Claim Missing Document
Check
Articles

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA MELALUI METODE “CERITA” (CERAMAH, PEMERIKSAAN DAN DEMONSTRASI) PADA KADER KESEHATAN Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; A Abdurrachman
Jurnal LINK Vol 18, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.863 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i1.7915

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar, karena kader memiliki pengaruh dalam penggerak masyarakat terutama dalam hal ini untuk melakukan deteksi pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai deteksi pertumbuhan dan perkembangan balita melalui metode “CERITA” (Ceramah, Pemeriksaan dan Demonstrasi). Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dilakukan tes pemahaman materi sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peserta kegiatan ini adalah kader posyandu yang berada di desa Gombong Wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I sejumlah 15 kader. Hasilnya sebelum dilakukan kegiatan Pengetahuan kader sebelum dilakukan kegiatan pengetahuan kader kategori cukup 46,7% dan setelah kegiatan 60% pengetahuan kategori baik. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum kegiatan sebesar 60,01 setelah kegiatan sebesar 82,23. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala atau berkelanjutan dengan melibatkan peran bidan, dan menjadi kebijakan program pusksemas agar dapat menjadi kegiatan penyegaran bagi kader sehingga mampu meningkatkan pengetahuan kader khususnya dalam deteksi pertumbuhan dan perkembangan balita.
Pengaruh Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Mendeteksi Perkembangan Balita Usia 24-36 Bulan Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Rifqi Sabita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 4 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i4.10194

Abstract

Objective: At the age of 0-60 months is a period of growth and development that is considered the most extraordinary and amazing. This age is referred to as the golden age. The development of the child's brain structure is very sensitive to the stimulus or stimulus provided. If stimulation is done optimally within a certain time span, then development will occur as it should, but when stimulation is given less precisely or there are disturbances from the environment, there will be obstacles in development in children. This study aims to analyze the influence of box media on the knowledge and attitude of mothers regarding the detection of the development of toddlers aged 24-36 months.Methods:  This research method uses quasi experiments with the design of pre post desaign without control group. The sample in this study is posyandu mother in the village of tangkil kedungwuni subdistrict with sampling technique is cluster random sampling. The tool used is a questionnaire with the questionnaire method. Bivariate data analysis uses the Wilcoxon test for knowledge variables and paired t test for attitude variables.Results:  The result is good category knowledge before 46.7% and good category knowledge after increasing to 83.3%; Good attitude before 50% good attitude after increasing to 56.7%. While the influence of booklets on knowledge there is an influence on the increase in knowledge p <0.001, attitude value p <0.001 which means there is an influence of booklet on knowledge and attitude before and after the provision of media booklet.Conclusion:  Booklet can be used as one of the alternative media in providing health education so as to improve the knowledge and attitude of the mother in developing detection for her child.
HUBUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MOTIVASI KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA KEBIDANAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.772 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.56

Abstract

Kehidupan mahasiswa ngekos pada umumnya lebih banyak mengalami kesulitan daripada mahasiswa yang tinggal di rumah sendiri. Itu dapat dilihat dari pola hidup seperti makan, hal tersebut yang membuat remaja cenderung kekurangan zat gizi. Defisiensi ini bukanlah semata-mata hanya karena kuantitasnya saja tetapi tidak jarang menyangkut ketidakserasian dalam mengkomposisi nutrien secara optimal yang pada akhirnya berdampak pada asupan gizi secara keseluruhan. Salah satu elemen mikronutrien yang penting ialah besi (Fe). Kekurangan besi, apalagi bila telah menyebabkan anemia terbukti memberikan pengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak dan bayi sampai remaja, khususnya dan segi prestasi dan kualitas hidup serta kinerja sebagai sumber daya manusia di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tempat tinggal dan motivasi konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan di STIKES Muhammadiyah Pekajangan Tahun 2016. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan, menggunakan teknik proporsional stratified random sampling sejumlah 67 responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan tempat tinggal (p=0,027; OR= 3,53) dan motivasi konsumsi zat besi (p=0,001;OR=6,85) dengan kadar hemoglobin mahasiswa kebidanan. Simpulan dari penelitian ini ada hubungan tempat tinggal dan motivasi konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan. Saran perlu adanya informasi mengenai pentingnya konsumsi zat besi untuk dapat meningkatkan motivasi remaja sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin remaja. Kata kunci: Tempat tinggal, motivasi, zat besi, kadar hemoglobin
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN ASAP ROKOK TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASETAT) DI KABUPATEN PEKALONGAN Nina Zuhana; Wahyu Ersila; Rini Kristiyanti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 2 (2019): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.115 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i2.291

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker yang paling sering menyerang wanita menurut WHO menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian terbanyak setelah penyakit kardiovaskuler. Penyebab kanker ini adalah infeksi dari Human papiloma Virus (HPV).Beberapa faktor risiko yang secara tidak langsung diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan HPV sehingga terjadi lesi prakanker leher rahim meliputi status social ekonomi, factor aktivitas seksual, multiparitas, kurang menjaga kebersihan genital, merokok, riwayat kebiasaan makan makanan yang berlemak, riwayat penyakit kelamin serta penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lebih dari 4 tahun Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dan Asap rokok terhadap hasil pemeriksaan IVA di Kabupaten Pekalongan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Korelatif dengan rancangancross sectional. Populasipenelitianini adalah seluruhwanita usia subur di wilayah Kabupaten Pekalongan. Subyek penelitian ini seluruh wanita di wilayah Kabupaten Pekalongan yang melakukan pemeriksaan IVA di STIKES Muhammadiyah Pekajanganpada tanggal 6 Maret 2018 yang berjumlah 206 orang. Pada penelitian ini menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Uji Spearman rank. Hasil : Sebagian besar 77,7% wanita mempunyai kebiasaan makan dengan mengkonsumsi makanan berlemak dan berpengawet. Wanita yang terpapar asap rokok sebanyak 38,3% dan terdapat sebagian kecil wanita (4,9%) dengan hasil pemeriksaan IVA positif. Hasil korelasi dengan uji Spearman Rankdidapatkan0,340tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan makandengan hasil pemeriksaan IVA dan nilai signifikansi 0,150 yang berarti tidak ada hubungan antara asap rokok dengan hasil pemeriksaan IVA Simpulan: Tidak ada hubungan antara kebiasaan makan dan asap rokok dengan hasil pemeriksaan IVA dg nilai p> 0,05
PROGRAM KESEHATAN IBU HAMIL DENGAN METODE SPP (SENAM, PEYULUHAN DAN PEMERIKSAAN): Pregnant Women's Health Program With SPP Method (Monday, Reflection And Examination) suparni suparni; Nina Zuhana; Wahyu Ersila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2019): JPM | Maret 2019
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.051 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i1.201

Abstract

Pendahuluan : Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan dengan demikian akan meningkatkan persalinan ke tenaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan Anak. Berdasarkan hasil wawancara bidan desa kutosari, kelas hamil di desa tersebut sudah berjalan, namun kurang nya fasilitator menyebabkan kelas hamil kurang maksimal dan monoton terhadap informasi yang diberikan pada ibu hamil Metodologi : Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain pendidikan kesehatan/ penyuluhan, diskusi dan tanya jawab, pemeriksaan, pemutaran video dan demonstrasi senam bersama. Hasil : Setelah diberikan materi secara intensif, jumlah ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik mengalami peningkatan dari 4 (26,7%) meningkat menjadi 12 (80%). Hasil uji marginal homogeniety, diketahui p value=0,013 (p value < 0,05). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang perawatan kehamilan, persiapan persalinan, gizi ibu hamil, anemia dan tanda bahaya kehamilan. Diskusi/pembahasan: kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti bahwa pelaksanaan kelas ibu hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai perawatan kehamilan, persiapan persalinan, gizi ibu hamil, anemia dan tanda bahaya kehamilan. Penggunaan media alat bantu penyuluhan dan metode penyuluhan yang variatif mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil terhadap informasi dan materi yang diberikan serta memberikan motivasi pada ibu hamil untuk selalu mengikuti kelas ibu hamil. Kata Kunci : Program Kesehatan Ibu Hamil, metode SPP (Senam. Penyuluhan dan pemeriksaan)
Risk factors for carpal tunnel syndrome in pregnant women Lia Dwi Prafitri; Wahyu Ersila; Dzikra Nurseptiani
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 13, No 1, (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol13.Iss1.art9

Abstract

Background: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) affects 267 people out of every 100,000 in the United States each year, with a prevalence of 9.2% in women and 6% in men. Women are three times as vulnerable as men. Pregnancy can be a risk factor for CTS, which typically occurs in the first and third trimesters and is bilateral. Signs and symptoms will be persistent if CTS develops in early pregnancy and may recur in subsequent pregnancies. Hormonal changes during pregnancy can put you at a greater risk of developing CTS symptoms because the structure of the wrist enlarges and can put pressure on the nerves in the wristObjective: This research aims to identify risk factors for the occurrence of CTS in pregnant women. Early detection of risk factors for CTS needs to be done early in pregnancy to be able to make appropriate prevention and treatment efforts for pregnant women who experience CTS.Methods: TThis research employed an observational method in conjunction with quantitative analytical research. The population of this research included all pregnant women in the working area of Kedungwuni Health Center I and II in Pekalongan Regency. The sampling technique used was cluster random sampling, with 108 pregnant women meeting the inclusion criteria. Data collection methods entailed interviews and documentation using questionnaires, Phalen's test sheets, and nutritionalstatus measuring tools such as the microtome and bathroom scale. The risk factors to be studied are the relationship between employment status, parity, the incidence of CED, nutritional status before pregnancy, and a history of the disease, with the incidence of CTS. Chi-Square and Odds Ratio was used in bivariate analysis, while multivariate analysis used logistic regression.scar. Significance was set at p<0.05.Results: The incidence of CTS is significantly related to employment status, nutritional status before pregnancy, CED incidence, parity, and previous medical history (p-value < 0.05).Conclusion: Starting from the strongest, the strength of the relationship shown by the OR results is employment status (OR 7,231), medical history (OR 6,214), and the incidence of CED (OR 3,428). Occupational status has the highest odds ratio, making it the most important factor in the occurrence of CTS in pregnant women in the Pekalongan Regency
KELAS KADER UNTUK DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN Wahyu Ersila; Suparni Suparni; Nina Zuhana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.108 KB)

Abstract

Kader kesehatan merupakan hasil dari proses pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Proses pendampingan ibu hamil memang dilakukan oleh bidan desa, namun demikian dalam menggerakkan masyarakat tidak terlepas dari peran kader sebagai orang yang membawa misi kesehatan serta terdekat dengan masyarakat. Pengenalan kemungkinan terjadinya tanda bahaya kehamilan harus secara dini dan ditangani dengan benar oleh kader kesehatan. Apabila kader kesehatan kurang mampu melakukan deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan, maka akan terjadi komplikasi yang lanjut yang akan mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan dan melakukan pendampingan kader pengisian Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar KSPR. Hasil Peningkatan pengetahuan kader mengenai KSPR dan kemampuan kader dalam mengisi KSPR pada kartu ibu hamil dengan benar. Terjadi peningkatan pengetahuan kader mengenai deteksi risiko tinggi kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan peningkatan pengetahuan sebesar 4,46. Kesimpulan Kelas kader dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan sehingga kader dapat berperan aktif mendeteksi ibu hamil berisiko untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi.
Meningkatkan Keterampilan Kader melalui Pelatihan Deteksi Perkembangan Balita Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; A Abdurrachman
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.69 KB)

Abstract

Kesehatan Anak merupakan salah satu aspek atau bagian dari kesehatan masyarakat yang didalamnya termasuk tumbuh kembang anak balita dan keterampilan dalam melakukan deteksi secara dini adanya disfungsional tumbuh kembang anak balita. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan praktik deteksi perkembangan pada balita menggunakan KPSP.Metode PkM ini menggunakan metode demonstrasi dan pendampingan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan kader, instrument yang digunakan untuk menilai keterampilan adalah lembar observasi (checklist). Hasilnya sebelum dilakukan pelatihan keterampilan kader yang memiliki kategori baik 31,3% dan setelah dilakukan pelatihan keterampilan kader meningkat menjadi 81,3%. Hasil PkM ini diharapkan akan menjadi acuan bagi dinas kesehatan setempat agar kegiatan serupa dapat dilakukan pada setiap posyandu yang ada di seluruh kabupaten pekalongan sehingga kemanfaatannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak balita.
Midwife's Knowledge Of Neuromusculoskeletal Disorders in Pregnant Women Lia Dwi Prafitri; Wahyu Ersila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.826 KB)

Abstract

Neuromusculoskeletal changes in pregnancy often cause discomfort problems as the pregnancy ages. The increased prevalence of the incidence of neuromusculoskeletal disorders during the third trimester of pregnancy, namely low back pain 63%, muscle cramps 60.2% and carpal tunnel syndrome 6.8% needs special attention by midwives. Efforts to increase knowledge and motivation in carrying out pregnancy examination services play an important role in reducing maternal mortality. The purpose of this study is to find out the relationship of midwives' knowledge about neuromusculoskeletal disorders in pregnant women with the motivation of midwives in overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women. This research is correlative descriptive with a cross sectional approach. Sampling techniques using cluster sampling and obtained a number of 100 midwives. The chi square test result obtained the value p value = 0.022 and the value OR = 10.213. There is a significant relationship between the midwife's knowledge of neuromusculoskeletal disorders of pregnant women and the motivation of midwives in overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women. Well-informed midwives had a high chance of overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women by 10,213 times compared to reasonably knowledgeable midwives. Midwives are expected to always increase the latest knowledge by participating in training activities or further studies and the Health Service is expected to provide support to midwives by providing facilities and infrastructure to increase the knowledge and motivation of midwives.
Knowledge of Parents with Children with Special Needs about Covid-19 in Children Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Nuniek Nizmah Fajriyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.395 KB)

Abstract

In Indonesia, the increasingly rapid spread of the Covid-19 virus has an impact on many areas of life, from the economy to society, culture and education. Children with disabilities are at greater risk of contracting Covid-19 health-related challenges and inability to understand and follow definite measures for infection control. So that people's knowledge is needed. It is very important to explain methods that can help prevent COVID 19 in children. Parents are role models and advocates for their children's health. Therefore, it is very important to know the knowledge of parents about COVID 19 including clinical signs, modes of transmission, and ways of prevention. The purpose of this study was to determine parental knowledge about Covid 19 in children at the Wiradesa State Special School, Pekalongan Regency. The research method uses a descriptive type with a cross sectional approach, the number of samples is 48 simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The analysis used is univariate. The results of the study obtained that most of the parents' knowledge was in the sufficient category, 48%. So that through the results of this study, it can be considered to increase parental knowledge through health education about Covid 19 for parents with children with special needs.