Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
Phytochemical Profile and Antioxidant Activity of Torch Ginger Flower Tea at Various Drying Temperatures Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Nurmaini Ginting; Fatma Suryani Harahap; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Muttaqin Kholis Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14134

Abstract

Kecombrang can be categorized as a functional plant because it contains phytochemical compounds and antioxidants that can be further developed into herbal tea products. The objective of this study was to determine the phytochemical constituents and antioxidant activity of kecombrang tea processed at three different drying temperatures: 60, 70, and 80 °C. Phytochemical profiling was conducted using both qualitative and quantitative approaches. The qualitative analysis included the identification of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, glycosides, and triterpenoids, while the quantitative analysis focused on total flavonoids and total phenolics. The results revealed that all tested phytochemical compounds were present in the kecombrang tea extracts except saponins. The highest total flavonoid content was observed at the drying temperature of 60 °C, reaching 32.21 mg QE/g extract, whereas the lowest was recorded at 80 °C with 8.61 mg QE/g extract. Interestingly, the extract processed at 80 °C exhibited the highest total phenolic content at 11.60 mg GAE/g extract, while the lowest phenolic content was found at 60 °C with 2.72 mg GAE/g extract. The strongest antioxidant activity was also observed at 80 °C, with an IC50 value of 34.92 ppm. Overall, increasing the drying temperature tended to decrease most phytochemical constituents.
PENDAMPINGAN MAHASISWA KKN DI DESA BARGOTTOPONG DENGAN PROGRAM KERJA UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Aisyah Nurmi; Melvariani Syari Batubara; Basri Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5a0zb272

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diwajibkan bagi mahasiswa pada suatu perguruan tinggi. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan telah melaksanakan kegiatan KKN pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025 di Desa Bargottopong. Salah satu program kerja dari kegiatan KKN adalah upaya pencegahan stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan angka stunting adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting. Sosialisasi tentang stunting telah dilakukan di Desa Bargottopong pada tanggal 11 November 2024. Beberapa materi yang disampaikan saat sosialisasi adalah apa itu stunting, bagaimana penyebabnya, akibat stunting dimasa yang akan datang dan cara pencegahannya. Hasil diskusi dengan peserta diketahui bahwa semua sudah mengetahui apa itu stunting, akan tetapi hanya 60% yang sudah mengetahui apa penyebabnya, dan hanya 30% yang mengetahui akibat stunting dimasa yang akan datang dan bagaimana pencegahannya. Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat bargottopong hanya mengetahui sedikit pengetahuan tentang stunting, sehingga melalui sosialisasi ini peserta 100% sudah paham tentang apa itu stunting, bagaimana penyebabnya, akibat stunting dimasa yang akan datang dan cara pencegahannya
Diversifikasi Pangan Lokal Masyarakat Desa Sitaratoit sebagai Program Kerja KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Silitonga, Yusnita Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2671

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Sitaratoit di Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki potensi pangan lokal yang melimpah, khususnya buah salak, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga memiliki nilai ekonomi yang rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui diversifikasi pangan berbasis pengolahan salak menjadi produk dodol. Metode pelaksanaan meliputi tahap pembekalan, observasi lapangan, perumusan masalah, penyusunan program kerja, sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah salak menjadi dodol yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya kualitas produk dan teknik pengemasan yang baik. Program ini juga membuka peluang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan diversifikasi pangan lokal ini memberikan dampak positif dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa berbasis sumber daya lokal.
The mediating role of food safety in the relationship between halal perception, perceived quality, and purchase decisions: evidence from muslim university students in indonesia and malaysia Roisu Eny Mudawaroch; Isna Windani; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Faruq Iskandar; Zulfanita; Rinawidiastuti; Nor Hidayatun Abdul Razak; Yusnita Wahyuni Silitonga
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256638

Abstract

This study examines the structural relationships among halal perception, food safety, perceived product quality, and purchase decisions for halal food products, with food safety positioned as a mediating construct. Grounded in consumer perception theory and the halal–thayyib framework, the study conceptualizes halal as a credence attribute that shapes perceived safety and, subsequently, quality evaluation. A cross-sectional survey was conducted among Muslim university students in Indonesia and Malaysia, and the data were analyzed using covariance-based Structural Equation Modeling (CB-SEM) to test the proposed causal model. The results indicate that halal perception significantly influences perceived food safety, which in turn positively affects perceived quality and purchase decisions. However, halal perception does not directly influence perceived quality, suggesting that consumers interpret halal primarily through a safety lens rather than as an intrinsic quality cue. These findings highlight the mediating role of food safety in translating religious compliance into market-relevant product evaluations. The study contributes theoretically by clarifying the perceptual mechanism linking halal attributes to consumer decisions and offers practical implications for halal certification bodies and food producers in strengthening safety communication strategies.