Claim Missing Document
Check
Articles

Found 118 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Femtocell Pada Jaringan Heterogen Lte-advanced Menggunakan Metode Enhanced Inter-cell Interference Coordination Fahrudin Fajar Anggoro; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada jaringan seluler, kapasitas jaringan menjadi masalah dengan terjadinya peningkatan user secara signifikan. 3GPP menperkenalkan solusi Heterogeneous Network (HetNet) pada salah satu releasenya yang diharapkan bisa untuk mengatasi permasalahan kapasitas yang ada. Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi dan analisis pada performansi jaringan heterogen LTE-Advanced dengan menggunakan femtocell sebagai small cell. Terdapat 3 skenario yang diujikan yaitu skenario dengan tidak menggunakan femtocell, menggunakan femtocell, dan menggunakan femtocell dengan metode eICIC. Semua skenario uji dilakukan menggunakan frekuensi 1800 MHz dengan parameter yang dianalisis yaitu signal level, CINR, user connected, dan throughput. Setelah dilakukan simulasi didapatkan hasil pada parameter signal level terjadi peningkatan mencapai nilai 1.26 dBm, dari sisi parameter CINR terdapat peningkatan mencapai nilai 1.38 dB, dari parameter uji user connected terjadi peningkata hingga mencapai 3.4 %, dan pada parameter throughput terjadi peningkatan mencapai 1.59 Mbps. Setelah diterapkan metode eICIC nilai parameter uji signal level dan CINR tidak terjadi peningkatan, sedangkan pada parameter uji throughput dan user connected terjadi trade-off. Nilai user connected meningkat sebesar 1.8% sedangkan nilai throughput turun sebesar 1.15 Mbps Kata kunci : LTE-A, HetNet, eICIC, Femtocell Abstract On mobile networks, network capacity becomes a problem with significant user upgrades. 3GPP introduces the Heterogeneous Network (HetNet) solution to one of its releases that is expected to address the existing capacity issues. In this final project, simulation and analysis on LTE-Advanced heterogeneous network performance using femtocell as small cell. There are 3 scenarios tested: a scenario with no femtocell, using femtocell, and using femtocell with eICIC method. All test scenarios were performed using 1800 MHz frequency with analyzed parameters are signal level, CINR, user connected, and throughput. After the simulation, the signal level parameter increased to the value of 1.26 dBm, in terms of CINR parameters there is an increase reaching the value of 1.38 dB, from user connections test parameters there is increase up to 3.4%, and the throughput parameters increased to reach 1.59 Mbps. After applied eICIC method, there are no changes on the value of signal level and CINR, while in throughput and user connected parameter trade-off happened. The user connected value increased by 1.8% while the throughput value decreased by 1.15 Mbps. Keywords: LTE-A, Hetnet, eICIC, Femtocell
Analisis Perencanaan Layanan Data Jaringan Long Term Evolution (lte) Indoor Pada Terminal 3 Keberangkatan Ultimate Bandara Soekarno-hatta Wulan Dwi Anggraini; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan data dan kualitas sinyal yang baik pada seluler menjadi hal yang sangat penting pada era ini, khususnya di Bandar Udara (Bandara) Soekarno – Hatta terutama di terminal 3 Ultimate. Karena semua maskapai penerbangan internasional dan beberapa maskapai penerbangan domestik dipindahkan ke terminal 3 Ultimate yang sebelumnya berada di sub terminal 2E dan 2F pada terminal 2. Sehingga banyaknya mobilisasi pengguna seperti penumpang dan petugas bandara pada area tersebut akan menyebabkan peningkatan permintaan layanan data dan membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hasil perencanaan ini, diperoleh nilai RSRP dari hasil simulasi untuk skenario 1 dan 2 masing-masing adalah - 78.00 dBm, dan -67.88 dBm. Untuk nilai SIR pada skenario 1 dan 2 masing-masing adalah 41.2 dB, dan 50.71 dB. Dari hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE indoor telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator) yang digunakan oleh operator telekomunikasi acuan.
Analisis Performansi Traffic Offload Data Video Streaming Lte Ke Wlan 802.11n Andreana Yunio Prasetya; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pengguna layanan data jaringan seluler berkembang pesat yang mengakibatkan beban trafik semakin meningkat. Agar beban trafik tetap stabil dan performansi kapasitas jaringan meningkat, dapat menggunakan teknik traffic offload / data offload. Traffic offload / data offload adalah penggunaan teknologi jaringan yang saling melengkapi untuk memberikan akses data bagi pelanggan selular. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi traffic offload data dari jaringan LTE ke jaringan WLAN 802.11n dengan menggunakan tiga skenario. Skenario 1 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada didalam lingkup sel jaringan LTE, skenario 2 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n beririsan dengan lingkup sel jaringan LTE, dan skenario 3 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada diluar lingkup sel jaringan LTE. Analisis dilakukan dengan mengamati parameter Received Signal Strength (RSRP dan RSL), LTE user, Offload user, Drop user, Cell Capacity, dan Throughput. Hasil penelitian skenario 1 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 613 user, user offload sebanyak 18 user, user Wi-Fi sebanyak 18 user, dan user drop sebanyak 104 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 6.38% (0.113425 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 3.34% (69.52943Mbps). Hasil penelitian skenario 2 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 620 user, user offload sebanyak 11 user, user Wi-Fi sebanyak 19 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 8 user menjadi 96 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 3.8% (0.110679 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 1.99% (68.6208 Mbps). Hasil penelitian skenario 3 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 631 user, user offload sebanyak 0 user, user Wi-Fi sebanyak 13 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 13 user menjadi 91 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE tidak mengalami peningkatan (0.106622 Mbps) dan LTE system capacity tidak mengalami peningkatan (67.2786 Mbps) dengan maksimum offload user untuk skenario 1, 2, dan 3 sebanyak 27 user. Kata kunci: 4G(LTE), WLAN 802.11n, Traffic Offload, Data Offload.
Analisa Perencanaan Perluasan Coverage Area Lte Di Kabupaten Garut Ryan Rasyid Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah kabupaten Garut merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata unggulan seperti Taman Satwa Cikembulan, Puncak Darajat dan Pemandian Cipanas yang setiap harinya di datangi ribuan wisatawan. Kebutuhan akan layanan komunikasi suara dan data sangat dibutuhkan di daerah ini. Kondisi jaringan LTE di daerah kabupaten Garut belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil survey, diperoleh permasalahan blank spot (RSRP > -100 dBm), kualitas sinyal yang kurang baik (SINR >-20 dB), dan throughput yang lambat pada beberapa kecamatan.Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan perencanaan perluasan jaringan LTE di beberapa kecamatan tersebut. Perencanaan perluasan yang dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu LTE (FDD) di 1800 MHz dan LTE-A menggunakan metode carrier aggregation di 850 MHz dan 1800 MHz yang dikombinasikan dengan SFR. Dalam melakukan perencanaan perluasan, dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software Atoll 3.2.1 Pada Tugas Ahir ini, setelah dilakukan perencanaan perluasan didapatkan peningkatan luasan coverage area sebesar 331,76 km2 (92,29142%) dengan kualitas yang memenuhi standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) didapatkan jumlah site sebanyak 88, nilai parameter RSRP rata-rata -65,91 dBm, SINR rata-rata 18,02 dB, throughput 24,962 Mbps, dan user connected 93,3 %. Sedangkan hasil simulasi perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR didapatkan jumlah site sebanyak 69, nilai parameter RSRP rata-rata -48,88 dBm, SINR rata-rata 22,5 dB, throughput 28,923 Mbps, dan user connected 94,5%.
Analisa Kinerja Long Term Evolution Menggunakan Metode Dynamic Soft Frequency Reuse Zulfikar Nurzain; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intersel Interference (ICI) selalu menjadi Masalah Dalam penurunan Kinerja di Teknologi LTE. Mengatasi permasalahan ICI di LTE, maka dipergunakanlah Teknik manajemen interferensi yaitu frekuensi reuse. Salah satu jenis dari freuensi reuse adalah SFR dimana membagi sel kedalam 2 bagian yaitu inner sel dan outer sel. Teknik SFR yang konvensional ini mempunyai kelemahan yaitu tidak adaptif terhadap kapasitas sel (sel load). Dengan adanya teknik Dynamic Soft Frequency Reuse (DSFR), maka sistem DSFR akan dinamis menyesuaikan beban sel. Pada penelitian di tugas akhir ini dilakukan analisis mengenai bagaimana proses mengoptimalkan subcarrier pada outer sel untuk jaringan LTE dengan metode Dynamic Soft Frequency Reuse(DSFR). Selain itu dalam penelitian ini ingin membuktikan bahwa teknik DSFR dapat memperbaiki unjuk kerja sistem dengan melakukan penyesuaian jumlah subcarrier. Teknik DSFR merupakan pengembangan dari teknik SFR karena teknik SFR dinilai kurang baik dalam mengatasi penyebaran user yang tidak seragam dan kedinamisan traffic load pada setiap outer sel di satu cluster yang berakibat turunya peformasi didalam satu cluster. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik SFR karena SFR memperbaiki kapasitas troughput sel tetapi tidak pada kapasitas troughput Cluster . Teknik DSFR memiliki kualitas dan kapasitas trouhput yang lebih baik dibandingkan dengan teknik SFR. Ratarata nilai SINR pada setiap user yang berjumlah 60 user pada DSFR Bernilai 9.372 dB sedangkan teknik SFR hanya mendapatkan rata-rata sebesar 1.1973 dB. Untuk rata-rata laju data tiap user dari teknik DSFR mendapatkan 1.0118 Mbps sedangkan untuk SFR hanya mendapatkan nilai 0.6493 Mbps. Tetapi dalam konsumsi daya sel tertinggi, pada teknik SFR hanya mengkonsumsi 17.6 W sedangkan pada teknik DSFR mengkonsumsi sebesar 23.66 W. dengan teknik DSFR kapasitas troughput naik sebesar. Dan konsumsi daya naik sebesar.Kata kunci : LTE, D-SFR,SFR, ICI, ISI, Sel Edge,Subcarier
Analisis Perencanaan Multi-rat Dan Non Multi-rat Pada Jaringan Lte Dan Umts Studi Kasus Kota Jakarta Pusat Kresna Dwipa Pramaditya; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 sebagai penerus jaringan 3G yang berbasis Internet Protocol (IP) serta mendukung transfer paket data dengan rate yang tinggi. Long Term Evolution (LTE) release 8 muncul sebagai teknologi broadband yang menawarkan high data rate yaitu untuk arah downlink mencapai 100Mbps, sedangkan  arah  uplink  mencapai  50  Mbps  dengan  menggunakan  bandwidth  20MHz. Perencanaan  jaringan  LTE  ini menggunakan bandwidth sebesar 20 MHz dan antena mimo 2x2 sehingga lebih berpengaruh akan management interferensi dengan kapasitas besar pula. Dalam jurnal ini Multi-RAT lebih baik dari non Multi-RAT LTE karena faktor teknologi sebelumnya. Parameter yang dianalisis pada jurnal ini ialah RSRP, C/(I+N) dan throughput. Kata Kunci : LTE, Multi-RAT, RSRP, C/(I+N)
Perancangan Dan Analisis Performansi Jaringan Lte-advanced Menggunakan Fitur Carrier Aggregation Di Kota Bandung Zulyano Rizqullah; Uke Kurniawan Usman; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi jaringan seluler Long Term Evolution (LTE) di Indonesia saat ini sudah cukup merata, terutama di Kota Bandung. Namun, penerapan jaringan LTE ini dirasa kurang optimal dikarenakan jaringan ini beroperasi pada frekuensi 900 MHz, yang mana pada frekuensi ini juga beroperasi jaringan seluler 2G. Hal ini menyebabkan terbatasnya bandwidth yang dapat dipakai oleh jaringan LTE sehingga berdampak pada jumlah user yang dapat dilayani pada suatu waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan teknologi dari 3GPP yang dinamakan LTE-Advanced yang mendukung fitur carrier aggregation (CA). Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan jaringan seluler LTE-Advanced menggunakan metode inter-band CA pada bandwidth 20 MHz pada frekuensi 1800 MHz dan bandwidth 20 MHz pada frekuensi 2300 MHz. Perancangan dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu coverage planning dan capacity planning di Kota Bandung dengan operator yang digunakan adalah Telkomsel. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perencanaan sebuah jaringan LTE-Advanced dengan menggunakan fitur carrier aggregation, untuk mendapatkan jaringan LTE-Advanced yang sesuai dengan Key Performance Indicator yang ditentukan. Parameter analisis yang digunakan pada penlitian ini adalah: jumlah sel, throughput, received signal reference power (RSRP), signal interference noise ratio (SINR), dan user connected. Kata kunci : LTE-Advanced, Carrier Aggregation, Coverage Planning, Capacity Planning. Abstract Long Term Evolution application in Indonesia is already distributed equally, especially in Bandung City. However, the application of LTE network is not yet optimal because LTE network is operated in 900 MHz frequency, which is also used by 2G network. This phenomenon caused the bandwidth which used in LTE network is limited and that makes the number of user that can be served is reduced. To resolve that matter, a technology from 3GPP is used which named LTE-Advanced that supports Carrier Aggregation (CA) method. In this final project, a planning of LTE-Advanced network that use inter-band CA in 1800 MHz frequency and 2300 MHz with 20 MHz bandwidth each was done. The planning was done with two methods, coverage planning and capacity planning in Bandung City with Telkomsel provider. The purpose of this experiment is to make an LTEAdvanced network with CA method to get an LTE-Advanced network that suitable within Key Performance Indicator that has been determined. Analysis parameter used in this experiment is: cell amount, throughput, received reference power (RSRP), signal interference noise ratio (SINR), and user connected. Keywords: LTE-Advanced, Carrier Aggregation, Coverage Planning, Capacity Planning
Analisa Backhaul Dan Perencanaan Sel Lte Di Tempat Wisata Kawah Putih Muhammad Perdana Bagus Hirzinda; Uke Kurniawan Usman; Nilla Rachmaningrum
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak wisatawan yang datang khususnya tempat wisata kawah putih. Wisatawan tidak hanya datang ke tempat wisata tersebut tetapi wisatawan biasanya suka membuka media sosial nya untuk mengabadikan momen di media sosial dan melakukan hubungan komunikasi. Tetapi di Tempat Wisata Kawah Putih memiliki kualitas jaringan yang kurang baik karena banyaknya redaman yang disebabkan karena daerah tersebut termasuk daerah pegunungan dan memiliki hutan di sekitar tempat wisata kawah putih.diperlukan suatu perencanaan sel LTE di Tempat Wisata Kawah Putih agar pengguna layanan jaringan LTE tetap memiliki kualitas layanan yang baik di Tempat Wisata Kawah Putih. Pada paper ini,dibahas tentang perancangan jaringan LTE di tempat wisata kawah Putih yang mencakupi perancangan microwave backhaul,capacity planning,dan coverage planning. Pada hasil perencanaan microwave backhaul didapatkan availaibility >99,99% dan SES< 1 detik pada tiap link yang memiliki daya terima minimum sebesar -84 dBm. Pada perencanaan sel LTE didapatkan pada skenario 1 memiliki nilai RSSI sebesar -67,36 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 0% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 km2 . Untuk skenario 2 memiliki nilai RSSI sebesar -61,60 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 2% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 Km2 . Kata Kunci : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,Availaibility. ABSTRACT Many tourists who come especially Kawah PutihTourist Area. Tourists not only come to the sights but tourists usually like to open their social media to capture the moment in social media and make communication links. But in White Crater Places have poor network quality because of the amount of attenuation caused by the area including the mountains and has forest around the crater white tourist. Needed an LTE cell planning in place of Kawah Putih Tour so that users of LTE network service still have good service quality at White Crater Tour. In this paper, discussed about the design of LTE network in the White Crater tourist area that includes microwave backhaul design, capacity planning, and coverage planning. In the microwave backhaul planning results obtained the availability> 99.99% and SES <1 sec on each link that has a minimum acceptance of -84 dBm. In LTE cell planning obtained in scenario 1 has a RSSI value equal -67.36 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BlER equal 0% with a covered area of 0.005 km2. For scenario 2 has RSSI value equal -61.60 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BLER value equal 2% with a covered area equal 0.005 Km2. Keywords : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,availaibility
Analisis Performansi Perencanaan Lte-unlicensed Dengan Metode Supplemental Downlink Dan Carrier Aggregation Di Wilayah Jakarta Pusat Andi Achmad Akbar Wisani; Uke Kurniawan Usman; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah resmi membuka layanan akses internet berkecepatan tinggi yang kerap disebut 4G Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE pada spektrum 1800 MHz. Komersialisasi 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz yang telah dilakukan dipastikan akan berdampak pada ketersediaan spektrum di masa depan. Oleh karena itu diperlukan teknologi LTE Advanced yang mampu menggabungkan beberapa spektrum frekuensi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan LTE in Unlicensed Spectrum (LTE-U) dengan metode Carrier Aggregation (CA). Pada Tugas Akhir ini perancangan LTE-U dibuat dengan 2 skenario, yaitu supplemental downlink dan carrier aggregation. Perancangan LTE-U ini dilakukan dengan menggunakan bandwidth 20 MHz di frekuensi licensed 1800 MHz (primary cell) dan 5 MHz di frekuensi unlicensed 2.4 GHz. Perancangan ini dilakukan dengan studi kasus wilayah Jakarta Pusat dengan menggunakan dengan Telkomsel sebagai operatornya. Perancangan ini dilakukan dengan metode planning by capacity dan planning by coverage. Pada Tugas Akhir ini didadapatkan bahwa metode yang paling cocok untuk diterapkan di wilayah Jakarta Pusat adalah metode carrier aggregation by capacity planning dengan jumlah eNodeB 36 site. Pada simulasi, metode ini memiliki rata-rata signal level sebesar -75.36 dBm, rata-rata CINR level sebesar 13.39 dB, presentase user connected 89.4%, serta rata-rata throughput sebesar 5570,69 Mbps. Keyword : LTE-U, WiFi, 1800MHz, 2.4 GHz, 5 GHz, Dimensioning
Analisis Perancangan Jaringan Long Term Evolution Advanced Carrier Aggregation Dengan Menggunakan Antena Mimo 2x2 Dan 4x4 Kota Bandung Ganang Arifian; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE Advanced Feature adalah penggabungan antara wifi dan cellular data, maka output data ratenya akan menjadi double. LTE Advanced merupakan teknologi generasi ke 4 (4G) yang memberikan fitur-fitur terbaru demi mencapai data rate yang tinggi. Data rate untuk LTE Advanced diharapkan mencapai 1 Gbps untuk sisi downlink dan 300 Mbps untuk sisi uplink. Salah satu fitur yang menjadi faktor bertambahnya data rate adalah dengan teknik Carrier Aggregation. Fitur ini dapat menggabungkan dua atau lebih komponen carrier dengan bandwith maksimum sebesar 20 MHz per carrier baik dalam satu band frekuensi maupun berbeda. Antena MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan lebih dari satu antena dimana keduanya berfungsi sebagai transmiter dan receiver secara bersamaan. Dalam jurnal ini penggunaan carrier aggregation dapat mengoptimalkan frekuensi existing yang saat ini masih ditempati teknologi GSM.Parameter yang dianalisis pada jurnal kali ini adalah RSRP, CINR, Connected user dan Throughput. Kata Kunci : LTE Advanced, Carrier Aggregation, MIMO
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Al Rasyid, Muhammad Dhafin Sulaiman Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Dianti, Erni Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Djaka, Muhammad Rendra Perdana Kusuma Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hadi, Shasyabilla Ardita Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Mahanani, Edo Lutfi Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Theana, Verenz Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah