Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Brain Gym Dan Senam Lansia Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Desa Sembungjambu Sakarosa, Meta Metiliya; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Seiring bertambahnya usia lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif meliputi proses belajar, orientasi, pemahaman, dan perhatian sehingga akan menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi lebih lambat. Kemampuan fungsi kognitif dalam hal memori cenderung dipengaruhi oleh perbedaan faktor usia, pendidikan ataupun status sosial ekonomi, kondisi psikososial, faktor lingkungan dan pekerjaan. Salah satu cara untuk mencegah kemunduran kognitif dengan melakukan latihan fisik untuk melatih konsentrasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi kognitif, latihan fisik tersebut adalah dengan memberikan kombinasi latihan berupa brain gym dan senam lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Metode Peneltian : Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment disign (one group pre dan post test). Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah 18 responden. Alat yang digunakan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif adalah Mini-Mental State Examination (MMSE). Pemberian treatment dilakukan 5 kali per minggu selama 3 minggu. Hasil Penelitian: Fungsi kognitif sebelum dilakukan tindakan didapatkan nilai mean 17,89, sedangkan setelah dilakukan tindakan nilai mean 27,72. Menggunakan Wilcoxon test didapatkan p value 0,001 (<0,05), bahwa ada pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Saran: Diharapkan kombinasi treatment brain gym dan senam lansia dapat dijadikan sebagai referensi bagi fisioterapis untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan Masa Bekerja Dan Lama Duduk Berkendara Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Kurir Expedisi J&T Di Pekalongan Ariyanah, Nadiya Septi; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain merupakan salah satu gangguan musculoskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas tubuh kurang baik dan berlebihan. Prosentase kejadian low back pain di Indonesia diperkirakan sekitar 7,6%-37%. Bekerja sebagai kurir expedisi merupakan salah satu pekerjaan yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk. Sikap lama duduk mengendarai dan masa bekerja tersebut berhubungan dengan low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa bekerja dan lama duduk berkendara dengan kejadian low back pain pada kurir expedisi J&T di Pekalongan. Desain penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional, subjek yang digunakan adalah kurir expedisi J&T di Pekalongan. Teknik pengambilan sample yaitu total sampling dengan jumlah 122 kurir expedisi J&T di Pekalongan. Tindakan dalam penelitian ini adalah memberikan kuesioner ODI dan test spesifik lasegue’s. data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan uji chi square. Terdapat hubungan antara masa bekerja dan low back pain dengan nilai (p= 0.003). Terdapat hubungan antara lama duduk berkendara dan low back pain dengan nilai (p= 0.001). Didapatkan frekuensi masa bekerja sebanyak 43 (59.2%) responden dengan kategori baru. Didapatkan frekuensi lama duduk sebanyak 57 (75.0%) responden dengan kategori lama. Kejadian low back pain didapatkan sebanyak 42 (55.3%) dalam kategori positif. Terdapat hubungan antara masa bekerja dan lama duduk berkendara dengan kejadian low back pain pada kurir expedisi J&T di Pekalongan. Profesi fisioterapi agar dapat meneliti faktor-faktor lainnya yang menyebabkan low back pain pada kurir expedisi.
Studi Deskriptif Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia Dini di Azzamil School Pekalongan Ersila, Wahyu; Aisyah, Risqi Dewi; Rofiqoh, Siti; Utami, Susri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan salah satu aset dan generasi pembangun bagi masa depan untuk kearah yang lebih baik bagi bangsa dan negara serta tentunya bagi orang tua sebagai penerus keturunannya. Anak usia dini mendapatkan pembinaan pertama dan utama dilakukan di lingkungan rumah kemudian dilingkungan sekolahnya. Oleh sebab itu peran orang tua sangat berarti dan penting karena memiliki andil besar dalam perkembangan anak. Setiap orang tua memiliki keunikan dan ciri tersendiri dalam mendidik anaknya. Pola asuh yang diterapkan pada anak sesuai dengan usia anak akan membantu memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini juga akan memberikan pengaruh pada kehidupan anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak usia dini di Azzamil School Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 116 dengan teknik exhaustive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan. Hasil pengolahan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai pola asuh orang tua yaitu sebanyak 87 responden (75%) memiliki pola asuh demokratis, 17 responden (14,7%) pola asuh permasif, 7 responden (6%) pola asuh otoriter dan 5 responden (4,3%) memiliki pola asuh tidak terlibat. Sebagian besar pola asuh yang dimiliki orang tua pada anak usia dini di Azzamil school adalah pola asuh demokratis. Tenaga kesehatan, khususnya bidan diharapkan dapat memberikan pendekatan kepada orang tua khususnya ibu untuk memberikan informasi mengenai pola asuh melalui kegiatan parenting class agar dapat mendukung dan memaksimalkan perkembangan anak.
EDUCATIONAL PACKAGE FOR DETECTION AND STIMULATION OF TODDLER DEVELOPMENT Aisyah, Risqi Dewi; Ersila, Wahyu; Faradisi, Firman
Journal for Quality in Women's Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v7i1.239

