Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Fitokimia, Kapasitas Antioksidan, dan Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Daun Kari (Murraya koenigii L.) Tanuhariono, Ardhita Felicia; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5940

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan kelainan genetik dan metabolik yang menjadi tantangan yang besar pada abad ke-21 ini. Dewasa ini terbukti bahwa Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu karsinogenesis melalui beberapa jalur ongkogenik atau mutasi ongkogenik pada DNA. Oleh sebab itu diperlukan antioksidan yang dapat meregulasi jumlah ROS dalam sel kanker. Selain itu, hampir semua aktivitas fitokimia bekerja dalam beberapa jalur pensinyalan sel dan dapat berpotensi menghambat progresi keganasan. Salah satu fitokimia yang dapat memicu apoptosis adalah alkaloid karbazol yang terdapat pada daun kari (Murraya koenigii L.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas antioksidan, dan sitotoksisitas ekstrak metanol daun kari. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol daun kari yang diperoleh dengan metode perkolasi. Ekstrak kemudian dilakukan pengujian secara invitro untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kapasitas antioksidan dengan metode 3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Selain itu, dilakukan juga pengujian dengan bioassay pada uji sitotoksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil: Ekstrak metanol daun kari mengandung alkaloid, antosianin, koumarin, flavonoid, kuinon, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid, dengan kapasitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50 sebesar 30,70 μg/mL, sedikit lebih lemah dibandingkan Trolox sebesar 16,46 µg/mL. Sedangkan uji sitotoksisitas pada ekstrak metanol daun kari didapatkan LC50 sebesar 235,34 µg/mL. Simpulan: Ekstrak metanol daun kari memiliki beragam fitokimia dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat (> 150 µg/mL) dan tergolong toksik (31 – 1000 µg/mL) sehingga bersifat sitotoksik terhadap sel yang sedang membelah sehingga memiliki potensi sebagai antikanker.
SKRINING FITOKIMIA DAN KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WALANG SANGIT (ERYNGIUM FOETIDUM) Gaofman, Brian Albert; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25026

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dan memiliki keanekaragaman hayati, yang sudah lama digunakan sebagai tanaman herbal untuk menyembuhkan berbagai penyakit secara turun-temurun. Salah satunya daun walang sangit yang berasal dari Meksiko, Karibia, dan Amerika Tengah dan Selatan. Di Indonesia di yakini dapat mencegah penyakit saluran pencernaan namun belum banyak penelitian tentang tumbuhan tersebut. Tanaman ini dipercaya memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mengatasi kondisi stres oksidatif sebagai dasar timbulnya penyakit. Serta memiliki kandungan senyawa kimia non-nutrien (fitokimia). Antioksidan dibutuhkan oleh tubuh untuk meredam radikal bebas yang ada di dalam maupun di luar tubuh akibat paparan lingkungan yang semakin memburuk terutama di Jakarta. Maka dari itu perlu diseimbangi dengan antioksidan eksogen. Salah satunya pada daun walang sangit. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kapasitas antioksidan dan kadar fenolik tumbuhan tersebut. Penelitian eksperimental ini bersifat in vitro mencakup uji fitokimia dan uji kapasitas antioksidan. Daun walang sangit dikeringkan dan diekstraksi dengan metode perkolasi menggunakan pelarut metanol. UV-Vis alat yang digunakan untuk mendapatkan data, selanjutnya diolah menggunakan Graphpad Prism v.7.0 La Jolla, California, USA. Ekstraksi daun walang sangit ditemukan kandungan fitokimia kecuali antosianin dan alkaloid dengan reagen Mayer. IC50 didapatkan pada metode DPPH, ABTS, dan FRAP sebesar  68,752 µg/mL, 25,557 µg/mL, dan 23,364 µg/mL dengan pembanding vitamin-C untuk DPPH, serta trolox untuk ABTS dan FRAP. Kadar fenolik total ekstrak daun walang sangit sebesar 966 µg/mL. Maka daun walang sangit dapat berfungsi sebagai antioksidan eksogen sedang, dibandingkan pembandingnya tetapi bersifat anti mitotik sehingga dapat dijadikan agen anti kanker.
Evaluasi Kandungan Fitokimia, Kapasitas Antioksidan, dan Toksisitas Ekstrak Daun Stevia rebaudiana Frankson, Desvin; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12151

Abstract

Oxidative stress leads to numerous clinical problems, such as autoimmune, vascular and respiratory impairment, as well as many other degenerative diseases. While daily exposure to UV light, air pollution, and smoke largely contribute to oxidative stress, endogenous antioxidants mostly fail to neutralize these high amounts of free radicals. Stevia rebaudiana or “candyleaf” is largely found in Indonesia, known for its application as a natural sweetener, owing to its content of stevioside compound. This study is experimental research which aims to assess the potential of stevia extract as an antioxidant supplement, which has not been widely applied. In vitro study was performed by extracting stevia leaves in methanol through simple maceration and percolation methods. Subsequently, the stevia extract was subjected to biochemical analysis, i.e. phytochemical screening, total phenolic content assay, antioxidant capacity assay, and toxicity assay. Herein, we found that stevia extract contains flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, and phenolic compounds, with total phenolic content of 86.30±1.14 mg GAE/g DW. Moreover, antioxidant capacity assay through 2,2'-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS) method showed that IC50 of stevia extract is 20.13 µg/mL, slightly higher than Trolox (vitamin E analog) with IC50 of 16.50 µg/mL, which indicated that stevia extract is a very strong antioxidant. As for toxicity bioassay, Brine Shrimp Lethality Test indicated that stevia extract is non-toxic with LC50 value of 3388.44 µg/mL.
Perbandingan Uji Kapasitas Total Antioksidan Ekstrak Daun Kelor dengan Metode DPPH, FRAP, dan ABTS Putri, Nawaika Shafira; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.154

Abstract

Reaksi oksidasi adalah proses alami dalam tubuh manusia yang terjadi selama metabolisme sel dan respirasi, menghasilkan reactive oxygen species (ROS) atau radikal bebas. Ketidakseimbangan antara produksi ROS yang berlebihan dan pertahanan antioksidan yang tidak memadai dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berdampak negatif pada molekul biologis seperti karbohidrat, protein, lipid, dan DNA. Stres oksidatif ini berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk radang sendi, aterosklerosis, diabetes, kanker, dan gangguan neurodegeneratif, serta mempercepat penuaan. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan memperbaiki kerusakan akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L) dikenal kaya akan nutrisi dan antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas total antioksidan dari ekstrak daun kelor menggunakan tiga metode yang berbeda, yaitu DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan ABTS (2,2'-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Pengukuran absorbansi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-vis, dan data dianalisis menggunakan grafik dari program GraphPad Prism versi 7.0 (La Jolla, California, USA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak daun kelor dengan metode DPPH adalah 71,011 μg/mL, yang tergolong antioksidan kuat (50-100 μg/mL). Dengan metode FRAP, nilai IC50 16,943 μg/mL, dengan metode ABTS nilai IC50 sebesar 25,533 μg/mL; keduanya termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat (<50 μg/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa metode FRAP dan ABTS lebih sensitif dalam mendeteksi kapasitas antioksidan ekstrak daun kelor dibandingkan metode DPPH. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang berpotensi mencegah penyakit terkait stres oksidatif.
Uji Kapasitas Antiokisdan pada Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Metode DPPH, FRAP, ABTS Kusuma, Andrea Bianca Castafiore; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.155

Abstract

Paparan terhadap konsentrasi oksigen tinggi bisa merugikan organ tubuh mulai dari sistem kardiovaskular, gastrointestinal, pernapasan dan saraf. Melalui reaksinya dengan elektron, oksigen dapat berubah menjadi reactive oxygen species (ROS). ROS merupakan by-product yang berasal dari metabolisme sel terutama mitokondria. Ketika ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan sel, terjadilah stres oksidatif dimana keadaan ini dapat merusak makromolekul seperti lipid, protein dan DNA sebagai inisiasi perkembangan suatu penyakit. Salah satu mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari efek berbahaya ROS adalah dengan antioksidan, yaitu senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat proses oksidasi. Tentunya antioksidan sudah terkandung dalam sel tubuh, tetapi antioksidan juga bisa diperoleh dari luar, salah satunya daun peppermint (Mentha piperita L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan toksisitas dari ekstrak daun mint. Desain penelitian ini merupakan eksperimental yang bersifat in vitro. Daun peppermint diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian yang uji kapasitas total antioksidan menggunakan tiga metode yakni, DPPH, FRAP dan ABTS dengan pembanding trolox. Dari uji kapasitas total antioksidan,  didapatkan nilai IC50 terhadap DPPH 92,994, FRAP 23,899, dan ABTS 27,180. Dapat dikatakan ekstrak daun mint tergolong kategori antioksidan kuat hingga sangat kuat dengan kapasitas antioksidan lebih kecil dibandingkan trolox. Hal ini membuktikan ekstrak daun mint memiliki potensi sebagai antioksidan.
Konsentrasi Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Kari (Murraya koenigii L.): Hasil Penelitian Tanuhariono, Ardhita Felicia; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 5 (2025): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i5.1333

Abstract

Introduction: Curry leaves (Murraya koenigii L.) are plants that naturally grow in the Indian subcontinent, except at the peak of the Himalayan mountains, which in their development have spread widely to various corners of the world. Traditionally, curry leaves have been used by people as medicine. However, it is now known that this plant contains carbazole alkaloid compounds and polyphenols that have antioxidant activity. This is very useful for controlling free radical levels in the human body so that they remain within reasonable limits. This is very useful for controlling the levels of free radicals in the human body to stay within reasonable limits. Free radicals are produced by normal cell metabolism which has recently been associated with the pathophysiology of various diseases. Methods: This in vitro research was to determine phenolic content and antioxidant potential in methanol extract of curry leaves. Total phenolic content testing used the Folin-Ciocalteu method and expressed by Gallic Acid Equivalent (GAE). Total antioxidant capacity testing used the DPPH method and Trolox as a comparison solution. Results: The total antioxidant capacity is expressed in the form of IC50. The total phenolic content of curry leaf methanol extract was 4007.78 μg/mL or equivalent to 133.59 mg GAE/g DW and the total antioxidant capacity of curry leaf methanol extract was 37.418 μg/mL. Conclusion: The total phenolic content of curry leaf methanol extract is high (>5 mg GAE/g). Correspondingly, the total antioxidant capacity of curry leaf methanol extract is also classified as very strong (<150 µg/mL).
Ekstrak Metanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) : Kapasitas Total Antioksidan Dan Kadar Metabolik Sekunder Eloydia Vintari, Clarista; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i9.1526

Abstract

Latar Belakang: Reactive Oxygen Species (ROS) memiliki peran vital pada aktivitas fisiologis manusia. Namun, ketika pada tekanan yang tidak rendah, ROS bisa merusak makromolekul krusial seperti protein, karbohidrat, lemak, sertaasam nukleat, yang dapat memicu berbagai penyakit. Ketidakseimbangan antara ROS dan antioksidan dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan dalam membuat keterampilan antioksidan serta metabolit sekunder pada bunga telang Metode: Penelitian dengan eksperimen ini memanfaatkan sari dari bunga telang yang telah mengering serta menghalus, kemudian dimaserasi menggunakan pelarut metanol serta diuapkan sampai menjadi mengental. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode Harborne, sementara takaran keseluruhan antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (Blois). Selain itu, tingkat fenolik keseluruhan diuji mengikuti prosedur Singelton serta Rossi, adapun tingkat alkaloid diukur berdasarkan metode Trivedi et al. Hasil: Penggunaan uji skrining fitokimia, menggunakan sari dari bunga telang teridentifikasi didalamnya terdapat senyawa flavonoid, glikosida, kardioglikosida, alkaloid, saponin, kuinon, fenolik, kumarin, terpenoid, steroid, tanin, dan antosianin. Kapasitas total antioksidan dari sari bunga telang menunjukkan nilai IC50 sebesar 471,42 µg/mL, yang mengindikasikan jika ekstrak ini mempunyai takaran antioksidan yang lemah. Selain itu, ekstrak ini juga memiliki kadar fenolik total sebesar 575,99 µg/mL serta tingkat  alkaloid total sebesar 2,782 µg/mL. Kesimpulan: Sebagai penutup, bunga telang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan.
Analisis Fitokimia, Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Kucai (Allium schoenoprasum) secara In Vitro Tanowijono, Gabriella Frederica; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 7, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v7i2.6682

Abstract

The development of degenerative diseases is influenced by oxidative stress, which stems from an imbalance between free radicals and the body’s antioxidant defenses. Therefore, natural antioxidant supplementation is considered an essential preventive strategy. Chives leaves (Allium schoenoprasum) are functional foods containing various bioactive compounds; however, their potential as natural antioxidants remains underexplored. This study aims to evaluate the antioxidant activity and toxicity profile of the extract through in vitro assays. The extraction process using maceration and percolation techniques with methanol as the solvent. The analytical procedures encompassed phytochemical profiling, quantification of total phenolic compounds using the Folin–Ciocalteu reagent, and antioxidant capacity evaluations utilizing the Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) and ABTS (2,2′-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). The resulting total phenolic content of 439.45 μg/mL, equivalent to 14.65 mg gallic acid equivalent (GAE) per gram of dry weight (DW). The IC₅₀ values were 21.93 μg/mL (ABTS) and 13.06 μg/mL (FRAP), indicating strong antioxidant activity. Toxicity assessment using the Brine Shrimp Lethality Test yielded an LC₅₀ value of 333.86 μg/mL, suggesting low toxicity.  These results indicate that the extract holds a great promise as a safe and effective source of natural antioxidants.
IDENTIFIKASI FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) Tamba, Monica Diva Maharani; Tadjudin, Noer Saelan; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52717

Abstract

Radikal bebas mampu merusak struktur biomolekul penting dalam tubuh seperti protein, lipid dan asam nukleat yang berpengaruh terhadap kesehatan. Untuk mencegah kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan sebagai penetralnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kandungan senyawa fitokimia serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun sirsak (Annona muricata L.). Metode yang digunakan meliputi uji fitokimia kualitatif dan pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP. Selain itu, dilakukan juga uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, steroid, antosianin, kardioglikosida, kumarin, glikosida, fenolik, kuinon, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan melalui metode FRAP menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 19,61 μg/mL yang tergolong dalam kategori sangat kuat. Jika dibandingkan dengan standar trolox (IC₅₀ = 10,54 μg/mL), ekstrak menunjukkan efektivitas yang cukup tinggi dalam mereduksi ion ferri. Pengujian toksisitas menunjukkan ekstrak daun sirsak memiliki potensi toksik dengan nilai LC sebesar 212,73 μg/ mL, sehingga berpotensi sebagai agen mitosis. Penelitian ini mendukung potensi daun sirsak sebagai sumber antioksidan alami yang kuat dan aman untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol daun sirsak mengandung senyawa fitokimia yang beragam dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai kandidat bahan alam untuk terapi preventif penyakit degeneratif.
UJI PROFIL FITOKIMIA, KAPASITAS ANTIOKSIDAN, DAN TOKSISITAS EKSTRAK METANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) Hartono, Daniswara Aliya; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/edunaturalia.v6i2.98715

Abstract

Exposure to environmental pollutants leads to the accumulation of free radicals, overbalancing endogenous antioxidant, and exacerbating oxidative stress level within the body. Oxidative stress is one of primary factors causing numerous health issues, such as aging, cardiovascular, and neurodegenerative disorders, highlighting the need for additional antioxidant supplementation. Elephantopus scaber L., known as tapak liman, is a medicinal plant traditionally utilized to manage diseases, including malaria, anemia, and skin infections. However, its potential as an antioxidant supplement remains underexplored. This research investigates the methanol extract of tapak liman leaves, evaluating its phytochemical content, antioxidant activity, and toxicity. Phytochemical screening identified various secondary metabolites, such as of alkaloids, flavonoids, cardiac glycosides, coumarins, phenolics, quinones, betacyanins, tannins, and saponins. Total phenolic content was found at 17,22 ± 0,15 mg GAE/g. Antioxidant capacity was assessed using ABTS (2,2-azinobis-3-etilbenzotiazolin-6-sulfonat) and FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) assays, resulting IC50 values of 18,78 µg/mL and 19,26 µg/mL, respectively. These values indicated very strong antioxidant activity, slightly higher than those of Trolox® as a vitamin E analog, which showed IC50 values of 13,27 µg/mL (ABTS) and 10,42 µg/mL (FRAP). Toxicity evaluation through brine shrimp lethality test displayed an LC50 of 394,54 µg/mL, indicating moderate toxicity and potential antimitotic activity, which may correlate with anticancer properties. Owing to its vast bioactive components and strong antioxidant capacity, tapak liman leaf extract demonstrates potential as a safe and effective natural antioxidant agent for further development.
Co-Authors . Wardaya Alphanto, Alfred H Alvionica, Selina Ani R. Prijanti Ani Retno Prijanti Annisaa Nurrahma Ardyati Asyraf, Muhammad Zain Alwi Audina Leonita Bethy S. Hernowo Cinthia Catherine Clareta Vero Patricia Widya Darlene Zaneta David Limanan Dewi Sukmawati Dewi, Mietha Apriyanti E Efrany E Yulianti Elhapidi, Nafisa Zulpa Eloydia Vintari, Clarista Enny Yulianti, Enny Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti, Eny Erics Efrany Ezra, Pasuarja Jeranding F Wandy Fanny Septiani Farhan Febriana C. Iswanti Felix Felix Ferdian Ferdian Fernando Yosafat Franciscus D. Suyatna Frankson, Desvin Frans D Suyatna Gaofman, Brian Albert Gita Manerlin Kasihita Simatupang H R Helmi Habibah, Rizka Azahra HANS-JOACHIM FREISLEBEN Hartono, Daniswara Aliya Helmi, Helmi Rizal Hilmi, Fakih Jessica Geselda Salim Julianty, Eny Jusman, Sri Widia Azraki Karinnia Karinnia Kusuma, Andrea Bianca Castafiore M Lirendra Maharani, Karennina Larissa Malihah, Ely Marcella, Agnes Maria Christina Dwiyanti Mellenia, Kelnia Michael Chen Mohamad Sadikin Mohamad Sadikin Najukha, Yusrifa Natasha Olivia Christian Ngestinuari Salim Ninik Mudjihartini NO Christian Noer Saelan Tadjudin Novelee Irawan Putri Nurhadi Ibrahim Putri, Nawaika Shafira R Benettan Rizky Audryan Rizky Putri Agustina Rostika Flora Rudianti, Selly Herlia Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard Saerang, Stefanus Handy Salim, Melanie Santoso, Stanley Satriotomo, Irawan Sentosa, Belinda Septelia I. Wanandi Setiady, Brandon Alexander Siufui Hendrawan Siufui Hendrawan Sri W.A. Jusman Sri Widia A Jusman Sri Widia A. Jusman Tamba, Monica Diva Maharani Tanowijono, Gabriella Frederica Tanuhariono, Ardhita Felicia Thalia Gabriella Siriwa Wardaya Wardaya Wawan Mulyawan Wawan Mulyawan Wijayadi, Linda Julianti William Lukman