Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Fisik dan Batin Puisi dalam Perspektif Multimodalitas pada Kanal YouTube Fiksionalisme Arif Wahyu Widodo; Sovia Wulandari; Yoga Mestika Putra; Irma Suryani; Dwi Rahariyoso
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.540

Abstract

The development of digital technology has transformed conventional text-based poetry into a form of digital literature that integrates textual, auditory, and visual elements. This study aims to describe the physical and inner structures of poetry from a multimodal perspective on the Fiksionalisme YouTube channel. The research employed a qualitative descriptive method using a structuralist approach to poetry. The data consisted of words, phrases, lines, and multimodal elements, including audio and visual components, collected through observation, note-taking, and screenshot documentation techniques. The findings reveal that the physical structure of the poems is characterized by the use of connotative and metaphorical diction, dominant figurative language (metaphor, personification, hyperbole, and simile), natural free rhyme, and dynamic digital typography. The inner structure predominantly reflects themes of love, longing, admiration, and inner conflict, accompanied by romantic-melancholic tones and reflective atmospheres. From a multimodal perspective, vocal intonation, background music, and visual imagery function as integral meaning-making resources that reinforce emotional expression and audience engagement. These findings demonstrate that poetry presented on the Fiksionalisme YouTube channel represents a contemporary form of digital literature in which linguistic and multimodal elements interact synergistically to enrich literary aesthetics and appreciation in the digital era.
Hasrat Tokoh Utama Dalam Naskah Drama Tuhan, Tolong Bunuh Emak Karya Yessy Natalie Christien (Kajian Psikoanalisis Lacan) Ridho Ramadhan; Warni Warni; Irma Suryani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1853

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan hasrat yang dimiliki oleh tokoh utama, Bekti dalam naskah drama Tuhan, Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalie Christien, yang termuat dalam antologi naskah drama Pindah. Naskah drama Tuhan, Tolong Bunuh Emak ini berhasil memenangkan penghargaan sebagai naskah drama terbaik dalam sayembara penulisan naskah drama yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan tentang hasrat manusia yang bergerak, didorong oleh keinginan untuk memenuhi objek a yang muncul dikarenakan phallus (objek kekurangan) sebagai pemenuhan diri manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Data akan ditemukan dengan cara membaca objek penelitian secara berulang dan kemudian data yang telah didapat akan dicatat untuk dilakukan analisis terhadap data. Didapatkan data berupa hasrat tokoh utama, Bekti, sebagai kepala keluarga, seorang suami, seorang ayah, dan seorang anak laki-laki. Kesimpulan penelitian ini adalah Hasrat tokoh utama, Bekti untuk menyejahterakan keluarganya, dimana kesejahteraan keluarga adalah representasi objek a sebagai objek kekurangan (phallus) yang akan terus dicari sebagai pemenuhan bagi Bekti, dikarenakan ia belum bisa membayar hutang keluarganya, membayar biaya kuliah anaknya, dan membayar biaya pengobatan orang tuanya. Abstract This study aims to describe the desires of the main character, Bekti, in the drama script Tuhan, Tolong Bunuh Emak by Yessy Natalie Christien, which is included in the drama script anthology Pindah. The script Tuhan, Tolong Bunuh Emak won the award for Best Drama Script in the playwriting competition held by the Jakarta Arts Council in 2021. This research uses Jacques Lacan’s psychoanalytic theory of human desire, which posits that desire is driven by the pursuit of the objet petit a, arising from the phallus (the object of lack) as a form of human self-fulfillment. This is a qualitative study using a descriptive research method. The data collection technique employed is reading and note-taking. Data were obtained through repeated readings of the script, with relevant information recorded and analyzed. The findings reveal the desires of the main character, Bekti, in his roles as head of the family, a husband, a father, and a son. The study concludes that Bekti’s desire to bring prosperity to his family represents the objet petit a as the object of lack (phallus), which he continually seeks to fulfill. This is driven by his inability to repay the family’s debts, pay for his child’s tuition, and cover his parents’ medical expenses.