Abstract

Approximately 52.9 million children under 5 globally have developmental disorders. Early detection is crucial for addressing these issues. This study aimed to assess the impact of a detection and stimulation education package on parental knowledge and attitudes. Using a pseudo-experimental, cross-sectional design with cluster random sampling, 78 respondents were analyzed via T-test. Results revealed significant improvement in mothers' knowledge and attitudes following the education package (p=0.001). Providing such packages enhances awareness and understanding of toddler development. Health professionals, particularly midwives, are advised to collaborate in early detection and stimulation programs, ensuring comprehensive education for parents. This collaborative effort can significantly contribute to addressing developmental challenges in young children.
Pembentukan KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting) melalui Pemberdayaan Ibu dalam Mengoptimalkan Gizi dan Nafsu Makan Balita di desa Getas Wonopringgo Pekalongan: The Formation of KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) through the Empowerment of Mothers in Optimizing Nutrition and Appetite of Toddlers in Getas Wonopringgo Village Pekalongan Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian; Erlinda, Talitha Rahma; Pratista, Agni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10786

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Pekalongan Regency, where the prevalence increased from 11.1% to 11.3% in 2023. Getas Village, Wonopringgo District, recorded the highest stunting rate at 45.16%. Previous efforts focused on providing supplementary feeding without an integrated education program, whereas outreach from the integrated health post has not been optimal. This condition has resulted in mothers' low knowledge regarding stunting prevention and stimulating toddlers' appetite. The KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) program is designed to empower mothers to enhance their understanding of nutrition and parenting, as well as improve their attitudes, motivation, and skills in infant massage, promoting the nutritional status and appetite of toddlers. Implementation methods include outreach, toddler massage practice, demonstrations of making simple, nutritious supplementary foods, such as MODISCO (Modified Dietetic Skim Milk and Coconut Oil), and appetite massage assistance. The results of the activity showed an increase in average body weight of 540 grams, an average height of 1.7 cm, a toddler appetite p-value of 0.001, knowledge about toddler nutrition p-value of 0.009, knowledge of parenting patterns p-value of 0.017, maternal attitudes p-value of 0.028, maternal motivation p-value of 0.002, and maternal skills p-value of <0.001. In conclusion, KEPITING can strengthen the role of mothers in preventing stunting through educational approaches and direct practice, as well as serving as a community-based intervention model that is expected to be replicated in other areas of Pekalongan.
Kombinasi Susu Skim dan Minyak Kelapa yang Dimodifikasi (Modisco) dan Pijat Nafsu Makan dalam Mengoptimalkan Status Gizi Balita Stunting: Combination of Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) and Appetite Massage in Optimizing the Nutritional Status of Stunting Toddlers Ersila, Wahyu; Fitriyani, Fitriyani; Chabibah, Nur
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.608-619

