Claim Missing Document
Check
Articles

Morphological Characterization and Nutritional Evaluation of Sidimpuan Salak (Salacca sumatrana Becc) Based on Flesh Color Yusnita Wahyuni Silitonga; Irmalia Fitri Siregar; Nasirsah; Nurmaini Ginting; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12496

Abstract

Salak is a native Indonesian plant with various cultivars, one of which is the Sidimpuan salak originating from North Sumatra. Sidimpuan salak fruit has a distinctive taste, namely a fairly sweet but slightly sour taste, sticky, astringent, quite highs water content in the fruit, and various colors of the fruit flesh, namely white, red, and red tinge. This study aims to characterize the morphology of three types of Sidimpuan salak based on the color of the fruit flesh (white, red, red tinge) and compare the glucose content and vitamin C levels of the three types of salak. The method used in this study is a descriptive method and sample determination is done by purposive sampling. Glucose levels are analyzed using a UV-Vis spectrophotometer and vitamin C levels by the idiometry titration method. The results of the study showed that there are differences in morphological appearance between white, red, and red tinge salak. The morphological characteristics of the stems and leaves of red salak rank first, but the size and taste of white salak fruit are superior to red salak. The highest glucose levels were found in white snake fruit samples and the lowest in red snake fruit, while the highest vitamin C levels were found in red snake fruit and the lowest in red snake fruit. Variations in morphology, glucose content, and vitamin C in snake fruit are caused by genetic and environmental factors. The morphological and nutritional differences found in the three types of Sidimpuan snake fruit are predominantly due to genetic factors because the samples were obtained from the same environmental conditions.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN TANAMAN KECOMBRANG ( ETLINGERA ELATIOR) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN USAHA PRODUKTIF IBU AISYIYAH RANTING DESA SITARATOIT Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2272-2277

Abstract

Desa Sitaratoit merupakan salah satu desa di provinsi Sumatera Utara yang berjarak  kurang lebih 10  km  dari  Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penduduk desa Sitaratoit berkisar 350 kepala keluarga. Warga muhammadiyah di desa ini berjumlah 83 KK. Pada umumnya mereka bekerja sebagai petani seperti kebanyakan masyarakat desa Sitaratoit. Tanaman unggulan di desa tersebut adalah salak, akan tetapi juga banyak ditemukan tanaman pertanian lain yang tidak termanfaatkan secara maksimal seperti tanaman kecombrang. Dalam kegiatan pengabdian ini yang dilibatkan adalah ibu-ibu Aisyiyah. Ibu-ibu Aisyiyah di desa ini cukup aktif dalam kegiatan persyarikatan, akan tetapi mereka belum memiliki usaha produktif. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membangkitkan minat ibu Aisyiyah untuk melakukan kegiatan yang bersifat produktif. Kegiatan pada pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pengolahan tanaman kecombrang menjadi olahan pangan seperti stick kecombrang dan siala jelly
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN TEH KECOMBRANG (Etlingera elatior) DI DESA SITARATOIT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Irmalia Fitri Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4325-4330

Abstract

Tanamaman kecombrang (Etlingera elatior) termasuk ke dalam tanaman herbal atau tanaman obat yang dapat digunakan sebagai ramuan tradisional. Selain sebagai obat tradisonal teh kecombrang juga dapat dijadikan sebagai pangan fungsional seperti teh herbal. Teh kecombrang telah berhasil diolah oleh beberapa dosen agroteknologi UM-tapsel dan telah disosialisasikan dan dilakukan pendampingan pengolahan dan pengemasan kepada ibu-ibu PKK desa Sitaratoit. Pengolahan teh kecombrang cukup sederhana yaitu bunga kecombrang dicuci bersih. Setelah itu mahkota dilepaskan satu per satu. Mahkota yang telah dilepas diiris kecil-kecil, kemudian dikering anginkan. Setelah itu dikeringkan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau menggunakan oven. Tujuan dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini adalah untuk mengenalkan dan mendampingi ibu-ibu PKK desa sitaratoit tentang pengolahan teh kecombrang dengan harapan ibu PKK lebih kreatif dan melahirkan produk home industri.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR Irmalia Fitri Siregar; Rafiqah Amanda Lubis; Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Erti Kumala Indah; Sulaiman Abdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1783-1787

Abstract

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir  ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE.
Phytochemical Profile and Antioxidant Activity of Torch Ginger Flower Tea at Various Drying Temperatures Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Nurmaini Ginting; Fatma Suryani Harahap; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Muttaqin Kholis Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14134

Abstract

Kecombrang can be categorized as a functional plant because it contains phytochemical compounds and antioxidants that can be further developed into herbal tea products. The objective of this study was to determine the phytochemical constituents and antioxidant activity of kecombrang tea processed at three different drying temperatures: 60, 70, and 80 °C. Phytochemical profiling was conducted using both qualitative and quantitative approaches. The qualitative analysis included the identification of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, glycosides, and triterpenoids, while the quantitative analysis focused on total flavonoids and total phenolics. The results revealed that all tested phytochemical compounds were present in the kecombrang tea extracts except saponins. The highest total flavonoid content was observed at the drying temperature of 60 °C, reaching 32.21 mg QE/g extract, whereas the lowest was recorded at 80 °C with 8.61 mg QE/g extract. Interestingly, the extract processed at 80 °C exhibited the highest total phenolic content at 11.60 mg GAE/g extract, while the lowest phenolic content was found at 60 °C with 2.72 mg GAE/g extract. The strongest antioxidant activity was also observed at 80 °C, with an IC50 value of 34.92 ppm. Overall, increasing the drying temperature tended to decrease most phytochemical constituents.
PENDAMPINGAN MAHASISWA KKN DI DESA BARGOTTOPONG DENGAN PROGRAM KERJA UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Yusnita Wahyuni Silitonga; Rafiqah Amanda Lubis; Aisyah Nurmi; Melvariani Syari Batubara; Basri Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5a0zb272

