Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR Nur Rizqo; Hamsi Mansur; Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v1i1.3648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran, mengetahui kelayakkan media ular tangga matematika, dan motivasi belajar pengembangan media matematika pada materi bangun datar  kelas 2 di SDN 4 Sungai Ulin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R &D), dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: Analysis,  Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil penilaian dari ahli media mendapat nilai rata-rata skor 4.9 kategori “Sangat Baik”. Hasil penilaian dari ahli materi mendapat nilai rata-rata skor 4.9 kategori “Sangat Baik”. Penilaian uji coba perorangan mendapatkan nilai sebesar 4.5 kategori “Sangat Baik”. Penilaian kelayakkan oleh siswa uji coba kelompok kecil 4.3 kategori “Sangat Baik”. Penilaian kelayakkan oleh siswa uji coba kelompok besar 4.5 kategori “Sangat Baik”. Media Ular tangga matematika ini dapat meningkatkan motivasi belajar dilihat dari peningkatan skor dari 45.9 menjadi 68.5. Pada hasil uji N-gain 0.76 kategori “Tinggi”. Dengan demikian Media ular tangga bangun datar ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan motivasi belajar matematika.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS PLOTAGON MATA PELAJARAN IPA UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR Hamdanah Hamdanah; Hamsi Mansur; Karyono Ibnu Ahmad
J-INSTECH Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v2i1.3818

Abstract

Pengembangan media video pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan modifikasi dari model Borg and GalII, fokus penelitian ini adalah pengembangan video pembelajaran berbasis plotagon materi gaya dan gerak untuk anak kelas IV SD dan mengetahui kelayakan dari media video. Langkah- langkah model Borg and Gall terdiri dari enam tahapan yaitu (1) Penelitian, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan, (4) Uji Ahli, (5) Revisi, dan (6) diseminasi dan implementasi. Hasil penelitian ini menunjukan video pembelajaran berbasis plotagon materi gaya dan gerak memperoleh hasil yaitu: Ahli Media memperoleh nilai 100% dengan kategori sangat layak, Ahli Materi memperoleh nilai 100% dengan kategori sangat layak, dan Ahli Naskah Bahasa memperoleh nilai 82,8% dengan katagori sangat layak. Ketiga penilaian tersebut dapat disimpulkan media video pembelajaran berbasis plotagon Sangat Layak untuk di gunakan. Peneliti merekomendasikan media ini bisa di lanjutkan oleh peneliti setelah ini guna mengetahui seberapa jauh efektiivtas media video berbasis plotagon ini terhadap pembelajaran
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH MATERI SEJARAH INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 ALALAK Muhammad Shidqi Rizqullah; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i2.8698

Abstract

Kurangnya media pembelajaran dan metode pembelajaran yang konvensional menyebabkan minat belajar peserta didik menjadi rendah. Permasalahan tersebut memicu peneliti untuk mencari solusi agar terciptanya pembelajaran yang berinovasi. Melalui pengembangan media mobile learning diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengembangkan media mobile learning untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas X SMAN 1 Alalak, (2) Mengetahui minat belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan mobile learning pada mata pelajaran sejarah. Penelitian pengembangan media mobile learning ini merupakan jenis penelitian R&D dengan menggunakan metode pengembangan 4D oleh Thiaragajan (1974). Tahap pengembangan 4D yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination yang telah dimodifikasi menyesuaikan dengan keperluan. Hasil penelitian pada tahap pengembangan menghasilkan penilaian dari para ahli. Penilaian dari ahli materi mendapatkan rata-rata skor 92% dengan kategori “sangat layak”, sementara penilaian dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 97,3% dengan kategori “sangat layak”. Peningkatan minat belajar peserta didik mendapat nilai gain sebesar 0.51 dengan kategori “Sedang”. Dari hasil penelitian data disimpulkan bahwa media mobile learning mata pelajaran sejarah layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDORID PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SMA Nurul Aida; Hamsi Mansur; Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i2.8882

Abstract

Dalam meningkatkan proses pembelajaran, guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif yang mendorong siswa agar dapat belajar secara optimal baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa mata pelajaran Geografi kelas XI dengan media pembelajaran berbasis android pendekatan contextual teaching and learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research & Development menggunakan model pengembangan 4D. Tahapan dalam model pengembangan ini meliputi tahap define, design, development, dan dessiminate. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi. Sementara teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis kuantitatif deskriptif menggunakan skala likert dan Uji N-Gain. Hasil penelitian dari validasi kelayakan materi mendapatkan skor 93,33% dan validasi kelayakan media mendapatkan skor 95%. Sedangkan penilaian uji pretest mendapat skor 41,03% dan Posttest sebesar 71,43% dan uji N-Gain mendapat skor 0,7% masuk dalam katagori “Tinggi”. Dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan ini “sangat layak” digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan minat belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Fathul Jannah; Hamsi Mansur; Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v2i1.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengembangkan media video pembelajaran, (2) mengetahui kelayakan media video pembelajaran, (3) mengetahui media video pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi pada siswa SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan research and development (R&D) yang mengadopsi pada model desain  ADDIE. Adapun tahap pengembangannya melalui 5 tahap, yaitu; analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian ini adalah: (1) Media video pembelajaran ini menunjukan kelayakan dengan persentase rata-rata dari validasi ahli media 94,15% dan validasi ahli materi 90,66% yang keduanya termasuk dalam kriteria sangat valid. (2) Hasil persentase kemampuan siswa dalam membaca puisi pada saat pre-test 4% dan setelah post-test 100%. (3) Hasil analisis data penggunaan media video pembelajaran melalui rumus uji t-test satu sampel, menghasilkan thitung = 8,919 > ttabel = 2,064. Dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca  puisi di SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin.
PENGEMBANGAN E-LEARNING SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS X DI SMA Adella Maira Amelia; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v5i1.9776

Abstract

E-learning yang dikembangkan berfungsi sebagai komplemen pembelajaran dan pemecahan masalah di kelas yaitu begitu banyaknya materi yang harus dikejar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal oleh peserta didik dan guru. E-learning memungkinkan peserta didik belajar dimanapun dan kapanpun, dan mengakses ke materi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media pembelajaran e-learning pada mata pelajaran sejarah serta penggunaan e-learning untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini mengunakan metode R&D dengan model ADDIE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kuantatif dan kualitatif. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas X SMAN 5 Banjarmasin, dan objek dari penelitian ini e-learning. Sehingga dapat disimpulkan e-learning dikategorikan “sangat layak” digunakan dalam membantu proses pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 5 Banjarmasin.
EVALUASI KELAYAKAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Khairil Azimi; Hamsi Mansur; Agus Hadi Utama
J-INSTECH Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i2.8688

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui evaluasi kelayakan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS submateri kegiatan ekonomi sudah bisa atau belum sebagai media belajar siswa di kelas VII SMPN 30 Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penilitian kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis data dalam bentuk angka yang digunakan untuk melihat kualitas dan kelayakan hasil produk. Data kualitatif diperoleh dari penilitian awal dan uji coba produk. Hasil penelitian ini adalah : 1) Multimedia pembelajaran ini menunjukan kelayakan hasil penyajian materi dengan persentase rata-rata dari validasi ahli materi 96,5% yang keduanya termasuk dalam kriteria sangat baik atau sangat layak. 2) Multimedia pembelajaran ini menunjukan kelayakan hasil produk dengan dua aspek yaituaspek hasil produk dan aspek keefektifitasan bagi siswa yang diberi penilaian menurut siswa kelas VII-C SMPN 30 Banjarmasin menunjukan persentase 87,1%, termasuk kriteria sangat baik atau sangat layak digunakan.
PEMANFAATAN POJOK BACA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS SISWA DI SMP PGRI 9 BANJARMASIN Elma Lailanur; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v5i2.12043

Abstract

Satuan Pendidikan wajib memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mampu menunjang pembelajaran, salah satunya adalah perpustakaan atau Pojok Baca karena dengan adanya Pojok Baca mampu memudahkan siswa dalam mengakses bahan bacaan baik itu dalam proses pembelajaran maupun untuk menambah pengetahuan umum. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan Pojok Baca dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis siswa di SMP PGRI 9 Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa di SMP PGRI 9 Banjarmasin. Hasil penelitian ini yaitu Pojok Baca telah dimanfaatkan siswa sebagai penunjang sarana belajar mengajar dan dikatakan mampu membantu meningkatkan literasi baca tulis mereka berdasarkan hasil pengamatan akhir ditandai dengan intensitas kunjungan siswa meningkat serta bersikap semangat ketika membaca dan memperluas kemampuan dirinya terkait penganalisisan buku bacaan, membentuk ringkasan/kesimpulan bacaan, bersikap aktif ketika berlangsungnya pembelajaran sehingga mempunyai wawasan ilmu yang general, ilmu agama, serta sains yang luas. Rekomendasi yang dapat penulis berikan yaitu hendaknya Pojok Baca di kelas ini terus dibermanfaatkan sebagaimana mestinya, tentunya evaluasi juga diperlukan terkait efektifitasnya karena koleksi buku di Pojok Baca juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
PEMANFAATAN KAHOOT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATEMATIKA PEMINATAN KELAS XII Ruliyani Febriyanti; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i1.8770

Abstract

Pemanfaatan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajran Inquiry yang mana peserta didik menggunakan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis untuk menemukan jawaban yang benar berdasarkan fakta. Selain itu, pemanfaatan Kahoot dalam proses pembelajarannya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga peserta didik bersemangat mengerjakan tugas yang diberikan pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi dan fakta di sekolah terkait pemanfaatan Kahoot, untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pemanfaatan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry pada mata pelajaran matematika peminatan kelas XII MIA di SMAN 8 Barabai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan dan pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi, studi literatur, sedangkan untuk hasil belajar menggunakan Uji T-tes. Hasil dari penelitian ini adalah pendidik mampu merencanakan, menggunakan, dan melaksanakan pembelajaran dengan pemanfataan Kahoot dalam pembelajaran dan terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik. nilai hasil belajar peserta didik setelah menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry. Serta terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen setelah menggunakan kahoot dengan model pembelajaran Inquiry. Sedangkan peserta didik pada kelas kontrol terjadi peningkatan hasil belajar juga akan tetapi belum mencapai nilai ketuntasan. Rekomendasi untuk pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry dalam pembelajaran serta untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode dan menggabungkan variabel-variabel lain dengan model penelitiannya.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI MOTION GRAPHIC UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONSEPTUAL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Risma Dwi Kolwatin; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8761

Abstract

Pemanfaatan video animasi motion diyakini dapat membantu meningkatkan pengetahuan konseptual siswa karena terdiri dari gabungan teks, warna, grafik, gerakan dan narasi membuat animasi motion graphic dapat mencapai indikator pemahaman konseptual yang terdiri dari menafsirkan, memberikan contoh, mengklasifikasi, meringkas, menarik kesimpulan, membandingkan dan menjelaskan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan video pembelajaran animasi motion graphic pada materi tematik 8 kelas VI secara  layak  serta dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Metode pengembangan menggunakan model 4D (four-d) dengan empat tahapan yaitu, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Dalam melihat kelayakan video pembelajaran digunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari ahli materi dan media serta siswa. Sedangkan pada peningkatan pengetahuan konseptual, dilakukan pretest dan posttest kemudian dihitung menggunakan penilaian N-gain. Sehingga dapat diperoleh peningkatan pengetahuan konseptual siswa. Dengan demikian pengembangan video pembelajaran animasi motion graphic dikatakan layak dan dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Sekolah dapat memanfaatkan video pembelajaran animasi motion graphic untuk membantu meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi yang bersifat konseptual agar mudah diterima
Co-Authors Abdul Hakim Adella Maira Amelia Adrie Satrio Afriana, Atrin Agus Salim Agus Salim Akhmad Muzzakir Akhmad Rizky Andi Pratama Putra Andrianu, Andrianu Angga Eki Duta Rahmadan Annisa Rizki Aulia Arif Rahman Hakim Arif Sholahuddin Azmi, Muhammad Naufal Cahya Dewi , Desti Dian Novian Elly Malihah Elma Lailanur Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Faqri, Rui Faravy, Diva Syahreyza Fathul Jannah Fathul Zannah Fatimah Fatimah Fauzan Fadhillah Fikry Ardiawan Fitria Yuniarti Hadinuddin, M. Hamdanah Hamdanah Hariadi Noor Ramadan Heldy Adynata Putra Pratama Jayadi, Ahmad Kamaliah, Nor Karyono Ibnu Ahmad Khaeranda, Ade Taufiq Khairil Azimi Khairunnisa Khairunnisa Mastur Mastur Mastur Mastur Mastur Mastur Mastur Mastur Mastur Mattiro, Syahlan Mawarni Eka Sari Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Muhammad Abbassalam Kibari Muhammad Afriandy Muhammad Agung Muhammad Andry Rahman Muhammad Ghiffari Muhammad Hasby Muhammad Noor Fitriyanto Muhammad Nurjani Muhammad Shidqi Rizqullah Muhammad Taufik Norkhalizah, Norkhalizah Nur Rizqo Nurul Aida Qizhaya Halima Tusshafna Qomario Rabiatul Adawiyah Rafiudin Rafiudin Rafiudin, Rafiudin Regyna Putri Ramadhan Reza Maulana Rini, Sulistyo Risma Dwi Kolwatin Rizki, Ahmad Naufal Ruliyani Febriyanti Sapta, Andy Saputro, Ferry Cahyo Saropi, Nanda Shahana, Alya Siti Hasanah Siti Maulida Sulistyo Rini Susanti Sufyadi Syafina, Azwa Mirza Syahril Chaniago, Syahril Utama, Agus Hadi Virginia Fiba Stavanka Wagiran Wagiran Wahyu Yusanti, Yuniar Zaudah Cyly Arrum Dalu