Abstract

Background: Improper feeding and appetite disorders are chronically the causes of stunting. Efforts to improve the nutrition of toddlers can be carried out through the provision of additional sources of nutrition. Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) combined with appetite massage is one of the alternatives that need to be tested for effectiveness in optimizing the nutritional status of stunted toddlers. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of the combination of modisco and appetite massage on the nutritional status of stunted toddlers. Methods: The design was quasi-experimental with a pre-test and posttest control design approach. The large sample of 30 stunted children aged 1-5 years was divided into two groups using a simple random sampling technique. The intervention group was given modisco for 15 days and appetite massage 3x/week, and the control group was given only modisco for 15 days. Measurements of weight, height, and nutritional intake before and after the intervention. Data analysis used paired t-tests and independent t-tests. Results: There was a difference in body weight between the intervention and control groups (p-value=0.02; 95%CI=0.28-0.40). There was a difference in nutritional intake in the intervention group and control groups, namely in carbohydrate nutrients (p-value = 0.02; 95%CI=5.67-81.62), Vitamin B1 (p-value≤0.001; 95%CI=-3.97 – (-2, 02)), Vitamin B6 (p-value=0.008; 95%CI=0.17-1.01), Vitamin C (p-value≤0.001; 95%CI=16.01-34.72). There was no significant difference in height/body length of the intervention and control groups (p-value=0.38; 95%CI=-0.03 – (-0.07). Conclusions: The combination of Modisco and appetite massage was more effective in increasing weight and nutritional intake than Modisco alone. Midwives are expected to educate mothers of toddlers to provide Modisco and appetite massage.
Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Pranikah CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) Fitriyani, Fitriyani; Ersila, Wahyu; M, Festy Mahanani; Chabibah, Nur
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21236

Abstract

The stunting rate of toddlers in Pasirkratonkramat Village, the Kramatsari Health Center Area’s, is the highest in Pekalongan City in 2022 and shows an increase in the past year. Stunting prevention is effective in the premarital period. However, health services in the Kamaratsari Health Center Area’s are still not optimal because of the ineffective implementation of adolescent posyandu and there are no premarital classes. In addition, the number of teenage marriages in the region is also still high and plays a role in the problem of stunting under five. This PKM aims to improve premarital health services through the establishment of CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) premarital class in the hope of improving marriage preparation and reducing the number of teenage marriages. The implementation of this premarital class program activity starts from socialization together with partners to provide information about technical activities and targets, then continues with agreements with midwives, cadres, youth representatives to determine the time and place of implementation. Premarital class activities start from premarital screening covering nutritional status, then continue with the provision of nutrition education, physical preparation, mental preparation, spiritual preparation and maturation of marriage age. Evaluation of activities is carried out well and smoothly in each activity. This premarital class program is expected to become a routine program for puskesmas in Pekalongan City in an effort to prevent stunting.
Parenting Styles and Their Association with Developmental Outcomes in Preschool-Aged Children Ersila, Wahyu; Aisyah , Risqi Dewi; Rofiqoh, Siti; Utami, Susri
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.62-69

Abstract

Background: Children's growth encompasses stable changes in organ function, from cellular levels to overall bodily development, as well as increases in physical activity, skills, and cognitive processes. Parents' parenting styles significantly influence their child's future development. Objective: This study aims to identify the parenting styles employed by parents concerning motor development, language acquisition, and independence in preschool children at Azzamil School in Pekalongan Regency, Central Java, Indonesia. Methods: A correlational descriptive research design with a cross-sectional approach was utilized. The sample comprised 116 preschool children aged 36 to 60 months and their mothers, selected through a total population sampling technique. Data were collected using a questionnaire designed to assess parenting styles and a Developmental Pre-Screening Questionnaire to evaluate child development. Bivariate data analysis was conducted using the chi-square test. Results: The findings revealed that 87 participants (75%) exhibited democratic parenting styles, while 89 participants (76.7%) demonstrated age-appropriate child development. The statistical analysis yielded a p-value of <0.001, indicating a statistically significant relationship (p < 0.05), with a prevalence ratio (PR) of 8.854 and a 95% confidence interval (CI) of 3.398–23.074. Conclusion: This study concludes that there is a significant relationship between parenting styles and child development. It is recommended that parents utilize nurturing approaches that foster and enhance their children's development through participation in parenting classes.
The Influence of Socioeconomic Factors on Maternal Health Promotion Strategies in Rural Pekalongan District, Central Java Suparni, Suparni; Ersila, Wahyu; Isyti’aroh, Isyti’aroh; Aisyah, Risqi Dewi; Khuzaiyah, Siti; Andrianirina, Rhino
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.91-98

Abstract

Background: In 2020, Indonesia’s maternal mortality rate (MMR) was 189 per 100,000 live births, well above the SDGs target of 70. High-risk pregnancies significantly contribute to maternal deaths, especially in rural areas with socioeconomic challenges. Disparities in education, income, and healthcare access influence pregnant women’s health-seeking behaviors. ObjectiveThis study aimed to examine the relationship between socioeconomic determinants and pregnancy risk and to develop an evidence-based, community-focused health promotion model that addresses these socioeconomic factors in rural settings. Methods: A cross-sectional study involved 130 pregnant women in the Puskesmas Tirto 1 area, Pekalongan Regency, Central Java. Data collection used structured questionnaires, analyzed via binary logistic regression. A theoretical framework guided community-based health promotion recommendations. Results:  The analysis revealed that age, parity, education, and income collectively affected pregnancy risk (p=0.033). Individually, only income had a significant effect (p=0.039; Exp(B)=0.380; 95% CI: 0.150–0.962), indicating higher income reduces high-risk pregnancy likelihood. Age, parity, and education were not significant predictors. Conclusion: Economic factors are the strongest predictors of pregnancy risk among the variables studied. Maternal health programs in rural areas should incorporate socioeconomic-based strategies through community empowerment, improved healthcare access, and targeted health education.
PENGARUH MODISCO TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Susri Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1214

Abstract

Defisiensi gizi merupakan ketidakseimbangan atau kekurangan antara kebutuhan energi dengan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, atau dapat diartikan nutrisi yang dikonsumsi dibawah rata-rata. Dampak yang terjadi ketika seorang balita mengalami malnutrisi berpengaruh pada terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) karena mengandung lebih tinggi kalori dan protein. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest posttes without control grup design. Tempat penelitian di Azzamil day care Kabupaten Pekalongan bulan Maret-Mei 2023. Sample yang digunakan 18 balita gizi kurang, dengan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Modisco formula I yaitu susu full krim 100gr, gula pasir 50gr, margarine 50 gr dan dicampur dalam air hangat diberikan sehari 1x selama 30 hari. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan uji beda mean, yaitu uji paired t test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan intervensi adalah 9,50 kg dan setelah diberikan memiliki rata-rata 10,21 kg dengan selisih kenaikan sebesar 710 gram. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (<0,05) hal ini juga menunjukkan berarti terdapat pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Kesimpulan bahwa modisco salah nutrisi tambahan yang tinggi protein dan kalori yang mampu meningkatkan berat badan pada anak terutama dengan gizi kurang, sehingga diharapkan modisco menjadi salah satu alternative program nutrisi tambahan yang dapat diberikan dalam penatalaksanaan gizi kurang dan gizi buruk. Nutritional deficiency is an imbalance or deficiency between energy needs and the intake consumed daily, or it can be interpreted as the nutrition consumed being below average. The impact that occurs when a toddler experiences malnutrition has an impact on growth and development disorders. Efforts that can be made are by giving Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) because it contains higher calories and protein. The aim of this research was to determine the effect of modisco on weight gain in toddlers. This type of research is quasi experimental with a pretest posttest approach without control group design. The research location was Azzamil day care, Pekalongan Regency, March-May 2023. The sample used was 18 malnourished toddlers, using a purposive sampling technique. The instrument used was an observation sheet. Modisco formula I, namely 100g full cream milk, 50g granulated sugar, 50g margarine and mixed in warm water, is given once a day for 30 days. Data analysis uses bivariate analysis with a mean difference test, namely the paired t test. The research results showed that the average weight of toddlers before the intervention was carried out was 9.50 kg and after it was given the average was 10.21 kg with a difference in increase of 710 grams. The p value obtained was 0.000 (<0.05), this also shows that there is an influence of modisco on increasing body weight in toddlers. The conclusion is that Modisco is one of the additional nutrients that is high in protein and calories which can increase body weight in children, especially those with malnutrition, so it is hoped that Modisco will become an alternative additional nutrition program that can be provided in the management of malnutrition and malnutrition.