Claim Missing Document
Check
Articles

Knowledge of Parents with Children with Special Needs about Covid-19 in Children Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, the increasingly rapid spread of the Covid-19 virus has an impact on many areas of life, from the economy to society, culture and education. Children with disabilities are at greater risk of contracting Covid-19 health-related challenges and inability to understand and follow definite measures for infection control. So that people's knowledge is needed. It is very important to explain methods that can help prevent COVID 19 in children. Parents are role models and advocates for their children's health. Therefore, it is very important to know the knowledge of parents about COVID 19 including clinical signs, modes of transmission, and ways of prevention. The purpose of this study was to determine parental knowledge about Covid 19 in children at the Wiradesa State Special School, Pekalongan Regency. The research method uses a descriptive type with a cross sectional approach, the number of samples is 48 simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The analysis used is univariate. The results of the study obtained that most of the parents' knowledge was in the sufficient category, 48%. So that through the results of this study, it can be considered to increase parental knowledge through health education about Covid 19 for parents with children with special needs.
Pengaruh Dumbbell Wrist Curl Exercise dan Isometric Hold Handgrip Exercise terhadap Kekuatan Genggaman Tangan pada Atlet Tenis Meja Maghfiroh, Ajeng; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan genggaman tangan merupakan salah satu komponen yang penting dalam permainan tenis meja, karena dapat mempengaruhi koordinasi, keseimbangan dan kontrol yang baik sehingga mempengaruhi pukulan yang dihasilkan. Dumbbell wrist curl exercise dan isometric hold handgrip exercise merupakan kombinasi latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot melalui adaptasi hipertropi otot. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dumbbell wrist curl exercise dan isometric hold handgrip exercise terhadap kekuatan genggaman tangan pada atlet tenis meja di HW Sport Pekajangan Kabupaten Pekalongan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental design tipe one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian berjumlah 14 dengan teknik purposive smpling. Intervensi diberikan sebanyak 2 kali per minggu selama 4 minggu. Analisa yang digunakan yaitu menggunakan uji statistik paired simple t test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh rata-rata kekuatan genggaman tangan sebelum diberikan intervensi sebesar 16,121 kg dan sesudah diberikan intervensi sebesar 19,021 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value (0,000 < 0,05) berarti terdapat pengaruh kombinasi dumbbell wrist curl exercise dan isometric hold handgrip exercise terhadap kekuatan genggaman tangan pada atlet tenis meja di HW Sport Center Pekajangan Kabupaten Pekalongan. Simpulan: Dumbbell wrist curl exercise dan isometric hold handgrip exercise berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan genggaman tangan pada atlet tenis meja di HW Sport Center Pekajangan Kabupaten Pekalongan. Saran: Tenaga kesehatan khususnya fisioterapi sport dapat menggunakan intervensi kombinasi dumbbell wrist curl exercise dan isometric hold handgrip exercise untuk meningkatkan kekuatan genggaman tangan.
Pengaruh Kombinasi Nerve Gliding Exercise dan Deep Trasnverse Friction Massage terhadap Penurunan Nyeri Carpal Tunnel Syndrome Asyhari, Devita; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan sindrom penjepit saraf karena cedera tekanan berulang pada nervus medianus. Operator mesin jahit merupakan salah satu pekerjaan yang beresiko mengalami CTS. Upaya fisioterapi untuk mengurangi nyeri CTS dapat dilakukan dengan kombinasi nerve gliding exercise dan deep trasnverse friction massage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kombinasi nerve gliding exercise dan deep transverse friction massage terhadap penurunan nyeri carpal tunnel syndrome pada pekerja operator mesin jahit di PT. PISMATEX Pekalongan. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment (one group pre and post test). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 42 responden, alat ukur nyeri menggunakan skala VAS. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariate dengan Wilcoxon test. Tindakan yang diberikan adalah kombinasi nerve gliding exercise dan deep transverse friction massage diberikan sebanyak 3 kali per minggu selama 4 minggu. Nyeri sebelum dilakukan tindakan didapatkan nilai mean 3.00 dan setelah dilakukan tindakan nilai mean 0,83. Uji statistik Wilcoxon test didapatkan p value 0,001(<0,05), artinya ada pengaruh yang signifikan kombinasi nerve gliding exercise dan deep trasnverse friction massage terhadap penurunan nyeri carpal tunnel syndrome. Ada pengaruh kombinasi nerve gliding exercise dan deep trasnverse friction massage terhadap penurunan nyeri carpal tunnel syndrome. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi institusi kesehatan sebagai salah satu metode non farmakologi dalam mengurangi nyeri Carpal Tunnel Syndrome.
Pengaruh Kombinasi Brain Gym Dan Senam Lansia Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Desa Sembungjambu Sakarosa, Meta Metiliya; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Seiring bertambahnya usia lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif meliputi proses belajar, orientasi, pemahaman, dan perhatian sehingga akan menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi lebih lambat. Kemampuan fungsi kognitif dalam hal memori cenderung dipengaruhi oleh perbedaan faktor usia, pendidikan ataupun status sosial ekonomi, kondisi psikososial, faktor lingkungan dan pekerjaan. Salah satu cara untuk mencegah kemunduran kognitif dengan melakukan latihan fisik untuk melatih konsentrasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi kognitif, latihan fisik tersebut adalah dengan memberikan kombinasi latihan berupa brain gym dan senam lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Metode Peneltian : Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment disign (one group pre dan post test). Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah 18 responden. Alat yang digunakan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif adalah Mini-Mental State Examination (MMSE). Pemberian treatment dilakukan 5 kali per minggu selama 3 minggu. Hasil Penelitian: Fungsi kognitif sebelum dilakukan tindakan didapatkan nilai mean 17,89, sedangkan setelah dilakukan tindakan nilai mean 27,72. Menggunakan Wilcoxon test didapatkan p value 0,001 (<0,05), bahwa ada pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi brain gym dan senam lansia dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Saran: Diharapkan kombinasi treatment brain gym dan senam lansia dapat dijadikan sebagai referensi bagi fisioterapis untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan Masa Bekerja Dan Lama Duduk Berkendara Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Kurir Expedisi J&T Di Pekalongan Ariyanah, Nadiya Septi; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain merupakan salah satu gangguan musculoskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas tubuh kurang baik dan berlebihan. Prosentase kejadian low back pain di Indonesia diperkirakan sekitar 7,6%-37%. Bekerja sebagai kurir expedisi merupakan salah satu pekerjaan yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk. Sikap lama duduk mengendarai dan masa bekerja tersebut berhubungan dengan low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa bekerja dan lama duduk berkendara dengan kejadian low back pain pada kurir expedisi J&T di Pekalongan. Desain penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional, subjek yang digunakan adalah kurir expedisi J&T di Pekalongan. Teknik pengambilan sample yaitu total sampling dengan jumlah 122 kurir expedisi J&T di Pekalongan. Tindakan dalam penelitian ini adalah memberikan kuesioner ODI dan test spesifik lasegue’s. data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan uji chi square. Terdapat hubungan antara masa bekerja dan low back pain dengan nilai (p= 0.003). Terdapat hubungan antara lama duduk berkendara dan low back pain dengan nilai (p= 0.001). Didapatkan frekuensi masa bekerja sebanyak 43 (59.2%) responden dengan kategori baru. Didapatkan frekuensi lama duduk sebanyak 57 (75.0%) responden dengan kategori lama. Kejadian low back pain didapatkan sebanyak 42 (55.3%) dalam kategori positif. Terdapat hubungan antara masa bekerja dan lama duduk berkendara dengan kejadian low back pain pada kurir expedisi J&T di Pekalongan. Profesi fisioterapi agar dapat meneliti faktor-faktor lainnya yang menyebabkan low back pain pada kurir expedisi.
Studi Deskriptif Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia Dini di Azzamil School Pekalongan Ersila, Wahyu; Aisyah, Risqi Dewi; Rofiqoh, Siti; Utami, Susri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan salah satu aset dan generasi pembangun bagi masa depan untuk kearah yang lebih baik bagi bangsa dan negara serta tentunya bagi orang tua sebagai penerus keturunannya. Anak usia dini mendapatkan pembinaan pertama dan utama dilakukan di lingkungan rumah kemudian dilingkungan sekolahnya. Oleh sebab itu peran orang tua sangat berarti dan penting karena memiliki andil besar dalam perkembangan anak. Setiap orang tua memiliki keunikan dan ciri tersendiri dalam mendidik anaknya. Pola asuh yang diterapkan pada anak sesuai dengan usia anak akan membantu memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini juga akan memberikan pengaruh pada kehidupan anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak usia dini di Azzamil School Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 116 dengan teknik exhaustive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan. Hasil pengolahan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai pola asuh orang tua yaitu sebanyak 87 responden (75%) memiliki pola asuh demokratis, 17 responden (14,7%) pola asuh permasif, 7 responden (6%) pola asuh otoriter dan 5 responden (4,3%) memiliki pola asuh tidak terlibat. Sebagian besar pola asuh yang dimiliki orang tua pada anak usia dini di Azzamil school adalah pola asuh demokratis. Tenaga kesehatan, khususnya bidan diharapkan dapat memberikan pendekatan kepada orang tua khususnya ibu untuk memberikan informasi mengenai pola asuh melalui kegiatan parenting class agar dapat mendukung dan memaksimalkan perkembangan anak.
EDUCATIONAL PACKAGE FOR DETECTION AND STIMULATION OF TODDLER DEVELOPMENT Aisyah, Risqi Dewi; Ersila, Wahyu; Faradisi, Firman
Journal for Quality in Women's Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v7i1.239

