Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Evaluation of the Muara Satu Community Health Center in Lhokseumawe City's outpatient services' quality utilizing the importance-performance analysis approach and possible increase in customer value Meilinda Dhika Putri; Bakhtiar Bakhtiar; Amri
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 11 No 2 (2024): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v11i2.1116

Abstract

A dynamic state of people, processes, environments, goods, and services that either meet or beyond expectations is known as service quality. It is vital to improve services to compete and provide higher-quality services at the Muara Satu Community Health Center through initiatives to enhance human resources and ongoing performance improvement. The Muara Satu Community Health Center has received major accreditation for its services; however, as of yet, no reassessment has been conducted. The management of Puskesmas wishes to refine the accreditation to become plenary so that patient satisfaction can serve as a gauge of the success of the center's health services provided to the community. This study aims to evaluate the degree of agreement between patient interests and satisfaction and the Muara Satu Community Health Center's service quality performance. Additionally, it seeks to identify the attributes that should be given priority for service improvement through the application of the Potential Gain in Customer Value (PGCV) method. Patients' complaints regarding services, such as uncomfortable waiting rooms and a lack of information about the ailments they were suffering from, posed a challenge for this study. Five categories were created based on 17 characteristics of the patient requests made at the health center and were given to 58 pre-selected samples. This category includes Assurance, Empathy, Tangible, Reliability, and Responsive. The Muara Satu Health Center is required to implement seven priority orders for quality improvement based on the IPA and PGCV methods, based on data processing findings. These orders include requiring the Community Health Center staff to inform patients before providing services, having a comfortable waiting area, and having officers act quickly and appropriately when necessary. Facilities in Puskesmas are fully equipped. The types of ailments, their treatments, and how to take medication are all thoroughly explained by the doctor. Furthermore, physicians allot enough time for patient examinations
Perancangan Strategi dalam Memasarkan Produk Asuransi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Jambi Khairul Anshar; Bakhtiar Bakhtiar; Irawati Br Napitupulu
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.008

Abstract

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Jambi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi kredit. Selama periode Januari hingga Desember 2021, perusahaan mengalami fluktuasi jumlah pelanggan yang berdampak pada ketidakstabilan kinerja, pencapaian Key Performance Indicator (KPI), dan pendapatan perusahaan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif guna meningkatkan penjualan produk asuransi dan mempertahankan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman yang memengaruhi perusahaan, sehingga dapat dirumuskan strategi pemasaran yang sesuai. Metode yang digunakan adalah analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk menyusun alternatif strategi berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi yang menjadi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berada pada Kuadran V dengan total skor IFAS sebesar 2,785 dan EFAS sebesar 2,663, yang mengindikasikan strategi menjaga pangsa pasar disertai pengembangan produk. Berdasarkan hasil AHP, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah peningkatan kualitas pelayanan dengan bobot 0,411, karena dinilai paling efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing perusahaan.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT. KILANG PADI MAJU JAYA KABUPATEN BATU BARA Diana Khairani Sofyan; A Amri; Bakhtiar Bakhtiar; Riki Saputra
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan antarperusahaan, sehingga PT. Kilang Padi Maju Jaya di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, perlu menerapkan strategi efektif untuk menjaga kualitas produk. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengendalian persediaan bahan baku padi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data pemasukan gabah dan penjualan beras tahun 2024 melalui wawancara dengan pemilik serta rekapitulasi data perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan EOQ dengan kapasitas lebih sebesar 8.815 kg (atau 8,915 kg sesuai teks asli), safety stock sebesar 216 kg, dan reorder point sebesar 2.124 kg. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan disarankan meninjau kembali kebijakan manajemen persediaan saat ini dan mempertimbangkan penggunaan gudang sementara untuk menampung bahan baku yang melebihi kapasitas.Kata Kunci: (Rice Milling), Economic Order Quantity (EOQ), supplier, safety stock, reorder point.
Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Menggunakan Metode Nasa-TLX di PT. Teupin Lada Nur Adli; Bakhtiar; Syukriah
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14098

