Claim Missing Document
Check
Articles

Kapasitas Total Antioksidan, Kandungan Fenolik, Profil Fitokimia Dan Toksisitas Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Iksanti, Azra Morley; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.22004

Abstract

Stres oksidatif, diinduksi oleh peningkatan radikal bebas, merupakan pemicu utama berbagai penyakit degeneratif, sehingga eksplorasi antioksidan alami menjadi krusial. Ubi ungu (Ipomoea batatas L.), dengan kandungan antosianin dan senyawa bioaktifnya, berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian bertujuan menganalisis kandungan fitokimia, kadar fenolik total, kapasitas antioksidan, dan potensi antimitotik ekstrak ubi jalar ungu. Simplisia dikeringkan, dan ekstraksi secara maserasi dan perkolasi menggunakan methanol, dilanjutkan evaporasi dan analisis ekstrak. Analisis fitokimia bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak. Kandungan fenolik total diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Sementara itu, kapasitas antioksidan dinilai menggunakan uji ABTS [2,2’-azinobis(3-etilbenzotiazolin-6-sulfonat)] dan Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). Toksisitas diukur dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak ubi ungu mengandung alkaloid, glikosida, saponin, kardio glikosida, flavonoid, kumarin, steroid, fenol, kuinon, betasianin, terpenoid, tanin, dan antosianin. Kadar fenolik total terkuantifikasi sebesar 13,37 ± 0,32 mg GAE/g DW. Aktivitas antioksidan menunjukkan potensi kuat dengan nilai IC5₀ ABTS 43,81 μg/mL (TEAC=0,46±0,22) dan FRAP 19,03 μg/mL (TEAC=0,43±0,08). Uji toksisitas BSLT menghasilkan LC₅₀ 461,87 μg/mL, mengklasifikasikan ekstrak sebagai sedikit toksik. Secara konklusif, ekstrak ubi ungu memiliki potensi signifikan sebagai agen antioksidan alami dengan kemampuan penangkal radikal bebas dan potensi relevansi biologis berdasarkan aktivitas antioksidan, meski toksisitasnya memerlukan penelitian lanjutan sebelum aplikasi terapeutik.
Efek Pemberian Penta Herbs Forte Terhadap Aktivitas Spesifik Enzim Katalase Hati Tikus Sprague Dawley Yang Diinduksi Hipoksia Sistemik Kronik Putri, Viola Ananda Jerika; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21171

Abstract

Hipoksia sistemik dapat memicu stres oksidatif akibat peningkatan reactive oxygen species (ROS) yang berpotensi mengganggu fungsi hati. Enzim katalase berperan penting dalam sistem pertahanan antioksidan endogen melalui penguraian hidrogen peroksida (H₂O₂). Penelitian ini bertujuan mengamati aktivitas enzim katalase hati pada tikus Sprague Dawley yang dipaparkan hipoksia sistemik dengan durasi berbeda serta menilai kecenderungan perubahan aktivitas enzim setelah pemberian Penta Herbs Forte (PHF), suatu formulasi herbal kombinasi dari lima tanaman obat. Sebanyak 32 ekor tikus jantan Sprague Dawley dibagi ke dalam delapan kelompok berdasarkan durasi hipoksia (normoksia, 1 hari, 7 hari, dan 14 hari) serta perlakuan (kontrol dan PHF). Induksi hipoksia dilakukan menggunakan hypoxia chamber dengan paparan 24 jam per hari. Aktivitas enzim katalase hati diukur menggunakan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan bahwa paparan hipoksia dengan durasi yang lebih lama cenderung diikuti oleh penurunan aktivitas enzim katalase pada kelompok kontrol. Pada kelompok yang menerima PHF, aktivitas enzim katalase secara umum berada pada nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada berbagai durasi hipoksia, meskipun sebagian besar perbedaannya tidak bermakna secara statistik (p 0,05). Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa PHF berpotensi mendukung aktivitas sistem antioksidan hati pada kondisi hipoksia sistemik. Namun, interpretasi hasil masih terbatas pada konteks eksperimental dan memerlukan penelitian lanjutan.
EKSTRAK PENTA HERBS FORTE : KAPASITAS ANTIOKSIDAN, UJI TOKSISITAS DAN PENGARUH TERHADAP KADAR GSH HATI TIKUS YANG DIINDUKSI HIPOKSIA SISTEMIK KRONIK Verita, Chaeza Nara; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54183

Abstract

Hipoksia sistemik kronik dapat meningkatkan pembentukan senyawa oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam terjadinya stres oksidatif dan kerusakan jaringan, khususnya pada organ hati. Kondisi ini menyebabkan penurunan aktivitas sistem antioksidan endogen, salah satunya glutation tereduksi (GSH). Penta Herbs Forte merupakan kombinasi ekstrak lima tanaman herbal, yaitu jahe merah, temulawak, meniran, sambiloto, dan sembung, yang diketahui memiliki potensi antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas antioksidan ekstrak Penta Herbs Forte menggunakan metode ABTS, uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), serta pengaruhnya terhadap kadar GSH hati tikus yang diinduksi hipoksia sistemik kronik. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang terdiri dari uji in vitro dan in vivo. Uji kapasitas antioksidan dilakukan dengan metode ABTS dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Uji toksisitas dilakukan menggunakan BSLT untuk menentukan nilai LC₅₀. Uji in vivo dilakukan pada tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok uji yang diberikan ekstrak Penta Herbs Forte, kemudian diinduksi hipoksia sistemik kronik. Kadar GSH hati diukur menggunakan metode Ellman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Penta Herbs Forte memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi berdasarkan uji ABTS dan menunjukkan aktivitas toksik pada uji BSLT. Kadar GSH hati mengalami penurunan seiring lamanya paparan hipoksia pada kedua kelompok. Namun, kadar GSH hati pada kelompok yang diberikan ekstrak Penta Herbs Forte lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak Penta Herbs Forte memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam mempertahankan kadar GSH hati pada kondisi hipoksia sistemik kronik.
Kapasitas Antioksidan Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) dengan metode ABTS, DPPH, dan FRAP Soebrata, Linginda; Swantari, Ni Made; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i1.27669

Abstract

Antioksidan banyak terkandung dalam tanaman, terutama tanaman herbal. Batang brotowali (Tinospora crispa L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki potensi antioksidan. Kapasitas antioksidan dapat bervariasi tergantung dari metode yang digunakan. Oleh karena itu, pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk menentukan kapasitas antioksidan ekstrak batang brotowali dengan berbagai metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, dengan metanol sebagai pelarutnya. Hasil didapatkan bahwa metode FRAP menghasilkan nilai IC50 yang paling rendah yaitu 17.08 µg/mL, dengan hasil ABTS dan DPPH berturut – turut sebagai berikut 38.63 µg/mL, 245.95 µg/mL, sehingga dapat disimpulkan bahwa batang brotowali memiliki aktivitas antioksidan yang bervariasi antara kuat hingga lemat bergantung pada metode yang digunakan. Hasil paling tinggi ditemukan pada metode FRAP.Kata kunci: ABTS, antioksidan, DPPH, FRAP
Co-Authors . Wardaya Alphanto, Alfred H Alvionica, Selina Ani R. Prijanti Ani Retno Prijanti Annisaa Nurrahma Ardyati Asyraf, Muhammad Zain Alwi Audina Leonita Bethy S. Hernowo Cinthia Catherine Clareta Vero Patricia Widya Darlene Zaneta David Limanan Dewi, Mietha Apriyanti E Efrany E Yulianti Elhapidi, Nafisa Zulpa Eloydia Vintari, Clarista Enny Yulianti, Enny Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti, Eny Erics Efrany Ezra, Pasuarja Jeranding F Wandy Fanny Septiani Farhan Febriana C. Iswanti Felix Felix Ferdian Ferdian Fernando Yosafat Franciscus D. Suyatna Frankson, Desvin Frans D Suyatna Gaofman, Brian Albert Gita Manerlin Kasihita Simatupang H R Helmi Habibah, Rizka Azahra HANS-JOACHIM FREISLEBEN Hartono, Daniswara Aliya Helmi, Helmi Rizal Hilmi, Fakih Iksanti, Azra Morley Jessica Geselda Salim Julianty, Eny Karinnia Karinnia Kusuma, Andrea Bianca Castafiore M Lirendra Maharani, Karennina Larissa Malano, Zahra Khoirunissa Malihah, Ely Marcella, Agnes Maria Christina Dwiyanti Mellenia, Kelnia Michael Chen Mohamad Sadikin Mohamad Sadikin Najukha, Yusrifa Natasha Olivia Christian Ngestinuari Salim NO Christian Noer Saelan Tadjudin Novelee Irawan Putri Putri, Nawaika Shafira Putri, Viola Ananda Jerika R Benettan Rizky Audryan Rizky Putri Agustina Rostika Flora Rudianti, Selly Herlia Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard Saerang, Stefanus Handy Salim, Melanie Santoso, Stanley Sentosa, Belinda Septelia I. Wanandi Setiady, Brandon Alexander Siufui Hendrawan Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Sri W.A. Jusman Sri Widia A Jusman Sri Widia A. Jusman Swantari, Ni Made Tamba, Monica Diva Maharani Tanowijono, Gabriella Frederica Tanuhariono, Ardhita Felicia Thalia Gabriella Siriwa Verita, Chaeza Nara Wawan Mulyawan Wijayadi, Linda Julianti William Lukman