Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Inovasi Teknik Perawatan Tanaman Durian Untuk Menghasilkan Buah Yang Berkualitas Secara Berkelanjutan, Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fridayanti, Nelly; Usnawiyah, Usnawiyah; Adhar, Saiful; Nazaruddin, Muhammad; Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian Sawang terkenal dengan rasa yang enak, tekstur daging buah yang legit, serta warna daging buah yang menarik dan bervariasi, seperti kuning cerah, merah keemasan, putih mengkilap, dan kuning tembaga. Kondisi lapangan durian Sawang saat ini tidak terawat dengan baik menyebabkan kualitas buah dan produksi menjadi tidak stabil dan tidak berkelanjutan. Inovasi teknik perawatan durian di Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang saat ini sangat diperlukan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas petani durian di Desa Teupin Reusep dalam menerapkan teknik perawatan tanaman yang inovatif dan berkelanjutan guna menghasilkan buah bermutu secara konsisten sehingga pendapatan menjadi meningkat. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi petani saat ini dalam melakukan budidaya tanaman durian menyebabkan produksi durian menjadi tidak stabil, mutu buah rendah dan bentuk buah sering tidak beraturan atau tidak normal.   Selain itu petani dapat mengetahui kondisi tanaman untuk diberikan pupuk dan jenis pupuk yang diberikan, mengetahun kondisi tanah yang dibutuhkan untuk penanaman tanaman durian, petani dapat melakukan teknik pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi, petani dapat menerapkan teknik PHT, petani mampu merencanakan kombinasi pemupukan organik–anorganik untuk meningkatkan mutu buah, dan petani dapat memahami prinsip dasar pascapanen (panen, sortasi, sanitasi) agar mutu tetap terjaga hingga ke konsumen. Adanya kegiatan ini yang diterapkan dengan pendekatan penyampaian pengetahuan dan praktik paket teknologi akan dapat meobah kebiasaan petani dalam penerapan paket teknologi dalam menghasilkan buah durain yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukandengan cara praktik langsung ke lapangan yang dilakukan dalam bentuk demplot system  prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Hasil pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan perubahan perilaku petani yang signifikan mulai dati pengetahuan  dan Teknik budidaya telah terjadi peningkatan secara drastis yang dapat kita lihat dari demplot yang dilakukan. Dampak yang dirasakan dengan adanya kegiatan ini adalah kepuasan peserta sehingga lebih semangat dalam melakukan budidaya tanaman durian dengan harapan pada waktu yang akan datang dapat menghasilkan produksi durian Sawang yang berkualitas dan dalam jumlah yang banyak serta berkelanjutan.
Efektivitas penggunaan ijuk, jerami padi dan ampas tebu sebagai filter air pada pemeliharaan ikan mas koki (Carassius auratus) Fazil, Muhammad; Adhar, Saiful; Ezraneti, Riri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.322

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai pada bulan Desember 2015 sampai dengan Januari 2016. Ikan uji yang digunakan adalah ikan mas koki yang berukuran 3-4 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan filter dari ijuk, jerami padi dan ampas tebu sebagai filter air pada pemeliharaan ikan mas koki. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Pertambahan panjang terbesar terdapat pada bahan filter ijuk yaitu 1,14 cm. Pertambahan berat terbesar terdapat pada bahan filter ijuk yaitu 1,29 gram dan terkecil pada perlakuan kontrol yaitu 0,42 gram. Nilai kisaran parameter kualitas air pada saat penelitian yaitu suhu berkisar 25,7-29,7 oC, pH berkisar 7,1-7,6, DO berkisar 3,6-5,8 mg/L, kekeruhan berkisar 1,14-22,15 dan amonia berkisar 0,022-2,056.This research was conducted at the Laboratory of Aquaculture Hatchery and Technology Studies Program Aquaculture Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh, started in December 2015 and January 2016. The fish samples used is a goldfish measuring 3-4 cm. The purpose of this study was to determine the effect of filter material from fibers, rice straw and bagasse as a water filter on the maintenance of a goldfish. This research used experimental method with a completely randomized design (CRD) non factorial with four treatments and three replications. Added greatest long fibers present in the filter material is 1.14 cm. The weight gain fibers contained in the filter material is 1.29 grams and the smallest in the control treatment that is 0.42 grams. Value range of water quality parameters at the time of the study ranged from 25.7 to 29.7 ° C as temperature, pH ranges from 7.1 to 7.6, DO ranged from 3.6 to 5.8 mg / L, turbidity ranges from 1.14 to 22 , 15 and ammonia ranged from 0.022 to 2.056.
Efek surfaktan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan struktur jaringan insang benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Magfirah, Magfirah; Adhar, Saiful; Ezraneti, Riri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh surfaktan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan histologi insang benih ikan nila. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2014 diLaboratorium Hatchery dan Teknologi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Ikan diberi perlakuan dengan konsentrasi deterjen yang berbeda, perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (deterjen 3 %), C (Konsentrasi deterjen 6 %) dan D (Konsentrasi deterjen 9 %). Pengambilan data dilakukan setiap 7 hari sekali. Adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah parameter pada laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, histologi insang dan efisiensi pakan serta parameter kualitas air (suhu dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang diberi perlakuan konsentrasi deterjen 3 %, 6 %, 9 % berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Perlakuan kontrol menghasilkan nilai, laju pertumbuhan dan efisiensi paling baik, yaitu masing-masing sebesar 2,84 gram, 97,36 %, sedangkan untuk kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan konsentrasi deterjen 3 % yaitu 100 %. Parameter kualitas air selama penelitian yang diukur antara lain adalah suhu air dengan kisaran 26,6-28,1 áµ’C, dan pH 7,1-7,8. This study aimed to know the effect of surfactant on growth, survival rate and gill histology of tilapia fingerling. It carried out on October to November 2014 at Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Aquaculture Department Agriculture Faculty Malikussaleh University North Aceh. Experimented fish was given different concentrations of detergent. The treatments were A: control, B (detergent 3%), C (detergent 6%), and D (detergent 9%). Sampling data was done every seven days. Experimental design used was Completely Randomized Design with four treatments and three replications then it was continued by BNT test. Observed parameters were growth rate, survival rate, gill histology, feed efficiency, and water quality (temperature and pH). The result showed that different concentrations of detergent (3%, 6%, 9%) affected on growth and survival rate of tilapia fish. Control gave the best growth rate and feed efficiency which were 2,84 grams and 97,36%. While the highest survival rate was obtained in treatment of detergent 3% which was 100%. The water quality parameters during experiment were temperature ranged 26,6-28,1 áµ’C and pH ranged 7,1-7,8.
Pengaruh media filter pada sistem resirkulasi air untuk pemeliharaan ikan koi (Cyprinus carpio L) Rizky, Teuku Die Aulya; Ezraneti, Riri; Adhar, Saiful
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.341

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai dari tanggal 10 Juni sampai dengan 9 Juni 2015. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan Koi yang berukuran 5 - 7 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu pengaruh media filter pada sistem resirkulasi air terhadap pemeliharaan ikan koi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Pertambahan panjang terbesar terdapat pada filter arang yaitu 0,47 cm dan terkecil pada filter kijing yaitu 0,36 cm. Pertambahan berat terbesar terdapat pada filter kontrol yaitu 1,21 gram dan terkecil pada filter kijing yaitu 1 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media filter pada sistem resirkulasi air tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan, konversi pakan dan kelangsungan hidup ikan koi.This study was carried out at Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Aquaculture Department Agriculture Faculty Malikussaleh University started on June 10th to July 9th 2015. Experimented fish was goldfish fingerling which had length 5-7 cm.The purpose of this study was to know the effect of filter media on water recirculation system in raising goldfish. Experimental design used was non-factorial completely randomized design with four treatments and three replications. the highest length growth of goldfish was showed in charcoal filter which was 0, 47 cm while the lowest one was in kijing filter which was 0,36 cm. The highest weight growth of goldfish was obtained in control filter which was 1,21 grams and the lowest one was in clams (kijing) filter which was 1 gram. The result implied that filter media on water recirculation system did not give significant different on growth, food convertion ratio, and survival rate of gold fish.
Pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara pada media bersalinitas 3 ppt dengan paparan medan listrik yang berbeda Husna, Rahmatul; Adhar, Saiful; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan gurami yang dipelihara pada media bersalinitas dengan paparan medan listrik yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2014 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (7,5 Volt), C (10 Volt) dan D (12,5 Volt). Pengambilan data dilakukan setiap 7 hari sekali. Adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot, pertambahan panjang, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gurami yang diberi perlakuan 7,5 volt, 10 volt dan 12,5 volt mampu merespon medan listrik. Pemberian medan listrik 10 volt menghasilkan nilai pertambahan bobot, pertambahan panjang dan efisiensi paling baik, yaitu masing-masing sebesar 0,31 gram, 0,20 cm, 90,61 %, sedangkan untuk kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan kontrol yaitu 90 %. Selama penelitian ini suhu bekisar antara 26,62-27,81 áµ’C, dan pH 7,40-6,62.This research aimed to know the growth of cultivated gouramy fingerling in saline media with different electric voltage treatments. The study was carried out on September until Oktober 2014 at laboratorium of hatchery, major of aquaculture Malikussaleh University. The given treatments were A (control), B (7,5 volt), C (10 volt), and D 12,5 volt). Data were sample every 7 days. The research design used was completely randomized design non factorial with 4 treatment and 3 replications then it was continued by LSD test. Some parameters taken during experiment were growth of weight and length, survival rate, feed efficiency. The result showed that gouramy fish given treatments of 7,5 volt, 10 volt, and 12,5 volt could respond the electric voltages. Electric voltage of 10 volt yielded the best of growth and feed efficiency, in which they were weight 0,31 gr, length 0,20 cm, and feed efficiency 90,61 %. White the best survival rate was obtained at control treatment which was 90 %. Water quality during experiment ranged temperature 26,62-27,81 0C and pH 7,40-6,62. 
Pengaruh lama waktu paparan medan listrik terhadap pertumbuhan benih ikan patin (Pangasius sp) Sahputra, Julianda; Adhar, Saiful; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu paparan medan listrik pada media air bersalinitas 3 ppt. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2014 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (1 menit), C (3 menit) dan D (5 menit). Pengambilan data dilakukan setiap 7 hari sekali. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati berupa pertambahan bobot, pertambahan panjang, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan patin yang diberi perlakuan 1 menit, 3 menit dan 5 menit mampu merespon medan listrik. Pemberian medan listrik 10 volt selama 3 menit menghasilkan nilai pertambahan bobot, pertambahan panjang, dan efisiensi pakan yang paling baik, yaitu masing-masing sebesar 0,65 gram/ekor, 0,29 cm/ekor, dan 91,09 %. Kelangsungan hidup ikan uji selama penelitian berkisar antara 83,33 % - 100 %, dimana yang terbaik diperoleh pada pemberian paparan listrik selama 3 menit. Selama penelitian ini suhu air yang diperoleh berkisar antara 26,60C sampai 29,30C, dan pH  berkisar antara 6,8 sampai 8,5. This study was aimed to know the expoture time effect of electric voltage in saline water 3 ppt. The study was carried out on October until November 2014 at Laboratorium of Hetchery, Major of Aquaculture Malikussaleh University. Several  treatments given in this study were A (Control), B (1 Minute), C (3 Minute), D (5 Minute). Data were sampled every 7 day. Reseach design used was completely ran domized design with four treadments and three replications, then it was continued by using LSD test. Parameters observed in this study were weight inerement, length inerement, survival rate, and feed efficiency. Result of this research showed that catfish which were given treadments of 1 minute, 3 minute, and 5 minute could respond electric voltage. Giving voltage 10 volt for 3 minute yielded the best values of weight and length increment and feed efficiency, such as 0,65 gr / fish of weight, 0,29 cm / fish of lenght, and survival rate 91,09 %. Water quality during experiment ranged temperature 26,60C - 29,30C and pH 6,8 - 8,5.
Pengaruh salinitas terhadap kondisi fisiologi pada benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) Ezraneti, Riri; Adhar, Saiful; Alura, Aula Maretta
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1621

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan Laju konsumsi oksigen, pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal bintang yang dipelihara dalam salinitas yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan memelihara ikan dalam jaring kontainer dengan salinitas yang berbeda menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan: A: 32 ppt, B: 24 ppt C: 19 ppt D: 14 ppt selama 28 hari. Parameter penelitian yang diamati adalah laju konsumsi oksigen, pertumbuhan panjang dan bobot, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup dan parameter kualitas air yang meliputi salinitas (°), suhu (0C), DO (mg/L), pH dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju konsumsi oksigen berbeda sangat nyata antar perlakuan dengan konsumsi oksigen terbaik dalam perawatan C (19 °) dan D (14 °) sebesar 0,47 mg O2/g/jam. Pertumbuhan panjang terbesar pada perlakuan D (14 °) sebesar 1,52 cm, sedangkan pertambahan bobot terbesar terdapat pada C (19 °) sebesar 2,72 gram. Efisiensi pakan tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan nilai terbaik sebesar 8,94 % yang terdapat pada perlakuan C (19 °), sedangkan tingkat kelangsungan hidup berbeda nyata antar perlakuan dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (14 °) sebesar 100%. Kualitas air masih dalam kisaran yang aman dengan kisaran suhu 26,3-30,5 0C, DO 5,25-6,12 mg/L, pH 7,8-8,2 dan amonia 0,16-0,24 mg/L. Ikan bawal bintang dapat hidup secara optimal pada rentang salinitas 14 - 19 ppt.Kata kunci: ikan bawal bintang; salinitas; kondisi fisiologiAbstractThis study aims to determine the rate of oxygen consumption, growth and survival rate of silver pompano fish that reared in different salinity. This research was conducted by keeping silver pompano in container nets with different salinity using 4 treatment and 3 replications: A: 32 ppt, B: 24 ppt C: 19 ppt D: 14 ppt for 28 days. The research parameters observed were the rate of oxygen consumption, growth rate, feed efficiency and survival rate and water quality parameters including salinity (°), temperature (oC), DO (mg/L), pH and ammonia. The results showed that the oxygen consumption rate was significantly different with the best oxygen consumption in treatment C (19 °) and D (14 °) treatment by 0.47 mgO2/g/hour. The highest growth in treatment D (14 °) with 1,52 in length, while the highest growth in the treatment C (19 °) with 2,72 in weight. The feed efficiency is not significantly different between the treatments with the highest value around 8,94 % in the treatment C (19 °), while survival rate was different between the treatments with the best treatment in D (14 °) by 100%. Water quality is still within safe range i.e. temperature between 26,3-30,5 0C, DO between 5,25-6,12 mg/L, pH 7,8-8,2 and ammonia 0,16-0,24 g/L. The silver pompano would live optimally in the salinity range 14 -19 ppt.Keywords: silver pompano; salinity; physiological condition
Application of recirculating aquaculture system in black tiger shrimp (Penaeus monodon) nursery indoors Bulan, Rifqi; Muliani, Muliani; Zulpikar, Zulpikar; Adhar, Saiful; Ayuzar, Eva
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i2.8885

Abstract

Water quality is one of the determining factors for the success of tiger shrimp in super intensive tiger shrimp culture that has very high productivity, this produces a lot of waste in the form of manure and leftover food which is a trigger for the decline in water quality. This study aims to determine the use of RAS using a different filter arrangement of water quality in the maintenance of tiger shrimp (Panaeus monodon). This research was conducted from August to September 2019 at the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Malikussaleh University. The method used in this study is an experimental method with data collection techniques with a non-factorial Completely Randomized Design (RAL) consisting of 4 treatments and 3 replications that were treatment A without filter (control), treatment B: physics filter, chemical filter, biological filter, treatment C: chemical filter, biological filter, physics filter, and treatment D: biological filter, physics filter, chemical filter. The results showed that the use of different filter arrangements in RAS has an influence on water quality parameters except for temperature, increase in length, and weight and has a very significant effect on survival. The best water quality was found in treatment B, physical filter, chemical filter, band iological filter.Keywords: black tiger shrimp; Recirculating Aquaculture System; water quality
ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN FOSFOR DAN DAMPAK KERAMBA JARING APUNG DI DANAU LAUT TAWAR, ACEH TENGAH Adhar, Saiful; Erlangga, Erlangga; Rusydi, Rachmawati; Mainisa, Mainisa; Prasetya, Yukis Angga; Zaitun, Urmila
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.2.2023.117-127

Abstract

Danau Laut Tawar di Kabupaten Aceh Tengah, Indonesia, memiliki luas permukaan 5.862 ha, garis pantai 49,75 km, kedalaman maksimum 84,23 m, kedalaman rata-rata 25,19 m, dan daerah tangkapan air seluas 18.877 ha. Danau ini merupakan danau tektonik dan bersifat multiguna seperti berperan sebagai sumber plasma nutfah, air baku air minum dan pertanian, perikanan, dan sumber pembangkit listrik tenaga air. Aktivitas antropogenik akibat pemanfaatan sumber daya di daerah tangkapan air dan perairan meningkatkan pemuatan fosfor ke perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas beban fosfor dan dampak kegiatan keramba jaring apung terhadap pencemaran fosfor di Danau Laut Tawar. Data primer dan sekunder dikumpulkan dan dianalisis menggunakan berbagai pendekatan seperti studi literatur, pemodelan, pengukuran in-situ serta ex-situ, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi fosfor di perairan Danau Laut Tawar sebesar 34,00 mg m-3. Beban fosfor dari daerah tangkapan air sebesar 5,19 mg m-3, dengan alokasi beban fosfor sebesar 0,74 mg m-3. Baku mutu fosfor ditetapkan sebesar 40,00 mg m-3, sehingga daya tampung beban pencemaran fosfor mencapai 1,04 ton tahun-1. Keramba jaring apung pada danau memiliki luas 4,46 ha dan menghasilkan limbah fosfor sebanyak 5,25 ton tahun-1 yang terlarut ke perairan danau. Nilai tersebut lebih tinggi dari daya tampung beban pencemaran fosfor pada danau dan memengaruhi kondisi alaminya serta aktivitas yang dilakukan di sekitar danau. Lake Laut Tawar in Central Aceh, Indonesia, covers an area of 5,862 ha with a coastline length of 49.75 km, a maximum depth of 84.23 m, an average depth of 25.19 m, and a catchment area of 18,877 ha. The lake is a tectonic-formed water body and serves various biological and economic functions such as biodiversity resources, water sources for drinking water and agriculture, fisheries, and hydroelectricity. Anthropogenic pressures from economic activities around and within the lake have increased phosphor loading in the water body. This study aimed to determine the phosphor loading capacity and the contribution of floating net cage operation on phosphor pollution in Lake Laut Tawar. Primary and secondary data were collected and analyzed using various approaches such as documents, modeling, in-situ and ex-situ measurements, and interviews. The results showed that the phosphor concentration in the Lake Laut Tawar waters reached 34.00 mg m-3. The phosphor load from the catchment area was 5.19 mg m-3, with the phosphor load allocation of 0.74 mg m-3. The maximum threshold for phosphor concentration in a lake is set at 40.00 mg m-3, bringing the phosphor pollution load capacity of the lake to 1.04 tons year-1. However, the floating net cages in the lake covered an area of 4.46 ha and produced 5.25 tons year-1 of phosphorus waste which dissolved into the lake waters. This value exceeds the phosphorus load capacity of the lake and subsequently affects the lake's natural state and the ecosystem services it provides.
Penyuluhan penggunaan pakan berwawasan lingkungan kepada pembudidaya keramba jaring apung di Danau Laut Tawar Aceh Tengah (Counseling on the use of environmentally conscious feeding to floating net cage farmers in the Lake Laut Tawar Aceh Tengah) Adhar, Saiful; Khalil, Munawwar; Muliani, M
Buletin Pengabdian Vol 3, No 3 (2023): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v3i3.34641

Abstract

Cultivating Floating Net Cages on Lake Laut Tawar has become an activity supporting the people's economy. The profits obtained by cultivators range from IDR 2.5 7 million per maintenance period. However, on the other hand, this activity can reduce the carrying capacity of the waters of Lake Laut Tawar due to waste pollution originating from leftover feed. One of the impacts is the mass death of fish in the floating net cages. The core problem of this problem is the lack of knowledge of Floating net cage cultivators and workers regarding feed management and water pollution. This problem can be solved by increasing the knowledge of Floating net cage farmers and workers in Lake Laut Tawar. The method used in this activity was counseling on using environmentally friendly feed in the Floating Net Cage system for fish farming in Lake Laut Tawar, Central Aceh. The aim and output targetted of this community service activity were to increase the application of science and technology in the community, in the form of improving the management of the use of fish feed d in floating net cages system. Evaluation of the level of success and satisfaction of participants was carried out using a questionnaire. Based on an analysis of the level of satisfaction and success, 80-90% of farmers are very satisfied with this community service activity. The benefits of this activity provide knowledge and positive motivation for partners in tilapia culture in floating net cages by increasing production as well as protecting the environment from pollution.