Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Praktikalitas penggunaan e-modul dalam pembelajaran nail art Mutia Putri; Rahmiati Rahmiati; Muharika Dewi; Dedy Irfan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031508000

Abstract

Nail art banyak digandurungi oleh wanita zaman sekarang, banyaknya peminat ini perlunya ada perkembangan dalam dunia nail art. Perkembangan ini memancing untuk bisa lebih kreatif,dalam dunia pendidikan untuk memancing kreativitas mahasiswa maka diperlukan media pembelajaran yang reatif juga. Media pembelajaran yang digunakan adalah e-modul. Penelitian menggunakan penelitian pengembangan, imstrumen penelitian menggunakan anget dengan sampel dua orang dosen, tiga orang mahasiswa (kelompok kecil), sepuluh orang mahasiwa (kelompok besar). Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran nail art oleh dosen sangat praktis, kelompok kecil menjawab sangat praktis dan kelompok besar menjawab praktis.
Pengembangan media pembelajaran perawatan wajah berbasis android pada kompetensi tata kecantikan di sekolah menengah kejuruan Adha Kurnia Sari; Rahmiati Rahmiati; Linda Rosalina; Dedy Irfan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032220000

Abstract

Materi pembelajaran produktif khususnya pada materi perawatan wajah sangat kurang diminati oleh siswa karena materi pembelajarannya yang sangat sulit dan banyak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukannya media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dengan melakukan pembelajaran menggunakan media berbasis teknologi. Di zaman sekarang siswa lebih banyak beraktivitas menggunakan android sehingga pembelajaran menggunakan media berbasis android ini sangat cocok digunakan untuk pembelajaran yang kurang diminati siswa karena pada media ini berisi materi yang sangat lengkap dan mudah diakses yang pada kontenya dilengkapi dengan handout, video, gambar dan soal evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan menggunakan model Four D (4 D) a. Tahap pendefinisian (Define); b) Tahap Perancangan (Design); c) Tahap Pengembangan (Develop); d) Tahap Penyebaran (Disseminate). Penelitian ini hanya dilakukan sampai batas mengembangkan dan menghasilkan sebuah aplikasi media pembelajaran yang valid untuk diimplementasikan berdasarkan penilaian validator. Instrument pengumpulan data terdiri dari lembar validasi ahli media (3 ahli) dan validasi ahli materi (3 ahli). Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil validasi yang dilakukan diperoleh persentase rata-rata penilaian sebesar 97, 5 % dengan kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa aplikasi media pembelajaran berbasis android sudah valid untuk digunakan dalam pembelajaran perawatan wajah.
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Android pada Mata Pelajaran Perawatan Wajah, Badan (Body Massage) dan Waxing di SMK Bayu Abiyoga; Rahmiati Rahmiati
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41038

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah kurangnya sarana prasarana penunjang peserta didik dalam proses belajar mandiri dan belum tersediannya aplikasi yang dapat diakses dan daring di kelas XI SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran berbasis Android yang valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing. Pengembangan media pembelajaran berbasis Android menggunakan metode penelitian R&D dengan prosedur pengembangan 4D (define, design, development, dan deseminate). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media pembelajaran berbasis Android dengan hasil uji ahli media diperoleh rata rata 89% dengan kategori valid. Hasil uji ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 91% dengan kategori valid. Hasil uji angket praktikalitas guru diperoleh rata-rata 94,44 dengan kategori sangat praktis. Hasil uji angket praktikalitas peserta didik diperoleh rata-rata 76,54% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas di simpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Android ini valid, praktis dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing di SMK. Diharapkan kepada guru agar lebih inovatif dan kreatif mempergunakan media pembelajaran.