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diwajibkan bagi mahasiswa pada suatu perguruan tinggi. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan telah melaksanakan kegiatan KKN pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025 di Desa Bargottopong. Salah satu program kerja dari kegiatan KKN adalah upaya pencegahan stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan angka stunting adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting. Sosialisasi tentang stunting telah dilakukan di Desa Bargottopong pada tanggal 11 November 2024. Beberapa materi yang disampaikan saat sosialisasi adalah apa itu stunting, bagaimana penyebabnya, akibat stunting dimasa yang akan datang dan cara pencegahannya. Hasil diskusi dengan peserta diketahui bahwa semua sudah mengetahui apa itu stunting, akan tetapi hanya 60% yang sudah mengetahui apa penyebabnya, dan hanya 30% yang mengetahui akibat stunting dimasa yang akan datang dan bagaimana pencegahannya. Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat bargottopong hanya mengetahui sedikit pengetahuan tentang stunting, sehingga melalui sosialisasi ini peserta 100% sudah paham tentang apa itu stunting, bagaimana penyebabnya, akibat stunting dimasa yang akan datang dan cara pencegahannya
Diversifikasi Pangan Lokal Masyarakat Desa Sitaratoit sebagai Program Kerja KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Silitonga, Yusnita Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2671

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Sitaratoit di Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki potensi pangan lokal yang melimpah, khususnya buah salak, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga memiliki nilai ekonomi yang rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui diversifikasi pangan berbasis pengolahan salak menjadi produk dodol. Metode pelaksanaan meliputi tahap pembekalan, observasi lapangan, perumusan masalah, penyusunan program kerja, sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah salak menjadi dodol yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya kualitas produk dan teknik pengemasan yang baik. Program ini juga membuka peluang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan diversifikasi pangan lokal ini memberikan dampak positif dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa berbasis sumber daya lokal.
The mediating role of food safety in the relationship between halal perception, perceived quality, and purchase decisions: evidence from muslim university students in indonesia and malaysia Roisu Eny Mudawaroch; Isna Windani; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Faruq Iskandar; Zulfanita; Rinawidiastuti; Nor Hidayatun Abdul Razak; Yusnita Wahyuni Silitonga
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256638

Abstract

This study examines the structural relationships among halal perception, food safety, perceived product quality, and purchase decisions for halal food products, with food safety positioned as a mediating construct. Grounded in consumer perception theory and the halal–thayyib framework, the study conceptualizes halal as a credence attribute that shapes perceived safety and, subsequently, quality evaluation. A cross-sectional survey was conducted among Muslim university students in Indonesia and Malaysia, and the data were analyzed using covariance-based Structural Equation Modeling (CB-SEM) to test the proposed causal model. The results indicate that halal perception significantly influences perceived food safety, which in turn positively affects perceived quality and purchase decisions. However, halal perception does not directly influence perceived quality, suggesting that consumers interpret halal primarily through a safety lens rather than as an intrinsic quality cue. These findings highlight the mediating role of food safety in translating religious compliance into market-relevant product evaluations. The study contributes theoretically by clarifying the perceptual mechanism linking halal attributes to consumer decisions and offers practical implications for halal certification bodies and food producers in strengthening safety communication strategies.
UJI ADAPTASI PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG PUTIH (Zea mays L.) di PADANGSIDIMPUAN SUMATERA UTARA Yusnita Wahyuni Silitonga; Amir Mahmud; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.4879

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis dan bernilai ekonomis karena berperan sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri. Pada umumnya masyarakat Indonesia mengetahui biji jagung berwarna kuning, padahal biji jagung sangat beragam salah satunya adalah jagung putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adaptasi pertumbuhan vegetatif jagung putih di kota padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang dijadikan perlakuan adalah tiga varietas jagung yaitu Anoman, Pulut URI dan Bonanza F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anoman pada 8 HST lebih tinggi yaitu 238,2 cm diikuti dengan dengan varietas Pulut URI yaitu 221,1 cm dan Bonanza 215,3 cm. Pada umur 8 MST varietas Anoman menunjukan jumlah daun paling banyak yaitu 12,56 helai diikuti dengan varietas Pulut URI yaitu 11,6 helai dan varietas Bonanza yaitu 10,16 helai. Varietas jagung yang cepat berbunga adalah Pulut URI yaitu 44 HST. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa varietas Anoman lebih adaptif di kota Padangsidimpuan dari segi pertumbuhan vegetatif.
POTENSI AGRONOMIS GANDUM (TRITICUM AESTIVUM L.) DI DATARAN TINGGI ALAHAN PANJANG SUMATERA BARAT Muhammad Nizar Hanafiah Nasution; Yusnita Wahyuni Silitonga; Auzar Syarif; Irawati Irawati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.7472

Abstract

Tanaman gandum banyak mengandung karbohidrat. Faktor ekologis adalah salah satu kendala pengembangan gandum di Indonesia karena asal dari subtropis. Penelitian ini bertujuan membandingkan pertumbuhan gandum dengan beberapa galur dan produksinya didaerah tropis. Eksperimen adalah metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan galur dan tiga kelompok. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi di Alahan Panjang adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Alahan Panjang semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Alahan Panjang galur yang paling adaptif yaitu  MUNAL#1.