode Koreksi Bias Data Satelit CHIRPS TerhadapData Hujan Stasiun di DAS Gembong Putri Arfin Juliarani; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan data curah hujan observasi yang kontinu menjadi kendala dalam analisis hidrologi. Data satelit CHIRPS dapat menjadi alternatif, namun masih memiliki bias terhadap data observasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja koreksi bias data curah hujan satelit CHIRPS di DAS Gembong, Kabupaten Pasuruan. Koreksi bias dilakukan menggunakan metode Quantile Mapping dan Random Forest, kemudian dievaluasi menggunakan Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (r) pada skala harian dan bulanan. Hasil menunjukkan bahwa CHIRPS terkoreksi memiliki kinerja sangat baik. Pada skala harian diperoleh NSE sebesar 0,813 dan r sebesar 0,918, sedangkan pada skala bulanan diperoleh NSE sebesar 0,838 dan r sebesar 0,961. Hasil tersebut menunjukkan bahwa koreksi bias mampu meningkatkan kesesuaian CHIRPS terhadap data observasi dalam merepresentasikan besaran dan pola temporal curah hujan. Dengan demikian, CHIRPS terkoreksi berpotensi digunakan sebagai alternatif data curah hujan pada DAS Gembong.
Evaluasi Kinerja Koreksi Bias Curah Hujan Satelit CHIRPS TerhadapCurah Hujan Stasiun di DAS Petung Novi Ananda Pratiwi; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan data curah hujan observasi dan adanya bias pada data CHIRPS menjadi kendala dalam memperoleh informasi curah hujan yang representatif di DAS Petung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja koreksi bias data CHIRPS menggunakan metode Quantile Mapping–Random Forest (QM-RF). Evaluasi dilakukan pada skala harian dan bulanan menggunakan indikator Nash- Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (r). Hasil menunjukkan bahwa koreksi bias CHIRPS menghasilkan kinerja sangat baik pada kedua skala waktu. Pada skala harian diperoleh NSE sebesar 0,917 dan koefisien korelasi sebesar 0,958, sedangkan pada skala bulanan diperoleh NSE sebesar 0,978 dan koefisien korelasi sebesar 0,987. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode QM-RF mampu meningkatkan kesesuaian data CHIRPS terhadap curah hujan observasi serta mempertahankan pola temporal curah hujan. Kinerja yang lebih tinggi pada skala bulanan menunjukkan bahwa agregasi waktu dapat mengurangi fluktuasi data dan meningkatkan kesesuaian hasil koreksi.
Perencanaan Bangunan Sedimen Berdasarkan Analisis Erosi danSedimen pada DAS Pekalen Kabupaten Probolinggo Salsabilla Risfa Sabrina; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS Pekalen di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan risiko banjir yang dipicu oleh tingginya erosi dan sedimentasi akibat perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat erosi dan sedimentasi menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) sebagai dasar penyusunan arahan konservasi yang efektif. Simulasi dengan ArcSWAT 2012 menunjukkan laju erosi sebesar 84,12 ton/ha/tahun dan laju sedimentasi sebesar 13,08 ton/ha/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) mengindikasikan bahwa 5% wilayah DAS berada pada kategori sedang, 55% pada kategori tinggi, dan 40% pada kategori sangat tinggi. Sebagai upaya pengendalian erosi dan sedimentasi, direncanakan pembangunan check dam dengan volume tampungan 26.469,80–179.806,58 m³, usia guna 1,10–6,33 tahun, dan tinggi bendung utama 10,00–13,00 m. Estimasi biaya pembangunan mencapai Rp71.296.189.000. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penerapan strategi konservasi yang efektif guna menekan laju erosi, sedimentasi, serta mengurangi potensi banjir di DAS Pekalen.
