Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM DI BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA Annida Mujahidah Nurul Azmi; Yulistia Budianti Soemarie; Juwita Ramadhani
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i1.901

Abstract

otential to cause serious complications. Antibiotic therapy is one of the treatment options for patients with diabetic ulcers. Overuse of antibiotics can lead to resistance, which can make therapy less successful. This study aims to determine the percentage of rational antibiotic use and its effect on therapy outcomes in diabetic ulcer patients. This study aims to identify the percentage of rational antibiotic use and its effect on therapeutic outcomes in diabetic ulcer patients in Banjarmasin Hospital. This study was an observational study with a cross-sectional method and data collection in this study was carried out retrospectively during the period July-December 2023. The rationality of antibiotic use was evaluated using the Gyssens method and the correlation of rationality with therapeutic outcomes was analyzed using the chi square test. The study subjects were 94 patients with diabetic ulcers who met the inclusion criteria. The rationality of antibiotic use with the Gyssens category was in category 0 (appropriate) for 65 patients (69%), category IIb (inappropriate interval) for 3 patients (3%), category IIIa (too short) for 10 patients (11%), category IIIb (too long) for 6 patients (6%), category IVa (more effective) for 3 patients (3%), and category IVc (cheaper alternative) for 7 patients (7%). The results of the Chi-Square Test state that there is a significant correlation between the rationality of antibiotic use and therapeutic outcomes in the form of a decrease in the degree of diabetic ulcers. 69% of patients received rational antibiotic therapy and 31% received irrational therapy based on the Gyssens method and there was a correlation between the rationality of antibiotic use and therapeutic outcomes in the form of a decrease in the degree of diabetic ulcers.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU ANTIHIPERTENSI HALAL Erlianti, Karina; Hasniah, Hasniah; Fadillah, Aris; Muliyani, Muliyani; Ramadhani, Juwita; Andryanto, Muhammad Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34716

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius. Masyarakat Desa tempat pelaksanaan kegiatan diketahui memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, namun masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi alternatif, terutama dalam bentuk jamu aman, berkhasiat, dan halal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hardskill yaitu keterampilan dalam pembuatan jamu antihipertensi sesuai prinsip kehalalan. Metode kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan praktik langsung, serta proses evaluasi. Edukasi dan pelatihan diberikan kepada 21 peserta yang merupakan anggota PKK setempat. Evaluasi dilakukan dengan mekanisme pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 2,4 menjadi 9,5 pada posttest. Pelatihan ini menumbuhkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan jamu serta meningkatkan kesadaran pentingnya aspek kehalalan dalam pengolahan produk herbal. Sehingga berkontribusi pada bidang kesehatan dan membuka peluang usaha jamu.Abstract: Hypertension is a leading non-communicable disease in Indonesia and a major risk factor for serious health complications. The target community demonstrated a relatively high prevalence of hypertension yet possessed limited knowledge about the use of herbal plants as alternative therapy, particularly in the form of jamu (traditional herbal medicine) that is safe, effective, and halal. This community engagement program aimed to empower local residents by enhancing both knowledge and practical skills in preparing antihypertensive jamu in accordance with Islamic principles. The program was conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation. A total of 21 participants, all members of the local Family Welfare Movement (PKK), took part in education and training sessions. Evaluation involved pre-test and post-test assessments, complemented by skill observations. The results showed a substantial improvement in knowledge, with mean scores rising from 2.4 to 9.5. Moreover, participants gained practical competencies in jamu preparation and increased awareness of halal considerations in herbal product processing. This initiative contributes to public health promotion while opening opportunities for small-scale jamu entrepreneurship.
PEMANFAATAN GULMA TANAMAN BUNDUNG SEBAGAI BAHAN SABUN PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Fadillah, Aris; Mardiana, Lia; Falya, Yuniarti; Ramadhani, Juwita; Muliyani, Muliyani; Fauzi, Muhammad; Andryanto, Muhammad Hasan; Soemarie, Yulistia Budianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34556

Abstract

Abstrak: Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan sabun pasca COVID-19 mendorong peningkatan penggunaannya. Ekstrak daun tanaman Bundung (Scirpus grossus), yang mudah ditemukan di persawahan, terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill peserta dalam memahami tanaman bundung serta cara pembuatan sabun dengan memanfaatkan daun bundung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi bersama, serta praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas IX. Evaluasi pengetahuan siswa dilakukan dengan metode pre-post test menggunakan angket. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor dengan nilai rata-rata kenaikan sebesar 15,17%. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa peserta dapat menangkap materi yang disampaikan dengan baik.Abstract: The increase of public awareness on the importance in the use of soap post-COVID-19 has led to an increase in its use. The extract of Bundung (Scirpus grossus), which is commonly found in rice fields, has been proven to be effective in promoting wound healing and suitable for use as an active ingredient in soap. This program aims to improve the participants' hard skills in understanding the Bundung plant and utilize it as the active ingredient in soap-making process. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and direct practice. The participant in this program were 30 of ninth-grade students. The evaluation of the participants' knowledge was conducted with the pre-post test method using a questionnaire. The results showed an increase in the average score by 15.17%. These results indicated that the participants were able to comprehend the material presented properly.
PRAKTIK PEMBUATAN SABUN BERBAHAN DASAR ALAMI DI PONDOK PESANTREN Fadillah, Aris; Mardiana, Lia; Hasniah, Hasniah; Ramadhani, Juwita; Su'aida, Nily; Fauzi, Muhammad; Erlianti, Karina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26075

Abstract

Abstrak: Pada perkembangannya, kurikulum pada pesantren harus dapat menyiapkan santri untuk bisa berkiprah dan hidup di masyarakat, salah satunya adalah dengan melakukan wirausaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pembuatan sabun berbasis ekstrak bahan alam, serta membuka peluang wirausaha. Mitra kegiatan adalah 76 santri putri tingkat menengah atas kelas XII. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, dengan kenaikan nilai rata-rata dari 70,5 menjadi 95,61 (peningkatan nilai 25,11%). Evaluasi dengan metode kuis menunjukkan bahwa peserta dapat menerima materi dengan baik.. Kegiatan ini meningkatkan soft skill dan hard skill santri dalam produksi sabun berbahan alami.Abstract: In its development, the curriculum of Islamic boarding schools must be able to prepare the students to take part and live in society, one of which is through entrepreneurship. This program aims to increase student’s knowledge and skills in making natura based soap, and to inspire them on entrepreneurship ideas. Seventy-six high-school students participated. The methods used were lecturing, practical training, and evaluation. The results showed a significant increase in students' knowledge, with an increase in the average score from 70.5 to 95.61 point (increased by 25,11%). Evaluation through quiz method shows that the information was well received by participants. This program improves student’s soft skills and hard skills in the production of natural based soap.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Pasien Acne Dengan Keberhasilan Penggunaan Serum Niacinamide Di Klinik Dr.Naz Adellya Sri Anggerainy; Hasniah; Juwita Ramadhani
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu penyakit kulit akibat dari suatu peradangan kronis pathogenesis kompleks, yang melibatkan kelenjar sebasesa hiperkeratinasisi folikular, kolonisasi bakteri berlebihan sehingga dapat memicu terjadi acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien acne dengan lama keberhasilan penggunaan serum niacinamide di dr.Naz Aesthetic Clinic. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional yang mana pengambilan data dilakukan secara prospektif yaitu pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 125 responden dengan teknik purposive sampling dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan rekam medis. Analisis data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat (uji chi- square). Berdasrkan hasil penelitian ini tingkat kepatuhan pada pasien acne dengan tingkat kepatuhan rendah 20,0%, tingkat kepatuhan sedang 35,25, dan tingkat kepatuhan tinggi 44,8%. Hasil berdasarkan hubungan tingkat kepatuhan terhadap keberhasilan mendapatkan nilai yang signifikan yaitu p<0,05 (0,000).
EVALUASI TOKSISITAS SENYAWA FITOKIMIA TANAMAN: ANALISIS LITERATUR TERHADAP DAMPAK DOSIS DAN ORGAN PADA HEWAN UJI Putri, Apriliany Asriany; Ramadhani, Juwita; Fadillah, Aris
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.21505

Abstract

Tanaman obat mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang dikenal memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker. Namun, penggunaan senyawa-senyawa ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan efek toksik terhadap organ vital seperti hati, ginjal, jantung, dan sistem darah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau sejumlah studi ilmiah terkini (2020–2025) yang mengevaluasi toksisitas akut dan subkronis dari senyawa fitokimia tanaman menggunakan berbagai media uji, termasuk tikus Wistar, tikus Sprague-Dawley, dan Artemia salina. Berdasarkan hasil review terhadap sepuluh artikel, ditemukan bahwa beberapa tanaman seperti Camelina sativa, Ridolfia segetum, dan Arbutus unedo menunjukkan toksisitas rendah dan aman pada dosis tertentu. Sebaliknya, ekstrak tanaman seperti Persea americana, Ziziphus spina-christi, dan Rhubarb menunjukkan efek toksik yang signifikan terhadap organ-organ penting, terutama pada dosis tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi toksikologi yang menyeluruh untuk memastikan keamanan penggunaan senyawa fitokimia sebelum diaplikasikan secara luas dalam bidang farmasi maupun pengobatan tradisional.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE JANUARI-JUNI 2024 Fadila, Ananda; Ramadhani, Juwita; Fadillah, Aris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53426

Abstract

Penggunaan rasional antibiotik merupakan langkah penting dalam pencegahan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, khususnya di kalangan pasien pneumonia yang sedang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau rasionalitas dalam penerapan antibiotik, yang diharapkan mampu memberikan wawasan terkait tingkat ketaatan pada pedoman penggunaan antibiotik. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dikerjakan melalui pendekatan retrospektif, dimana pengambilan data dilakukan dari rekama medis pasien pneumonia yang mengalami rawat inap pada bulan Januari-Juni tahun 2024 dan dievaluasi dengan menggunakan metode Gyssens. Teknik analisis data dideskripsikan menggunakan excel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan kategori Gyssens yang meliputi ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, interval, rute pemberian, serta durasi terapi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil diperolah Secara umum penggunaan antibiotik yang digunakan dinilai rasional sebanyak 81 (85,26%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku, namun tetap diperlukan upaya monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah resistensi antibiotik di masa mendatang.