Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Hiponimi Hewan dalam Bahasa Jawa: Kajian Semantik Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono; Wachidatul Linda Yuhanna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4038

Abstract

The animals in the world are very diverse and countless. The variety of animals in the field of biology is divided into kingdoms, species, families, orders, and classes. The classification of animals in biology is certainly different from the classification of animals in Javanese society. This study aims to explain animal hyponymy in Javanese based on Semantic studies. Hyponyms are inseparable from the relation of meaning. This research is descriptive qualitative. Data collection is done by documentation, observation, listening, and taking notes. Data analysis was carried out using the agih method with the substitution technique and the reflexive-introspective method based on the flow model in which there is reduction, presentation, verification, and inference. Animal species are diverse and innumerable. In Javanese semantics, kewan 'animal' has the same components as tetuwuhan 'plant'. Furthermore, as a subordinate, kewan has components in between rajakaya, sato iwen, omahan, and alasan. In the category of pomahan or ingon-ingon animals, there are three types, namely rajakaya, sato iwen, and kewan lulut. Differentiation of several hyponyms is done by component analysis. Rajakaya 'farm animals' can be distinguished based on size, power, color, and aspects of their use. Sato iwen can be distinguished based on size, sound, beak shape, leg shape, and animal utilization, and kewan lulut can be distinguished based on size, price, level of compliance, type of food, and type of care.AbstrakHewan-hewan di dunia sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Ragam hewan dalam bidang ilmu biologi dibagi ke dalam kingdom, spesies, famili, ordo, dan kelas. Penggolongan hewan dalam ilmu Biologi tentu berbeda dengan penggolongan hewan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hiponimi hewan dalam bahasa Jawa berdasarkan kajian Semantik. Hiponim tidak terlepas dari relasi makna. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data dilakukan dengan metode agih dengan teknik substitusi dan metode reflektif-introspektif dengan berdasarkan pada model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, penyajian, verifikasi, dan inferensi. Spesies hewan beragam dan tak terhitung banyaknya. Dalam Semantik bahasa Jawa, kewan ‘hewan’ mempunyai kesamaan komponen dengan tetuwuhan ‘tumbuhan’. Selanjutnya, sebagai subordinat, kewan memiliki komponen di antaranya rajakaya, sato iwen, omahan, dan alasan. Dalam kategori hewan pomahan atau ingon-ingon, terdiri atas tiga jenis, yakni rajakaya, sato iwen, dan kewan lulut. Pembedaan atas beberapa hiponim dilakukan dengan analisis komponen. Rajakaya ‘hewan ternak’ dapat dibedakan berdasarkan ukuran, tenaga, warna, dan aspek pemanfaatannya. Sato iwen dapat dibedakan berdasarkan ukuran, suara, bentuk paruh, bentuk kaki, dan pemanfaatan hewan, dan kewan lulut dibedakan berdasarkan ukuran, harga, tingkat kepatuhan, jenis makanan, dan jenis perawatan
Komik Online “Ngopi, Yuk!”: Kajian Praanggapan dalam Perspektif Pragmatik Bambang Eko Hari Cahyono; Arifah Putri Nur Nadila
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7889

Abstract

The scope of pragmatic studies consists of 3 components, namely presupposition, conversational implicature, and entailment. One of the pragmatic studies that examines the meaning of assumptions or assumptions in speaking is presupposition. This study aims to describe and explain the dominant forms of presupposition in the online comic "Ngopi, Yuk!" episodes 929—1073. The type of research used was qualitative descriptive research. Data collection techniques used were listening and note-taking techniques. Data analysis used was an interactive analysis model which was carried out at the time or during and after data collection. Data analysis was carried out through 3 simultaneous activity flows, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study shows that 3 most dominant forms of presupposition are found, namely 33 existential presuppositions, 18 structural presuppositions, and 27 factive presuppositions. Existential  presuppositions are characterized by the existence of a place, anentity, a person, time, words and phrases that indicate a person's atmosphere and condition. Structural presuppositions are marked by interrogative sentences or question words, while factive presuppositions are indicated by the use of verbs, verb phrases, adjectives, and adjective phrases. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk praanggapan yang dominan dalam komik online “Ngopi, Yuk!” episode 929—1073. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dilaksanakan pada saat atau selama berlangsungnya pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 bentuk praanggapan yang paling dominan, yaitu praanggapan eksistensial sebanyak 33, praanggapan struktural sebanyak 18, dan praanggapan faktif sebanyak 27. Praanggapan eksistensial ditandai dengan adanya eksistensi tempat, entitas sesuatu, orang, waktu, kata dan frasa yang menunjukkan suasana serta keadaan seseorang. Praanggapan struktural ditandai dengan kalimat interogatif atau kata tanya, sedangkan bentuk praanggapan faktif ditunjukkan dengan penggunaan verba dan frasa verba dan adjektiva dan frasa adjektiva.
Kuasa Simbolik Perspektif Pierre Bourdieu dalam Pembelajaran Sastra Perguruan Tinggi Panji Kuncoro Hadi; Bambang Eko Hari Cahyono; Dwi Rohman Soleh
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4930.342-354

Abstract

The development of literature learning in higher education cannot be separated from the influence of aesthetic ideology that shapes how students understand and write literary works. This study examines symbolic power from Pierre Bourdieu’s perspective in literature learning at the university level. The research problem focuses on the internalization of universal humanist literature in students’ poetry through literature instruction. This study aims to describe the forms of symbolic power that influence the themes, diction, and language styles of students’ poetry. The method employed is descriptive qualitative, with data consisting of 30 student poems from poetry appreciation and poetry studies courses. The data were analyzed using Pierre Bourdieu’s theory of symbolic power through thematic analysis, word choice, and language style. The findings reveal that literature learning in higher education tends to internalize the aesthetics of universal humanist literature among students. Of the 30 poems analyzed, most demonstrate uniformity in themes, poetic diction, and the use of language styles that represent the dominance of legitimate aesthetics. This condition indicates the presence of symbolic power in literature learning that shapes students’ perceptions of poetic standards. This study recommends a literature learning approach that is more open to the diversity of students’ social experiences and habitus so that literary creativity can develop more authentically. AbstrakPerkembangan pembelajaran sastra di perguruan tinggi tidak terlepas dari pengaruh ideologi estetika yang membentuk cara mahasiswa memahami dan menulis karya sastra. Penelitian ini membahas kuasa simbolik perspektif Pierre Bourdieu dalam pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Permasalahan penelitian difokuskan pada internalisasi sastra humanis universal dalam puisi mahasiswa melalui pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kuasa simbolik yang memengaruhi tema, diksi, dan gaya bahasa puisi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa 30 puisi mahasiswa pada mata kuliah apresiasi dan kajian puisi. Data dianalisis menggunakan teori kuasa simbolik Pierre Bourdieu melalui analisis tema, pilihan kata, dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra di perguruan tinggi cenderung menginternalisasikan estetika sastra humanis universal kepada mahasiswa. Dari 30 puisi yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan keseragaman tema, diksi puitis, dan penggunaan gaya bahasa yang merepresentasikan dominasi estetika legitim. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kuasa simbolik dalam pembelajaran sastra yang membentuk persepsi mahasiswa mengenai standar kepuitisan. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran sastra yang lebih terbuka terhadap keberagaman pengalaman sosial dan habitus mahasiswa agar kreativitas sastra berkembang secara lebih autentik.
PELATIHAN MODEL GROUP COUNSELING BAGI GURU PENDAMPING KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Dahlia Novarianing Asri; Bambang Eko Hari Cahyono; Endang Sri Maruti
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3065

Abstract

Vocabulary learning for students with special needs, the accuracy of the selection of learning models and media greatly determines the success of learning objectives. Therefore, it is necessary to provide material and training for special assistant teachers of inclusive elementary schools in implementing the group counseling model with contemporary puppet media in vocabulary learning. The purpose of this training is to provide teachers with basic concepts related to vocabulary learning, group counseling models, and innovative learning media. In addition, it also aims to provide skills to special assistant teachers in Inclusive schools in Magetan Regency in implementing the group counseling model with contemporary puppet media to improve vocabulary mastery of students with special needs. The training activities were carried out in 3 stages, namely the material provision stage, practice in implementing the group counseling model with contemporary puppet media, and practice in implementing the group counseling model with contemporary puppet media in schools. The training method uses lecture methods, demonstrations, and direct practice in schools. The results of the training were that at the material provision stage, material was provided on vocabulary learning, group counseling, innovative learning media, and the group counseling model with contemporary puppet media. The group counseling model application training activities using contemporary puppet media were carried out through 3 activities, namely recreational activities, psychoeducation, and resolution. The evaluation results showed an increase in participants' understanding of the principles and basic techniques of group counseling, as well as an increase in their confidence in applying this model in the school environment. This activity is expected to support the creation of a more inclusive and responsive learning environment to students' needs. The recommendation from this activity is the need for further training and ongoing supervision to ensure the sustainability of group counseling practices by GPK in each school.
THE ABILITY OF WRITING ARGUMENTATIVE ESSAYS WITH A RECREATIONAL-PROCREATIONAL APPROACH IN HIGH SCHOOL STUDENTS Bambang Eko Hari Cahyono Hari Cahyono; Panji Kuncoro Hadi; Fuaduzzakiawan; Sriyatin
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 2 (2025): SKRIPTA NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i2.8682

Abstract

High school students' argumentative essay writing skills are still unsatisfactory. One factor contributing to their low argumentative essay writing skills is the inappropriate choice of learning approaches. The purpose of this study is to describe the improvement of students' argumentative essay writing skills with a procreative recreation approach and to describe students' activeness in participating in argumentative essay writing learning. The type of research chosen was classroom action research (CAR) using the Kemmis & McTaggart model, conducted in cycles. Each cycle consists of four main activities: planning, implementation, observation, and reflection. Each cycle consists of four main activities: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 34 students of class XII.2 of SMA Negeri 1 Kota Madiun in the 2024/2025 academic year. Data were collected using tests, observations, interviews, and questionnaires. The Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) indicators were formulated based on an assessment based on the achievement of predetermined learning objectives. Data analysis was conducted using both quantitative and qualitative descriptive methods. The results demonstrate that the recreational procreation approach can improve students' argumentative essay writing skills and increase student engagement in learning. The novelty of this research lies in the use of the recreational procreation approach, which emphasises critical thinking skills and the development of creativity in argumentative essay writing.
Peningkatan Kemampuan Menulis Poster Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Dan Media Canva Ika Dewi Rekno Kurniasari; Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati
Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/linguista.v9i2.21963

Abstract

Menulis adalah salah satu dari empat kompetensi berbahasa yang harus dikuasai oleh semua siswa. Salah satu alasan mengapa keterampilan menulis poster anak-anak sekolah dasar kurang adalah karena mereka menggunakan model dan media pembelajaran yang salah. Kemampuan menulis poster siswa yang masih rendah menjadi latar belakang penelitian yang terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang pendidikan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatan penggunaan Canva sebagai model pembelajaran dalam hubungannya dengan Project Based Learning untuk memastikan kemampuan menulis poster dan tingkat keaktifan siswa. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kambeng tahun siswaan 2024/2025 yang. Data penelitian dikumpulkan melalui metode tes, observasi, dan wawancara. Penyusunan indikator pencapaian tujuan pembelajaran, didasarkan pada tujuan yang telah ditentukan. Metode untuk menganalisis data bersifat kualitatif. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis poster dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dapat ditingkatkan melalui penggunaan Project Based Learning dan media Canva. Kebaruan penelitian tentang belajar menulis poster dengan menggabungkan konsep dari Project Based Learning dengan konsep dari pembelajaran media Canva.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas IV di SDN 01 Winongo Andin Badiatus Sholikhah; Bambang Eko Hari Cahyono; Ike Yusda Andriani
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i1.4493

Abstract

Teams Games Tournament (TGT) is a cooperative learning model that helps fourth-grade students at SDN 01 Winongo do better in math. The goal of this project is to show how the TGT cooperative learning model can help students learn math better and explain how it does so. A study of how well students learned math before and after the instruction was used to get the data analysis. In this study, the assistance was supposed to lead to each student getting a final percentage score of at least 70%. The results of this study showed that before the help, kids had an average score of 57 on tests related to math. In Cycle I, students learned math on average to a level of 70, but by Cycle II, they were at a level of 90. With this information, we can say that using the TGT learning model helps kids get better at math. All of the people who took part in the final review got the effects that were expected from the intervention.
Co-Authors Agung Nasruloh Saputro Agus Budi Santoso Andin Badiatus Sholikhah Anik Sulistyaningsih Ardian Gita Hari Susanto Arifah Putri Nur Nadila Aris Wuryantoro Asri Musandi Waraulia Bekti Patria D.H. Dahlia Novarianing Asri, Dahlia Novarianing Devi Rahma Danti Devit Tri Candrawati Dewi Tryanasari Dhika Puspitasari Diah Ayu Sawitri Dina Luthfi Nugraini Dinda Meydila Dinik Sri Haryuniayu Anggraini Dristanta Setya Pradipta Dwi Rohmah Soleh Dwi Rohman Soleh Dwi Rohman Soleh Dwi Sunarsih Emi Darlena Endang Sri Maruti Endang Sri Maruti Eni Winarsih Evika Sari Fida Chasanatun Fuaduzzakiawan Guntur Kadarusman Hesti Kurniawati Ika Dewi Rekno Kurniasari Ike Yusda Andriani Ike Yusda Andriani Irawadi Irawadi Jeffry Handhika Kartiko Tri Yunianto Lulus Irawati Lusiana Lusiana Marheny Lukitasari Mar’ahtus Sollikah Maulina Jelita Pertiwi Maya Fitrianingtyas Mila Aska Aulia Mita Pratiwi Muhammad Hanif Muhlis Fajar Wicaksana Mulyaningsih, Indrya Nina Dhamayanti Nunik Suryantini Nur Samsiyah, Nur Panji Kuncoro Hadi Panji Kuncoro Hadi Panji Kuncoro Hadi, Panji Kuncoro Raras Setyo Retno, Raras Setyo Reny Dwi Utami Ria Dwi Puspitasari Rico Ardiansyah Rima Nurmalia Rio Sempana Rissa Prima Kurniawati Riya Mutafaroh Rosita Ambarwati Rosse Vista Lovenia Sesaria Prima Yudhaningtyas Setya Pangastuti Sigit Ricahyono Silviana Yunidawati Sri Agustin Sri Budyartati Sri Mulyani Sri Nurhayati Sriyatin Supri Wahyudi Utomo, Supri Suyati Nur Rahma Vella Aminda Tira Vivi Rulviana Wachidatul Linda Yuhanna Wijayanti, Lisma Meilia