Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Praktikalitas penggunaan e-modul dalam pembelajaran nail art Mutia Putri; Rahmiati Rahmiati; Muharika Dewi; Dedy Irfan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031508000

Abstract

Nail art banyak digandurungi oleh wanita zaman sekarang, banyaknya peminat ini perlunya ada perkembangan dalam dunia nail art. Perkembangan ini memancing untuk bisa lebih kreatif,dalam dunia pendidikan untuk memancing kreativitas mahasiswa maka diperlukan media pembelajaran yang reatif juga. Media pembelajaran yang digunakan adalah e-modul. Penelitian menggunakan penelitian pengembangan, imstrumen penelitian menggunakan anget dengan sampel dua orang dosen, tiga orang mahasiswa (kelompok kecil), sepuluh orang mahasiwa (kelompok besar). Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran nail art oleh dosen sangat praktis, kelompok kecil menjawab sangat praktis dan kelompok besar menjawab praktis.
Pengembangan media pembelajaran perawatan wajah berbasis android pada kompetensi tata kecantikan di sekolah menengah kejuruan Adha Kurnia Sari; Rahmiati Rahmiati; Linda Rosalina; Dedy Irfan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032220000

Abstract

Materi pembelajaran produktif khususnya pada materi perawatan wajah sangat kurang diminati oleh siswa karena materi pembelajarannya yang sangat sulit dan banyak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukannya media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dengan melakukan pembelajaran menggunakan media berbasis teknologi. Di zaman sekarang siswa lebih banyak beraktivitas menggunakan android sehingga pembelajaran menggunakan media berbasis android ini sangat cocok digunakan untuk pembelajaran yang kurang diminati siswa karena pada media ini berisi materi yang sangat lengkap dan mudah diakses yang pada kontenya dilengkapi dengan handout, video, gambar dan soal evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan menggunakan model Four D (4 D) a. Tahap pendefinisian (Define); b) Tahap Perancangan (Design); c) Tahap Pengembangan (Develop); d) Tahap Penyebaran (Disseminate). Penelitian ini hanya dilakukan sampai batas mengembangkan dan menghasilkan sebuah aplikasi media pembelajaran yang valid untuk diimplementasikan berdasarkan penilaian validator. Instrument pengumpulan data terdiri dari lembar validasi ahli media (3 ahli) dan validasi ahli materi (3 ahli). Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil validasi yang dilakukan diperoleh persentase rata-rata penilaian sebesar 97, 5 % dengan kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa aplikasi media pembelajaran berbasis android sudah valid untuk digunakan dalam pembelajaran perawatan wajah.
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Android pada Mata Pelajaran Perawatan Wajah, Badan (Body Massage) dan Waxing di SMK Bayu Abiyoga; Rahmiati Rahmiati
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41038

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah kurangnya sarana prasarana penunjang peserta didik dalam proses belajar mandiri dan belum tersediannya aplikasi yang dapat diakses dan daring di kelas XI SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran berbasis Android yang valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing. Pengembangan media pembelajaran berbasis Android menggunakan metode penelitian R&D dengan prosedur pengembangan 4D (define, design, development, dan deseminate). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media pembelajaran berbasis Android dengan hasil uji ahli media diperoleh rata rata 89% dengan kategori valid. Hasil uji ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 91% dengan kategori valid. Hasil uji angket praktikalitas guru diperoleh rata-rata 94,44 dengan kategori sangat praktis. Hasil uji angket praktikalitas peserta didik diperoleh rata-rata 76,54% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas di simpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Android ini valid, praktis dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing di SMK. Diharapkan kepada guru agar lebih inovatif dan kreatif mempergunakan media pembelajaran.
Evaluation of the practical office advance (POA) training program using the kirkpatrick model Muhammad Nurul; Rahmiati Rahmiati; Waskito Waskito; Yasdinul Huda
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256864

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Practical Office Advance (POA) training program at BLK Pasaman Barat using the Kirkpatrick Model, with a focus on the gap between competency improvement and employment outcomes. A quantitative evaluation research design was applied involving 16 trainees selected through total sampling. Data were collected using validated questionnaires, pre-test and post-test, performance checklists, supervisor interviews, and documentation, and analyzed using descriptive statistics, paired comparison, and N-Gain. The results showed significant improvements in knowledge (33.54 to 74.38) and skills (30.62 to 85.43), with most participants achieving moderate to high N-Gain. However, behavioral transfer was moderate, and only 31% of participants obtained relevant employment. In conclusion, the POA training effectively improves technical competencies but has limited impact on employment outcomes, indicating the need to strengthen industry linkages and align training with labor market demands.
Pelatihan asesmen dan evaluasi adaptif berbasis chatbot artificial intelligence bagi guru SMK Bidang Kecantikan dan Spa di Sumatera Barat Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Merita Yanita; Siska Miga Dewi; Febri Silvia; Indra Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38840

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SMK bidang kecantikan dan spa di Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami konsep asesmen adaptif serta mengintegrasikan AI Chatbot seperti ChatGPT dalam proses perancangan dan evaluasi pembelajaran agar lebih inovatif, autentik, dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 2–3 Agustus 2025 di Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang, dengan melibatkan 25 guru dari lima sekolah mitra, yaitu SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, dan SMKN 2 Bukittinggi. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung (hands-on training), dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap prinsip asesmen adaptif serta keterampilan menggunakan ChatGPT untuk menyusun tujuan pembelajaran, indikator capaian, instrumen asesmen, dan rubrik penilaian berbasis AI. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengimplementasikan asesmen digital di sekolah masing-masing. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkala dan pembentukan forum komunitas guru berbasis AI guna memperkuat keberlanjutan praktik asesmen adaptif berbasis teknologi di pendidikan vokasi. Kata kunci: asesmen adaptif; ChatGPT; kecerdasan buatan; guru smk; pembelajaran vokasi. AbstractThis community service activity was carried out to address the need to enhance the competencies of vocational school teachers in the field of beauty and spa in West Sumatra, who continue to face challenges in implementing adaptive learning assessment and utilizing Artificial Intelligence (AI) technologies. The primary objective of this program was to improve teachers’ understanding of adaptive assessment concepts and to train them in integrating AI chatbots, such as ChatGPT, into the process of instructional design and evaluation to make learning more innovative, authentic, and efficient. The activity was conducted on August 2–3, 2025, at the Department of Beauty and Cosmetology Education, Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang, involving 25 teachers from five partner vocational schools: SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, and SMKN 2 Bukittinggi. The training employed various methods, including socialization, interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and reflective discussions. The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of adaptive assessment principles and their ability to use ChatGPT to design learning objectives, achievement indicators, assessment instruments, and AI-based scoring rubrics. Participants demonstrated high enthusiasm and readiness to implement digital assessment practices in their respective schools. It is recommended that this program be continued through periodic mentoring and the establishment of an AI-based teacher community forum to ensure the sustainability of adaptive, technology-integrated assessment practices in vocational education. Keywords: adaptive assessment; ChatGPT; artificial intelligence; vocational teachers; vocational learning.
The effectiveness of flipbook-based e-modules in increasing student creativity in nail art subject in higher education Rahmiati Rahmiati; Mutia Putri; Engkizar Engkizar; Marzni Mohamed Mokhtar
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v13i2.54330

Abstract

Incorporating technology into the learning process has resulted in the development of various new media for lecturers to use in delivering subject matter. Furthermore, the material presented is intended to enable students to develop creative and innovative ideas in higher education vocational majors in makeup and beauty. The purpose of this study is to determine how effective the flipbook-based module is in increasing student creativity in nail art subject at the Department of Beauty and Cosmetology at Universitas Negeri Padang. This study employs a quantitative and experimental approach (Group Pretest-Posttest Design). Data were collected from thirty respondents using a Likert scale questionnaire and a pre-test and post-test of nail art practice skills. All respondents are students in the Department of Cosmetology and Beauty, Faculty of Tourism and Hospitality, for the 2021/2022 academic year. All data were then analyzed descriptively and correlated using SPSS 23 software. Overall, the analysis results showed that using flip book-based e-modules could increase students' creativity in nail art subjects. These results can be proven by the effectiveness test of students' creativity, with an average value of 71.9%. Furthermore, the correlation analysis revealed a significant value of 0.05 and a t-score of 7.083> t-table of 2.045. The results of this study imply that it can provide references for education in choosing learning media and strategies for delivering learning materials that are effective in increasing creativity. Furthermore, this can be used as a basis for further development to produce effective media and learning approaches.
Pelatihan implementasi chatbot artificial intelligence dalam perancangan asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru SMKN 6 dan SMKN 7 Padang Merita Yanita; Rahmiati Rahmiati; Indra Saputra; Febri Silvia; Aisya Shabrina; Nadiratul Khaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39022

Abstract

AbstrakPerkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang asesmen yang mampu mengukur Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta memanfaatkan teknologi pembelajaran secara efektif. Namun, hasil observasi di SMKN 6 Padang dan SMKN 7 Padang menunjukkan bahwa asesmen yang diterapkan masih cenderung konvensional dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), khususnya chatbot, dalam proses asesmen masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan asesmen berbasis HOTS melalui pemanfaatan ChatGPT. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, simulasi penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan difokuskan pada perancangan asesmen HOTS, digitalisasi sumber belajar, serta pemanfaatan ChatGPT dan aplikasi pendukung untuk penyusunan, pelaksanaan, dan analisis asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan modul ajar digital, e-modul, serta perangkat asesmen dan evaluasi berbasis HOTS yang terintegrasi dengan AI. Hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 75,4 pada pre-test menjadi 87,2 pada post-test atau meningkat sebesar 15,65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman guru terkait HOTS dan pemanfaatan AI dalam asesmen pembelajaran. Meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek desain dan pengayaan konten, kegiatan ini telah memberikan dasar yang kuat bagi guru dalam mengembangkan asesmen yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kegiatan PKM ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan guna memastikan keberlanjutan implementasi di sekolah mitra. Kata Kunci: artificial intelligence; asesmen HOTS; chatGPT; guru SMK; pengabdian kepada masyarakat. AbstractThe development of 21st-century education requires teachers not only to master subject matter but also to possess the ability to design assessments that effectively measure Higher Order Thinking Skills (HOTS) and to utilize educational technology efficiently. However, preliminary observations at SMKN 6 Padang and SMKN 7 Padang indicate that the assessments currently implemented remain largely conventional and have not yet optimally measured students’ HOTS. In addition, the utilization of Artificial Intelligence (AI)-based technologies, particularly chatbots, in assessment and learning evaluation processes is still very limited. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat / PKM) aimed to enhance teachers’ competencies in designing and implementing HOTS-based assessments through the utilization of AI technology, specifically ChatGPT. The program was implemented through several stages, including socialization, practical training, technology implementation simulation, intensive mentoring, evaluation, and follow-up activities. The training focused on designing HOTS-based assessments, digitalizing learning resources, and utilizing ChatGPT along with supporting applications for assessment development, implementation, and analysis. The results indicate that teachers were able to produce learning products in the form of digital teaching modules, e-modules, and HOTS-based assessment and evaluation instruments by utilizing ChatGPT. Furthermore, there was an improvement in teachers’ understanding and skills in integrating AI technology into the assessment process. Although further enhancement is still required in terms of design quality and content enrichment, this program has provided a strong foundation for teachers to develop assessments that are more effective, efficient, and aligned with the demands of 21st-century learning. Therefore, it is recommended that this PKM activity be continued through sustained mentoring to ensure the long-term implementation at partner schools. Keywords: artificial intelligence; ChatGPT; community service; HOTS assessment; vocational school teachers. 
Collaborative project-based learning enhances 4c skills in vocational fashion design students Nanda Sari Siregar; Rahmiati Rahmiati; Weni Nelmira; M. Giatman; Armina Sari Harahap; Fadhillah Riski Aisyah Nasution; Alifah Biggum Nabila
Journal of Educational and Learning Studies Vol 9, No 1 (2026): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : Global Econedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/02752

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of Collaborative Project-Based Learning (CPBL) in enhancing students' critical thinking, creativity, communication, and collaboration (4C) skills in the Children's Fashion Design course. A quantitative quasi-experimental study employing a posttest-only control group design was conducted with 40 vocational fashion design students, equally assigned to experimental and control groups. Data were collected using a validated structured observation instrument (Aiken's V = 0.868; item validity = 0.905) and analyzed through descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality, Levene's homogeneity, and independent-samples t-tests. Students receiving CPBL achieved significantly higher scores in critical thinking (54.65 vs. 46.00), creativity (54.30 vs. 42.30), communication (54.40 vs. 41.80), collaboration (54.70 vs. 42.30), and overall 4C competence (218.05 vs. 172.40) than the control group (p < 0.001). CPBL effectively promotes integrated 4C competencies and represents an appropriate pedagogical approach for strengthening twenty-first-century skills in vocational fashion education
Expert system based chatbot for enhancing learning outcomes in kebaya analysis among vocational students Alifah Biggum Nabila; Rahmiati Rahmiati; Weni Nelmira; M. Giatman; Beni Haposan Sianipar; Armina Sari Harahap
Journal of Educational and Learning Studies Vol 9, No 1 (2026): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : Global Econedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/02782

Abstract

This study aimed to determine the validity and effectiveness of an expert system-based chatbot as a learning medium for improving students' learning outcomes in kebaya garment analysis at a vocational high school. A quasi-experimental study employing a nonequivalent control group pretest–posttest design was conducted with 60 Grade XI Fashion Design students, divided equally into experimental and control groups. Data were collected using expert validation sheets, cognitive achievement tests, and perception questionnaires, and analyzed using Aiken's V, classical mastery, Normalized Gain (N-Gain), and an Independent Samples t-test. The chatbot demonstrated good validity (Aiken's V = 0.84). The experimental group achieved 100% classical mastery, a moderate N-Gain (0.57), and significantly higher posttest scores than the control group (p < 0.001). Teachers and students also reported positive perceptions (87.27% and 86.20%, respectively). The expert system-based chatbot is a valid and effective instructional medium that enhances learning outcomes and supports independent learning in vocational fashion education
Co-Authors Adha Kurnia Sari Ahmad Fauzi Aisya Shabrina Alifah Biggum Nabila Ambiyar, Ambiyar Anggun Sri Rahayu Anisa Taqwina Arief Maulana Arman Efendi Armina Sari Harahap Armina Sari Harahap Atasya Fadhilah Afifah Bayu Abiyoga Bayu Ramadhan Beni Haposan Sianipar Deby Cinthia Dedy Irfan Deta Aulia Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Siska Miga Difa Trevina Kinanti Edwin Musdi Elsa Rahmatillah Elvia Reza Engkizar, Engkizar Erifka Dwi Jayanti Ernawati Ernawati Ernawati Erni Masdupi Fadhila Fitri Hamdani Fadhillah Riski Aisyah Nasution Fadia kalma Lailani Fajar Syah Putra Febri Silvia Fina Oktafiani Fitri Dewita Gesit Tabrani Gesit Thabrani Gusmelidawati Gusmelidawati Hanifatul Nabila Hansi Effendi Hayatunnufus Hayatunnufus Iis Naini Ika Parma Dewi Indah Zukrufa Zikra Indra Saputra Intan Witari Jesicha Chanhwa Joni Edwar Dasrita Julita Novriwanti Laila Fajri Marzni Mohamed Mokhtar May Sarah Melda Mahniza Mudhia Khairunnisa Muhammad Adri Muhammad Imam Andikha Muhammad Nurul Muharika Dewi Murni Astuti Muthia Roza Linda, Muthia Roza Mutia Putri Mutia Putri Nabila Hendyana Nadia Putri Yenti Nadiratul Khaira Nanda Sari Siregar Neneng Wahida Nindi Elisa Nisa Rahma Sari Nizwardi Jalinus Nova Meta Saputri Nova Nelsya Ariani Novrita, Sri Zulfia Oktarina, Rahmi Pertiwi Harly Putri Prima Minerva Rendyka Eliadi Rilli Putri Rosalina, Linda Rosyeni Rasyid Septi Harpina Sindi Bella Lestari Syamsul Arifin Tahany Bisyarah Ra’fat Trie Amelia Tyas Asih Surya Mentari Waskito Weni Nelmira Widia Afriyuni Yanita, Merita Yasdinul Huda Yeni Elviza Febrianti Yolandafitri Zulvia Yuliana Yuliana Yuliana Zul Afriza Ningsih