Abstract

Abstrak – PT. Teupin Lada merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan berlokasi di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental karyawan pada stasiun boiler, kamar mesin, rebusan, dan kernel menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index). Kondisi kerja pada stasiun tersebut ditandai oleh suhu tinggi, kebisingan, tekanan kerja, serta tuntutan pengawasan mesin secara terus-menerus yang berpotensi menimbulkan kelelahan mental. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa observasi langsung dan kuesioner NASA-TLX yang diisi oleh sembilan responden, serta data sekunder berupa informasi pendukung dari perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung bobot enam indikator NASA-TLX, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata beban kerja mental karyawan sebesar 79,1 yang termasuk dalam kategori tinggi. Indikator usaha menjadi faktor dominan dengan kontribusi sebesar 30,4%, diikuti oleh kebutuhan mental sebesar 22,2%. Berdasarkan perbandingan antarstasiun kerja, stasiun rebusan memiliki beban kerja mental tertinggi dengan nilai rata-rata NASA-TLX sebesar 82. Penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan di stasiun rebusan menuntut beban mental dan fisik yang lebih besar dibandingkan stasiun lainnya akibat kompleksitas pengendalian tekanan uap, suhu, serta tingginya risiko kesalahan terhadap kualitas produksi. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk melakukan pengaturan jam kerja dan istirahat, rotasi tugas, peningkatan keterampilan teknis, perbaikan kondisi lingkungan kerja, serta penerapan program manajemen stres guna menurunkan beban kerja mental karyawan. .
Pelatihan dan Pendampingan Optimalisasi Penyimpanan Data Digital dengan Teknologi Cloud Storage pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen Ilham Sahputra; Arief Rahman; Bakhtiar Bakhtiar; Burhanuddin Burhanuddin; Syibral Malasyi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.16695

Abstract

Data pendidikan memerlukan pengelolaan yang terstruktur dan aman untuk mendukung keputusan, pelaporan, dan layanan pendidikan. Sistem konvensional sering terkendala kapasitas, keamanan, dan aksesibilitas, menghambat efisiensi operasional. Efisiensi penyimpanan dan pengelolaan data menjadi sangat penting, termasuk bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan penyimpanan data digital menggunakan cloud storage, yang menawarkan kapasitas besar, keamanan tinggi dengan enkripsi dan backup otomatis, serta aksesibilitas dari berbagai perangkat bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun. Diharapkan teknologi ini mengatasi masalah penyimpanan dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja. Metode yang digunakan mencakup pelatihan dan pendampingan komprehensif mengenai manfaat, implementasi, kesiapan infrastruktur, dan sumber daya manusia. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, penurunan biaya operasional, serta peningkatan efisiensi pengelolaan data.Diharapkan, dengan pelatihan ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun dapat mengadopsi cloud storage secara efektif, mendukung transformasi digital berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Implementasi Sistem Monitoring Suhu Air Berbasis IoT untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Budidaya Ikan Teuku Multazam; Syukriah; Burhanuddin; Bakhtiar; Ezwarsyah; Zuraida Zuraida
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25193

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas monitoring suhu air tambak melalui pemasangan sensor suhu yang terhubung ke jaringan internet. Pemantauan suhu air yang akurat dan real-time merupakan aspek penting dalam bidang perikanan budidaya, karena suhu air secara langsung mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam sistem monitoring suhu air tambak memainkan peranan penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan dan memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat pembudidaya. Melalui desain sistem pemantauan berbasis IoT, sensor-sensor berkualitas seperti sensor suhu DS18B20 dapat dipasang untuk mengumpulkan data real-time yang memungkinkan petani ikan untuk membuat keputusan yang lebih tepat. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan sistem monitoring suhu air tambak berbasis IoT yang mampu mengumpulkan data secara otomatis dan terus-menerus, serta menampilkan informasi secara langsung melalui aplikasi mobile dan web. Dengan kemajuan teknologi IoT, implementasi sistem pemantauan suhu air tambak kini semakin efektif. Penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian teknologi pintar dengan sistem monitoring mampu mengelola parameter lingkungan seperti suhu air dengan lebih baik, selaras dengan tuntutan budidaya ikan cerdas yang berkelanjutan. Adopsi IoT dalam budidaya ikan juga menyasar pada pengurangan biaya operasional dan penghindaran pemborosan sumber daya. Hasil pengabdian pemanfaatan IoT dalam sistem monitoring suhu air tambak tidak hanya meningkatkan produktivitas budidaya ikan, tetapi juga mempromosikan kelestarian sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat pembudidaya. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem IoT ini mampu meningkatkan akurasi pengukuran dengan tingkat akurasi, mengurangi biaya operasional, dan memudahkan pengawasan kondisi suhu air tambak secara menyeluruh. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat mendukung kegiatan budidaya ikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat secara lebih efektif. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan penurunan kualitas air, serta mendukung budidaya ikan berkelanjutan berbasis teknologi.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PEKERJA MABEL DI KECAMATAN DEWANTARA, ACEH UTARA Nurfa Yorinda Rahmah; Bakhtiar Bakhtiar; Fatimah Fatimah
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5775

