Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MEKANIKA DAN PENGEREMAN PLUGGING MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANE BERBASIS PLC Rahmana, Arsyad Sila; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.321 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.201-208

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan industri saat ini semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk meningkatkan produksi dan memudahkan pendistribusian produk, alat pemindah atau yang biasa disebut crane diperlukan. Motor arus searah adalah salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Namun, ada banyak kontrol crane menggunakan kontak relay atau kontaktor. Hal ini membuat sulit dalam pemantauan, pengkabelan yang rumit, dan membutuhkan relay timer tambahan untuk mengatur waktu pengereman. Penggunaan Programable Logic Control (PLC) dapat mengatasi hambatan tersebut. PLC dirancang untuk mengendalikan pergerakan dan pengereman dengan metode plugging. Berdasarkan hasil pengujian, PLC telah berhasil mengendalikan pergerakan dan pengereman pada motor arus searah magnet permanen tipe CSD80A1-A. Tegangan masukan motor dapat divariasikan dengan menggunakan penyearah gelombang penuh terkontrol penuh untuk suplai motor hoisting dan buck converter untuk suplai motor longitudinal dan transversal kondisi tanpa beban dan berbeban. Dalam riset ini, mekanisme plugging dikendalikan oleh PLC digunakan untuk pengereman. Berdasarkan pengujian ditemukan bahwa semakin besar tegangan suplai motor, maka arus pengereman motor juga semakin besar pada rentang 2,4 A sampai 5,2 A pada kondisi beban 5 Kg.
EVALUASI KOORDINASI PROTEKSI RELAY ARUS LEBIH TRAFO 2 DAN TRAFO 3 GIS KANDANG SAPI KE PENYULANG LULUK, DEKAT, LAHAN, MAKAN, SARAPAN, BUDIDHARMA 7-8, DAN SRUPUT MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0 Parmonangan, Samuel Pirdion; Windarta, Jaka; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.832 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.629-637

Abstract

Pada sistem distribusi, evaluasi sistem proteksi dibutuhkan untuk memastikan peralatan proteksi dapat bekerja dalam mengamankan dan meminimalisir kerusakan ketika terjadi gangguan hubung singkat. Evaluasi proteksi meliputi koordinasi antar peralatan proteksi dalam jaringan distribusi yang harus memenuhi standard yang ada. Penelitian ini membahas tentang evaluasi koordinasi proteksi relay arus lebih dan relay gangguan tanah  pada penyulang yang terhubung dengan Trafo 2 dan Trafo 3 GIS Kandang Sapi dengan menggunakan aplikasi ETAP 12.6.0.. Pada gangguan 3 fasa berdasarkan hasil simulasi, interval waktu kerja antar relay kondisi eksisting adalah sebesar 1,121 detik dan dalam kondisi standard PLN sebesar 0,568 detik dimana standard interval yang diizinkan berdasarkan IEC 60255 adalah 0,3-0,5 detik. Setelah dilakukan perhitungan ulang, didapatkan waktu kerja antar relay sebesar 0,368 detik. Pada gangguan 1 fasa diujung saluran, relay incoming dalam kondisi eksisting membutuhkan waktu selama 3,999 detik untuk bekerja, dan 2,53 detik untuk kondisi standard PLN, dimana konduktor hanya mampu menahan arus gangguan selama 2,266 detik.  Setelah dilakukan resetting, didapatkan waktu kerja relay incoming sebesar 1,41 detik. Waktu kerja peralatan proteksi yang di peroleh lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk mencapai ketahanan maksimum dari penghantar yang di gunakan di penyulang.
PEMANFAATAN THERMOELECTRIC ENERGY GENERATOR (TEG) SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN BUCK CONVERTER DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN BERBASIS IC TL494 Masaji, Masaji; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.767 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1106-1112

