Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Liquid Organic Fertilizer of Tofu Waste and Pruning Lateral Branches on the Growth and Production of Long Beans (Vigna Sinensis L) Yusnita Wahyuni Silitonga; Darmadi Erwin Harahap; Rafiqah Amanda Lubis; Zaidal Ansori; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 1 (2023): January, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i1.2161

Abstract

The most important factor affecting the growth of long bean plants is the intake of nutrients or nutrients and can also be done through pruning the lateral branches. The purpose of this study was to determine the effect of liquid organic fertilizer from tofu waste and pruning lateral branches on long bean production. The study used a randomized block design with two treatments namely liquid organic fertilizer from tofu waste and heating of long bean lateral branches. The treatment interaction P2D1 had highest plant size of 295.63 cm.The highest number of plant flowers was found in the P1D3 by 6.22, and the highest number of pods was found in the P3D3 treatment interaction by11.00. The results showed that the interaction of POC administration and pruning of lateral branches had a significant effect on the growth and production of long bean plants, only seen in the number of flowers per plant at 4 WAP
Upaya Peningkatan Produksi Jagung Putih (Zea mays L) dengan Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Pisang Yusnita Wahyuni Silitonga
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cendawan Micoriza Arbuscula (CMA) dan pemberian POC kulit pisang serta interaksi antara keduanya terhadap produksi jagung putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak Kelompok Faktorial (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor satu adalah perlakuan pemberian Cendawan Micoriza Arbuskula (C) yang terdiri dari C1 (40 gr/ploT) dan C2 (80 gr/plot), sedangkan faktor dua yaitu pemberian POC kulit pisang (P) yang terdiri dari perlakuan tanpa POC (P0), P1 (40 ml g/plot), P2 (80 ml g/plot), P3 (120 ml g/plot) dan P4 (160 ml g/plot). Analisis data dilakukan melalui analisis ragam dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih. Pemberian POC kulit pisang hanya terlihat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada pengamatan 2 mst dan jumlah biji per tongkol. Interaksi perlakuan cendawan dan perlakuan POC kulit pisang hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah biji per tongkol dan jumlah bobot seratus biji pertongkol.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL NASIONAL SORGUM (Sorgum bicolor. L) DI DESA BINTUJU KABUPATEN TAPANULI SELATAN Muhammad Nizar Hanafiah; Irfan Suliansyah; Irawati Chaniago; Nurwanita Ekasari Putri; Yusnita Wahyuni Silitonga
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11498

Abstract

Sorgum adalah tanaman yang berasal dari Afrika, yang memiliki daya adaptasi yang luas pada ketinggian lahan 0-700 m dpl. Produktivitas sorgum di Indonesia masih tergolong rendah sehingga masih dibutuhkan banyak penelitian dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya adaptasi sorgum di desa Bintuju Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Data dianalisa menggunakan ANOVA. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot biji per malai, bobot biji per plot dan potensi hasil per ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tertinggi adalah varietas sorgum Super 2 yaitu 336.23 cm. Bobot biji per malai tertinggi adalah Varietas Super 2 yaitu 153.93 gr. Hasil per ha yang paling tinggi juga ditemukan pada varietas Super 2 yaitu 8,50 ton, sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas Super 2 dapat beradaptasi dengan baik  dan direkomendasikan  untuk dikembangkan.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
Pengaruh Beberapa Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tin (Ficus carica L) Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Indah Putri Agustina; Yusriani Nasution; Dina Rahmi Solihad Nasution; Yusnita Wahyuni Silitonga
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 5 No 2 (2023): In Press
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.5.2.74-79.2023

Abstract

The use of tin (Ficus carica L.) in Indonesia is still very limited and is generally only used as bonsai saplings. Tin plants can be propagated vegetative, namely the cutting technique. Selection of appropriate biological fertilizers is one of the strategies for the success of cuttings. This study aims to analyze the effect of various biological fertilizers on stem cuttings of tin plant. This research was conducted in July-October 2022, located at CV. Martabe Prima Lestari, Lubuk Raya Village, Padangsidimpuan Hutaimbaru District. The study was arranged by using Randomized Block Design (RBD), consisting of 4 treatments: P0 (control, without biological fertilizers), P1 (Trichoderma sp. 15 grams), P2 (promoles 12.15 grams) and P3 (15 grams mycorrhiza). and 6 replicates. The data obtained were analyzed by ANOVA and if there were differences, it would be continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT). Results: Promol 12 and Micoriza, showed no significant difference in the percentage of live cuttings. Observation of time of bud break showed that the biological fertilizer treatment had no significant effect. Number of shoots showed that biological fertilizers had no significant effect on number of shoots. The average number of leaves showed that at 4 WAP(P0) was not significantly different from P1, but significantly different from P2 and P3. P1 is not significantly different from P2 but significantly different from P3, P2 is not significantly different from P3. It can be concluded that the treatment of biological fertilizers has a significant effect on the number of leaves on tin plants.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN TANAMAN KECOMBRANG ( ETLINGERA ELATIOR) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN USAHA PRODUKTIF IBU AISYIYAH RANTING DESA SITARATOIT Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2272-2277

Abstract

Desa Sitaratoit merupakan salah satu desa di provinsi Sumatera Utara yang berjarak  kurang lebih 10  km  dari  Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penduduk desa Sitaratoit berkisar 350 kepala keluarga. Warga muhammadiyah di desa ini berjumlah 83 KK. Pada umumnya mereka bekerja sebagai petani seperti kebanyakan masyarakat desa Sitaratoit. Tanaman unggulan di desa tersebut adalah salak, akan tetapi juga banyak ditemukan tanaman pertanian lain yang tidak termanfaatkan secara maksimal seperti tanaman kecombrang. Dalam kegiatan pengabdian ini yang dilibatkan adalah ibu-ibu Aisyiyah. Ibu-ibu Aisyiyah di desa ini cukup aktif dalam kegiatan persyarikatan, akan tetapi mereka belum memiliki usaha produktif. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membangkitkan minat ibu Aisyiyah untuk melakukan kegiatan yang bersifat produktif. Kegiatan pada pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pengolahan tanaman kecombrang menjadi olahan pangan seperti stick kecombrang dan siala jelly
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN TEH KECOMBRANG (Etlingera elatior) DI DESA SITARATOIT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Irmalia Fitri Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4325-4330

Abstract

Tanamaman kecombrang (Etlingera elatior) termasuk ke dalam tanaman herbal atau tanaman obat yang dapat digunakan sebagai ramuan tradisional. Selain sebagai obat tradisonal teh kecombrang juga dapat dijadikan sebagai pangan fungsional seperti teh herbal. Teh kecombrang telah berhasil diolah oleh beberapa dosen agroteknologi UM-tapsel dan telah disosialisasikan dan dilakukan pendampingan pengolahan dan pengemasan kepada ibu-ibu PKK desa Sitaratoit. Pengolahan teh kecombrang cukup sederhana yaitu bunga kecombrang dicuci bersih. Setelah itu mahkota dilepaskan satu per satu. Mahkota yang telah dilepas diiris kecil-kecil, kemudian dikering anginkan. Setelah itu dikeringkan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau menggunakan oven. Tujuan dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini adalah untuk mengenalkan dan mendampingi ibu-ibu PKK desa sitaratoit tentang pengolahan teh kecombrang dengan harapan ibu PKK lebih kreatif dan melahirkan produk home industri.
Kajian Curah Hujan dan Jumlah Hari Hujan Terhadap Produktifitas Kelapa Sawit (Elais guinensis L) di Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan Yusnita Wahyuni Silitonga
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13377

Abstract

Curah hujan sangat berpengaruh terhadap produksi hasil pertanian seperti tanaman kelapa sawit. Salah satu daerah di Tapanuli Selatan yang banyak ditemukan kelapa sawit adalah Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak curah hujan terhadap produksi tanaman kelapa sawit. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi dari Bulan Januari tahun 2021 hingga juni 2023 di lahan gambut Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur. Penelitian ini menggunakan kelapa sawit varietas D x P tahun tanam 2007, pada lokasi lahan seluas 5 Ha dengan jumlah 600 pokok kelapa sawit. Data diperoleh dari hasil timbangan bobot TBS pada setiap 14 hari dari tahun Januari 2021 – Juni 2023. Data curah hujan merupakan data sekunder yang diambil dari pencatatan data dari station klimatologi Aek Godang Padang Lawas Utara yang titik lokasi diperoleh dari Kantor BPP Batang Toru. Hasil TBS akan dikorelasikan dengan data curah hujan dan data jumlah hari hujan. Data curah hujan dan data jumlah hari hujan akan diuji korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel curah hujan dan jumlah hari hujan tidak berkorelasi dengan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit di Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan.
The Efforts To Increase Vegetative Growth of White Corn (Zea mays L) With Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) and Distance Planting Treatment: Efforts To Increase Vegetative Growth of White Corn (Zea mays L) With Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) and Distance Planting Treatment Silitonga, Yusnita Wahyuni; Erwin Harahap, Darmadi; Hamidi Hasibuan, Ilal; Hanafiah Nasution, Muhammad Nizar
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.882 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v8i3.8019

Abstract

The purpose of this study was to see the effect of giving Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) on the vegetative growth of white corn (Zea mays L), distance treatment of plant and interaction both of them on the vegetative growth of white corn. This study used a randomized block design (RBD) on factorial with two-factor and three replications. The first factor is the treatment of giving VAM (A) with various doses consisting of A1 (10 g/plot), A2 (20 g/plot) and A3 (30 g/plot), while the second factor is the treatment of plant spacing (J) with various sizes consisting of J1 (50 cm x 15 cm), J2 (50 cm x 25 cm) and J3 (50 cm x 35 cm). Data collection starts from planting to flowering, namely plant height, number of leaves, flowering time. Data analysis was carried out through analysis of variance and further test of DMRT at 95% confidence level. Based on the results of the study, it was found that the fungal treatment only had a significant effect on plant height and cob length, but did not significantly affect the number of leaves, flowering time. The plant spacing treatment only had a significant effect on plant height but had no significant effect on the number of leaves and flowering time. The interaction of the fungus treatment and plant spacing treatment showed that there was an interaction effect of the two treatments on plant height but did not significantly affect the number of leaves, flowering time. The treatment interaction A3J3 had the highest plant size of 114.55 cm.
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS SISTEM HIDROPONIK DAN SUMBER NUTRISI YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa) Silitonga, Yusnita Wahyuni; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) dengan beberapa sistem hidroponik dan penambahan nutrisi dari sumber hara yang berbeda. Penelitian  dilakukan di kebun percobaan dalam rumah kasa. Fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, yang berada pada ketinggian + 450 m pdl. Penelitian ini dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, Faktor 1= jenis hidroponik dan Faktor 2 = komposisi nutrisi.Berdasarkan penelitian dilapangan diperoleh hasil, ada pengaruh sistem hidroponik dan sumber nutrisi yang berbeda terhadap tinggi tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB Mix+Air Kolam ikan lele ikan lele ikan lele  dengan tinggi rata-rata yaitu 15,66 cm. Kemudian, ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap jumlah daun. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 15,44 helai daun.Serta ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap berat tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H2K3 dengan perlakuan model hidroponik wick dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 18,29 gram.