Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH VARIASI METODE PENGASUTAN MOTOR TERHADAP TEGANGAN DIP YANG TERJADI PADA JARINGAN KELISTRIKAN PT PERTAMINA RU VI DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6 Pinaryoga, Galih; Facta, Mochammad; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.216 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.965-971

Abstract

Motor induksi adalah salah satu motor listrik yang sering digunakan di dunia industri. Tetapi permasalahan dalam menggunakan motor induksi adalah pada saat pengasutan, karena motor induksi memiliki arus pengasutan yang tinggi ketika dilakukan pengasutan secara Direct On Line (DOL). Arus pengasutannya sekitar 4 sampai 7 kali arus nominalnya. Hal itu disebabkan karena kecilnya nilai impedansi dan Locked Rotor Current (LRC) yang besar. Selama pengasutan, tegangan terminal mengalami penurunan tegangan dengan durasi 0,5 siklus sampai 1 menit, fenomena ini disebut dengan tegangan dip atau tegangan sag. Oleh karena itu, beberapa metode pengasutan tertentu dilakukan untuk mengevaluasi sebelum metode tersebut digunakan untuk mengurangi tegangan dip. Pada pembahasan ini dilakukan analisis variasi metode pengasutan motor terhadap terjadinya tegangan dip pada PT Pertamina RU VI. Motor induksi digunakan sebagai penggerak mesin pompa air. Berdasarkan hasil simulasi motor induksi menggunakan ETAP 12.6, didapatkan jika nilai terbesar tegangan dip dari metode Direct On Line adalah 17,19% dari tegangan kerja dan itu terjadi selama 0,26 detik untuk skenario 1. Pada metode bintang – delta tegangan dip yang terjadi 16,74% dari tegangan kerja dan terjadi selama 0,14 detik untuk skenario 1.Dengan menggunakan Variable Frequency Drive (VFD) tegangan dipnya adalah 1,11% dari tegangan kerja dan terjadi selama 2,02 detik untuk skenario 5.
ANALISIS LILITAN PRIMER INTI TUNGGAL DAN INTI GANDA PADA KUMPARAN TESLA DALAM PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI AC FREKUENSI TINGGI UNTUK REAKTOR OZON Mahendra, Aditya; Facta, Mochammad; R, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.559 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.1-6

Abstract

Abstrak Trafo daya memliki dimensi besar dengan lilitan banyak, sehingga tidak praktis untuk mendapatkan nilai tegangan tinggi dengan frekuensi tinggi. Kumparan Tesla adalah  peralatan listrik yang mengubah nilai tegangan ke nilai yang lebih besar dengan frekuensi tinggi. Dalam tugas akhir ini dirancang suatu kumparan Tesla yang mendapat masukan dari inverter berbentuk gelombang kotak. Kumparan Tesla terdiri rangkaian induktor dan kapasitor. Rangkaian induktor terdiri lilitan primer dan sekunder. Dalam tugas akhir ini akan dianalisi dua macam lilitan primer dengan inti tunggal dan ganda. Lilitan primer dibuat dengan kawat email yangg dililit pada pipa secara merata. Kapasitor adalah toroid yang terbuat dari selang dan dilapisi aluminium  foil. Dengan perhitungan yang sesuai akan diperoleh frekuensi tepat sehingga menghasilkan tegangan keluaran besar. Tegangan keluaran trafo Tesla diaplikasikan pada beban reaktor ozon. Karakteristik reaktor ozon bekerja berdasarkan tegangan kerja dari frekuensi kumparan Tesla. Berdasarkan hasil perancangan lilitan primer tunggal dan ganda dalam tugas akhir ini adalah 6,7µH. Lilitan sekunder mempunyai nilai 46,3mH dan nilai toroid sebesar 29,3pF. Pengujian menghasilkan frekuensi resonan 60-65kHz dengan keluaran 2600V dan menghasilkan ozon  0,60 ppm per 50ml Kata kunci : Kumparan tesla,  reaktor ozon, lilitan tunggal  dan ganda.  Abstract Power transformer have a large dimensions with a lot of winding and not practical to get a high voltage with high frequency. Tesla coil is a device that can change the value of a voltage value that is higer with higer frequency. In this final project, tesla coil  input is obtained by inverter in the form of square wave pulse. Tesla coil consists of inductors and capacitor. The inductor circuit consisted by the primary and secondary windings. The primary winding made with email wire wrapped around the pipe evenly. Capacitors is toroid that made of hose and coated by aluminium foil. Frequency values to produce a higer output voltage of tesla transformer can be obtained by carefull calculate. Tesla transformer output voltage was applied to the load in the for of ozone reactor. In this final project will be analyzed kind of primary winding with one and two cores. In this final project tesla coil primary winding is designed with single and double cores with a value of 6,7µH. Secondary windings have 46,3mH value and the value of toroid is 29,3pF. Test result value of the resonant frequency of 62 kHz with output 2600V and produce ozone 0.060 ppm in 50ml. Keywords: tesla coil, ozone reactor, one and two cores
ANALISIS PERANCANGAN KONVERTER DC-AC FULL-BRIDGE FREKUENSI TINGGI RESONAN LCC BEBAN PARALEL Atmojo, Suryo Sardi; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.779 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.200-207

Abstract

Abstrak Dunia industri belakangan banyak menghadirkan perkembangan dalam berbagai bidang yang memudahkan kehidupan manusia. Dalam perkembangannya menjadikan alat-alat elektronika juga semakin beragam. Salah satu alat elektronika yang kita kenal adalah Inverter, inverter sendiri merupakan sebuah konverter listrik searah (DC) menjadi bolak-balik (AC) dengan nilai voltase dan frekuensi keluaran sesuai kebutuhan. Dalam prakteknya konverter DC-AC terdapat banyak ragam, namun pada tugas akhir ini akan dilakukan analisa tentang konverter DC-AC full-bridge frekuensi tinggi resonan LCC beban paralel. Dengan frekuensi kerja yang tinggi diharapkan  rangkaian lebih sederhana. Resonan LCC sendiri merupakan gabungan dari resonan seri dan resonan paralel yang berfungsi sebagai trafo step-up. Konverter DC-AC ini akan digunakan sebagai catu-daya rangkaian LED yang dirangkai secara paralel. Hasil dari penelitian yang didapat  menunjukan rangkaian resonan LCC beban paralel memiliki interval pita(bandwith) resonan yang lebar. Pada percobaan besar gain yang dihasilkan terpengaruhi oleh besarnya nilai tahanan beban. Terbukti saat diberi tahanan 4k7 Ω tegangan yang dihasilkan sebesar 122,8 V dengan intensitas penerangan 604 lx, sementara pada gain 8k2 Ω sebesar 139,7 V dengan intensitas penerangan sebesar 432 lx. Kata kunci: inverter, konverter, LLC, gain  Abstract Industrial world nowadays provides a lot of developments in many fields and many kinds of electronics instruments for supporting human lives. One of the common electronics equipment is inverter. Inverter is used to convert a direct current (DC) to alternating current (AC) with certain output voltage and frequency. In fact, DC-AC converter has many types, but in this project was analyzed about an LCC high resonance frequency full bridge DC-AC converter with parallel load. The electronics circuit can be simpler by this high frequency. LCC resonance itself is a combination of series and parallel resonance which the function as a step-up transformator. This DC-AC converter is used as the power supply for LEDs arranged  in parallel. The result of this research showed that the parallel load LCC resonance has a wide bandwidth. From the experiment, the resulting gain is affected by the value of load resistance. It was recorded that by giving 4k7 Ω load resistance then 122,8 Volt was produced about put side and it made LED lamp to glow with light intensity of 604 lux. The use of 8k2 Ω load resistance resulted 139,7 Volt at LED lamp terminal and 432 lux was achieved. Keywords: inverter, converter, LLC, gain
PERANCANGAN DC KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK PADA MODE OPERASI CCM DAN DCM Setiawan, Juli; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.886 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.572-581

Abstract

Abstrak Pada elektronika daya, tegangan DC bisa dihasilkan pada nilai yang berbeda dari sebuah sumber dengan sebuah tegangan masukan DC tertentu. Metode paling umum untuk menghasilkan tegangan DC bervariasi dari sebuah sumber DC dengan menggunakan sebuah DC Chopper sebagai konverter. Diantara beberapa topologi DC Chopper, buck konverter adalah sirkuit umum yang dipilih untuk dibuat karena mempunyai efisiensi tinggi, rangkaiannya sederhana, dan rippel tegangan keluaran rendah bagaimanapun juga penelitian tentang karakteristik seperti pada saat arus continuous atau tidak, hubungan antara variabel duty cycle terhadap mode operasi dan respon tegangan keluaran dengan variasi beban jarang ditemukan secara detail pada referensi sebelumnya. Dalam tugas akhir ini akan dilakulan pembuatan dan analisis tentang perancangan DC Chopper buck dengan membandingkan CCM dan DCM yang menggunakan beban resistif dan induktif, beban resistif yang digunakan berupa resistor 100 Ω dan lampu pijar 100 watt. Untuk beban induktif yang digunakan berupa motor dc. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan saat duty cycle 10 % - 40 % dc chopper menggunakan transistor sebagai switch bekerja pada mode DCM, dan pada duty cycle 50 % - 80 % dengan menggunakan L 1,8  mH beralih pada mode CCM. Efisiensi paling baik yang dihasilkan sebesar 90,82 % pada beban induktif sedangkan untuk beban resistif sebesar 83,12 %. Kata kunci : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM       Abstract In power electronics, DC voltage can be generated in different value from a certain DC source with a specified dc input voltage. The most common method to provide varied DC voltage from a DC source is by the use of DC Chopper as converter. Among many of topologies in DC Chopper, buck converter is the common circuit that is preferred to be made because it has high efficiency, its simplicity, and has a low rippel voltage. However the of its characteristic such as, when the current is continuous or not, the relationship of variable duty cycle to operation mode and the respond of output voltage variable load are rarely found in detail in previous reference. In this final assignment, DC Chopper buck is designed and made then analysed by compared DCM and CCM mode which using resistive and inductive load. Resistive load was set up from 100 Ω resistor and 100 Watt incandescent lamp. Inductive load using DC magnet permanent motor. Based on experimental results it can be found that DC chopper using transistor as switch turn into DCM mode on duty cycle of 10% - 40% and turn into CCM mode on duty cycle of 50% - 80% when L is 1,8 mH. The best efficiency is found at 90,82% in inductive load at 83,12% in resistive load. Keyword : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM.
PENYEARAH TERKONTROL PENGGERAK MOTOR ARUS SEARAH PADA PURWARUPA KONVEYOR Tawakal, Panji; Nugroho, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.637 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.389-394

Abstract

Motor arus searah merupakan salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak konveyor. Pangaturan motor pada konveyor sangat diperlukan untuk mengatur laju barang yang akan dikirim. Namun, pada masa sekarang ini masih banyak pegnaturan motor arus searah yang menggunakan kendali konvensional dengan proses penyearahan menggunakan autotransformator. Metode konvensional dengan menggunakan autotransformator tersebut memiliki kelemahan dalam penggunaan biaya yang mahal. Sebuah penyearah terkontrol dengan IC TCA 785 sebagai pengatur sudut pemicu thyristor dibuat untuk mengatasi masalah tersebut. Penyearah terkontrol dirancang untuk mangatur motor arus searah CSD80-D sebagai penggerak utama pada purwarupa konveyor. Berdasarkan hasil pengujian kerja, penyearah terkontrol mampu menggerakan motor arus searah CSD80-D pada purwarupa konveyor. Kecepatan motor dapat divariasikan dengan cara mengatur resistor variabel pada pin 11 IC TCA 785. Kecepatan motor yang dihasilkan mencapai 274,8 Rpm dengan tegangan 22,2 Volt dan arus 1,08 Ampere pada kondisi ini juga dihasilkan effisiensi mencapai 93,62 %.
KOORDINASI RELAY ARUS LEBIH DAN RECLOSER PADA TRAFO 60 MVA GARDU INDUK PANDEAN LAMPER SEMARANG DENGAN SIMULASI ETAP 11.1.1 P, Bambang Nugrahadi; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.305 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.833-841

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen. Terdapat beberapa macam gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah gangguan hubung singkat antar fasa dan gangguan fasa dengan tanah. Peralatan proteksi dibutuhkan untuk mengatasi adanya gangguan hubung singkat, seperti relay arus lebih dan recloser. Agar peralatan proteksi dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan koordinasi sistem proteksi. Pada Tugas Akhir ini akan mempelajari tentang koordinasi peralatan proteksi dari relay arus lebih dan recloser pada penyulang trafo 60 MVA GI Pandean Lamper Semarang. Koordinasi sistem proteksi diperoleh berdasarkan setting antara relay arus lebih dan recloser baik pengaturan OCR maupun GFR. Arus setting pada masing-masing peralatan proteksi diatur sesuai dengan masing-masing besar arus gangguan hubung singkat. Hasil koordinasi sistem proteksi akan diuji sesuai dengan waktu ketahanan konduktor dan pengujian selektivitas peralatan proteksi terhadap peristiwa tripping palsu / sympathetic trip. Berdasarkan hasil dari analisis , diperoleh besar gangguan hubung singkat minimal 1015,76 ampere dan maksimum sebesar 12111,74 ampere. Sedangkan waktu kerja peralatan proteksi minimum adalah 0,114 detik pada recloser dan maksimum adalah 4,85 pada relay arus lebih. makismum . Waktu kerja peralatan proteksi yang didapat minimal 3 kali lebih cepat dari waktu ketahanan konduktor pada penyulang. Pada saat terjadi gangguan fasa dengan tanah, tidak ada peralatan proteksi yang mengalami tripping palsu. 
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR Siwi, Yordan Raka; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.739 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.996-1001

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan energi. Termoelektrik adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah panas menjadi energi listrik. Pemanfaatan Termoelektrik biasanya dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter pada tegangan rendah sehingga tegangan keluaran tidak bisa dikontrol. Digunakan buck converter untuk menurunkan tegangan DC. Tegangan keluaran termoelktrik tergantung pada perbedaan suhu diantara permukaan modul dan beban yang disuplai termoelektrik. Pada Tugas Akhir ini dirancang buck converter tanpa mengunakan umpan balik tegangan. IC TL494 digunakan sebagai pengatur tegangan keluaran buck converter dengan mengatur lebar pita duty cycle sehingga tegangan keluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan . Pada Tugas Akhir ini, dilakukan pengujian konverter yaitu tanpa umpan balik tegangan dengan variasi duty cycle dan beban. Pengujian konverter tanpa umpan balik tegangan pada variasi beban 15,32Ω, 52Ω, 100Ω menghasilkan penurunan tegangan sebesar 3,39V, 6,49V,dan 7,57V pada nilai duty cycle 10% - 87%. Efisiensi tertinggi buck converter pada beban 15,32Ω, 52Ω, dan 100Ω secara berturut-turut sebesar 81,2%, 88,5%, dan 82,8%.
KONVERTER AC-AC TIGA FASE METODE KONTROL SUDUT FASE MENGGUNAKAN TRIAC DAN IC TCA 785 SEBAGAI PENGATUR TEGANGAN PADA SOFT-STARTING MOTOR INDUKSI TIGA FASE Pamungkas, Deny Fajar; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.737 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.81-88

Abstract

Motor induksi dalam dunia industri semakin banyak digunakan karena ketahanan yang tinggi, keandalan, efisiensi, dan biaya perawatannya yang murah. Motor induksi memiliki nilai arus awal yang besar saat pengasutan (starting), hal itu menjadi permasalahan dalam penggunaan motor induksi. Arus starting yang besar dapat dikurangi dengan mengatur tegangan masukan ke motor secara bertahap. Penelitian ini merancang sebuah konverter AC – AC tiga fase dengan metode kontrol sudut fase menggunakan TRIAC dan IC TCA 785. Rangkaian optoisolator sebagai isolasi ditambahkan pada penelitian ini untuk membuat rangkaian kontrol tetap aman dari gangguan apapun pada rangkaian daya. Penelitian ini menghasilkan konverter AC-AC tiga fase yang mampu mengatur tegangan dari  230 VL-N hingga 0 V dengan pengaturan sudut fase dari 0o sampai 180o. Penggunaan konverter AC-AC untuk soft-starting motor  sebagai metode mengurangi lonjakan arus starting telah berhasil. Arus terbesar yang dihasilkan pada pengujian soft-starting motor induksi tiga fase 0,5 HP tanpa beban adalah 0,72 A sedangkan arus saat DOL adalah 1,54 A dan pada motor induksi tiga fase 1 HP tanpa beban adalah 1,66 A sedangkan arus saat DOL adalah 1,94 A. Pembebanan pada motor induksi menyebabkan saat proses pengasutan nilai arus meningkat dan kecepatan putar motor menurun.
APLIKASI BUCKBOOST CONVERTER SEBAGAI PENYEDIA DAYA ARUS SEARAH PADA RANGKAIAN TEGANGAN TINGGI IMPULS Wardana, Adam Kusuma; Facta, Mochammad; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.942 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.508-515

Abstract

Abstrak Buckboost Converter merupakan salah satu tipe DC Chopper yang mempunyai nilai tegangan keluaran lebih besar atau lebih kecil dari nilai tegangan masukan. Polaritas tegangan keluarannya berbanding terbalik dengan tegangan masukan. Tegangan keluaran dapat diatur berdasarkan pengaturan duty cycle pada switching MOSFET.Atas dasar karakteristik Bucboost Converter di atas maka pada penelitian ini, Buckboost Converter akan dicoba untuk diaplikasikan sebagai penyedia tegangan DC variabel untuk rangkaian tegangan tinggi impuls. Buckboost Converter dipilih karena memiliki efisiensi yang cukup tinggi dan secara fisik lebih kecil daripada sumber tegangan AC yang dapat diatur (variac) pada umumnya. Buckboost Converter dirancang untuk menyuplai pembangkit tegangan tinggi impuls yang menggunakan trafo flyback. Trafo flyback digunakan karena memiliki struktur yang sederhana tapi mampu menghasilkan tegangan keluaran mencapai 20 kV. Beban yang digunakan berupa plat elektroda yang bisa menghasilkan ozon karena mudah dalam pembuatannya dan memiliki nilai resistansi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan tegangan tinggi impuls.Berdasarkan hasil pengujian, tegangan Buckboost Converter yang digunakan untuk mensuplai trafo flyback adalah 5,47 Volt, 8,5 Volt, 12,9 Volt dan 19,6 Volt, tegangan tersebut diatur dengan duty cycle secara berurutan yakni 10%, 20%, 30%, dan 40%. Tegangan tinggi impuls yang dihasilkan dari flyback adalah 4,12 kV, 6,8kV, 14,22kV, dan 20,11 kV. Kata Kunci :Buckboost Converter, flyback, tegangan tinggi impuls  Abstract Buckboost Converter is a type of DC Chopper that has an output voltage magnitude that is either greater than or less than the input voltage magnitude. The output voltage is of the opposite polarity than the input. The output voltage is adjustable based on the duty cycle of the switching MOSFET.Based on the Bucboost Converter characteristics on the above,  so in this research, Buckboost Converter will be attempted to be applied as a variable DC voltage source to a high voltage impulse circuit.Buckboost Converter is chosen because it has a fairly high efficiency and is physically smaller than the AC voltage source that can be set (variac) in general. Buckboost Converter is designed to supply the high voltage impulse generator that uses the flyback transformer. Flyback transformer is used because it has a simple structure but is capable to generate output voltages up to 20 kV. The load to be used is in the form of plate electrodes that can produce ozone because it is easy to make and has a high resistance value so as to increase the high voltage impulse.Based on test results, Buckboost Converter voltageis used to supply the flyback transformer are 5.47 volts, 8.5 volts, 12.9 volts and 19.6 volts, the voltage is adjustable based on the duty cycle in a sequence are 10%, 20%, 30%, and 40%. High voltage impulses generated from the flyback are 4.12 kV, 6,8kV, 14,22kV, and 20.11 kV. Keywords:Buckboost Converter, flyback, high voltage impulse 
ANALISIS PENGATURAN ARUS ROTOR PADA MOTOR INDUKSI ROTOR BELITAN TIGA FASA MENGGUNAKAN BUCK KONVERTER Putra, Azan Rahmadian; Sukmadi, Tedjo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.053 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.320-328

Abstract

Salah satu pengatur kecepatan pada motor induksi rotor belitan tiga fasa yakni menghubungkan resistor luar tiga fasa pada slip-ring rotornya. Pada metode ini secara teori akan memberikan torsi awal yang tinggi dan arus awal yang rendah. Kemudian resistor tiga fasa ini dapat digantikan dengan satu resistor yang bernilai tetap. Arus bolak balik dari slip-ring rotor motor kemudian disearahkan oleh penyearah tiga fasa dan dihubungkan pada DC-DC konverter. Proses pensaklaran DC-DC konverter menggunakan metode Zero Voltage Switching (ZVS). Dalam motode ZVS, proses pensaklaran dilakukan ketika tegangan antara Drain dan Source pada MOSFET bernilai nol. Penelitian ini bertujuan merancangsuatu DC-DC konverter dengan sumber tegangan dari terminal rotor pada motor induksi tiga fasa rotor belitan. DC-DC converter yang dirancang menggunakan mode pensaklaran zero voltage switching (ZVS) dengan komponen induktor dan kapasitor yang diparalel dengan saklar. MOSFET IRF460 digunakan sebagai komponen pensaklaran dan IC TL494 sebagai pengontrol pemicuan MOSFET. Hasil pengukuran pada DC-DC konverter yang dibuat diketahui dapat mengalirkan arus saat mode ZVS terjadi pada MOSFET. Mode ZVS juga dapat merubah kecepatan rotor pada motor induksi tiga fasa rotor lilit tersebut. Efisiensi DC-DC konverter tertinggi sebesar 45,9 % dengan beban resistif 1,4 Ω dan duty cycle 90% dan variasi tegangan stator 110 V.
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo Frediansyah, Andy G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Agung Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat