Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Stimulasi Perkembangan pada Orang Tua dengan Anak Palsi Serebral di Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung Perdani, Roro Rukmi Windi; Purnama, Dara Marissa Widya; Berawi, Khairun Nisa; Fiana, Dewi Nur; Theodorus, Emeraldha
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2960

Abstract

Tumbuh kembang anak yang optimal perlu adanya peran orang tua yang selalu memperhatikan, mengawasi , dan merawat anak dengan seksama. Proses tumbuh kembang anak berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat bergantung kepada orang tua atau orang dewasa. Salah satu terapi medis yang dilakukan pada palsi serebral adalah dilakukannya stimulasi tumbuh kembang untuk mencapai yang optimal. Orang tua yang memiliki anak dengan palsi serebral memiliki pengetahuan yang kurang terhadap stimulasi perkembangan anak sehingga perlu adanya pelatihan stimulasi. Metode edukasi orang tua dilakukan dengan cara pelatihan dengan aplikasi zoom dan whatsapp group. Kelompok sasaran adalah orang tua dengan anak palsi serebral, berjumlah 30 orang yang mengikuti pelatihan di aplikasi zoom dan 20 orang yang mengikuti di aplikasi whats app group. Tahap yang digunakan kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan terdapat promosi kegiatan pelatihan kepada orang tua. Pada kegiatan ini terdapat handout pelatihan bagi orang tua, berisikan materi dasar dan cara stimulasi dan video stimulasi. Tahap evaluasi dilakukan bertujuan memastikan seluruh orang tua dapat melakukan stimulasi mandiri di rumah dengan cara memberikan pretest dan posttest kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan peserta mengenai palsi serebral sudah baik dan siap melakukan stimulasi mandiri.Kata kunci: palsi serebral, perkembangan, stimulasi
Penyuluhan dan Khitan Massal Saat Liburan Sekolah Bersama Rohani Islam Masjid Al’Mulk Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2022 Wintoko, Risal; Fauzi, Ahmad; Siregar, Bintang Abdi; Tjahjo, Mars Dwi; Yusmaidi, Yusmaidi; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3059

Abstract

Sabda Rasulullah SAW  “Barang siapa yang masuk Islam, maka berkhitanlah, walaupun sudah besar.” (HR. Harb bin Ismail), sehingga selain untuk aspek kesehatan khitan juga merupakan perintah agama. Khitan merupakan tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Khitan sangat bermanfaatuntuk kesehatan yaitu mengurangi resiko infeksi saluran kencing, mengatasi fimosis, parafimosis, balaniditis dan dapat mengurangi resiko keganasan penis serta penyebaran penyakit menular seksual. Saat liburan sekolah, banyak anak dan orang tua yang ingin mengkhitankan putranya namun terbentur masalah biaya, terutama anak yatim, piatu atau yatim piatu dan orang yang kekurangan secara financial, oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung merasa sangat perlu mengadakan penyuluhan dan khitan massal bagi masyarakat yang membutuhkan. Metode pengabdian ini di laksanakan dengan penyuluhan mengenai khitan,  kemudian bagi yang berminat dan ingin di khitan mendaftar ke panitia yang dalam hal ini bekerjasama denganRohani Islam (ROHIS) Masjid Al’Mulk Rumah Sakit Addul Moeloek Bandar Lampung. Panitia akan melakukan screening untuk peserta khitan massal yang sesuai indikasi dan meminimalisir komplikasi yang mungkin timbul.Pelaksanaan kegiatan akan di laksanakan sesuai jadwal yang di tentukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa telah di laksanakan penyuluhan khitan dan pelaksanaan khitan di Masjid Al’Mulk Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar lampung pada hari minggu tanggal 26 juni 2022 pukul 08.00-12.00 WIB dengan jumlah peserta khitan sebenyak 38 peserta dan peserta penyuluhan sebanyak 82 peserta. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini telah di lakukan penyuluhan dan khitan massal terhadap pasien  tidak mampu secaraekonomi ataupun anak yatim/piatu.Kata kunci: Khitan, kesehatan, penyuluhan,  
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Upgrading Pengetahuan serta Deteksi Dini Kanker Payudara pada Keluarga Pasien Kanker Payudara di Poli Bedah Onkologi Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung Wintoko, Risal; Fauzi, Ahmad; Siregar, Bintang Abdi; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3178

Abstract

Kanker payudara adalah kanker paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia, dengan  hampir 1,7 juta kasus baru terdiagnosis setiap tahunnya. Kanker payudara mewakili insidensi sekitar 12% dari semua kasus kanker yang baru terdiagnosis dan kanker payudara merupakan 25% dari seluruh kanker pada wanita. Insiden kanker payudaraterus meningkat terutama di negara berkembang karena meningkatnya angka harapan hidup, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup modern. Deteksi dini kanker payudara menjadi sangat penting dengan penggunaan metode  Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) untuk mencegah keterlambatan dalam hal diagnosis penyakit. Metode pengabdian ini dilakukan dengan berbagai cara yaitu metode ceramah, praktek langsung, dan penggunaan media video serta diskusi. Kegiatan pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) dilakukan secara luring dan jugapraktek lapangan. Hasil kegiatan berupa adanya peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit kanker payudara dan diperolehnya kemampuan peserta pelatihan dalam melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) bagi keluarga pasien yang memiliki resiko tinggi terjadinya kanker payudara. Deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk diagnosis dini serta mengefisienkan biaya dan waktu dalam hal penatalaksanaan sedini mungkin agar hasil pengobatan lebih optimal.Kata Kunci : deteksi dini, kanker payudara, sadari
Pendidikan Berkelanjutan untuk Ibu “ Mempersiapkan dan Memberikan MP Asi yang Berkualitas ’’ Sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting pada Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Windarti, Indri; Mutiara, Hanna; Mustofa, Syazili; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3232

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Salah satu penyebab terjadinya masalah kekurangan gizi pada bayi adalah praktekpemberian MP ASI yang kurang tepat seperti pemberian MP ASI terlalu dini atau terlambat, pemilihan bahan yang tidak bervariasi, serta MP-ASI yang tidak memenuhi kebutuhan zat gizi. Para ibu dan juga para kader Kesehatan diwilayah Jatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan belum mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai MP ASI. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibudengan bayi dan balita mengenai seluk beluk tentang pemberian MP ASI yang benar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan dengan pelatihan manajemen ASI Eksklusif pada tahun 2022. Kegiatan meliputi penyuluhandan diskusi interaktif. Pemberian penyuluhan meningkatan pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pemberian penyuluhan meningkatan  pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pada pre test p’ada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (33,3 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai MP ASI, 11 peserta (40,7%) sudah cukup paham dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang sangat paham mengenai MP ASI. Pada hasil post testdidapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (74,1%) sudah sangat paham mengenai MP ASI dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi. Kegiatan pengabdian dikatakan berhasilkarena meningkatkan pengetahuan pada 74,07% peserta. Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai MP ASI, maka pengetahuan Masyarakat khususnya ibu-ibu dengan bayi dan balita mengenai MP ASI di DesaJatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan  meningkat. Kata kunci: MP ASI, Stunting
EDUKASI KEPADA REMAJA PUTRI KELOMPOK USIA 12-18 TAHUN MENGENAI KEPUTIHAN DAN CARA PENCEGAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA JATISARI KECAMATAN JATIMULYO LAMPUNG SELATAN Wulan, Anggraeni Janar; Hanriko, Rizki; Fiana, Dewi Nur; Rahmayani, Fidha
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3304

