Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP FLEKSIBILITAS LUMBAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG Hafshah, Hafshah; Fiana, Dewi Nur; Puspita Sari, Ratna Dewi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13508

Abstract

Mahasiswa kedokteran cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang ringan. Penurunan tingkat aktivitas fisik dapat memengaruhi fleksibilitas. Gaya hidup yang cenderung kurang aktif akan menimbulkan terjadinya kekakuan pada otot atau jaringan ikat pada sendinya. Hal ini disebabkan oleh adanya pemendekan atau atrofi otot karena otot tersebut kurang aktif digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap fleksibilitas lumbal. Penelitian cross sectional dilakukan terhadap 42 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2017 berjenis kelamin laki-laki. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap tingkat aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan fleksibilitas lumbal menggunakan metode toe touch test dengan alat standing trunk flexion meter. Penelitian ini menunjukkan hasil berupa 19 responden (45,2%) memiliki tingkat aktivitas fisik rendah, 17 responden (40,5%) memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan 6 responden (14,3%) memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi. Nilai rerata fleksibilitas lumbal responden sebesar 3,676 cm dengan standar deviasi 9,0734. Tingkat aktivitas fisik tidak memengaruhi fleksibilitas lumbal dengan nilai p = 0,628. Tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap fleksibilitas lumbal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Edukasi perilaku sehat untuk meningkatkan imunitas dalam menghadapi pandemi Covid-19 di SMA Negeri 2 Bandar Lampung Berawi, Khairun Nisa; Larasati, TA; Fiana, Dewi Nur; Perdami, Roro Rukmi Windi; Puspaningrum, Dewi Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I1.53

Abstract

Bandar Lampung termasuk daerah dengan prevalensi Covid-19 tertinggi di Provinsi Lampung dengan total kematian sampai bulan September 2020 mencapai 15 pasien. Penyakit ini rentan menyerang remaja sekolah karena kelompok remaja menjadi komunitas yang banyak beraktifitas di luar rumah sehingga berisiko terpapar Covid-19. Remaja biasanya terinfeksi dengan status tanpa gejala sehingga berisiko menularkan. SMAN 2 Bandar lampung merupakan sekolah favorit dan diharapkan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini akan membentuk komunitas remaja yang bisa menjadi model pelaku protokol Covid-19. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan imunitas atau status kesehatan pada kelompok remaja target melalui edukasi untuk menerapkan protokol Covid-19 untuk membangun perilaku sehat sebagai upaya pencegahan Covid-19. Metode PKM menggunakan teknik penyuluhan serta demonstrasi video dan edukasi yang menunjukkan beberapa hal mengenai covid-19 dan pencegahannya, aturan menjaga jarak, cuci tangan dan masker yang dipresentasikan melalui daring, buku saku dan pamflet sebagai wahana edukasi berkelanjutan. Proses kegiatan yang dilaksanakan didapatkan peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai rata-rata post-test sebesar 83, sedangkan nilai pre-test hanya sebesar 65. Diharapkan para siswa dapat mengimplikasikan pengetahuan dan pemahaman yang didapat mengenai protokol Covid-19 dan pencegahannya pada diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Perbedaan Kekuatan Otot Genggam Tangan Antara Atlet Calisthenics Dengan Pekerja Konstruksi Bangunan Wibowo, Gatra Hadimuti; Fiana, Dewi Nur; Fauzi, Ahmad; Berawi, Khairunnisa
Medula Vol 14 No 4 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i4.1011

Abstract

Physical activity has an important role in increasing muscle strength. High intensity physical activity can build muscle mass ,endurance and increase muscle strength compared to low intensity physical activity. One way to determine the strength of the hand or upper extremity muscles can be measured by the strength of the hand grip muscles. In this study, researchers wanted to look at the differences in hand grip muscle strength between calisthenics athletes and building construction workers. The research was conducted with a cross sectional approach using total sampling techniques. Data was taken in November 2023 at Saburai Field and Unila Bandar Lampung with 40 calisthenics athletes and 40 building construction workers who met the inclusion and exclusion criteria. Data was obtained by measuring using a Camry dynamometer. Data were analyzed using the Independent T-test. The result showed that there was a significant difference between the hand grip muscle strength of calisthenics athletes and building construction workers with a p value of 0.000. It concluded that there was a significant difference between the hand grip muscle strength of calisthenics athletes and building construction workers.
Physiotherapy for Children with Cerebral Palsy Verizka, Talitha; Berawi, Khairun Nisa; Happy, Terza Aflika; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Fiana, Dewi Nur
Medula Vol 14 No 9 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i9.1336

Abstract

Cerebral cortex has a motoric area which function in controlling muscle movement. When this area does not develop properly or damaged, cerebral palsy can occur. Cerebral palsy is a disorder of the motoric area of the brain which causes a dysfunction on muscle activities. Eventually, this will lead to limitation of daily activities. Disorder can occur in prenatal, perinatal, or postnatal period. There are four types of cerebral palsy which are spastic, dyskinetic, ataxic, and mixed cerebral palsy. Patient with cerebral palsy experience changes in production of force, balance, and gait as well as a decreased in production of volunteer force. The most dominant sign is balance disorder, but sensoric deficiency could also be seen. In diagnosing cerebral palsy, Levine criteria called POSTER can be used. A child is said to have cerebral palsy when four out of six categories are fulfilled. The aim of treatment of cerebral palsy is to increase functionality, improve capability, and sustain health. Treatment should be done as early as possible and intensive to achieve maximum output. Aside from pharmacological and surgical treatment, mechanic aids, and management of associated medical condition, treatment of cerebral palsy includes physiotherapy. Physiotherapy helps to improve gross motor quality in children with cerebral palsy. Although there are no medicines that can cure cerebral palsy, physiotherapy approach can be done includes re-patterning movement, neurodevelopmental technique (NDT), body weight support treadmill training, atlanto-occipitalisi mobilisation, and standing frame exercise.
Pengaruh Injeksi Intramuskular Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Manusia terhadap Histopatologis Testis Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Aspirin Elidiya, Anggun; Kurniawaty, Evi; Fiana, Dewi Nur; Sutyarso, Sutyarso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6188

Abstract

estis adalah organ reproduksi pria yang memiliki fungsi yaitu untuk spermatogenesis, kinerja kegiatan seksual pria, dan pengaturan fungsi reproduksi pria dengan berbagai hormone. Aspirin dapat menurunkan aktivitas androgenik pada tikus yang mengarah pada penurunan produksi hormon yang merupakan komponen paling penting untuk aktivitas reproduksi normal pada pria. Tali pusat menjadi sumber sel punca yang penting secara haematopoietic stem cells ataupun mesenchymal stem cells. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi testis tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aspirin. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Post Test Only Control Group. Analisis data dilakukan dengan uji One Way Annova. Penelitian dilakukan pada 30 tikus dengan tiga kelompok dan didapatkan nilai rerata skor keruskan testis kelompok kontrol (KK) sebesar 9,81 diikuti kelompok perlakuan 1 (P1) sebesar 9,61 dan kelompok perlakuan 2 (P2) sebesar 9,73. Uji One Way Annova didapatkan bahwa nilai p adalah 0,015 dengan hanya kelompok kontrol memiliki perbedaan rerata bermakna dengan kelompok perlakuan pertama begitupun sebaliknya. Penelitian ini memiliki pengaruh bermakna mengenai injeksi intramuskular ekstrak sel punca mesenkimal tali pusat manusia terhadap histopatologis testis pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aspirin.
Challenges and Strategies in Dealing Children with Autism Spectrum Disorder: A Literature Review Nisa, Lutfi Khoirun; Perdani, Roro Rukmi Windi; Graharti, Risti; Wardhani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Fiana, Dewi Nur; Rahmayani, Fidha
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1356

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental disorder that affects children permanently. The exact cause of GSA is not yet known and affects more men than women with a ratio of 4:1. This autism disorder in children appears from birth or a few months after birth, but is often diagnosed when the child is less than 3 years old. Confirmation of GSA diagnosis can use two screening tools, namely DSM-5 and M-CHAT. The management that can be given to children with GSA can be pharmacological and non-pharmacological treatment. According to the World Health Organization (WHO) in 2022, 1 in 100 children in the world is diagnosed with autism. Children with GSA have many disorders that can affect their daily activities, both verbally and non-verbally. The main symptoms that are often encountered in children with GSA are difficulties in social interaction, problems in communication, including difficulty learning language or abnormalities in speech, and a tendency to be obsessive about maintaining a consistent daily routine and environment. The prognosis of GSA depends on the severity of each individual and the accompanying disease. This of course makes parents who have children with GSA will be faced with specific challenges in raising their children because children with GSA have different characteristics. Effective strategies that can be carried out to improve disorders in GSA children include the use of visual aids, the creation of a structured daily schedule, good interpersonal communication, the application of the Applied Behavior Analysis (ABA) method, integrated sensory therapy, occupational therapy, and play therapy. In addition, to overcome the stress experienced by parents of children with GSA, especially in mothers, it can be done by providing parenting education through psychoeducation.
Peran Shunt Ventrikuloperitoneal dalam Strategi Pengobatan Hidrosefalus Pada Anak : Literature Review Sari, Indah Purnama; Roro Rukmi Windi Perdani; Diana Mayasari; Intanri Kurniati; Fidha Ramayani; Rizki Hanriko; Dewi Nur Fiana
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1357

Abstract

Hydrocephalus is a condition characterized by the accumulation of cerebrospinal fluid (CSF) within the brain's ventricles, presents a significant challenge in pediatric care. The increased intracranial pressure resulting from this CSF buildup can lead to severe neurological damage if left untreated. Ventricular peritoneal shunt (VP shunt) surgery remains a primary surgical intervention aimed at diverting excess CSF, thereby reducing intracranial pressure and mitigating the risk of irreversible neurological damage. This literature review provides a comprehensive review of the role of VP shunts in the management of pediatric hydrocephalus, encompassing a detailed examination of indications and contraindications for shunt placement, various surgical techniques employed, and the effective management of common post-operative complications such as infection, shunt malfunction (obstruction or overdrainage), and hemorrhage. We meticulously analyze current literature data to assess the effectiveness of VP shunts in improving neurological outcomes, fostering cognitive development, and enhancing the overall quality of life for children affected by hydrocephalus. The analysis will incorporate a review of long-term followup studies to evaluate the durability and efficacy of different shunt types and materials. Case studies and clinical experiences are integrated to provide a nuanced understanding of current clinical practices and to highlight the complexities often encountered in managing this condition. Furthermore, this literature review delves into recent advancements in shunt technology, including the development of programmable valves and less invasive surgical approaches. It also addresses the persistent challenges in optimizing hydrocephalus care, emphasizing the crucial need for a multidisciplinary approach involving neurosurgeons, pediatric neurologists, developmental pediatricians, and other healthcare professionals to ensure holistic and individualized patient care. The ultimate goal is to provide practical, evidence-based guidance for healthcare professionals in the effective and safe management of pediatric hydrocephalus using VP shunts, ultimately improving patient outcomes and quality of life.
PENINGKATAN PENGETAHUAN FAKTOR RISIKO HIV-AIDS PADA PENGUNJUNG LAYANAN VOLUNTARY CLINICAL TEST (VCT) DI PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG UNTUK MENGURANGI PENULARAN HIV-AIDS Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Zuraida, Reni; Pramesona, Bayu Anggileo; Fiana, Dewi Nur
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 1 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i1.21

Abstract

Kemajuan dalam melawan Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) diukur melalui insiden dan kematian. Di Indonesia, insiden HIV-AIDS pada 2018 sebesar 46.000 kasus (42.000 – 50.000), menurun dibandingkan insiden pada 2010 sebesar 63.000 kasus (57.000 – 68.000). Akan tetapi, jumlah kematian meningkat, yaitu 38.000 kematian (33.000 – 43.000) pada 2018 dibandingkan 24.000 kematian (19.000 – 28.000) pada 2010. Terdapat beberapa kelompok yang berisiko lebih besar untuk terjadinya HIV-AIDS, yaitu wanita pekerja seks, pengguna narkoba suntik, gay, transgender dan klien pekerja seks. Bandar Lampung merupakan kota dengan kasus HIV-AIDS tertinggi di Provinsi Lampung yaitu 1.480 kasus pada periode 2015 – 2019. Di Bandar Lampung telah terdapat beberapa puskesmas yang memberikan pelayanan voluntary counselling test (VCT), yang diperuntukkan bagi orang yang mempunyai risiko tinggi terhadap HIV-AIDS, salah satunya adalah Puskesmas Kemiling. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan pengunjung VCT Puskesmas Kemiling tentang faktor risiko HIV-AIDS. Kegiatan pengabdian mencakup Focus Group Discussion, penyusunan media informasi dan penyuluhan yang dilakukan pada tanggal 20 – 30 Agustus 2021. Evaluasi hasil kegiatan pengabdian dilakukan dengan pretest dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan para pengunjung VCT Puskesmas Kemiling.
Peningkatan Pengetahuan mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Way Halim Permai Bandarlampung Oktaria, Dwita; Mayasari, Diana; Rahmayani, Fidha; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1150

Abstract

Kanker payudara memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Prognosis kanker payudara tergantung pada stadium saat didiagnosis serta cara penanganannya. Penderita kanker payudara lebih sering datang dengan stadium lanjut sehingga prognosisnya buruk. Hal ini dikarenakan sedikitnya wanita yang melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker payudara pada stadium awal. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk meningkatkan kemungkinan prognosis yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu ketua RT dan pengurus RT yang tergabung dalam PKK Kelurahan Way Halim Permai. Setelah dilakukan seminar dan tanya jawab, kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah di evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 32 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest terjadi peningkatan menjadi 40 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara, pengetahuan ibu-ibu PKK kelurahan Way Halim Permai meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan mengenai Sadari secara rutinuntuk deteksi dini kanker payudara perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.Kata kunci: deteksi dini, kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari)
Pojok Tumbuh Kembang Anak HIV : Pengukuran Berat Badan, Tinggi Badan, Konsultasi Gizi, Imunisasi dan Edukasi HIV di Poli VCT Rumah Sakit Abdul Moeloek Perdani, Roro Rukmi Windi; Purnama, Dara Marissa Widya; Berawi, Khairun Nisa; Fiana, Dewi Nur; Larasati, TA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2793

Abstract

Infeksi HIV merupakan salah satu masalah utama dan merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan anak. Anak dengan HIV-AIDS di Provinsi Lampng saat ini menjalani terapi rutin di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. Terdapat 24 anak usia 1-14 tahun berjenis kelamin laki-laki dan 18 anak berjenis kelamin perempuan. Semua anak dengan HIV-AIDS mendapatkan layanan kesehatan yang dilakukan di poli VCT (voluntary consulting test) yang dilakukan rutin setiap minggunya. Anak- anak yang terinfeksi HIV dengan mendapatkan pengobatan teratur sejak dini dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya sehingga meningkatkan kualitas hidup anak. Permasalahan yang dihadapai adalah keterjangkauan layanan kesehatan yang berasal dari luar Bandar Lampung dan layanan yang diberikan saat ini terbatas berupa konsultasi singkat. Kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya mengkonsumsi obat dan memperhatikan tumbuh kembang anak dengan infeksi HIV. Salah satu strategi solusi yang ditawarkan adalah dengan membentuk pojok tumbuh kembang anak HIV. Target luaran dari program pengabdian ini adalah terbentukan pojok tumbuh kembang, serta dapat terpantauanya kesehatan anak dengan infeksi HIV melalui buku panduan atau kartu pemantauan kesehatan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah membentuk pojok tumbuh kembang berupa tempat konsultasi dan pemantauan tumbuh kembang, status gizi, imunisasi dan edukasi HIV. Dari kegiatan yang dilakukan terdapat 10 anak dengan infeksi HIV yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan konsultasi yang berbeda-beda serta terdapat 1 anak yang mendapatkan imunisasi.Kata kunci : HIV, kualitas hidup, tumbuh kembang