Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Intraspecific Genetic Variation of Five Wild Indonesian Striped Snakehead (Channa striata (Bloch, 1793)) Populations Assessed Through 16S rRNA Sequences Suryani, Tuty Ari; Hastiwi, Titik Tri; Fitriani, Shentarya; Agiestina, Putri; Fajar, Ibnu; Aji, Katon Waskito
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 29, No 1 (2023): (June) 2023
Publisher : Jakarta Technical University of Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.29.1.2023.%p

Abstract

The striped snakehead (Channa striata) belongs to the order Perciformes, suborder Channoidei, and the family Channidae. This fish is native to Sumatra, Java, and Kalimantan, but introduced to Sulawesi and Papua. Channa striata have potential as a food source, and pharmacological agent. However, the study on the genetic variation of snakehead fish in Indonesia is currently limited to specific areas, thus the genetic data obtained is insufficient. Therefore, the aim of this study was to examine the intraspecific genetic variation of the striped snakehead from five different locations in Indonesia using the 16S mitochondrial gene as a genetic marker. The PCR method was conducted with two primers, 16Sar and 16Sbr. The data obtained were then analyzed using DNASTAR, BLAST, Mesquite, MEGAX, BEAST, DnaSP, and NETWORK. The result revealed that all striped snakeheads investigated have 98.85-99.51% similarity to C. striata from the GenBank. The mtDNA 16S sequences generated 5 haplotypes with 5 variable sites and 4 parsimony informative sites. The mean of haplotype diversity and nucleotide diversity were 0.706 ± 0.088 and 0.00325 ± 0.00052 respectively with genetic divergence ranging from 0% to 0.73%. The phylogenetic tree revealed two distinct clades which were supported by a bootstrap value of 100% (NJ and ML), as well as a posterior probability value of 1.00 (BI). This finding suggests that there is intraspecific genetic variation of wild striped snakehead populations in Indonesia, with two distinct groups consisting of the western part of Indonesia (Sumatera) and the central to the eastern part of Indonesia (Kalimantan, West Nusa Tenggara, and Papua). This study will be helpful in efforts to conserve and cultivate the striped snakehead through breeding programs in Indonesia.
Cluster Analysis on Laptop Sales Data and Specifications Using K-Means and K-Medoids Methods Fajar, Ibnu
Data Science Insights Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Data Science Insights
Publisher : PT. Visi Media Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63017/jdsi.v2i2.38

Abstract

This research aims to address the challenges in understanding the relationship between laptop specifications and sales prices and to enhance product segmentation based on cluster analysis. By using available laptop specifications and sales price data, this study aims to identify patterns in laptop specifications that influence sales prices using K-Means and K-Medoids cluster analysis. This research employs the K-Means and K-Medoids clustering methods to categorize laptops into several categories based on specifications such as screen size (inches), price, RAM capacity, and weight. The data transformation process, exploratory analysis, model building, and cluster performance evaluation were conducted using the RapidMiner analysis tool. The research results show that the K-Medoids algorithm provides more accurate clustering performance compared to K-Means, with a Davies-Bouldin Index value of -0.665 for K-Medoids and -0.487 for K-Means at configurations k=4 and k=5. A lower Davies-Bouldin Index value indicates that K-Medoids better represents the characteristics of the existing data. The clustering results identify laptop categories based on a combination of specifications and prices, which can be used by manufacturers and sellers to develop more targeted marketing strategies. This research is expected to provide useful insights for the laptop industry in understanding consumer preferences and needs, and to assist in making more informative decisions to improve sales and customer satisfaction.
PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) MELALUI MEDIA KALENDER TERHADAP KEPATUHAN PERAWATAN KAKI KLIEN DM TIPE 2 P, Winda Melisa; S, Juwita Kiki; Siboro, Sihat M; Sidabutar, Sondang; Fajar, Ibnu; Wahyanto, Tatin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12361

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang, termasuk perawatan kaki untuk mencegah komplikasi seperti ulkus diabetik dan amputasi. Kepatuhan terhadap perawatan kaki masih menjadi tantangan, terutama karena kurangnya pengetahuan dan pengingat harian. Diabetes Self Management Education (DSME) adalah pendekatan edukatif yang bertujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME melalui media kalender terhadap kepatuhan perawatan kaki pada klien DM tipe 2.Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: intervensi (DSME dengan kalender) dan kontrol (edukasi verbal standar). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan perawatan kaki dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan dalam kepatuhan perawatan kaki (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,087). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Media kalender terbukti efektif sebagai pengingat visual dan alat edukasi mandiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa DSME melalui media kalender berpengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan perawatan kaki pada klien DM tipe 2. Media ini dapat diintegrasikan dalam praktik keperawatan komunitas sebagai strategi edukatif yang murah, praktis, dan berdampak nyata
PENGARUH PELAYANAN SOSIAL DAN FISIOTERAPI REHABILITASI MEDIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY DI RRABK SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Sidabutar, Sondang; Yunardi, Yunardi; H.S, Erlina Sri; Fadhillah, Laili; Siburian, Angelia H; Fajar, Ibnu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12362