Abstract

Keputihan merupakan keluhan yang sering muncul pada organ reproduksi. Kejadian keputihan fisiologis lebih tinggi dibandingkan keadaan patologis (81% v 19%). Sebanyak 75% wanita maupun remaja mengalami sedikitnya satu kali episode keputihan. Prevalensi keputihan remaja di Indonesia dalam 5 tahun terakhir berkisar antara 48,5% - 81%. Salah satu penyebab seringnya terjadi keputihan pada remaja adalah kurangnya pengetahuan mengenai perilaku kebersihan pribadi area reproduksi. Studi pendahuluan menunjukkan ditemukan keluhan keputihan pada santri putri Rumah Al-Quran Nuruz Zaini, dusun Jatisari, Jatimulyo, Lampung Selatan dan belum pernah mendapatkan edukasi mengenai keputihan secara menyeluruh. Oleh karena itu edukasi kepada remaja putri mengenai keputihan merupakan hal yang sangat penting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai perubahan anatomi fisiologis pada remaja, siklus haid, keputihan, membedakan keputihan normal dan tidak normal dan mengenali perilaku yang berpotensi menyebabkan terjadinya keputihan dan pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan hari Jumat, 3 Mei 2024 dan melibatkan tim dokter FK Unila dan Santri RQ Nuruz Zaini. Peserta : 19 remaja putri (9 – 21 tahun). Kegiatan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif. Keberhasilan edukasi diketahui dari hasil pre-post test. Pada pre test didapatkan 12 peserta (63,16 %) belum memahami, 4 (21,05%) sudah paham dan 3 peserta (15,78) sudah sangat paham tentang keputihan. Pada post test tidak didapatkan peserta yang tidak paham, 2 peserta memahami dan 17 peserta (89,42%) sudah sangat paham mengenai keputihan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan 73,64% peserta. Simpulan : penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi secara umum dan keputihan meningkatkan tingkat pengetahuan remaja mengenai masalah tersebut. Kata kunci: keputihan, remaja, reproduksi
CHARACTERISTIC OF CARSINOMA MAMMAE AT RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG 2010-2012 Vicki Lusbiyanti Utami; Muhartono Muhartono; Dewi Nur Fiana; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tumor is a neoplastic condition, means the local tissue is overgrowth and incoordinated through the stimulus that triggers the growth has ceased. Histopathological examination is the gold standard method to determinate and diagnose tumors. This examination distinguish the degree of malignancy of a tumor, whether leading to a  benign  or  malignant changes. Currently, breast tumor is one of the neoplasm most often found, especially for malignant tumor, and cause high mortality in the world. The aim of study is to find out the histopathological type of the breast tumor.Methods: The method of this descriptive study is cross sectional, which is conducted in the Anatomical Pathology Installastion In Doctor Haji Abdul Moeloek General  Hospital,  Bandar  Lampung.  Data collecting procedure was carried out by analyses to each 75 data of medical records of breast tumor histopathology type during 2010-2012, using total sampling method. Histopathological type obtained  then grouped by the World Health Organization 2003 classifiation.Results: The results of this study indicate that the type of the most breast tumor histopathology on the Anatomical Pathology Installation in Doctor Haji Abdul Moeloek General Hospital, Bandar Lampung, during 2010-2012 is fibromadenoma mammae as the  most  benign  mammary  tumors  of 30  people (40%) and malignant tumor which is 45 people (60%).Conclusion: Fibroadenoma mammae is the most  benign mammary  tumor  and  invasive  ductal carcinoma mammae is the most malignant mammary tumor in Anatomical Pathology Installation  at Doctor Haji Abdul Moeloek General Hospital, Bandar Lampung,  during  2010-2012.  [J  Agromed  Unila 2014; 1(1):1-7] Keywords: breast tumor, descriptive, histopathology
erbedaan Kekuatan Otot Genggam Tangan Antara Tentara Nasional onesia Dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Salsania Tisno Nurladira; Dewi Nur Fiana; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan otot genggam tangan dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik. Jenis aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur, terencana, dan teratur akan memicu pembentukan massa otot, kekuatan otot, dan daya tahan otot. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kekuatan otot genggam tangan antara Anggota TNI denganMahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot genggam tangan Anggota TNI dengan mahasiswa kedokteran. Pengukuran kekuatan otot genggam tangan menggunakan alat Camry Hand Digital Dynamometer. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 47 Anggota TNI dan 42 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel diambil dengan2 teknik yang berbeda, yaitu simple random sampling dan propotionated stratified random sampling. Pengolahan data menggunakan uji independent t-test. Dari hasil penelitian didapatkan 18 (38.3%) Anggota TNI dan 23 (54.8%) mahasiswa kedokteran dengan kekuatan otot genggam rendah. Anggota TNI dengan kekuatan genggam normal terdiri atas 28 (59.6%) responden, sedangkan mahasiswa kedokteran terdiri atas 18 (42.9%) responden. Sebanyak 1 Anggota TNI dan mahasiswa kedokteran dengan kekuatan otot genggam kuat. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kekuatan otot genggam tangan Anggota TNI dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (p=0.047) tetapi tidak terdapat perbedaan secara klinis. Kata kunci: Kekuatan otot genggan tangan, Mahasiswa kedokteran, Tentara Nasional Indonesia
Hubungan Antara Arcus Pedis dengan Q-Angle dan Keseimbangan Pada Lansia di Panti Tresna Werdha Natar Dewi Patresia Sihombing; Dewi Nur Fiana; Ari Wahyuni; Ahmad Fauzi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi lanjut usia (lansia) meningkat secara drastis sehingga diperlukan perhatian lebih mengingat lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis. Salah satunya adalah fungsi muskuloskeletal, dalam hal ini pada ekstremitas bawah. Lansia memiliki kecenderungan deformitas bentuk kaki yang selanjutnya dapat menyebabkan penurunan nilai keseimbangan. Kelainan struktur arkus pedis menyebabkan kelainan pada alignment patella yang kemudian mempengaruhi nilai Q-Angle dan menimbulkan gangguan mobilitas dan postural. Dalam penelitian ini, peneliti hendak melihat gambaran arkus pedis terhadap keseimbangan dan quadriceps angle (Q-Angle) pada lansia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling. Data diambil di Panti Tresna Werdha, Natar, Lampung Selatan dengan 50orang lansia diambil menjadi sampel penelitian. Arkus Pedis dinilai dengan gambar cap kaki secara manual dan dihitung dengan rumus  Chippaux-Smirak Index (CSI). Pengukuran Q-Angle dilakukan dengan goniometri dan keseimbangan dengan tes Time Up and Go (TUG). Data dianalisis dengan korelasi Spearman. Terdapat hubungan antara arkus pedis dengan QAngle dengan nilai p sebesar 0,032 dan 0,003 (p<0,05) dengan korelasilemah (r=0,303) pada kaki kanan dan korelasi sedang (r=0,413) padakaki kiri. Terdapat hubungan antara arkus pedis dengan keseimbangandengan nilai p 0,007 pada kaki kanan dan 0,043 pada kaki kiri dengan korelasi lemah (r=-0,0352 kaki kanan; r= -0.287;kaki kiri).  Didapatkan kesimpulan bahwa tinggi arkus pedis dapat mempengaruhi Q-Angle dan keseimbangan. Ketika arkus pedis lebih tinggi dari nilai normal makasudut Q-Angle akan semakin tinggi. Tinggi arkus pedis juga mempengaruhi keseimbangan dimana semakin tinggi maka dapat memperburuk keseimbangan.Kata kunci: Arkus Pedis, CSI, Keseimbangan, Lansia, Q-Angle, TUG
Potensi Probiotik Dalam Mikrobiota Usus Sebagai Target Pengobatan Diabetes Mellitus Lucky Indar Wigati; Reni Zuraida; Dewi Nur Fiana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini intervensi gaya hidup merupakan bukti kuat dalam mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2  termasuk diantaranya modifikasi asupan makanan dan berolahraga, dengan tujuan defisit energi dan menurunkan berat badan. Mikrobiota diketahui sangat penting untuk pengembangan sistem kekebalan dan homeostasis tubuh. Disbiosisdalam komposisi dan fungsi mikrobiota usus berkaitan dengan respons imun dan perkembangan penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus tipe 2. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa perubahan dalam mikrobiota usus yang berkaitan dengan genetika dan diet host, serta  faktor lingkungan lainnya dapat berkontribusi pada patogenesisdiabetes dan komplikasinya. Efek terapeutik obat diabetes mellitus tipe 2 juga sebagian dimediasi oleh mikroba usus misalnya pada metformin yang banyak digunakan saat ini. Sehingga terdapat potensi yang besar untuk penggunaan mikrobiota dalam aplikasi klinis untuk memahami dan mengobati diabetes. Mikrobiota usus berkontribusi secara signifikanterhadap prediksi respon glikemik dan perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh gaya hidup secara mekanis berimplikasi pada aspek perkembangan penyakit. Dengan demikian, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui potensi dari penggunaan mikrobiota usus, dengan kapasitasnya untuk dimodifikasi dalam pengembangan strategipencegahan dan pengobatan untuk hiperglikemia dan diabetes tipe 2 pada manusia di masa yang akan datang. Kata kunci: diabetes mellitus, probiotik
Pemberdayaan Remaja Putri Melalui Komsi (Komunitas Milenial Sadar Nutrisi) di Desa Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Berawi, Khairun Nisa; Sowiyah, -; Fiana, Dewi Nur; Perdani, Roro Rukmi Windi; Puspaningrum, Dewi Ayu
Jurnal Sinergi Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v2i1.28

Abstract

Pendekatan intervensi managemen nutrisi menjadi salah satu program utama yang diharapkan mampu menurunkan kasus stunting di seluruh dunia khususnya Indonesia. Pengelolaan gizi ibu juga dapat dimulai sejak remaja karena status kesehatan seorang ibu didapatkan berkaitan dengan status gizinya di masa remaja. Sehingga peningkatan pemahaman dan perilaku remaja putri mengenai gizi seimbang khususnya dalam periode 1000 Hari Pertamaa Kehidupan (HPK) dapat mengoptimalkan penurunan kasus stunting. Model Pemberdayaan Masyarakat pada kelompok remaja putri melalui KOMSI ini dikembangan dengan tahapan pembentukan komunitas dengan kerjasama dengan pamong desa dan karang taruna Desa Negeri Katon, Pesawaran. Dilanjutkan dengan edukasi dan penyuluhan, edukasi dan focus group discussion untuk mengevaluasi pengetahuan, model KOMSI sekaligus menyusun formatur KOMSI. Hasil pretset edukasi dan penyuluhan menunjukkan 37% dengan nilai pengetahuan yang cukup dan 63% pengetahuan kurang dari 35 peserta remaja putri yang berusia antara 14 sampai 21 tahun. Hasil pengamatan post test, diketahui bahwa 11% peserta pengetahuan yanga masih kurang walau secara skoring terjadi peningkatan, 60% telah memiliki pengetahuan yang cukup dan 29% sangat baik. KOMSI dengan formatur ketua, sekeretaris, bendahara dan humas, melakukan koordinasi dengan pamong desa dan pamong Kecamatan Negeri Katon untuk mendapat arahan dan koordinasi bentuk kegiatan terkait kesehatan yang akan melibatkan KOMSI sebagai edukator kesehatan yang membantu berperan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya di Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran.