Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

LITERATUR REVIEW: PENGOLAHAN LIMBAH SEBAGAI BAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG Pratiwi, Anggi; Januardi, Januardi; Firdus, Firdus; Allaily, Allaily
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 16 No. 2 (2024): Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v16i2.6555

Abstract

Limbah dari hasil pertanian, perkebunan dan industri dapat digunakan sebagai sumber pakan bagi unggas terutama ayam kampung, karena mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ayam kampung. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ayam kampung. Penelitian ini menggunakan metode literatur review untuk menggambarkan pemanfaatan limbah sebagai pakan ayam kampung, yang dipilih sebagai rujukan bersumber dari jurnal ilmiah yaitu google scholar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pakan dari limbah yang dapat mempengaruhi berat badan, karkas, tinggi tubuh, bobot tubuh, berat dada, berat paha, berat sayap dan berat punggung ayam kampung.
Elevated temperatures increase chlorpyrifos toxicity in nile tilapia (Oreochromis niloticus) larvae Nafis, Badratun; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Zulfahmi, Ilham
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.43227

Abstract

Global warming and the extensive use of chlorpyrifos pose serious threats to the hatching success, growth, and survival of Nile tilapia larvae (Oreochromis niloticus). This study aimed to evaluate the combined effect of chlorpyrifos toxicity and elevated temperatures on tilapia larvae. A completely randomized design (CRD) was used with three temperature levels (28C, 31C, and 34C) and two chlorpyrifos concentrations (0 g/L and 32 g/L), totaling six treatments with three replicates each. Parameters observed included hatching rate, daily growth rate (DGR), specific growth rate (SGR), absolute growth rate (AGR), and malformation rate.Measurements were conducted daily from the first day of hatching until the end of the larval phase (Day 8). Results showed the highest hatching rate (85.33%) was achieved at 34C without chlorpyrifos, while the lowest rate (20%) occurred at 28C with chlorpyrifos exposure on Day 2. DGR and SGR significantly decreased at 34C with chlorpyrifos exposure, reaching 0.0003 g/day and 3.73%/day, respectively, compared to 28C without chlorpyrifos (0.0011 g/day and 10.78%/day). AGR remained stable across all temperatures, showing no significant differences with or without chlorpyrifos. The malformation rate, including abnormalities such as lordosis and kyphosis, increased with higher temperatures and chlorpyrifos exposure, with the highest rate (25%) recorded at 34C with 32 g/L chlorpyrifosKeywords:ChlorpyrifosNile TilapiaHatching RateLarval Growth
Suitability analysis of spiny lobster mariculture zones in Sabang waters, Indonesia Ismail, Ismail; Muhammadar, Muhammadar; Firdus, Firdus
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.33331

Abstract

The lobster aquaculture industry has a high dependence on natural catch. Hence, lobster farming has become necessary. The waters in Sabang have the potential for developing lobster mariculture, but data is not yet available on the conditions of the aquatic environment that are suitable for lobster farming. This research aims to determine which locations are suitable for lobster mariculture activities in the waters of Sabang. The research parameters are divided into geographics, physicochemical, and supporting parameters. The geographical parameters group was collected through in-situ observations, and physicochemical parameters were measured in-situ and laboratory tests, supporting parameters through observations. Initial data analysis used the SAW (Simple Additive Weighting), AHP (Analysis Hierarchy Process) methods, and spatial analysis to determine the suitability of lobster cultivation zones with the Geographic Information System (GIS). From the observations of geographical parameters, the three locations of the observation station were in the very suitable category. The results of measuring physicochemical parameters group in three research locations were very suitable. Based on observations of other supporting parameters, Lhok Krueng Raya is very suitable for the cultivation zone, while Teupin Sirui and Lhok Weing are suitable. The findings of this research indicate that location protection, accessibility, DO, and COD are limiting parameters for selecting a suitable location for lobster mariculture in Sabang waters.Keywords:Suitability analysisLobster farmingSabangGIS
Pencemaran Logam Berat terhadap Ketersediaan Air Bersih di Perairan Pulau Sumatera: Review Artikel Almira, Cut Syifa; Syahira, Siti Ashiva; Firdus, Firdus; Rizki, Alia; Nasir, Muhammad
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan hidup di Indonesia memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, salah satunya melalui ketersediaan air. Air sebagian besar berupa air asin memiliki hanya 0.014% dalam bentuk air tawar yang dapat dimanfaatkan langsung. Sungai merupakan sumber utama air di Indonesia, mendukung berbagai sektor seperti konsumsi, pertanian, perikanan, dan transportasi. Namun, pencemaran sungai menjadi masalah serius, dengan data menunjukkan bahwa sebagian besar sungai di Indonesia telah tercemar, baik dalam kategori ringan hingga berat. Salah satu ancaman utama adalah pencemaran logam berat yang bersifat tidak terdegradasi dan dapat terakumulasi dalam lingkungan serta organisme. Dampaknya signifikan terhadap kualitas air dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah Sumatera. Adapun hasil literature review ini diketahui bahwa seluruh Sungai di perairan Sungai Sumatera menunjukkan hasil tercemar logam berat meskipun terdapat beberapa sungai dengan logam berat yang masih berada di bawah baku mutu.
ARTIKEL REVIEW : EFEK PENCEMARAN AIR JANGKA PANJANG DI SUNGAI YANGTZE, CHINA Fajarna, Nova; Munzilin, Munzilin; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Rizki, Alia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43640

Abstract

Sungai Yangtze merupakan sungai terbesar ketiga di dunia yang kini telah tercemar oleh bahan-bahan pencemar seperti logam berat, mikroplastik dan lain sebagainya. Pencemaran ini diduga terjadi karena adanya aktivitas-aktivitas industri, pertanian, dan permukiman yang mana limbahnya tidak dikelola dengan semestinya sehingga limbahnya menimbulkan dampak yang sangat luas. Adapun tujuan dari artikel review ini adalah untuk mengetahui jenis pencemaran apa saja yang ada di sungai Yangtze beserta efek yang ditimbulkan, baik untuk lingkungan maupun kesehatan makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review, dimana literature yang digunakan merupakan literature yang bersangkutan dengan pencemaran air yang ada di sungai Yangtze, China. Pencarian literatur review ini dilakukan dengan empat prosedur, yaitu identifikasi, skrining, kelayakan dan keterimaan. Hasil yang didapatkan kemudian dijelaskan secara deskriptif dan akan dijabarkan dalam bentuk gambar. Hasil dari artikel review ini menunjukkan bahwa Shoal Nanhui Timur memiliki tingkat pencemaran Pb tertinggi, yaitu sebanyak 768, diikuti oleh beberapa lokasi lain seperti Pantai Yuanyuansha sebanyak 716 dan bagian bawah saluran Selatan sebanyak 692. Selain Pb, pencemaran seperti As, Cr, Pb, Zn, dan Ni juga terdapat di Kawasan sungai Yangtze, China. Sehubungan dengan rata-rata simpangan baku berlebih, tingkat pencemarannya adalah Pb (8,34) > Cu (0,57) > Cr (0,37) > Zn (0,355) > Ni (0,352) > As (0,28) > Cd (0,00).
Elevated temperatures increase chlorpyrifos toxicity in nile tilapia (Oreochromis niloticus) larvae Nafis, Badratun; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Zulfahmi, Ilham
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.43227

Abstract

Global warming and the extensive use of chlorpyrifos pose serious threats to the hatching success, growth, and survival of Nile tilapia larvae (Oreochromis niloticus). This study aimed to evaluate the combined effect of chlorpyrifos toxicity and elevated temperatures on tilapia larvae. A completely randomized design (CRD) was used with three temperature levels (28C, 31C, and 34C) and two chlorpyrifos concentrations (0 g/L and 32 g/L), totaling six treatments with three replicates each. Parameters observed included hatching rate, daily growth rate (DGR), specific growth rate (SGR), absolute growth rate (AGR), and malformation rate.Measurements were conducted daily from the first day of hatching until the end of the larval phase (Day 8). Results showed the highest hatching rate (85.33%) was achieved at 34C without chlorpyrifos, while the lowest rate (20%) occurred at 28C with chlorpyrifos exposure on Day 2. DGR and SGR significantly decreased at 34C with chlorpyrifos exposure, reaching 0.0003 g/day and 3.73%/day, respectively, compared to 28C without chlorpyrifos (0.0011 g/day and 10.78%/day). AGR remained stable across all temperatures, showing no significant differences with or without chlorpyrifos. The malformation rate, including abnormalities such as lordosis and kyphosis, increased with higher temperatures and chlorpyrifos exposure, with the highest rate (25%) recorded at 34C with 32 g/L chlorpyrifosKeywords:ChlorpyrifosNile TilapiaHatching RateLarval Growth
Suitability analysis of spiny lobster mariculture zones in Sabang waters, Indonesia Ismail, Ismail; Muhammadar, Muhammadar; Firdus, Firdus
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.33331

Abstract

The lobster aquaculture industry has a high dependence on natural catch. Hence, lobster farming has become necessary. The waters in Sabang have the potential for developing lobster mariculture, but data is not yet available on the conditions of the aquatic environment that are suitable for lobster farming. This research aims to determine which locations are suitable for lobster mariculture activities in the waters of Sabang. The research parameters are divided into geographics, physicochemical, and supporting parameters. The geographical parameters group was collected through in-situ observations, and physicochemical parameters were measured in-situ and laboratory tests, supporting parameters through observations. Initial data analysis used the SAW (Simple Additive Weighting), AHP (Analysis Hierarchy Process) methods, and spatial analysis to determine the suitability of lobster cultivation zones with the Geographic Information System (GIS). From the observations of geographical parameters, the three locations of the observation station were in the very suitable category. The results of measuring physicochemical parameters group in three research locations were very suitable. Based on observations of other supporting parameters, Lhok Krueng Raya is very suitable for the cultivation zone, while Teupin Sirui and Lhok Weing are suitable. The findings of this research indicate that location protection, accessibility, DO, and COD are limiting parameters for selecting a suitable location for lobster mariculture in Sabang waters.Keywords:Suitability analysisLobster farmingSabangGIS
Efek Polutan Logam Berat Pada Sungai di Indonesia Terhadap Biota Aquatik Amirunnas, Amirunnas; Chairunnisa, Nikitha; Firdus, Firdus; Rizki, Alia; Nasir, Muhammad
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i1.255

Abstract

Heavy metals are pollutants that cause detrimental poisoning in various aquatic biota. This article compiles the results of various studies into a review of their sources, distribution, rejection and impact on aquatic biota. Over time, the compilation of organic and inorganic arsenic, Pb, Cd, and Hg detected significantly increased in shellfish in most of the rivers included in this article. From the results, the affected areas and their river biota, a small number of eye health surveys conducted, including possible cures, are presented by discussing the utility of remediation and preventative measures through regulatory changes.
Literatur Review: Studi Kasus Pencemaran Industri Kelapa Sawit di Indonesia Yoeliarniza, Audina; Khairina, Khairina; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Rizki, Alia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i1.12066

Abstract

Abstrak Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, ekspansi besar-besaran perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi permintaan global telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang serius. Studi ini bertujuan untuk menganalisis jenis pencemaran yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit, teknik pengelolaan limbah yang diterapkan, serta efektivitas kebijakan lingkungan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan 25 studi kasus yang berkaitan dengan Industri kelapa sawit di Indonesia. Penelusuran ini menunjukkan adanya pencemaran air, tanah, dan udara akibat limbah cair seperti Palm Oil Mill Effluent (POME), limbah padat, dan emisi gas hasil pembakaran. Kajian ini membahas berbagai aspek pencemaran yang dihasilkan oleh limbah kelapa sawit, serta solusi berkelanjutan yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak tersebut.Kata kunci— Industri kelapa sawit; pencemaran lingkungan.Abstract The palm oil industry is a strategic sector that contributes significantly to the Indonesian economy through job creation and increasing people's income. However, the massive expansion of palm oil plantations to meet global demand has caused various serious environmental problems. This study aims to analyze the types of pollution produced by the palm oil industry, the waste management techniques applied, and the effectiveness of environmental policies in supporting sustainable development. The method used is a qualitative analysis with an approach of 25 case studies related to the palm oil industry in Indonesia. This investigation shows the existence of water, soil, and air pollution due to liquid waste such as Palm Oil Mill Effluent (POME), solid waste, and gas emissions from combustion. This study discusses various aspects of pollution produced by palm oil waste, as well as sustainable solutions that can be applied to reduce these impacts.Keywords— Palm oil industry; environmental pollution.
Studi Toksikologi: Mikroplastik pada Organisme Perairan dan Resiko terhadap Kesehatan Manusia di Indonesia Arhafna, Cut Hadisti; Fadhliana, Nana; Firdus, Firdus; Rizki, Alia; Nasir, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11379

Abstract

Mikroplastik kini menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang krusial di Indonesia, dengan dampak yang signifikan terhadap ekosistem perairan serta dampak serius bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada organisme akuatik di perairan Indonesia serta mengevaluasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015 hingga 2024, dengan sumber data berasal dari Google Scholar. Berdasarkan hasil kajian, mikroplastik terdeteksi di berbagai wilayah perairan, dengan identifikasi sebanyak 17 organisme dari tiga filum moluska dan 14 organisme dari filum chordata, di mana sebagian besar berasal dari spesies ikan lainnya yang paling banyak menunjukkan indikasi keberadaan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik memiliki potensi untuk masuk ke dalam rantai makanan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, seperti masalah sistem pencernaan, gangguan fungsi hati, serta peningkatan risiko terkena kanker. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang pencemaran mikroplastik di perairan Indonesia dan menyoroti urgensi penerapan langkah-langkah mitigasi guna menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan akuatik.