Abstract

Approximately 52.9 million children under 5 globally have developmental disorders. Early detection is crucial for addressing these issues. This study aimed to assess the impact of a detection and stimulation education package on parental knowledge and attitudes. Using a pseudo-experimental, cross-sectional design with cluster random sampling, 78 respondents were analyzed via T-test. Results revealed significant improvement in mothers' knowledge and attitudes following the education package (p=0.001). Providing such packages enhances awareness and understanding of toddler development. Health professionals, particularly midwives, are advised to collaborate in early detection and stimulation programs, ensuring comprehensive education for parents. This collaborative effort can significantly contribute to addressing developmental challenges in young children.
Pembentukan KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting) melalui Pemberdayaan Ibu dalam Mengoptimalkan Gizi dan Nafsu Makan Balita di desa Getas Wonopringgo Pekalongan: The Formation of KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) through the Empowerment of Mothers in Optimizing Nutrition and Appetite of Toddlers in Getas Wonopringgo Village Pekalongan Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian; Erlinda, Talitha Rahma; Pratista, Agni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10786

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Pekalongan Regency, where the prevalence increased from 11.1% to 11.3% in 2023. Getas Village, Wonopringgo District, recorded the highest stunting rate at 45.16%. Previous efforts focused on providing supplementary feeding without an integrated education program, whereas outreach from the integrated health post has not been optimal. This condition has resulted in mothers' low knowledge regarding stunting prevention and stimulating toddlers' appetite. The KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) program is designed to empower mothers to enhance their understanding of nutrition and parenting, as well as improve their attitudes, motivation, and skills in infant massage, promoting the nutritional status and appetite of toddlers. Implementation methods include outreach, toddler massage practice, demonstrations of making simple, nutritious supplementary foods, such as MODISCO (Modified Dietetic Skim Milk and Coconut Oil), and appetite massage assistance. The results of the activity showed an increase in average body weight of 540 grams, an average height of 1.7 cm, a toddler appetite p-value of 0.001, knowledge about toddler nutrition p-value of 0.009, knowledge of parenting patterns p-value of 0.017, maternal attitudes p-value of 0.028, maternal motivation p-value of 0.002, and maternal skills p-value of <0.001. In conclusion, KEPITING can strengthen the role of mothers in preventing stunting through educational approaches and direct practice, as well as serving as a community-based intervention model that is expected to be replicated in other areas of Pekalongan.
Kombinasi Susu Skim dan Minyak Kelapa yang Dimodifikasi (Modisco) dan Pijat Nafsu Makan dalam Mengoptimalkan Status Gizi Balita Stunting: Combination of Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) and Appetite Massage in Optimizing the Nutritional Status of Stunting Toddlers Ersila, Wahyu; Fitriyani, Fitriyani; Chabibah, Nur
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.608-619

Abstract

Background: Improper feeding and appetite disorders are chronically the causes of stunting. Efforts to improve the nutrition of toddlers can be carried out through the provision of additional sources of nutrition. Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) combined with appetite massage is one of the alternatives that need to be tested for effectiveness in optimizing the nutritional status of stunted toddlers. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of the combination of modisco and appetite massage on the nutritional status of stunted toddlers. Methods: The design was quasi-experimental with a pre-test and posttest control design approach. The large sample of 30 stunted children aged 1-5 years was divided into two groups using a simple random sampling technique. The intervention group was given modisco for 15 days and appetite massage 3x/week, and the control group was given only modisco for 15 days. Measurements of weight, height, and nutritional intake before and after the intervention. Data analysis used paired t-tests and independent t-tests. Results: There was a difference in body weight between the intervention and control groups (p-value=0.02; 95%CI=0.28-0.40). There was a difference in nutritional intake in the intervention group and control groups, namely in carbohydrate nutrients (p-value = 0.02; 95%CI=5.67-81.62), Vitamin B1 (p-value≤0.001; 95%CI=-3.97 – (-2, 02)), Vitamin B6 (p-value=0.008; 95%CI=0.17-1.01), Vitamin C (p-value≤0.001; 95%CI=16.01-34.72). There was no significant difference in height/body length of the intervention and control groups (p-value=0.38; 95%CI=-0.03 – (-0.07). Conclusions: The combination of Modisco and appetite massage was more effective in increasing weight and nutritional intake than Modisco alone. Midwives are expected to educate mothers of toddlers to provide Modisco and appetite massage.
Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Pranikah CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) Fitriyani, Fitriyani; Ersila, Wahyu; M, Festy Mahanani; Chabibah, Nur
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21236

Abstract

The stunting rate of toddlers in Pasirkratonkramat Village, the Kramatsari Health Center Area’s, is the highest in Pekalongan City in 2022 and shows an increase in the past year. Stunting prevention is effective in the premarital period. However, health services in the Kamaratsari Health Center Area’s are still not optimal because of the ineffective implementation of adolescent posyandu and there are no premarital classes. In addition, the number of teenage marriages in the region is also still high and plays a role in the problem of stunting under five. This PKM aims to improve premarital health services through the establishment of CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) premarital class in the hope of improving marriage preparation and reducing the number of teenage marriages. The implementation of this premarital class program activity starts from socialization together with partners to provide information about technical activities and targets, then continues with agreements with midwives, cadres, youth representatives to determine the time and place of implementation. Premarital class activities start from premarital screening covering nutritional status, then continue with the provision of nutrition education, physical preparation, mental preparation, spiritual preparation and maturation of marriage age. Evaluation of activities is carried out well and smoothly in each activity. This premarital class program is expected to become a routine program for puskesmas in Pekalongan City in an effort to prevent stunting.