Abstract

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkngan terus dikembangkan, selain potensi dari energi surya, air, dan angin terdapat sumber energi lain yaitu panas. Tanpa disadari energi panas terbuang percuma dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada saluran gas buang kendaraan dan cerobong asap pada industri. Energi panas yang terbuang dapat diubah menjadi energi listrik menggunakan thermoelectric energy generator (TEG). Modul termo elektrik bekerja sesuai efek seeback. Tegangan termoelektrik dipengaruhi oleh koefisien seeback dan perbedaan suhu. Oleh karena itu tegangan yang dihasilkan tidak stabil. Untuk itu pada Tugas Akhir ini dirancang pembangkit listrik dengan menggunakan modul termoelektrik kemudian energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menyuplai beban menggunakan konverter arus searah tipe buck converter dengan umpan balik tegangan berbasis IC TL494 sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM. Umpan balik tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan keluaran buck converter, yang akan diumpankan pada komparator yang ada di dalam IC TL494. Hasil pengujian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan cenderung konstan dengan adanya perubahan nilai resistif pada sisi beban. Tegangan keluaran rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar 5 volt. Efisiensi buck converter dengan umpan balik tegangan rata – rata diatas 60 %.
OPERASI DC-DC KONVERTER TIPE CUK DENGAN MODE DCM & CCM DENGAN TRANSISTOR SC2555 SEBAGAI SAKLAR Trilaksono, Ardian; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.601 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.261-267

Abstract

Abstrak Cuk Converter merupakan salah satu tipe DC Chopper yang mempunyai nilai tegangan keluaran lebih besar atau lebih kecil dari nilai tegangan masukan.Tegangan keluaran dapat diatur berdasarkan pengaturan duty cycle saklar Transistor.DC Chopper mempunyai 2 mode operasi kerja, yaitu mode CCM (Continuous Conduction Mode) dan mode DCM (Discontinuous Conduction Mode). Continuous Conduction Mode (CCM) adalah mode operasi dimana arus pada konverter mengalir secara kontinyu, dalam artian tidak pernah mencapai nilai nol.Discontinuous Conduction Mode (DCM) adalah mode dimana arus pada konverter mencapai nilai nol, atau tidak kontinyu.Tugas akhir ini merancang sebuah modul dc-dc converter tipe cuk dengan mode DCM & CCM  dengan transistor SC2555 sebagai saklar elektronika.Berdasarkan hasil percobaan kerja cuk converter dengan transistor SC2555 sebagai bagian utama sistem pensaklaran,cuk converter dapat bekerja pada mode operasi DCM dan CCM. Mode CCM memiliki nilai efesiensi titik kerja maksimal yang lebih baik dari mode DCM pada cuk converter dengan pensaklaran transistor.Ketika duty cycle 40 % daya beban resistif diperoleh nilai IC=0,17A , VCE=22,92V,dan nilai efesiensi 75,86% pada mode CCM. Ketika  duty cycle 40% dengan beban induktif diperoleh nilai IC=0,22 A,VCE=22,95 dan nilai efesiensi 90,63% pada mode CCM.Cuk converter dengan pensaklaran transistor SC2555 bekerja maksimal atau lebih baik pada mode operasi CCM. Kata kunci : DC Chopper, Cuk Converter, DCM, CCM.  Abstract In the power electronics,DC-DC converter is usually  called DC Chopper. Cuk Converter is one type of DC Chopper with output voltage which greather or lower than the input voltage. which has a greater or less output voltage value than that of input voltage.The output voltage can be adjusted based on duty cycle transistors switching.The DC Chopper has two work-operating modes,namely CCM (Continuous Conduction Mode) and DCM (discontinuous conduction mode) . The CCM has current theory continuously flow,so the current it never reaches zero, while the DCM has second reaching zero values so the  currents  is discontinued.in this final assignment,  dc-dc converter module with as propossed in a cuk type with the DCM-CCM mode and a transistor SC2555 was applied an electronic switch.Based on results of experimental work cuk converter with SC2555 transistor can work on the DCM and CCM operating mode. The CCM mode has better efficiency than the DCM mode. Duty cycle 40% resistive load the result show value of IC= 0.17 A, VCE=22.92 V, and efficiency values of 75.86% . In the CCM mode at 40% duty cycle and  Inductive loads the result show value of IC = 0.22 A, VCE = 22.95 and 90.63% efficiency values in CCM. Cuk converter of transistor switching  SC2555 worked optimallybetter on the CCM operating mode. Keywords: DC chopper, Cuk Converter, CCM, DCM
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI ARUS DAN TEMPERATUR LEBIH MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (PLC) PADA MESIN PENGEKSTRAKSI BIJI KAPUK Jay, Rizky Patra; Facta, Mochammad; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.034 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.419-425

Abstract

Abstrak Sistem proteksi diperlukan untuk melindungi peralatan tenaga listrik dari gangguan-gangguan, baik berupa gangguan arus maupun temperatur lebih. Gangguan ini dapat merusak dan mempercepat penuaan dari peralatan tenaga listrik. Peralatan tenaga listrik membutuhkan Over Current Relay (OCR) untuk perlindungan terhadap gangguan arus lebih dan Digital Indicating Controllers (DIC) yang dilengkapi dengan termokopel tipe K sebagai sensor suhu untuk perlindungan terhadap gangguan temperatur lebih. Mesin pengekstraksi biji kapuk yang terdiri dari 2 buah  motor induksi 3 fasa dan sebuah pemanas memerlukan peralatan proteksi seperti OCR dan DIC. Proses kerja OCR dan DIC dikoordinasikan menggunakan Programmable Logic Control (PLC). Dalam tugas akhir ini, dilakukan perancangan sistem proteksi terhadap arus dan temperatur lebih pada peralatan tenaga listrik di mesin pengekstraksi biji kapuk. Motor pertama, menggunakan batas setting OCR dengan karakteristik tipe definite sebesar 2,25 Ampere. Setting DIC pada motor pertama sebesar 56oC, diatas ambient temperatur motor. Pada motor kedua menggunakan batas setting OCR dengan karakteristik tipe inverse sebesar 2,86 Ampere. Setting DIC pada motor kedua sebesar 56oC, diatas ambient temperatur motor. Pengujian proteksi temperatur lebih pada pemanas disimulasikan dengan bahan uji pengganti yaitu air, menggunakan DIC dengan batas setting sebesar 66,5oC. Hasil pengujian menunjukan respon yang baik, dengan temperatur gangguan yang terbaca sebesar 66,8oC. Kata kunci: sistem proteksi, OCR, DIC, PLC Abstract Protection system is needed to protect electrical equipment, like high current or high temperatures. This faults result damage of the electrical equipment and reduce device lifetime.  Over Current Relay (OCR) used to protect equipment from over current effect and Digital Indicating Controllers (DIC) with K-type thermocouple as  temperature sensor to protect againts high temperatures. Extraction cotton seed machine consist of 2 Pcs three phase induction motors and a heater. Its need protection equipment such as OCR and DIC. OCR and DIC process was coordinated by  Programmable Logic Control (PLC). In this final assigment, a design protection system was set up agains over current and high temperatures on electrical equipment of extraction cotton machine. The first motor was protected by OCR with definite types characteristic for 2.25 Ampere. Setting DIC for the first motor was 56°C is upper ambient temperature motor. The second motor using was protected by OCR with inverse type characteristic for 2.86 Ampere. Setting DIC for the second motor was 56°C is upper ambient temperature motor. Experemental set up for heater simulated with water as dummy load was carried out by using DIC with setting limit 66,5oC. The result showed a good respond againt the fault at 66,8oC. Keywords: protection system, OCR, DIC, PLC
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRAFO 1 GI SRONDOL TERHADAP RUGI-RUGI AKIBAT ARUS NETRAL DAN SUHU TRAFO MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0 Jayabadi, Dennis Satria Wahyu; Winardi, Bambang; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.346 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.425-431

Abstract

Ketidakseimbngan beban pada suatu sistem distribusi dapat terjadi karena beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Transformator 1 Gardu Induk Srondol merupakan salah satu dari 2 buah transformator penurun tegangan yang melayani beban di penyulang SRL 01, SRL 02, dan SRL 06. Pada bulan April 2016, persentase ketidakseimbangan beban pada Trafo 1 GI Srondol bernilai 5,1% hingga 8%. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncul rugi-rugi akibat arus netral pada penghantar netral trafo dan kenaikan suhu minyak serta suhu belitan transformator. Dalam penelitian ini disajikan analisis ketidakseimbangan beban Transformator 1 GI Srondol menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6.0. Rugi-rugi akibat arus netral dihitung pada kondisi tidak seimbang dan pada kondisi seimbang. Dalam penelitian ini juga disajikan  upaya untuk menyeimbangkan beban dengan mengubah hubungan fasa transformator1 fasa pada penyulang yang diamati. Nilai rugi-rugi sebelum dilakukan penyeimbangan beban didapat nilai tertinggi sebesar 233,1 watt. Setelah dilakukan penyeimbangan beban menggunakan ETAP 12.6.0, didapat nilai rugi-rugi tertinggi sebesar 0,16 watt. Suhu minyak dan suhu belitan trafo sebelum dilakukan penyeimbangan beban didapat nilai tertinggi 50°C dan 62°C. Setelah dilakukan penyeimbangan beban didapat suhu minyak dan suhu belitan tertinggi sebesar 42,43°C dan 45,9°C.
PEMBUATAN MODUL PRAKTIKUM RELE PROTEKSI ARUS URUTAN NEGATIF DENGAN SEPAM 1000+ Hutomo, Tri; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.639 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.953-960

Abstract

Abstrak Adanya gangguan dalam sistem tenaga listrik merupakan masalah yang harus dihilangkan karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada tegangan dan arus. Sistem tiga fasa yang tak seimbang pada arus dan tegangannya memiliki komponen urutan positif, negatif dan nol. Adanya komponen urutan negatif ini memiliki efek buruk terutama pada mesin listrik yaitu dapat mengakibatkan pemanasan yang mempengaruhi kekuatan isolasi sehingga mengurangi umur dari mesin listrik. Dalam upaya untuk mempelajari gangguan arus urutan negatif dan kinerja peralatan proteksi yang melindungi dari gangguan tersebut maka diperlukan sebuah prototipe sistem tenaga listrik yang dapat mensimulasikan gangguan tidak seimbang dan arus urutan negatif.  Berdasarkan hasil yang didapatkan pada simulasi program, maka nilai arus urutan negatif terbesar terjadi pada gangguan hubung singkat fasa ke fasa yakni sebesar 0.307 A dan nilai arus gangguan terkecil pada gangguan beban tak seimbang yakni 0.043 A. Gangguan satu fasa terbuka dan dua fasa terbuka memiliki nilai arus urutan negatif yang sama besar yaitu 0.045 A. Arus gangguan ini diukur pada sisi sekunder CT ideal dengan setting rasio 200:1. Kurva pemutusan rele SEPAM yang tepat untuk melindungi motor induksi tiga fasa 10 HP dari arus urutan negatif adalah tipe definite dengan waktu pemutusan 0.6 detik. Kata Kunci : proteksi , gangguan tak seimbang, arus urutan negatif  Abstract Faults in power systems are problems that must be cleared because several types of faults lead to unbalance of voltages and currents. Unbalanced three-phase system has positive, negative and zero sequence in the voltages and currents. Negative sequence has destructive effect especially to electric machine because it produces heat and reduces the quality of isolation and consequently it will shorten the lifetime of machine. In the effort to study the negative sequence currents fault and the performance of protection devices , a prototype of power system that can simulate unbalanced fault and negative sequence currents is required. Several results are obtained after program simulation. The highest negative sequence currents is obtained during phase to phase short circuit fault at  0.307 Ampere and the lowest one is unbalance load at 0.043 Ampere. One phase and two phase open faults have the same negative sequence currents magnitude at 0.045 Ampere. The fault currents are measured on secondary side of ideal CT with ratios setting 200:1. The definite curve of SEPAM relay is the most suitable tripping curve to protect 10 HP three-phase induction motor from the negative sequence currents with tripping time at 0.6s.  Keywords : protection, unbalance fault, negative sequence current 
ANALISIS KESTABILAN TEGANGAN KELISTRIKAN PADA SUBSISTEM PEDAN Gultom, Berzelius Octa Natanael; Nugroho, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.597 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.490-495

Abstract

Sistem tenaga listrik dalam skala besar memiliki potensi resiko terjadinya ketidakstabilan sistem tenaga. Salah satu potensi tersebut adalah gangguan yang berhubungan dengan tegangan dan frekuensi. Gangguan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kondisi undervoltage pada sistem. Kondisi undervoltage merupakan suatu gejala ketidakstabilan sistem. PT. PLN APB JATENG dan DIY sebagai perusahaan yang memegang peranan dalam pengaturan beban Jawa Tengah dan Yogyakarta. Peran tersebut adalah skema prosedur manual load shedding terkait undervoltage pada tahun 2014.Tujuan dari penelitian adalah melakukan analisis sejauh mana kestabilan tegangan subsistem Pedan jika terjadi gangguan. Pada penelitian ini, gangguan yang disimulasikan adalah kenaikan beban dan lepasnya suplai daya. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui respon tegangan dari setiap bus pada subsistem Pedan. Kurva P-V, Q-V, dan sensitivitas bus diterapkan untuk menganalisis profil tegangan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kestabilan dan memberikan beberapa rekomendasi untuk menanggulangi undervoltage. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan governor dan AVR sangat penting dalam mencegah undervoltage. Berdasarkan kurva P-V, Q-V dan sesnitivitas bus, Sragen dan Gejayan dimana memiliki injeksi daya kritis 90,909MW-20,994MVAr dan 83,266MW-22,64MVAr serta nilai sensitivitas sebesar 0.00142874 dan 0.00140879 merupakan busbar yang termudah mengalami undervoltage. Direkomendasikan pelepasan beban berdasarkan sensitivitas bus untuk menanggulangi undervoltage.
ANALISIS RESONANT TRAFO STEP UP DENGAN PENYEARAH CT DAN JEMBATAN PENUH Adi Prabowo, Hendra Fadholi; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.958 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.542-549

Abstract

Abstrak Trafo adalah salah satu peralatan listrik yang sering digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Sebuah trafo memiliki kemampuan mentransformasikan tegangan dan konverter resonant mampu menurunkan rugi-rugi pensaklaran serta mengurangi EMI (Electromagnetic Interference) dengan teknik pensaklaran tegangan. Trafo step up dengan rasio lilitan yang tinggi memiliki induktansi bocor sekunder dan kapasitansi yang besar yang ditunjukan dari lilitan sekunder ke lilitan primer dan akan terinduksi di lilitan primer. Hal tersebut menyebabkan arus resonant yang besar pada saat waktu transisi turn on. Konverter resonant dengan rangkaian penyearah digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penyearah dengan center tap dan penyearah jembatan penuh digunakan sebagai penyearah pada keluaran sisi sekunder trafo step up. Penggunaan rangkaian penyearah menyebabkan penambahan komponen parasitik pada trafo. Komponen parasitik terdiri dari kapasitansi stray sisi sekunder, kapasitansi junction dioda dan induktansi bocor sisi sekunder trafo. Nilai komponen parasitik didapatkan dengan pengukuran LCR meter digital. Puncak resonansi akan dianalisis dengan software simulasi PSIM 5.0.3 dan pengukuran dengan osiloskop. Puncak resonant  mengalami pergeseran yang disebabkan komponen parasitik. Puncak penyearah dengan center tap ada pada 6,7 kHz dan penyearah jembatan penuh pada 7,1 kHz.Tegangan masukan sebesar 21 Volt, tegangan input tersebut dapat mencapai tegangan tinggi DC  sebesar 2 kV untuk penyearah dengan center tap dan 5,5 kV untuk penyearah jembatan penuh. Beban yang digunakan adalah elektroda jarum bidang dengan ozon sebagai indikator terjadinya medan tinggi.         Kata kunci : trafo, resonant, penyearah Abstract Transformer is  once electric utility which common application daily life. A transformer have an ability to voltage transform. Resonant converter able to reduce switching losses and EMI ( Electromagnetic Interference) with volage switching technique. A step up transformer with high winding ratio have a large secondary leakage inductance and capacitance that shows from secondary to primary winding and be inducted in the primary winding. In this case cause a large resonant current at turn on transition time. Resonant converter with rectifier circuit can solve this problem. CT rectifier and fullbridge rectifier use to rectifying secondary side transformer’s output. Rectifier circuit causing  paracitic component in the traformer. Paracitic component consist of stray capacitance, diode junction capacitance and leakage inductance secondary transformer’s. The value of paracitic component acquired from digital LCR meter measurement. The peak of resonant will be analyze use PSIM 5.0.3 software and osciloscope maesurement. The peak of resonant shifted because of parasitic component.The resonant’s peak of CT rectifier at 6.7 kHz and fullbridge rectifier at 7.1 kHz. The input voltage is 21 V  ,it  can be reach high voltage DC 2 kV for CT rectifier and 5.5 kV for fullbridge rectifier. The load is needle-plate electrode with ozon as indicator of high field. Keyword : transformer, resonant, rectifier
EVALUASI SETTING RELAY PROTEKSI GENERATOR DAN TRAFO GENERATOR DI PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 1 Fitriyani, Maria Oktavia; Facta, Mochammad; Juningtyastuti, Juningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.112 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.809=815

Abstract

Abstrak PLTGU Tambak Lorok terdiri dari blok 1 dan blok 2. Blok 1 sejak 2011 beroperasi sebagai pembangkit cadangan dan pada tahun 2015 akan diaktifkan kembali sebagai pembangkit yang menyuplai daya secara terus menerus ke sistem dengan mengganti bahan bakar menjadi gas, akan tetapi sejak 2011 hingga saat ini setting relay di Blok 1 belum dievaluasi. Untuk menghindari kesalahan kerja dari relay ini maka akan dilakukan evaluasi setting relay proteksi di PLTGU Tambak Lorok Blok 1 khususnya relay proteksi pada generator dan trafo generator dengan menggunakan ETAP 12.6.0. Setelah dievaluasi, setting relay proteksi generator dan trafo generator masih layak untuk digunakan, kecuali relay arus lebih, relay urutan negatif dan under frequency relay yang mengalami perubahan dari nilai eksisting. Pada setting relay urutan negatif unit 4, setting I2 sebelum dilakukan evaluasi adalah 0,1813 A, sedangkan setting I2 setelah dilakukan evaluasi adalah 0,312 A. Pada setting relay arus lebih unit 1, 2, 3, setting TMS sebelum dilakukan evaluasi adalah 10 s, sedangkan setting TMS setelah dilakukan evaluasi adalah 1 s. Pada setting under frequency relay unit 4, setting Fpickup sebelum dilakukan evaluasi adalah 48,80 Hz, sedangkan setting Fpickup setelah dilakukan evaluasi adalah 49,49 Hz. Kata kunci : relay, generator, trafo generator Abstract PLTGU Tambak Lorok consists of block 1 and block 2. Block 1 since 2011 operates as a backup generator and in 2015 will be reactivated as a generator that supplies continuous power to the system by replacing the fuel into gas, but since 2011 until now, relay setting in Block 1 has not been evaluated. To avoid fault of these relays then the protection setting in PLTGU Tambak Lorok Block 1 particularly the protection of generator and transformer will be evaluated by using ETAP 12.6.0. After the evaluation, setting the generator and transformer protection relay generator is still feasible to be used, unless the relay overcurrent, negative sequence relays and under frequency relays are unchanged from the existing value. On the negative sequence relay setting of unit 4, setting I2 before the evaluation is 0.1813 A, while setting I2 after the evaluation is 0.312 A. In setting overcurrent relay unit 1, 2, 3, setting TMS prior to evaluation is 10 s, while setting TMS after the evaluation is 1 s. In the under frequency relay setting unit 4, setting Fpickup before an evaluation is 48.80 Hz, while setting Fpickup after the evaluation was 49.49 Hz. Keyword: relays, generator, generator transformers
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo Frediansyah, Andy G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Agung Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat