Claim Missing Document
Check
Articles

Found 118 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perencanaan Evolved Packet Core Network 4g Lte Di Bandung Bayu Septiyanto; Uke Kurniawan Usman; Noviwan Wicaksono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Long Term Evolution atau disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. 3GPP Long Term Evolution (LTE) dipasarkan dengan nama 4G LTE. Arsitektur jaringan 4G LTE terdiri dari tiga bagian utama yaitu User Equipment (UE),Evolved Packet Core Network (EPC), dan Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network (E-UTRAN). Jaringan inti pada 4G LTE hanya mempunyai packet Switched domain, untuk mendukung jaringan suara pada penelitian ini menggunakan CS Fallback. Pada Tugas Akhir ini dibahas tentang perencanaan jaringan inti atau core network 4G LTE di Bandung dengan studi kasus PT Telkomsel hingga tahun 2020. Proses dimensioning pada penelitian ini adalah mencari jumlah elemen perangkat yang dibutuhkan, dan pada CS fallback membutuhkan MSS untuk menangani layanan suara. Pada studi kasus PT Telkomsel, PT Telkomsel belum memakai IP Multimedia Subsystem, dan belum menggunakan Voice Over LTE, Sehingga digunakan metode CS Fallback Untuk melayani layanan suara, dengan cara mengalihkan Layanan voice di jaringan 4G ke jaringan 3G. dalam proses penyusunan tugas akhir ini dikumpulkan data-data jumlah penduduk, trafik, jaringan eksisting yang berguna dalam tahap dimensioning. Dari hasil perencanaan yang dilakukan, maka untuk bisa mengimplimentasikan jaringan 4G LTE CS Fallback di Bandung, diperlukan minimum 6 buah, HSS diperlukan 1 buah, MME diperlukan minimum 2 Buah, SGW-PGW diperlukan 2  buah. Interface signaling seperti s6a, S11, S10, S1-MME membutuhkan badwidth 269, 191 Mbps, Untuk interface user plane S5/S8, S1-U, SGi, membutuhkan bandwidth 13 Gbps hingga 96,91 Gbps. Tugas akhir ini telah menghasilkan suatu  perencanaan awal penerapan jaringan inti 4G LTE menggunakan CS Falback di Telkomsel Bandung. Kata kunci : 3GPP LTE, 4G LTE, EPC, Network Planning, Core Network
Analisis Performansi Pico Cell Pada Jaringan Heterogen Lte-advanced Hafidh Finandriyanto; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas selalu menjadi masalah dalam setiap perkembangan teknologi seluler. Setiap perubahan selalu dilakukan untuk memberikan kapasitas yang lebih baik. Pada Teknologi LTE release 9 telah diperkenalkan skema jaringan heterogen, yang diharapkan dapat mengatasi permasalah dari kapasitas saat ini. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan simulasi dan analisis jaringan heterogen LTE-Advanced dengan pico cell sebagai small cell nya. Ada 4 skenario simulasi yang akan dilakukan. Pico cell akan menggunakan 2 jenis frekuensi yaitu 1800 MHz dan 2100 Mhz tergantung skenario masing-masing. Selain itu juga akan dilakukan implementasi pico cell yang disertai dengan metode eICIC untuk mengurangi interferensi antar macro dan pico site. Parameter yang akan dianalisi diataranya, signal level, CINR level, throughput, dan presentase user connected yang akan di simulasikan pada software Atoll 3.3. Untuk Simulasi satu (macro) didapat signal level -80.24 dBm, CINR level 5.39, throughput 23.13 Mbps, dan user connected 37%. Pada skenario 2 (pico I) didapat signal level -60.38 dBm, CINR level 6.99, throughput 14.1 Mbps, dan jumlah user connected 92.1%. Pada skenario 3 (pico II) didapat signal level -59.01, CINR level 6.65, throughput 12.4 Mbps, dan user connected 88.3%. Sedangkan pada skenario 4 (pico III) didapat signal level -59.01, CINR level 6.97, throughput 13.4 Mbps, dan user connected 91.1%. Kata kunci : LTE-Advanced, Heterogeneous Network, eICIC.
Perencanaan Terrestrial Trunked Radio (tetra) Di Wilayah Bandara Internasional Husein Sastranegara Bonaventura Karunia Husada; Uke Kurniawan Usman; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi yang digunakan oleh divisi-divisi di Bandara Internasional Husein Sastranegara masih menggunakan sistem komunikasi konvensional (non-trunking) dengan frekuensi 467 MHz. Kondisi frekuensi yang ada sangat terbatas, sementara kebutuhan trafik untuk memenuhi kebutuhan masing-masing divisi terus meningkat. Terrestrial Trunked Radio (TETRA) dengan frekuensi kerja 410-430 MHz menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan satu transmitter TETRA menyediakan empat buah kanal dengan satu kanal sebagai kontrol. Perencanaan jaringan TETRA dengan metode planning yang digunakan yaitu capacity planning dan coverage planning. Hasil perencanaan jaringan TETRA dengan metode capacity planning diperoleh hasil kebutuhan kapasitas kanal sebanyak 3 kanal. Sedangkan pada coverage planning berdasarkan hasil simulasi diperoleh 2 site yang dilengkapi dengan antena sectoral dengan konfigurasi antena yang paling optimal dalam percobaan dan skema yang dilakukan, yaitu antena pertama (sudut azimuth 300o dan elevasi 0o), serta antena kedua (sudut azimuth 88o dan elevasi 0o) dengan radius sel 1,47 km. Hasil simulasi dengan skenario 3 pada percobaan 3 diperoleh area layanan dengan nilai sinyal terima paling tinggi yaitu -91 dBm
Analisis Perencanaan Jaringan In-building Coverage (ibc) Lte Di Bandara Hang Nadim Adnan Rachman; Uke Kurniawan Usman; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan jaringan seluler LTE untuk area indoor yang memiliki kualitas kurang baik apabila hanya mengandalkan jaringan outdoor dari macrocell. Diperlukan suatu perencanaan Indoor Building Coverage (IBC) yang diterapkan pada bangunan publik yang sering dikunjungi banyak orang untuk memperbaiki kualitas layanan jaringan LTE area indoor yang kurang baik. Salah satu area indoor publik tersebut adalah Bandara Hang Nadim Batam. Perencanaan dilakukan dengan melakukan walktest, survei denah dan data pengunjung, perhitungan jumlah site, penentuan DAS, dan simulasi. Untuk memenuhi target perencanaan IBC LTE dari sisi coverage maupun capacity secara optimal, dibutuhkan sebanyak 4 antenna site di tiap lantainya. Melalui hasil simulasi dari software RPS 5.4 nilai RSRP untuk tiap lantai dasar, lantai 1, serta simulasi ketika di gabungkan seluruh lantai bernilai -82.33 dBm, -75.81 dBm, dan - 74.49 dBm. Untuk nilai SIR dari lantai dasar, lantai 1, serta simulasi ketika di gabungkan seluruh lantai bernilai 23.79 dB, 22.66, 12.07 dB. Hasil dari simulasi yang diperoleh perencanaan jaringan IBC LTE ini telah memenuhi standar KPI (Key Performance Indicator) dari operator Indosat Ooredoo.
Perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 700 Mhz Pada Jalur Kereta Api Dengan Physical Cell Identity (pci) Nico Baihaqi; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 yang berbasis Internet Protocol (IP). Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi paket data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Pada teknologi sebelumnya yaitu 3G dan 2G kurang optimal dan stabil dalam melayani kebutuhan trafik dikondisi  user  bergerak dengan kecepatan tinggi atau kondisi user berada pada alat transportasi darat yaitu kereta api. Pada paper ini, dibahas tentang Perencanaan jaringan LTE FDD 700 MHz di sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir  dengan kecepatan user mencapai 350km/jam dan jarak  tempuh sejauh 258 km ini dilakukan berdasarkan metode konvensional yaitu coverage dan capacity dari segi radio access. Kemudian dilakukan perencanaan berdasarkan neighbour relation dan physical cell identity (PCI). Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, Dengan adanya PCI terutama yaitu sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir dapat mengurangi level interferensi yang ditunjukkan meningkatnya probabilitas  daerah  dengan  nilai  BLER  dan  nilai  rata-rata  C/(I+N)  naik  sehingga  average  user throughput mengalami kenaikan. Sedangkan penggunaan PCI tidak berpengaruh besar terhadap RSRP dan signal level. Kata kunci : Long Term Evolution, macro cell, coverage, capacity, neighbour relation, physical cell identity, BLER, C/(I+N), throughput.
Perencanaan Jaringan Heterogen Lte-advanced Dengan Pico Cell Menggunakan Range Expansion Di Kota Cimahi Aji Maulana; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Cimahi Tengah merupakan salah satu kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Cimahi dikarenakan pusat kota ini terdapat di Kecamatan Cimahi Tengah. Berdasarkan evaluasi jaringan LTE pada kecamatan Cimahi Tengah diperoleh RSRP ≥ - 90 dBm dan RSRQ ≥ 5 dB masih dibawah standar operator KPI Telkomsel yaitu 90%, dengan jumlah total pengguna pada beberapa site LTE di area kecamatan Cimahi Tengah memiliki jumlah pengguna lebih dari 1500. Dalam mengatasi hal ini pada teknologi LTE-Advanced terdapat suatu skema yaitu heterogeneous network. Jaringan heterogen (heterogeneous network) merupakan topologi pada suatu jaringan seluler yang menerapkan small cell pada macro cell dengan teknologi seluler yang berbeda untuk mengatasi permasalahan kapasitas serta memberikan cakupan yang lebih baik. Tugas Akhir ini melakukan perencanaan jaringan heterogen LTE-Advanced dengan pico cell menggunakan range expansion di Kota Cimahi dengan menggunakan coverage dan capacity planning serta trafik jaringan LTE eksisting di kecamatan Cimahi Tengah. Frekuensi yang digunakan yaitu 1800 MHz pada macro cell dan 2300 MHz pada pico cell. Hasil simulasi dari penelitian tugas akhir ini didapatkan performansi sistem yang baik untuk nilai – nilai parameter yang sudah sesuai dengan standar KPI operator. Nilai RSRP yang didapat pada hasil simulasi jaringan heterogen yaitu ≥ -90 dBm mencakup area sebesar 98.89%, nilai CINR yang didapat untuk nilai > 5 dB sebesar 91.99%, nilai rata – rata untuk throughput downlink yaitu 38.51 Mbps, untuk throughput uplink yaitu 17.22 Mbps, dan jumlah user yang berusaha mendapatkan layanan yaitu 20150 user, dengan jumlah user connected yaitu 20125 (99.9%) user. Hasil ini menunjukan bahwa simulasi perencanaan jaringan heterogen dengan pico cell menggunakan range expansion layak diimplementasikan. Kata kunci : LTE-Advanced, Jaringan Heterogen, Pico Cell, Range Expansion. Abstract Kecamatan Cimahi Tengah is one of districts that have high population density in Cimahi City because the center of this city is located in District Cimahi Tengah. Based on the evaluation of LTE network in Cimahi Tengah sub-district, the RSRP ≥ - 90 dBm and RSRQ ≥ 5 dB is still below the standard of KPI Telkomsel operator, which is 90%, with the total number of users in some LTE sites in Cimahi Tengah sub district having more than 1500 user. overcome this on LTE-Advanced technology there is a scheme that is heterogeneous network. Heterogeneous networks (heterogeneous networks) are topologies in a cellular network that applies small cells to macro cells with different cellular technologies to address capacity issues and provide better coverage. This Final Project performs LTE-Advanced heterogeneous network planning with pico cell using expansion range in Cimahi City using coverage and capacity planning as well as existing LTE network traffic in Cimahi Tengah subdistrict. Frequency used is 1800 MHz on macro cell and 2300 MHz in pico cell. The simulation result from this final project has got good system performance for parameter values which is in accordance with KPI operator standard. The RSRP value obtained on the heterogeneous network simulation result is ≥ -90 dBm covering the area of 98.89%, the CINR value obtained for the value> 5 dB is 91.99%, the average value for throughput downlink is 38.51 Mbps, for uplink throughput is 17.22 Mbps , and the number of users trying to get the service is 20150 users, with the number of users connected is 20125 (99.9%) user. This result shows that the simulation of heterogeneous network planning with pico cell using a decent expansion range is implemented. Keywords: LTE-Advanced, Heterogeneous Network, Pico Cell, Range Expansion.
Analisis Simulasi Vertical Handover Dari Lte Ke Wifi 802.11n Pada Layanan Video Streaming Muhamad Nurhamsach Pratama; Uke Kurniawan Usman; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan populasi pelanggan dan peningkatan layanan data dalam penggunaan smartphone dan perangkat lainnya mengakibatkan trend pada akses layanan informasi dan data semakin meningkat terutama pada jaringan seluler. Keterbatasan infrastruktur jaringan seluler mengakibatkan terhambatnya user untuk dapat akses data dikarenakan adanya kepadatan trafik. Selain itu untuk tetap menjaga kontinuitas layanan pada jaringan telekomunikasi dibutuhkan mekanisme handover yang handal. Handover tidak hanya terjadi pada sistem atau teknologi yang sama, tetapi juga memungkinkan terjadi pada sistem yang berbeda disebut sebagai vertical handover. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pengalihan trafik data pada jaringan LTE melewati jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity). Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi vertical handvoer dari LTE ke Wi-Fi 802.11n dengan menggunakan software MATLAB R2016a. Adapun analisis yang akan dilakukan dengan mengamati parameter Probabilitas Dropping, Handover Margin, dan Frame Error Rate. Pada hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi terbaik RSRPmin dan RSSImin berdasarkan probabilitas droppping minimum adalah RSRP -99 dBm dan nilai RSSI -80 dBm. Untuk nilai HOM dan FER dengan kecepatan 0 km/jam HOM sebesar 88,987 dB dan FER sebesar 0,0038, saat kecepatan 1 km/jam HOM sebesar 13,596 dB dan FER sebesar 0,00040, saat kecepatan 2 km/jam HOM sebesar 15,528 dB dan FER sebesar 0,0039, saat kecepatan 5 km/jam HOM sebesar 14,276 dB dan FER sebesar 0,00038, saat kecepatan 8 km/jam HOM sebesar 18,635 dB dan FER sebesar 0,00038, saat kecepatan 10 km/jam HOM sebesar 24,719 dB dan FER sebesar 0,00042, saat kecepatan 20 km/jam HOM sebesar 23,518 dB dan FER sebesar 0,00049, dan saat kecepatan 50 km/jam HOM sebesar 28,509 dB dan FER sebesar 0,00075. Kata kunci : long term evolution, vertical handover, video streaming, probabilitas dropping, handover margin, FER
Perencanaan Jaringan Mikrosel 4g Lte Di Skywalk Cihampelas Bandung Rivan Achmad Nugroho; Hurianti Vidyaningtyas; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya pembangunan skywalk Cihampelas Bandung, sangat menarik banyaknya wisatawan yang berkunjung ke skywalk Cihampelas. Hal ini bisa menyebabkan padatnya trafik pada lalu-lintas komunikasi seluler dan menurunnya kualitas sinyal sehingga kesulitan untuk mengakses internet. Maka dalam hal ini sangat diperlukan pengembangan jaringan microcell untuk meningkatkan kualitas jaringan lte di skywalk Cihampelas.Pada Tugas akhir  ini membahas perencanaan jaringan microcell di skywalk Cihampelas Bandung dengan mempertimbangkan capacity dan coverage area yang terjadi selama ini, dalam hasil drive test didapatkan nilai rata-rata RSRP sebesar -94,61 dBm, nilai rata-rata SINR sebesar -4,75 dB, sedangkan standart KPI operator yang akan dipakai yaitu RSSI sebesar > - 70 dBm, RSRP sebesar > -90 dBm, SINR sebesar > 10 dB, dan BLER sebesar < 10 %. Pada perencanaan ini akan menggunakan metode Non ACP( Automatic Cell Planning ) dan ACP ( Automatic Cell Planning ). Hasil yang dicapai pada tugas akhir ini adalah merancang site sesuai dengan hasil perhitungan site sebesar 2 site, yang memiliki kinerja yang maksimal dalam coverage maupun capacity, setelah dirancang dan disimulasikan mendapatkan nilai level signal rata-rata sebesar -79,79 dBm. Pada