Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L) UNTUK FORMULASI PEMBUATAN LULUR (BODY SCRUB) DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER CANGKANG TELUR AYAM Fitriani, Fitriani; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; kamar, Iqbal; Nurlaila, Rizka; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17137

Abstract

Krim lulur merupakan produk kosmetik yang digunakan dalam perawatan kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dalam pembuatan krim lulur adalah ekstrak daun jambu biji, yang dikombinasikan dengan scrubber cangkang telur ayam. Kedua bahan tersebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan ekstrak daun jambu biji (psidium guajava l) untuk formulasi lulur (body scrub) dengan penambahan scrubber cangkang telur ayam. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara cangkang telur ayam dan waktu pengadukan terhadap pembuatan lulur (body scrub). Ekstrak daun jambu biji dengan berat massa 2 gram, sedangkan cangkang telur ayam divariasikan dengan berat massa 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram dengan waktu pengadukan selama 4 menit, 8 menit, 12 menit dan 16 menit. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengujian sediaan uji organoleptik, uji daya sebar dan uji pH. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan variasi cangkang telur ayam 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram sebagai scrubber dalam penelitian lulur. Menunjukkan hasil sediaan krim lulur yang memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar adalah lulur dengan berat massa 5 gram dan 10 gram dengan tekstur semi padat dan lembut, aroma wangi Grapefruit essential oil, berwarna hijau kecoklatan dengan daya sebar sebesar 5,5 - 6,4 cm, pH sebesar 6,4 - 7. Lulur dengan berat massa 15 gram dan 20 gram tidak memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar karena memiliki tekstur yang padat dengan daya sebar 3,9 - 4,6 cm. Lulur memiliki pH sesuai dengan pH pelembab kulit.
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR FFA PADA MINYAK MENTAH KELAPA SAWIT (CRUDE PALM OIL) Chairunnisa, Chairunnisa; Meriatna, Meriatna; Suryati, Suryati; Hafita, Fikri; Maulinda, Leni; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.4587

Abstract

Minyak kelapa sawit mentah dikenal atau CPO (Crude Palm Oil)  mengandung sejumlah komponen-komponen diantaranya asam lemak bebas. Tingginya kandungan asam lemak bebas sangat mempengaruhi tingkat kualitas dari minyak sawit tersebut, sehingga asam lemak bebas tersebut harus diturunkan. Salah satu pemurniannya adalah dengan cara adsorpsi, yaitu dengan menambahkan adsorben pada CPO tersebut. Penelitian ini menggunakan adsorben tandan kosong kelapa sawit. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah massa adsorben 0,6 gr, 0,8 gr, 1 gr dan 1,2 gram dan waktu kontak yang digunakan 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit, 180 menit dan 210 menit.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas TKKS sebagai adsorben untuk penyerapan asam lemak bebas pada CPO. Hasil terbaik diperoleh pada adsorben 1,2 gram dengan persen penyerapan penurunan FFA sebesar 60,29% dengan waktu 150 menit adalah waktu optimum untuk adsorpsi FFA pada adsorben tandan kosong kelapa sawit. Kadar air terendah 0,18%. Model isoterm Langmuir paling baik menggambarkan lapisan adsorbat yang mengindikasikan proses adsorpsi berlangsung secara monolayer dengan nilai R2 0,9833, sedangkan model Pseudo Second order adalah model kinetika yang paling baik menggambarkan kinetika adsorpsi dari kandungan asam lemak bebas pada Crude Palm Oil (CPO) dengan koefisien korelasi (R2) dalam rentang 0,9464 - 0,9820.
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN PADUAN POLIETILEN GLIKOL (PEG) BM4000 Lutvia, Faiza; Meriatna, Meriatna; Suryati, Suryati; Masrullita, Masrullita; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.10255

Abstract

Kitosan adalah polimer alami yang memiliki sifat non toksik, hidrofil, biokompatibel dan biodegradabel dan dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi membran kitosan yang dipadukan dengan Polietilen glikol berat molekul 4000/PEG 4000 (kitosan-PEG4000) dan mengkarakterisasi membrannya. Mula-mula kitosan dan PEG4000 dilarutkan dan dipadukan dengan perbandingan tertentu, kemudian larutannya diubah menjadi bentuk membran. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan kitosan sedangkan pada penelitian ini menggunakan paduan kitosan-PEG dengan komposisi yang berbeda dan waktu pengeringan yang tertentu. Membran kitosan-PEG diperoleh dengan memvariasikan perbandingan kitosan-PEG sebesar 2:8; 4:6; 6:4; dan 8:2 (v/v) dan dengan waktu pengeringa 24 jam, 48 jam, 72 jam, dengan karakterisasi membran dilakukan dengan pengujian pengembangan/swelling, , ketahanan terhadap pH dan FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya. Hasil karakterisasi membran kitosan-PEG 4000 menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan PEG dalam membran menghasilkan membran yang memiliki kemampuan swelling tinggi,  memiliki ketahanan pH pada range 14.
SINTESIS BIODIESEL DARI BIJI BUAH KETAPANG (Terminalia catappa Linn) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI IN SITU MENGGUNAKAN KATALIS HOMOGEN (NaOH) Sofiyani, Nurwardina; Zulmiardi, Zulmiardi; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.14119

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, umumnya diperoleh dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Tumbuhan Ketapang memiliki kadar minyak sekitar 60%, yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah penyederhanaan dari metode konvensional yang menghapus langkah-langkah ekstraksi minyak, degumming, dan esterifikasi yang bertujuan untuk mempersingkat proses produksi biodiesel. Penelitian produksi biodiesel dari biji buah ketapang sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun pada penelitian ini pengolahan biodiesel dari biji buah ketapang dilakukan melalui proses transesterifikasi in situ. Pada penelitian ini sintesis biodiesel dari minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) melalui proses transesterifikasi in situ menggunakan katalis NaOH. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbandingan berat biji ketapang terhadap solven (metanol) dan variasi waktu reaksi terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan serta mengkaji biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan menganalisa gugus fungsi metil ester menggunakan alat Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi perbandingan metanol:biji ketapang (1:20, 1:30 dan 1:40 %mol) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (120, 150, 180 dan 210 menit) dan diamati pengaruhnya terhadap kadar air, yield, densitas, viskositas, FFA, GC-MS, dan FT-IR. Yield tertinggi didapatkan pada variasi perbandingan 1:20 dengan waktu reaksi 210 menit sebesar 22,358 %mol dan hasil GC-MS pada variasi perbandingan 1:40 waktu reaksi 210 menit diperoleh asam oleat sebagai metil ester tertinggi adalah 50,08%.
OPTIMASI KONDISI PROSES TRANSESTERFIKASI IN-SITU DARI BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Pradesti, Salsa; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka; Bahri, Syamsul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19143

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharuhi biasanya terbuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan mahoni mengandung 52,5%, yang merupakan minyak non pangan yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah inovasi dalam produksi biodiesel yang menyederhanakan proses konvensional dengan mengombinasikan proses ekstraksi dan tranesterifikasi menjadi satu tahap. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah pengolahan biodiesel dari biji buah mahoni dengan menggunakan metode response surface methodology (RSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat biodiesel yang dibuat dari biji mahoni melalui proses transesterifikasi in-situ. Dengan menggunakan RSM (Response Surface Methodology), kami dapat menentukan waktu reaksi dan volume metanol yang ideal untuk transesterifikasi in-situ biodiesel dari biji mahoni. Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi volume pelarut (800,900,1000 ml) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (60,120,180 menit) dan diamati hasil optimasinya terhadap yield, densitas, bilangan asam dan viskositas. Yield paling optimal didapat pada variasi volume pelarut dan waktu reaksi 1000 ml dan 180 menit yaitu 28,492%. Hasil GC-MS biodiesel minyak biji mahoni yaitu asam linoleat sebesar 26,76% dan 19,96%, asam oleat 19,31% dan asam stearat sebesar 15,86%.
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan Fikri Hasfita; Devi, Sri Marlia; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim; Jalaluddin; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22496

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000. Kata kunci: Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
Kinetika Reaksi Hidrolisis Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Menjadi Glukosa Menggunakan Katalisator Asam Klorida. Sinaga, Ahmad Roihan; Meriatna, Meriatna; Sylvia, Novi; ZA, Nasrul; Ibrahim, Ishak; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15309

Abstract

Biji bunga matahari memiliki kandungan gula sebesar 2,62 gr dan kandungan karbohidrat sebesar 24 gram. Metode hidrolisis adalah proses pembentukan gula dari karbohidrat. Menggunakan asam klorida sebagai katalis dan menyesuaikan suhu dan waktu hidrolisis adalah metode yang digunakan untuk membuat penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kecepatan di mana pati diubah menjadi glukosa, mekanisme yang mendasari reaksi hidrolisis, dan bagaimana pati diekstraksi dari biji bunga matahari. Menggunakan katalis asam klorida, hidrolisis akan dilakukan dalam serangkaian alat hidrolisis. Penelitian ini pernah dilakukan dengan jenis katalis yang berbeda tetapi hanya menggunakan satu suhu dan waktu reaksi, maka untuk melihat perbandingan yang terjadi akan dibuat penelitian dengan variasi suhu dan waktu reaksi dan jenis katalis yang berbeda serta membuatnya kedalam studi kinetika reaksi. Beberapa variasi suhu reaksi yang akan digunakan adalah 75,80,85,90, dan 95 °C. Waktu hidrolisis dijalankan selama 30,45,65,75, dan 90 menit. Hidrolisis biji bunga matahari dengan asam klorida, menurut hasil peneltian yang telah dilakukan, adalah reaksi orde satu semu dengan konversi glukosa tertinggi didapat pada kondisi waktu selama 90 menit dan pada suhu hidrolisis 95 °C. Didapat energi aktivasi 17,806 J/mol dengan beberapa nilai konstanta kecepatan reaksi hidrolisis biji bunga matahari yaitu 1,88 x 10-3, 2,24 x 10-3, 2,38 x 10-3, 2,50 x 10-3, dan 2,69 x 10-3 menit-1. Tingkat glukosa tertinggi adalah 5,23 mg/ml dengan konversi tertinggi sebesar 34,83 %.