Analisis Laju Erosi dan Sedimentasi Berdasarkan Proyeksi Perubahan Tata Guna Lahan di Hulu DAS Lariang Sulawesi Tengah Dony Rahman; Ery Suhartanto; Suwanto Marsudi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hulu DAS Lariang mengalami perubahan tata guna lahan yang memengaruhi hidrologi serta meningkatkan risiko erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tata guna lahan, memproyeksikannya hingga 50 tahun, serta mengkaji pengaruhnya terhadap laju erosi, sedimen, dan Indeks Bahaya Erosi (IBE). Analisis tata guna lahan menggunakan citra Landsat tahun 2004, 2014, dan 2024, sedangkan proyeksi 2034–2074 dimodelkan menggunakan MOLUSCE. Proyeksi menjadi input ArcSWAT 2012 untuk mensimulasikan erosi dan sedimentasi berdasarkan USLE, SYLD, dan nilai erosi yang dapat ditoleransi (TSL). Analisis menunjukkan peningkatan lahan pertanian dari 94,7 km² menjadi 560,0 km² dan penurunan vegetasi dari 6.120,5 km² menjadi 5.765,5 km². Erosi dan sedimentasi tertinggi terjadi pada 2014, masing-masing 74,34 dan 15,78 ton/ha/tahun, kemudian menurun sebelum meningkat pada 2074 menjadi 54,73 dan 22,00 ton/ha/tahun. IBE Rendah tetap dominan, tetapi menurun dari 76,95% menjadi 63,42%, sementara kategori Sedang dan Sangat Tinggi meningkat. Perubahan ini menunjukkan perlunya pengelolaan dan konservasi di Hulu DAS Lariang.
Proyeksi Perubahan Tata Guna Lahan Tahun 2074 Menggunakan MOLUSCE Pada Daerah Tangkapan Air Bendungan Tinauka Kabupaten Donggala Pandu Aria Dharma; Ery Suhartanto; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan tata guna lahan pada Daerah Tangkapan Air (DTA) dapat memengaruhi karakteristik hidrologi, terutama limpasan permukaan dan debit banjir, sehingga perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air. Daerah Tangkapan Air Bendungan Tinauka Kabupaten Donggala berpotensi mengalami perubahan tata guna lahan seiring perkembangan wilayah yang dapat memengaruhi kondisi hidrologi selama umur layanan bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata guna lahan eksisting dan memproyeksikan perubahan tata guna lahan hingga tahun 2074 menggunakan metode MOLUSCE (Modules for Land Use Change Evaluation). Data tata guna lahan diperoleh dari citra satelit Landsat dan diolah menggunakan perangkat lunak QGIS. Proyeksi perubahan tata guna lahan dilakukan dalam periode 50 tahun dengan interval 10 tahun, yaitu tahun 2034, 2044, 2054, 2064, dan 2074. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa lahan pertanian mengalami pertumbuhan paling signifikan sebesar 2,7% (dari 420,62 km² pada 2024 menjadi 598,32 km² pada 2074), yang diiringi oleh penurunan tutupan vegetasi sebesar 1,7%.
Koreksi Bias Data Curah Hujan Satelit GPM Menggunakan Quantile Mapping dan Random Forest di DAS Pancarglagas Nadifa Putri Fauzia; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak DAS di Indonesia memiliki keterbatasan data hidrologi, khususnya data curah hujan, sehingga diperlukan alternatif data yang representatif. Penelitian ini menggunakan data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) yang dikoreksi bias menggunakan metode Quantile Mapping yang dikombinasikan dengan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreksi bias mampu meningkatkan akurasi data curah hujan satelit GPM terhadap data observasi, dengan nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,66 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,81. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kombinasi Quantile Mapping dan Random Forest mampu memperbaiki kesesuaian data curah hujan satelit GPM terhadap karakteristik curah hujan observasi di DAS Pancarglagas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan koreksi bias berbasis Quantile Mapping dan Random Forest berpotensi digunakan untuk meningkatkan kualitas data curah hujan satelit pada wilayah dengan keterbatasan data hidrologi.