simulasi trafik ini yang gagal terkoneksi pada simulasi persentasenya tergolong rendah sebesar 9,5% (14 user). Sedangkan trafik yang berhasil tergolong tinggi yaitu sebesar 90,5% (133 user). Namun pada simulasi coverage hasil yang didapatkan tidak maksimal dan tidak memenuhi standar dari KPI operator karena memakai metode Non ACP ( Automatic Cell Planning ) yang mendapatkan hasil sebesar RSRP-105,42 dBm, RSSI - 70,06 dBm, SINR 10,25 dB, BLER 0%, kemudian dilakukan simulasi menggunakan ACP ( Automatic Cell Planning ) yaitu dengan mengoptimalisasi site yang sudah dirancang dan hasilnya lebih baik dari hasil sebelumnya sehingga mendapatkan hasil RSRP sebesar -86,1 dBm, RSSI sebesar -50,1 dBm, SINR sebesar 34,5 dB, BLER sebesar 0%.Kata Kunci : Microcell, Drive Test, Automatic Cell Planning, RSRP, RSSI, SINR, BLER
Analisa Perencanaan Coverage Area 4g Lte Untuk Layanan Data Di Gedung Elizabeth Rumah Sakit Borromeus Aldi Ahmad Sopian; Uke Kurniawan Usman; Hasanah Putri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telekomunkasi saat ini menjadi suatu kebutuhan pokok yang tidak akan lepas dari masyarakat, terutama di tempat – tempat seperti Rumah Sakit Santo Borromeus. Rumah sakit merupakan tempat penyedia layanan kesehatan, karena itu perlu kualitas layanan komunikasi sangat tinggi. Kondisi tembok tiap gedung yang cukup tebal dan banyaknya gedung yang menghalangi pada rumah sakit santo borromeus. Ditambah dengan para pasien, pengunjung, perawat, dokter dan pekerja di Rumah Sakit Borromeus menyebabkan perlu ada peningkatan kualitas seluler dalam sisi kapasitas dan cakupan untuk menangani users pada area tersebut. Dari hasil walktest before yang dilakukan pada Gedung Elizabeth menunjukan kondisi rata – rata RSRP sebesar -104 dBm dan rata – rata RSRQ sebesar -13 dB, maka dari hal ini Rumah Sakit Santo Borromeus layak untuk dilakukan pembangunan picocell. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi pada perencanaan picocell di Gedung Elizabeth dalam Tugas Akhir ini menghasilkan hasil perencanaan berdasarkan coverage area. Antena yang diperoleh dari hasil perhitungan coverage planning sebesar 6 antena pada lantai 1 dan 2, 5 antena pada lantai 3 dan 2 antena pada lantai 4 dan 5. Dengan menggunakan 2 skenario penempatan antenna menghasilkan pada skenario 1 memiliki rata – rata nilai RSRP sebesar - 58,91dBm, -56,48 dBm, -62,72 dBm, -73,34 dBm dan -62,89 dBm, untuk nilai SIR diperoleh rata – rata 35,68 dB, 18,21 dB, 45,90 dB, 54,22 dB dan 33,05 dB. Sedangkan pada skenario 2 diperoleh nilai rata – rata nilai RSRP sebesar -62,89dBm, - 57,98 dBm, -64,60 dBm, -86,25 dBm dan -68,89 dBm, untuk nilai SIR diperoleh rata – rata 35,02 dB, 29,97 dB, 63,88 dB, 85,93 dB dan 49,97 dB. Dilihat dari hasil kedua skenario maka pada perencanaan tugas akhir ini menggunakan skenario 1 dalam penempatan antena, dikarenakan pada skenario 2 dalam beberapa lantai masih memiliki nilai yang tidak sesuai standar KPI. Kata Kunci : Picocell, LTE, Coverage Planning, Signal to Interference Ratio, Reference Signal Received Power. Abstract Telecommunications now become a basic will not escape from the community, especially in the place as Hospitals Santo Borromeus.A hospital was the health care providers, because it was necessary the quality of services communication very high.Hospitals Santo Borromeus having 3 the building with each 5 and 3 the floor.The walls every the thick enough and the building block in hospitals saint borromeus.Coupled with patients, visitors, nurses, doctors and workers in hospital borromeus cause to be cellular is improving the quality of their capacity and scope to handle users in the area.From the walktest before done on buildings elizabeth showed the average RSRP of -104 dBm and the average RSRQ of -13 dB, but this hospital saint borromeus worth picocell development. Based on the results of the analysis to planning a picocell at the Elizabeth in the line of duty this final result planning based on coverage area .An antenna that obtained from the results of coverage planning of 6 antenna on the floor and 2 1 , 3 and 5 antenna on the 2 antennas on the 4 and 5 .Using 2 scenario the antenna yielding on 1 has a scenario RSRP -58.91dBm average value of , -56,48 dBm , -62,72 dBm , -73,34 dBm and -62,89 dBm, to value SIR obtained the average 35,68 dB , 18,21 dB , 45,90 dB ,33,05 dB, and 54,22 dB .In the scenario 2 obtained a mean RSRP average value of -62,89 dBm , -57,98 dBm , - 64,60 dBm , -86,25 dBm and -68,89 dBm, to value SIR obtained the average 35,02 dB , 29,97 dB , 63,88 dB ,49,97 dB, and 85,93 dB . Seen from the either scenario planning and in their final task it uses scenario 1 in assignment antenna , caused by 2 scenario in some floors still having value that does not fit the standard KPI. Keywords: Picocell, LTE, Coverage Planning, Signal to Interference Ratio, Reference Signal Received Power
Analisis Perencanaan Terhadap Performansi Backhaul Berbasis Wi-Fi 802.11N Untuk Mendukung Jaringan Lte Di Daerah Rural Ari Sadewa Yogapratama; Uke Kurniawan Usman; Tody Ariefianto Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jaringan LTE umumnya masih dipusatkan pada daerah perkotaan dan tidak menutup kemungkinan beberapa waktu ke depan, daerah rural (pedesaan) juga dapat menikmati layanan data berkecepatan tinggi ini. Namun trafik di daerah pedesaan tidak sebesar perkotaan. Untuk itu penyelenggara atau operator memerlukan backhaul yang tidak hanya handal namun juga efisien dari segi kapasitas, transmisi, maupun implementasi agar dapat mengantarkan layanan LTE ini ke daerah pedesaan. Pada paper ini, dibahas tentang analisis perencanaan pada performansi backhaul berbasis Wi-Fi 802.11n. Backhaul berbasis Wi-Fi dipilih karena dapat beroperasi pada frekuensi unlicensed sehingga lebih cepat dalam pengimplementasiannya dibandingkan microwave maupun fiber optic karena tidak terkendala regulasi. Selain itu, backhaul berbasis Wi-Fi memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung kebutuhan trafik di daerah rural. Pada tugas akhir ini juga dibahas mengenai pemilihan skenario yang efektif dalam merancang jaringan LTE di daerah rural. Di sisi backhaul, parameter performansi yang diinginkan yaitu: daya terima -77.23 dBm (untuk memenuhi BER 10-6 dan data rate 50 Mbps), dan availability > 99.99% dengan menggunakan bandwidth 20 MHz. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, skenario perancangan LTE di daerah rural yang paling efektif adalah dengan menggunakan frekuensi 900 MHz dan bandwidth 5 MHz. Sedangkan dari perancangan backhaul, diperoleh daya terima >-75 dBm dan availability > 99.99%. Hal ini berarti parameter performansi yang diinginkan dapat tercapai Sehingga dapat disimpulkan bahwa backhaul berbasis Wi-Fi dapat bekerja dengan baik untuk menghubungkan jaringan LTE di daerah rural.
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Dianti, Erni Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hadi, Shasyabilla Ardita Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Theana, Verenz Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah