Claim Missing Document
Check
Articles

Found 118 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perencanaan Jaringan Lte-advanced Pro Menggunakan Metode Licensed Assisted Access Dengan Menggabungkan Spectrum Licensed Di Frequency 1800 Mhz Dan Unlicensed Di 5 Ghz Arif Mubarok; Uke Kurniawan Usman; Galih Purnomo Fitrianto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan internet mobile terus meningkat dengan rata-rata usia produktif menghabiskan 3 jam per hari melalui perangkat mobile. Banyaknya aktivitas didalam ruangan semakin banyak jumlah smartphone dan trafik yang berarti lonjakan besar pada langganan seluler. Seiring dengan meningkatnya lalu lintas data yang sangat besar dan kelangkaan spektrum yang tersedia serta beban biaya lisensi tinggi, penyedia layanan nirkabel merespons dengan melakukan penyesuaian terhadap teknologi LTE. Dengan hadirnya LTE-AP yang didukung spekturm unlicensed operator telkomsel bisa menikmati spectrum unlicensed untuk meningkatkan kapasitas dan throughput. Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE-Advanced Pro menggunakan metode Licensed Assisted Access dengan menggabungkan spectrum unlicensed 20 MHz di band 36 (5180 MHz) dan sprectrum licensed 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Untuk melihat peningkatan performansi penggunaan Licensed Assisted Access, dilakukan perencanaan Jaringan LTE-Advanced Pro non Licensed Assisted Access pada bandwidth 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Dalam melakukan perencanaan jaringan LTE-AP, dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software U-Net V500. Hasil simulasi untuk perencanaan jaringan LTE didapat nilai rata-rata RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37.079 Mbps dan User connected = 98.00%, sedangkan LTE-AP didapatkan nilai rata-rata RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR ≥ 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps dan User connected = 100,00%. Berdasarkan standart key performance indicators (KPI) operator Telkomsel, Dari hasil simulasi menggunakan software U-Net v500 perencanaan jaringan LTE dan LTE-AP mencapai standart KPI yaitu rata-rata throughput mencapai ≥ 12 Mbps dan user connected ≥ 90%. Berdasarkan hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE-AP sangat baik untuk di implementasikan di kota bandung, karena dapat menjadi solusi keterbatasan spektrum operator serta performansi jaringan yang dihasilkan sangat baik dari sisi coverage dan capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, RSRP, SINR, Throughput, user connected. Abstract Mobile Internet usage continues to increase with an average age of productive spending 3 hours per day via a mobile device. The number of activities in the room, the more the number of smartphones and traffic which means a big spike in mobile subscriptions. Along with the increasing data traffic is very large and the limited spectrum available for wireless service providers to respond by making adjustments to the LTE technology. With the presence of LTE-AP supported spectrum unlicensed operator Telkomsel can enjoy the spectrum unlicensed to increase capacity and throughput. In this final project LTE-Advanced Pro network planning using Licensed Assisted Access method by combining 20 MHz spectrum unlicensed in band 36 (5180 MHz) and sprectrum licensed 20 MHz in band 3 (1800 MHz). To see the improved performance of Licensed Assisted Access usage, LTE Network planning is done using 20 MHz bandwidth in band 3 (1800 MHz). In conducting LTE-AP network planning, analysis and simulation using U-Net software V500. The simulation result for LTE network planning got the average value of RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37,079 Mbps and User connected = 98.00%, while LTE-AP got the average RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR nilai 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps and User connected = 100.00%. Based on the standard key performance indicators (KPI) Telkomsel operators, From the simulation results using U-Net v500 software LTE and LTE-AP network planning reached the standard of KPI that average throughput reaches ≥12 Mbps and user connected ≥ 90%. Based on the simulation results of LTE and LTE-AP network planning, LTE-AP network planning is better to be implemented in bandung city, because it can be a solution to the limitations of the operator spectrum and the network performance is very good in terms of coverage and capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, Reference Signal Received Power