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) pengaruh pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun; (2) pengaruh fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy; dan (3) pengaruh pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik secara simultan terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak penderita Cerebral Palsy yang mendapatkan pelayanan di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel bebas (pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik) terhadap variabel terikat (perkembangan motorik kasar anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy dengan nilai t-hitung sebesar 14,412 dan signifikansi 0,000 (< 0,05); (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai t hitung sebesar 12,442 dan signifikansi 0,000; (3) terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai F-hitung sebesar 206,695 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,898 menunjukkan bahwa 89,8% perkembangan motorik kasar anak dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Status Kesehatan Anak Dengan Down Syndrome Dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus Sitorus, Melati WS; Sidabutar, Sondang; Barus, Nesya B; Tamba, Pernando; Fajar, Ibnu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus; (2) menganalisis status kesehatan anak dengan Down Syndrome ditinjau dari perspektif kesehatan masyarakat; dan (3) menguji pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara satu variabel bebas, yaitu pola asuh orang tua, terhadap satu variabel terikat, yakni status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome tergolong dalam kategori tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 71,20, median 76,00, dan nilai maksimum 84 serta minimum 43. Pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis, ditandai de ngan komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan keterlibatan aktif orang tua dalam perawatan anak; (2) status kesehatan anak berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 77,03, median 84,00, modus 84, dan rentang nilai antara 39 hingga 95. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada dalam kondisi kesehatan yang cukup stabil meskipun memiliki kebutuhan khusus secara medis dan perkembangan; dan (3) terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,972 dengan signifikansi p = 0,000, yang berarti hubungan tersebut sangat kuat dan positif. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,945, yang menunjukkan bahwa 94,5% variasi dalam status kesehatan anak dapat dijelaskan oleh pola asuh orang tua, sedangkan sisanya 5,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = –12,289 + 1,255X. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 21,830 dengan p = 0,000, sedangkan uji F menghasilkan nilai F-hitung sebesar 476,550 dengan p = 0,000, yang mengonfirmasi bahwa model regresi signifikan secara statistik baik secara parsial maupun simultan
PERANCANGAN PROTOTIPE GOKART GASIX SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM MOTOR LISTRIK PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI KENDARAAN LISTRIK DI LABORATORIUM PVTO UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Fajar, Ibnu; Purnomo , Bayu Gilang
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v6i2.9001

Abstract

The study titled Design of a Gasix Go-Kart Prototype as a Learning Medium for Electric Motor Systems in the Electric Vehicle Technology Course at PGRI Yogyakarta University aims to develop and evaluate instructional media for electric motor system learning at the UPY PVTO Lab. The objectives of this research are: (1) to produce appropriate and feasible learning media for electric motor systems used in the Electric Vehicle Technology course, (2) to determine the effectiveness of the developed media in supporting student learning, and (3) to identify obstacles encountered during the design process of the Gasix Go-Kart–based learning media.This study adopts the Four-D (4D) development model. Define, Design, Develop, and Disseminate introduced by Thiagarajan, Semmel, and Semmel (1974). The research was conducted at the UPY PVTO Lab with 10 students as participants. Data were collected using interview guidelines and questionnaires, including assessments from media experts, material experts, and student response questionnaires. The results show that the designed learning media meet feasibility standards. Material expert validation yielded a score of 88%, while media expert validation reached 76%, placing the product in the “appropriate for use” category. Furthermore, student response tests indicate that the media are highly effective, achieving an 82% score categorized as "very effective.” Challenges encountered during development relate primarily to time constraints and the selection of target respondents. Time limitations affected stages such as design, production, validation, dissemination, and evaluation. Meanwhile, determining suitable respondents required careful selection to ensure alignment with the research objectives and characteristics needed for accurate feedback.   Keywords: media, electric motor system, Gasix gokart, electric vehicle technology.
Hubungan riwayat pernikahan dini dan kunjungan antenatal care terhadap kejadian stunting pada anak balita Nivatusania, Virda; Fajar, Ibnu; Rahayu, Sri; Setyarini, Didien Ika
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9cwr4p20

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara riwayat pernikahan dini dan kunjungan ANC dengan kejadian stunting pada anak balita usia 24–59 bulan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten MalangMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sebanyak 38 ibu balita dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square, fisher exact, dan regresi logistik biner.Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat pernikahan dini (p = 0,019) dan kunjungan ANC (p = 0,006) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 45,8% variasi stunting, dengan kunjungan ANC sebagai faktor dominan (OR = 11,810), sedangkan pernikahan sangat dini dan dini memiliki OR masing-masing 0,091 dan 0,104.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku ibu sejak kehamilan.
Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Gizi dan Berat Badan Balita Gizi Kurang Romadhoni, Devia Murnadianti Cahya; Fajar, Ibnu; Hadisuyitno, Juin
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.458

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kerentanan balita terhadap penyakit infeksi, dengan prevalensi yang masih cukup tinggi baik secara nasional maupun di Kabupaten Magetan. Faktor penyebab gizi kurang meliputi penyebab langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi, serta penyebab tidak langsung seperti ketersediaan pangan, pola asuh, dan pengetahuan ibu, di mana penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berperan penting terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh konseling MP-ASI terhadap pengetahuan, konsumsi energi dan protein, serta peningkatan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) terhadap pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein, serta penambahan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang, Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 32 balita gizi kurang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan kuesioner pengetahuan gizi yang diberikan kepada ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling MP-ASI secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi (p = 0,001), yang tercermin dari peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah konseling. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat konsumsi energi (p = 0,001) dan protein (p = 0,001) balita setelah mendapatkan konseling. Penambahan berat badan balita gizi kurang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan (p = 0,001) setelah intervensi konseling. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konseling MP-ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu, serta berkontribusi pada perbaikan asupan gizi dan pertumbuhan berat badan balita gizi kurang. Kata kunci: konseling, pengetahuan, tingkat konsumsi, berat badan