Abstract

Industri mebel umumnya ditandai oleh jenis pekerjaan yang dilakukan secara manual dan di luar ruangan, yang membuat pekerja menghadapi berbagai elemen fisik di tempat kerja seperti suhu, pencahayaan, dan tingkat kebisingan. Keadaan lingkungan kerja tersebut, seperti suhu tinggi, kurangnya pencahayaan yang tepat, serta kebisingan dari mesin, bisa berdampak pada fokus, akurasi, dan performa pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh dari aspek fisik tempat bekerja, yang meliputi suhu, pencahayaan, dan kebisingan terhadap produktivitas pekerja perabot di wilayah Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier ganda, menggunakan data utama yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada karyawan perabot sebagai obyek studi. Data dianalisis melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta analisis regresi linier ganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kondisi fisik tempat kerja yang melibatkan variabel suhu, pencahayaan, dan kebisingan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 45,7%, sedangkan sisanya berasal dari faktor lain di luar penelitian ini. Secara individu, variabel pencahayaan adalah elemen yang paling berpengaruh pada kinerja pekerja dengan persentase sebesar 50,5%, diikuti oleh variabel suhu yang berkontribusi 40% dan variabel kebisingan yang berkontribusi 31,9%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan keadaan lingkungan kerja fisik, khususnya dalam aspek pencahayaan, sangat krusial untuk mendongkrak kinerja pekerja perabot di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DI PT. XYZ Liana Fazriani; Bakhtiar Bakhtiar; Muhammad Zakaria
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5778

Abstract

Pabrik gula merupakan industri manufaktur yang beroperasi secara kontinu sehingga menerapkan sistem kerja shift untuk menjaga kelancaran proses produksi. Penerapan shift kerja, khususnya shift pagi, sore, dan malam, berpotensi menimbulkan perbedaan tingkat beban kerja yang dirasakan oleh karyawan. Beban kerja yang tidak seimbang dapat berdampak pada menurunnya kinerja, meningkatnya kelelahan, serta risiko kesalahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap beban kerja karyawan di PT. XYZ serta memberikan solusi perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja menggunakan NASA-TLX (Task Load Index) dengan pengujian normalitas data dan pengujian Anova menggunakan aplikasi SPSS IBM Stastistic 25. Hasil perhitungan NASA-TLX menunjukkan bahwa skor rata-rata beban kerja karyawan shift pagi sebesar 70,64 dengan tingkat beban kerja yang tinggi dan skor rata-rata beban kerja karyawan shift sore sebesar 78,73 dengan tingkat beban kerja yang sedang dan skor rata-rata beban kerja karyawan shift malam sebesar 80,82 dengan tingkat beban kerja yang sedang, pengujian menunjukan bahwa uji normalitas data dianggap normal karena nilai shift sig > 0,05, dilanjutkan dengan uji Anova dianggap signifikan karena nilai sig < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga diperlukan usulan perbaikan dengan menerapan sistem shift yang baru, pembangunan fasilitas dan prasarana pendukung, dan memberikan pelatihan kesehatan kerja yang rutin, sehingga dapat meminimasi beban kerja karyawan dan bisa dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Analisis Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Metode Fte (Full Time Equivalent) Di Bumg Malaka Bakhtiar Bakhtiar; Muhammad Muhammad
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2021): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v5i1.4853

Abstract

BUMG Malaka merupakan sebuah industri akuakultur, yang memproduksi pelet pakan ikan terapung yang terletak di Gampong Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. BUMG Malaka didirikan susuai dengan kebutuhan masyarakat setempat yang sebagian besar merupakan petani tambak dan juga untuk membuka dan memperluas lapangan kerja baru sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Terdapat 4 proses produksi yaitu penghalusan bahan baku, pengadukan, mencetak pallet, dan pengemasan. Dimana pada setiap proses memeliki satu karyawan. Berdasarkan jumlah permintaan pelet pakan ikan semakin meningkat. Untuk itu diperlukan kesesuaian antara beban kerja dengan jumlah karyawan. Penelitian ini menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), merupakan sebuah metode analisis beban kerja yang mengukur lama waktu penyelesaian kerja. Berdasarkan hasil perhitungan Full Time Equivalent (FTE) kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja karyawan mesin Hammer Mill sebanyak 6.437,5 jam dibutuhkan sebanyak 4 karyawan, karyawan pengadukan dengan standar beban kerja sebanyak 3.458,33 jam dibutuhkan sebanyak 2 karyawan, karyawan mesin Exsrude dengan standar beban kerja sebanyak 2.812,5 jam dibutuhkan sebanyak 2 karyawan, karyawan pengemasan dan teknisi dengan standar beban kerja sebanyak 2.916,67 jam dibutuhkan sebanyak 2 karyawan. Untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dan hasil produksi dapat dilakukan dengan menambah jumlah tenaga kerja sesuai perhitungan jumlah tenaga kerja optimal dan melakukan penyusuanan kembali job description. Kata Kunci : Beban Kerja, Full Time Equivalent, Kebutuhan Tenaga Kerja 
ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK SIRUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE TARGET PROFIT PRICING Bakhtiar Bakhtiar; syarifah Akmal
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2021): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v5i2.6237

Abstract

UD Nira Della yang terletak di kampung Glumpang Sulu Timur, kecamatan Dewantara, kabupaten Aceh Utara merupakan perusahaan UMKM yang bergerak dalam bidang pembuatan Sirup. Sirup yang dihasilkan beraneka rasa, mulai dari rasa pisang ambon, nanas, kopi, melon, leci, jeruk, dan rasa citrom. Dari kesemua rasa tersebut rasa paling diminati adalah rasa pisang ambon. Dalam perbulan UD. Nira Della memproduksi sebanyak 4800 botol, dimana rasa pisang ambon diproduksi sebanyak 3000 botol dan ke enam rasa yang lainnya diproduksi sebanyak 1800 botol, dangan harga jual per botolnya sebesar Rp 5.000. Selama ini UD. Nira Della menerapkan cara konvensional (tradisioanal), hanya berdasarkan perkiraan dalam menentukan harga jual produknya. Metode tersebut tidak selalu tepat digunakan dalam setiap proses negosiasi dengan konsumen, karena dengan menggunakan cara konvensioanal (tradisional) perusahaan tidak dapat menentukan harga jual sebenarnya dan kepastian laba yang diterima oleh perusahaan. Salah satu metode yang digunakan untuk menetukan harga jual produk adalah dengan menggunakan metode target profit Pricing, yang merupakan salah satu metode penentuan harga jual per unit yang memperhitungkan seluruh pengeluaran biaya dengan laba yang telah diperhitungkan dan telah ditargetkan perusahaan melalui penentuan biaya pokok produksi yang dibagi ke dalam biaya variabel dan biaya tetap. Harga Rp. 5.000/botol sirup yang ditetapkan oleh UD. Nira Della, tanpa dilakukan perhitungan secara terperinci terhadap semua biaya pokok produksi dan biaya operasional. Maka berdasarkan hasil perhitungan metode target profit pricing, harga pokok produk diperoleh sebesar Rp 4.695 per unit dan harga jual produk sebesar Rp 5.869 per unit, harga inilah yang seharusnya menjadi harga ekonomi perusahaan.Yanuardi, M. D. W. I., Novirani, D. W. I., & Adianto, H. (2014). Penetapan Harga Jual Batu Bata pada CV.X dengan Menggunakan Metode Target Profit Pricing. 02(03), 13-24.