Analisis Data Failure Pada Jaringan Coverage Area Lte Di Daerah Cisitu Bandung Ida Retnowati; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Data failure terjadi ketika user ingin melakukan pengiriman data, namun terjadi kegagalan untuk sampai pada transmitter. Hal ini terjadi disebabkan adanya obstacle yang menghalangi antara transmitter dengan receiver. Analisis penyebab terjadinya data failure pada jaringan LTE dengan metode drive test pada sample daerah dengan analisis area focus zone, yaitu daerah Cisitu, Kota Bandung. Parameter yang ditinjau yaitu RSRP, SINR, mean throughput dan rehect user. Dimana parameter tersebut akan dibandingkan dengan nilai Key Performance Indicator (KPI). Berdasarkan hasil analisis dan simulasi didapatkan peningkatan pada setiap parameter, sehingga mencapai target nilai KPI. Hasil permasalahan low RSRP setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 71,835% > 100 dBm menjadi 90,207% > -100dBm. Hasil permasalahan low SINR setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 84,287% > 5 dB menjadi 91,48% > 5 dB. Hasil permasalahan low mean throughput setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 17,6 Mbps menjadi 28,3 Mbps. Serta hasil permasalahan reject user setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 7% menjadi 0,1%. Kata Kunci : drive test, RSRP, SINR, mean throughput, Key Performance Indicator Abstract Data failure occurs when the user wants to send data, but there is a failure to arrive at the transmitter. This happens because of an obstacle blocking between the transmitter and the receiver. Analysis data failure in LTE network with drive test method in the sample area with focus zone area analysis, namely Cisitu, Bandung. The parameters reviewed are RSRP, SINR, mean throughput and rehect user. Where the parameters will be compared with the Key Performance Indicator (KPI). Based on the analysis and simulation results obtained an increase in each parameter, so as to achieve the target value of KPI. Low RSRP problem result after improvement result from increase of 71,835%> 100 dBm to 90,207% -100dBm. The result of low SINR problem after improvement result has increased from 84.287%> 5 dB to 91.48%> 5 dB. Low mean throughput after improvement results improved from 17.6 Mbps to 28.3 Mbps. And the results of reject user problems after the improvement results increased from 7% to 0.1%. Keyword : drive test, RSRP, SINR, mean throughput, Key Performance Indicator
Analisa Perencanaan Indoor Wifi Ieee 802.11n Pada Stadion Si Jalak Harupat Abdul Aziz N N; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Si Jalak Harupat merupakan areal lapangan pertandingan bola bertribun dan berkapasitas penonton cukup besar di Indonesia. Data kapasitas penonton berdasar jumlah kursi yang di dapat dari Pengelola Si Jalak Harupat berjumlah 27.166 buah. Stadion Si Jalak Harupat di bangun mulai januari 2003 dan diresmikan pada 26 April 2005. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi tim sepakbola Kota dan Kabupaten Bandung memiliki homebase. Penelitian yang dilakukan pada bulan Maret 2016 menunjukkan bahwa Stadion Si Jalak Harupat sebagai pusat aktivitas keolahragaan di area Kabupaten Bandung yang belum ter-cover WiFi sehingga perlu adanya perancangan WiFi dalam bangunan tersebut. Penelitian ini melakukan perhitungan capacity planning dan coverage planning untuk menentukan jari-jari sel, luas sel yang kemudian mendapatkan jumlah access point setiap tribun penonton di Stadion Si Jalak Harupat. Jumlah access point yang didapatkan, kemudian disimulasikan menggunakan simulator RPSv5.4 dengan parameter frekuensi 2.4 Ghz menggunakan model propagasi COST 231 Multiwall. Informasi hasil simulasi penempatan access point yang dilakukan berupa grafik ratarata coverage area, serta grafik nilai SIR pada perencanaan. Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan capacity, coverage planning serta simulasi yang dilakukan berupa penambahan jumlah access point serta pergeseran letak access point agar seluruh area dapat ter-cover dengan baik. Kata Kunci : access point, capacity planning, coverage planning, WiFi
Analisa Reduksi Papr Pada Ofdm Dengan 64 Qam Menggunakan Transformasi Wavelet Avirian Candra Emanuel; Dharu Arseno; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penerapannya OFDM sering digunakan untuk sistem transmisi nirkabel, karena ketahanannya terhadap multipath fading. Namun permasalahan yang timbul pada implementasi OFDM adalah nilai peak-to average power ratio (PAPR) yang terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada sub-carrier menjadi tidak ortogonal yang merupakan efek dari distorsi non-linier pada bentuk gelombang yang menyebabk an inter-block interference (IBI), sehingga dibutuhkan guard time yang berdurasi lebih panjang dibandingkan response impulse akibatnya efisiensi spektrum serta perfomansi sistem berkurang. Transformasi wavelet merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk melakukan reduksi`pada peak-to average power ratio(PAPR). Tujuannya seperti proses filtering yaitu untuk memisahkan komponen frekuensi tinggi dan frekuensi rendah, hal ini diharapkan dapat mereduksi PAPR. Untuk jenis wavelet yang dipergunakaan adalah keluarga biorthogonal dan orthogonal wavelet.. Dari penelitian ini didapatk an reduksi PAPR terbaik didapatkan dari wavelet reversebior yaitu rbior5.5 yaitu sebesar 1.017 dB dengan nilai BER 0.00579. Untuk keluarga biorsplines reduksi PAPR terbaik didapatkan dari bior3.5 yaitu sebesar 1 dB dengan nilai BER 0.07685. Keluarga daubechies melakukan reduksi PAPR sebesar 0.723 dB dengan nilai BER 0.004813. Kata kunci : OFDM, Trasformasi Wavelet, PAPR, QAM Abstract This application is often used for wireless transmission system, because of its resistance to multipath fading. However, the probelm that came out in OFDM implementation is the PAPR (Peak-to Average Power Ratio) that is too high. This affects the non-orgthogonal subcarrier wich is the effect of non-linier distortion on the waveform causing inter-block interference or IBI, sothat is take longer guard time than the impulse response, and it will decreases the s pectrum efficiency and the system performance. The wavelet transform is one of the techniques used to perform PAPR reduction. The purpose of such filtering process is to separate high frequency components and low frequency, wich is expected to reduce PAPR. The type of wavelet used in this research is the familty of the biorthogonal and the orthogonal wavelet. The result of this project, the best reduction technique of PAPR obtained wavelet reversbior is rbior5.5 that is equal to 1.017 dB with BER 0.00579. For the biorsplines family the best PAPR reduction is obtained from bior3.5 which is 1 dB with BER value 0.07685. Then the daubechies wavelet family did a PAPR reduction of 0.723 dB with BER value of 0.0048 Keywords: OFDM, Wavelet Transform, PAPR, QAM
Analisis Perancangan Jaringan Lte Menggunakan Picocell Pada Gedung Sasana Budaya Ganesha Naka Prihastya Putra; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan akan jaringan internet saat ini merupakan salah satu kebutuhan. Di zaman yang serba digital ini masyarakat membutuhkan akses internet yang cepat, realtime, dan mudah dijangkau. Namun, terkadang hal itu terhambat oleh kuat sinyal yang kurang memadai di tempat-tempat tertentu terutama indoor. Hal ini bisa terjadi karena tidak ter-covernya sinyal oleh BTS outdoor sehingga level daya terima sinyal lemah atau kelebihan kapasitas user pada suatu acara seperti konser di dalam gedung Sasana Budaya Ganesha. Perencanaan jaringan ini terdiri dari 3 skenario berdasarkan jumlah antenanya dengan tiap skenario terdiri dari 2 macam berdasarkan letak antenanya. Berdasarkan perhitungan dan simulasi, didapat nilai dari RSL/RSRP skenario 1a sebesar -82,95 dBm, RSL/RSRP skenario 1b sebesar -82,25 dBm, RSL/RSRP skenario 2a sebesar -60,45 dBm dan SIR/SNR skenario 2a sebesar 62,15 dB, RSL/RSRP skenario 2b sebesar -64,30 dBm dan SIR/SNR skenario 2b sebesar 36,60 dB, RSL/RSRP skenario 3a sebesar -55,28 dBm dan SIR/SNR skenario 3a sebesar 36,89 dB, RSL/RSRP skenario 3b sebesar -51,88 dan SIR/SNR skenario 3b sebesar 36,89 dB.
Analisis Performansi Dan Optimasi Throughput High Speed Downlink Packet Access Di Dalam Kereta Api Rian Raya; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Stasiun Bekasi setiap harinya diberangkatkan 56 rangkaian kereta api Commuter Line dan terdapat 58 rangkaian kereta api Commuter Line yang tiba. Berdasarkan “Data Volume Pendapatan Penumpang Commuter Line Stasiun Besar Bekasi” bulan Oktober 2014 yang didapatkan dari PT KCJ terdapat paling sedikit 20.029 jiwa perharinya yang menggunakan moda transportasi Commuter Line. Dan tidak sedikit diantara mereka para pengguna Commuter Line tersebut yang mengakses Internet dengan menggunakan Smartphone mereka selagi menunggu tiba di Stasiun tujuan. Berdasakan hasil percobaan mengakses Internet didalam kereta api Commuter Line didapatkan fakta bahwa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuka suatu halaman website, pengiriman pesan chatting dan speed download di antara Stasiun Buaran hingga Stasiun Klender Baru cukup lambat, sehingga hal ini dapat mengakibatkan konsumen merasa tidak senang dan bisa mengakibatkan konsumen berpindah ke operator seluler yang lain. Setelah dilakukan optimasi jaringan, terdapat peningkatan nilai RSCP (level daya terima) sebesar 5,85 dBm dan peningkatan nilai RSSI sebesar 5,36 dBm. Dengan penaikan RSCP dan RSSI seperti itu menjadikan peningkatan performansi Ec/No (kualitas kanal) sebesar 3,15 dB. Dengan meningkatnya Ec/No menyebabkan peningkatan performansi throughput dari 164 kbps menjadi 532 kbps. Dengan nilai throughput sebesar 532 kbps telah sesuai dengan standar KPI dari operator X sebesar 500 kbps. Kata kunci : HSDPA, throughput
Analisis Perencanaan Jaringan Akses Dan Backhaul Lte Untuk Cakupan Bumi Perkemahan Kiara Payung Yaumil Chairiani; Rina Pudji Astuti; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi, maka kebutuhan akan layanan data berkecepatan tinggi semakin bertambah. Jaringan LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kemampuan data rate 100 Mbps untuk arah downlink dan 50 Mbps untuk arah uplink merupakan salah satu layanan data yang dirasa mampu memenuhi kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi. Tidak hanya untuk daerah perkotaan, daerah wisata alam juga perlu layanan data berkecepatan tinggi. Salah satu daerahnya adalah wisata alam Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor. Pada daerah wisata alam biasanya memiliki masalah pada layanan data. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh tidak tersedianya layanan data. Pada penelitian ini menggunakan backhaul Microwave di daerah perencanaan Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Perencanaan jaringan ini menggunakan parameter planning: capacity dan coverage pada frekuensi 1800 MHz menggunakan software Pathloss dan software ATOLL. Dari hasil simulasi menggunakan software Atoll yang telah dilakukan pada bagian perencanaan sel LTE didapatkan nilai RSRP sebesar -102,75 dBm dan nilai SINR sebesar 21,29 dB. Sedangkan pada perencanaan link backhaul yang dilakukan, didapatkan hasil pada skenario I nilai daya terima (received signal) sebesar –42,48 dBm dan availability sebesar 99,99998%. Sedangkan pada skenario II didapatkan nilai daya terima (received signal) sebesar -50,29 dBm dan availability sebesar 99,99999%. Kata kunci : LTE, Rural, Backhaul, Microwave. Abstract Along with developments in technology, the need for high-speed data services is increasing. The LTE (Long Term Evolution) network that has the capability of 100 Mbps data for the downlink direction and 50 Mbps for the uplink direction is one of the data services that are considered capable of meeting the needs of high-speed data services. Not only for urban areas, natural tourism areas also need high-speed data services. One of the areas is the nature tourisem of Kiara Payung Jatinangor Campground. In natural tourist areas usually have problems with data services. This problem can be caused by the unavailability of data services. In this study using Microwave backhaul in the planning area of Kiara Payung Campground, Jatinangor, Sumedang Regency. This network planning uses planning parameters: capacity and coverage at 1800 MHz frequency using Pathloss software and ATOLL software. From the simulation results using Atoll software that has been done in the LTE cell planning section, the RSRP value is -102.75 dBm and the SINR value is 21.29 dB. Whereas in the backhaul link planning, the results obtained in scenario I are received signal value of -42.48 dBm and availability of 99.99998%. While in scenario II the received signal value is -50,29 dBm and availability of 99.99999%. Keywords: LTE, Rural, Backhaul, Microwave
Analisa Dan Optimasi Bad Coverage Pada Jaringan 4g Lte 1800 Mhz (studi Kasus Daerah Pengamatan Tanjakan Mauk Tangerang Selatan) Muhammad Hafidh; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran kualitas jaringan LTE dengan menggunakan metode drive test. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan software GENEX Probe. Area yang di tinjau pada penelitian ini yaitu di kawasan Tanjakan Mauk. Untuk menganalisis hasil drive test ini menggunakan GENEX Assistant VR300R014, lalu untuk simulasi menggunakan Atoll dalam melakukan simulasi perencanaan optimasinya. Performasi pada kondisi eksisting menglalami peningkatan setelah dilakukan proses optimasi. Dari yang awalnya persentase nilai persebaran RSRP 71,8% menigkat menjadi 92,77% untuk nilai threshold di -100 dB, untuk nilai RSRQ dengan threshold RSRQ diatas -15 dB 85% telah berubah yang sebelumnya 66,23% menjadi 96,05% untuk nilai threshold, sedangkan pada nilai SINR juga mengalami peningkatan dari 91,45% meningkat menjadi 94,93% dengan target KPI yang ditentukan adalah minimal 90% parameter SINR berada diatas 0 dB. Berdaskan Parameter yang ditinjau dalam penelitian ini dapat memenuhi target KPI, menunjukkan bahwa proses optimasi yang dilakukan berhasil mengatasi permasalahan Bad Coverage yang dialami pada studi kasus tugas akhir ini. Kata kunci : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ Abstract In this study case, LTE network quality was measured using the drive test method. This measurement is done using GENEX Probe software. The area reviewed in this study is in the Mauk Climbing area. To analyze the results of this drive test using the GENEX Assistant VR300R014, then for simulations using Atoll in conducting optimization planning simulation. Performance in existing conditions has increased after the optimization process has been carried out. From the initial percentage of 71.8% RSRP distribution value increased to 92.77% for the threshold value at -100 dBm, for RSRQ values with RSRQ threshold above -15 dB 85% had changed previously 66.23% to 96.05% for the threshold value, while the SINR value also increases from 91.45% increasing to 94.93% with the KPI target specified is a minimum 90% SINR parameter above 0 dB. Based on the parameters reviewed in this study can meet the KPI target, indicating that the optimization process carried out successfully overcomes the Bad Coverage problem experienced in this final project case study. Keywords : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ
Analisis Dan Optimasi Overshoot Pada Jaringan 4g Lte 1800 Mhz Di Daerah Situ Pondok Benda Tangerang Selatan Muhammad Hanif; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini melakukan analisa dan optimasi pada jaringan 4G (LTE) di daerah Situ Podok Benda Tangerang selatan. Penelitian dilakukan Karena pada daerah tersebut didapet level kualitas sinyal yang diterima user buruk dan tidak sesuai dengan standar yang dikarenakan Overshoot, penelitian dilakukan untuk meningkatkan performasi dan level kualitas signal yang diterima oleh user agar sesuai dengan standar. Karena kebutuhan sinyal yang baik, pada penelitian ini dianalisis penyebab terjadinya kualitas sinyal yang didapat user buruk bisa dikarenakan pengarahan antenna yang kurang tepat dan lainlain. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data kualitas jaringan 4G dengan menggunakan metode drive test. Drive test dilakukan dengan menggunakan software GENEX PROBE. Dari hasil drive test dianalisis menggunakan software GENEX ASSISTANT, lalu dilakukan simulasi dengan menggunakan software ATOLL. Performansi jaringan eksisting mengalami peningkatan setelah dilakukan proses optimasi. Nilai RSRQ meningkat dari 64.1533 % menjadi 85.092 %, dengan target KPI minimal 85 %. Parameter persebaran nilai SINR jika ditinjau dari persentase nilai yang berada di atas dilakukan optimasi mengalami peningkatan dari kondisi eksiting 87.6289 % meningkat menjadi 94.375 %. Target KPI yang ditentukan adalah minimal 90 % parameter SINR berada diatas 0 dB, Parameter yang ditinjau dalam penelitian ini dapat memenuhi target KPI, menunjukkan bahwa optimasi yang dilakukan berhasil mengatasi permasalahan low RSRP, low SINR, dan low RSRQ. Kata kunci : 4G-LTE, KPI, Drive Test,, Overshoot, RSRP, SINR, RSRQ Abstract In this research analyzes and optimizes 4G (LTE) networks in the area of Situ Podok in South Tangerang. The research was carried out because in that area the level of signal quality received by the user was poor and not in accordance with the standards due to Overshoot, the research was conducted to improve performance and the quality level of the signal received by the user to conform to the standard. Because of the good signal requirements, this study analyzed the causes of signal quality obtained by poor users due to inappropriate antenna direction and others. The research was conducted by collecting 4G quality network data using the drive test method. The drive test is done using GENEX PROBE software. The results of the drive test were analyzed using GENEX ASSISTANT software, then simulations were performed using ATOLL software. Existing network performance has increased after the optimization process. The RSRQ value increased from 64.1533 % to 85,092 %, with a minimum KPI target of 85%. The parameter of the spread of the SINR value when viewed from the percentage value above is optimized for an increase from the exiting condition of 87.6289 %, increasing to 94.375 %. The specified KPI target is a minimum of 90 % SINR parameters above 0 dB, Parameters reviewed in this study can meet KPI targets, indicating that the optimization performed successfully overcomes the problem of low RSRP, low SINR, and low RSRQ. Keywords : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ
Analisa Perancangan Komunikasi Untuk Kendaraan Dengan Infrastruktur (v2i) “analysis Design Of Vehicle To Infrastructure (v2i) Communication ” Vita Azrina Aulia; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini , komunikasi machine to machine semakin berkembang saat ini telah dirancang dapat menjalankan sistem komunikasi vehicle to infrastructure (V2I) yang merupakan layanan intelligent transportation system (ITS) dengan menggunakan teknologi nirkabel.V2I dikembangkan agar dapat memberikan solusi dari masalah transportasi, komunikasi V2I digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masa depan dengan memberikan informasi lalu lintas kepada pengendaraa secara real time.Pada perancangan komunikasi V2I ini dilakukan pada infrastruktur traffic light untuk memberikan informasi lalu lintas berupa perpindahan warna lampu lalu lintas, dari merah ke hijau ataupun sebaliknya kepada pengendara agar pengendara dapat bereaksi dengan cepat untuk melanjutkan perjalanan sehingga dirasa dapat mengurangi efek kemacetan. Komunikasi V2I dilakukan pada infrastruktur traffic light di jalan terusan buah batu bandung dikarenakan jalan tersebut yang terpantau padat, pada komunikasi V2I ini terdapat tiga perangkat yang digunakan yaitu On-board Unit (OBU) yang terpasang pada kendaraan, sedangkan pada infrastruktur dipasang Roadside Unit (RSU), untuk komunikasi V2I menggunakan standar Dedicated Short Range Communication (DSRC) pada frekuensi 5,9 GHz, dengan luas cakupan 1 km2 dan jarak simulasi yang digunakan 300 meter, 600 meter, dan 900 meter dengan kecepatan rata rata kendaraan saat memasuki area traffic light 10 km/jam. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai analisis simulasi Throughput yang terbaik yaitu 3214,117 Mbps untuk jarak 300 meter dan nilai terendah yaitu 1990,094 Mbps untuk jarak 900 meter. end-to-end delay sebesar 0,80904 ms untuk jarak 300 meter dan 0,99939 ms untuk jarak 900 meter. Reliability sebesar 48,720% untuk jarak 300 meter dan 26,331% untuk jarak 900 meter. Berdasarkan nilai terbaik dari tiga jarak simulasi yang digunakan, pada komunikasi V2I tersebut, adalah pada jarak 300 meter. Kata Kunci : Komunikasi V2I, OBU, RSU, DSRC, 5G Abstract Communication machines for machines that are increasingly developing now can be applied to communication (V2I), which is an intelligent transportation system (ITS) service using wireless technology. V2I was developed in order to provide solutions to transportation problems, V2I communication in order to meet future transportation needs by providing traffic information to drivers in real time.The V2I communication design is carried out on the traffic light infrastructure to provide traffic information in the form of traffic lights, from red to green or vice versa to the driver so that the driver can react quickly to continue the trip so that it can reduce the effects of congestion. V2I communication is carried out on the traffic light infrastructure on the road of terusan buah batu channel because the road is observed dense, V2I communication there are three devices used, namely the On-board Unit (OBU) installed on the vehicle, while the Roadside Unit (RSU) is installed on infrastructure, for V2I communication uses the standard Dedicated Short Range Communication (DSRC) at a frequency of 5.9 GHz, with a coverage area of 1 km2 and the simulation distance used is 300 meters, 600 meters and 900 meters with the average speed of the vehicle when entering the traffic light area 10 km / hour. Based on the simulation results, the best Throughput simulation analysis value is 3214.117 Mbps for a distance of 300 meters and the lowest value is 1990.094 Mbps for a distance of 900 meters. end-to-end delay of 0.80904 ms for distances of 300 meters and 0.99939 ms for 900 meters. Reliability is 48.720% for a distance of 300 meters and 26.331% for a distance of 900 meters. Based on the best value of the three simulation distances used, the V2I communication is at a distance of 300 meters. Keyword : V2I communication, OBU, RSU, DSRC, 5G
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Al Rasyid, Muhammad Dhafin Sulaiman Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Dianti, Erni Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Djaka, Muhammad Rendra Perdana Kusuma Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hadi, Shasyabilla Ardita Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Mahanani, Edo Lutfi Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Theana, Verenz Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah