Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Literatur Review: Studi Kasus Pencemaran Industri Kelapa Sawit di Indonesia Yoeliarniza, Audina; Khairina, Khairina; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Rizki, Alia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i1.12066

Abstract

Abstrak Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, ekspansi besar-besaran perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi permintaan global telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang serius. Studi ini bertujuan untuk menganalisis jenis pencemaran yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit, teknik pengelolaan limbah yang diterapkan, serta efektivitas kebijakan lingkungan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan 25 studi kasus yang berkaitan dengan Industri kelapa sawit di Indonesia. Penelusuran ini menunjukkan adanya pencemaran air, tanah, dan udara akibat limbah cair seperti Palm Oil Mill Effluent (POME), limbah padat, dan emisi gas hasil pembakaran. Kajian ini membahas berbagai aspek pencemaran yang dihasilkan oleh limbah kelapa sawit, serta solusi berkelanjutan yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak tersebut.Kata kunci— Industri kelapa sawit; pencemaran lingkungan.Abstract The palm oil industry is a strategic sector that contributes significantly to the Indonesian economy through job creation and increasing people's income. However, the massive expansion of palm oil plantations to meet global demand has caused various serious environmental problems. This study aims to analyze the types of pollution produced by the palm oil industry, the waste management techniques applied, and the effectiveness of environmental policies in supporting sustainable development. The method used is a qualitative analysis with an approach of 25 case studies related to the palm oil industry in Indonesia. This investigation shows the existence of water, soil, and air pollution due to liquid waste such as Palm Oil Mill Effluent (POME), solid waste, and gas emissions from combustion. This study discusses various aspects of pollution produced by palm oil waste, as well as sustainable solutions that can be applied to reduce these impacts.Keywords— Palm oil industry; environmental pollution.
Studi Toksikologi: Mikroplastik pada Organisme Perairan dan Resiko terhadap Kesehatan Manusia di Indonesia Arhafna, Cut Hadisti; Fadhliana, Nana; Firdus, Firdus; Rizki, Alia; Nasir, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11379

Abstract

Mikroplastik kini menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang krusial di Indonesia, dengan dampak yang signifikan terhadap ekosistem perairan serta dampak serius bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada organisme akuatik di perairan Indonesia serta mengevaluasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015 hingga 2024, dengan sumber data berasal dari Google Scholar. Berdasarkan hasil kajian, mikroplastik terdeteksi di berbagai wilayah perairan, dengan identifikasi sebanyak 17 organisme dari tiga filum moluska dan 14 organisme dari filum chordata, di mana sebagian besar berasal dari spesies ikan lainnya yang paling banyak menunjukkan indikasi keberadaan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik memiliki potensi untuk masuk ke dalam rantai makanan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, seperti masalah sistem pencernaan, gangguan fungsi hati, serta peningkatan risiko terkena kanker. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang pencemaran mikroplastik di perairan Indonesia dan menyoroti urgensi penerapan langkah-langkah mitigasi guna menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan akuatik.
Imunogenitas Vaksin HPV dalam Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia: Efikasi, Kebijakan, dan Hambatan Fadhliana, Nana; Malliny, Indry; Firdus, Firdus; Rosnizar, Rosnizar
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11681

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian perempuan di Indonesia dan dunia, dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) sebagai penyebab utama. Data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kasus kanker serviks meningkat dari 18.1 juta kasus global pada 2018 ke 36.633 kasus di Indonesia pada 2023, dengan angka kematian mencapai sekitar 21.000 per tahun secara nasional. Vaksin HPV terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV onkogenik dan menurunkan angka kejadian kanker serviks. Namun, implementasi di berbagai provinsi Indonesia menunjukkan cakupan vaksinasi dan deteksi dini yang belum merata, serta angka kematian yang masih tinggi. Penelitian ini bertujuan meninjau imunogenisitas vaksin HPV, efektivitasnya dalam pencegahan infeksi HPV, serta kebijakan dan hambatan dalam pelaksanaan program vaksinasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dari jurnal nasional terakreditasi dan data terbaru terkait prevalensi dan program vaksinasi. Artikel yang dikaji berdasarkan topik utama yang relevan dan memiliki data primer dengan tahun publikasi antara 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun vaksin HPV tersedia dan digunakan di berbagai daerah di Indonesia, masih terdapat hambatan utama yang meliputi rendahnya pengetahuan masyarakat, kekhawatiran terhadap efek samping, serta kendala biaya dan logistik. Data dari provinsi menunjukkan tingkat deteksi dini berkisar 10-45%, cakupan vaksinasi 20-60%, dan angka kematian bervariasi dari 100 hingga 1.300 kasus di beberapa provinsi, sedangkan secara nasional mencapai sekitar 21.000 kasus per tahun. Kebijakan pemerintah telah mendukung distribusi vaksin, namun peningkatan edukasi masyarakat diperlukan untuk mencapai cakupan vaksin yang lebih luas dan menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.
Efektivitas penggunaan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan di Perairan Pusong Kota Lhokseumawe Chaliluddin, Makwiyah A.; Aprilla, Ratna M.; Affan, Junaidi M.; Muhammadar, Abdullah A.; Rahmadani, Heri; Miswar, Edy; Firdus, Firdus
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.11322

Abstract

The existence of fish aggregating devices (FADs) in a waters is able to establish a new fishing ground that potential waters. FADsareable to attract the attention of the gathering of fishes and other aquayic organisms around it, increasing the density of fish around FADs can increase the chances of successful catching operation, and therefore the FADs has benefited significantly to increase the capture fishery production significantly. The purposes of the research were to evaluate the catching composition of purse seine production using FADs and non FADs, and to examine the fectiveness of FADs. This research was conducted on February 1 - 28, 2018 located atPusongWaters, Lhokseumawe City. The survey method was used in this study. The direct sampling by following the fisherman in fishing activities was performed both the purse seine with FADs andno FADs. Total purse seine catches during the research were 4,320 kg consisting of Long Jawed Mackerel (Rastrelliger sp.) 1,280 kg (29.63%), Decapterus Fish ( Decapterus sp.) 350 kg (8,107%), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) 845 kg (19.56 %), tuna fish (Euthynnus affinis) 720 kg (16.67%), Torpedo scad (Megalaspis cordyla) 300 kg (6.94%), Queenfish 140 kg (3.24%), and starry triggerfish (Abalistes stellaris) 685 kg (15.86%). It was concluded that the purse seine usedFADs is more effective compared to thea purse seine that does not use FADs.Keberadaan rumpon di suatu perairan mampu menarik perhatian berkumpulnya ikan dan organisme lain disekitarnya, sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan purse seine yang menggunakan rumpon dan purse seine yang tidak menggunakan rumpon, dan menilai efektivitas rumpon dalam mengumpulkan ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada 01 - 28 Februari 2018 bertempat di Perairan Pusong, Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yaitu dengan mengikuti nelayan dalam kegiatan penangkapan ikan, baik nelayan purse seine yang menggunakan rumpon dan nelayan purse seine yang tidak menggunakan rumpon. Data ikan hasil tangkapan yang diperoleh dihitung jumlah ikan hasil tangkapan dan diidentifikasi spesies ikan dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil tangkapan nelayan yang menggunakan rumpon dan ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak menggunakan rumpon. Total hasil tangkapan purse seine selama penelitian sebanyak 4.320 kg terdiri dari kembung (Rastrelliger sp.) 1.280 kg (29,63%), layang (Decapterus sp.) 350 kg (8,107%), cakalang (Katsuwonus pelamis) 845 kg (19,56%), tongkol (Euthynnus affinis) 720 kg (16,67 %), tegang ekor/tetengkek (Megalaspis cordyla) 300 kg (6,94 %), talang/daun bamboo (Scomberoides lysan) 140 kg (3,24%), dan ayam-ayam (Abalistes stellaris) 685 kg (15,86 %). Dari kedua jenis kegiatan penangkapan ikan tersebut, maka purse seine menggunakan rumpon lebih efektif dibandingkan purse seine yang tidak menggunakan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!
EFFECT OF SALINITY CHANGES ON METHIONINE CONTENT IN TIGER GROUPER JUVENILE (Epinephelus fuscoguttatus) Abbas, Muhammadar Abdullah; Abidin, Muchlisin Zainal; Putra, Dedi Fazriansyah; Firdus, Firdus; Batubara, Agung Setia; Sail, Asmawati Muhammad; Syafruddin, Syafruddin; Roslizawaty, Roslizawaty; Sutriana, Amalia; Aliza, Dwinna
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 12, No 4 (2018): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v12i4.12363

Abstract

This study was conducted to determine the effect of water salinity changes on methionine content in tiger grouper juvenile (Epinephelus fuscoguttatus). A total of 2,560 tiger grouper juveniles were used and divided into five groups consist of 1 control group (without exposed to salinity changes) and 4 treatment groups. The salinity was changed every 2, 3, 4, and 6 hours in treatment A, B, C, and D, respectively. Salinity levels were changed during 24 hours by lowering salinity level from 32 psu to 22 psu. Twenty five of fish were collected from each treatment for methionine content analysis. Data were analysed using one way analysis of variance (ANOVA). The results showed that there was a decrease in methionine content in all treatments. A significant decrease (P0.05) of methionine content in treatment A, B, and C were observed after 20 hours (1.15%), 18 hours (1.27%), and 16 hours (1.24%), respectively. While at 0 hours (control), the methionine content was 2.02%. Methionine level in treatment D was not significantly different (P0.05) compared to control group. As conclusion, rearing the tiger grouper juvenile with salinity fluctuations every 6 hours did not lead to methionine deficiency.
Literture Review: Kandungan Nutrisi Pakan Kelinci di Indonesia Aini Syafitri; Salsabila Al Chusna; Uswah Zilhaya; Allaily, Allaily; Firdus, Firdus
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengembangbiakkan hewan ternak sehingga memperoleh manfaat dari hewan ternak tersebut, seperti peternakan kelinci. Kelinci memiliki banyak manfaat yang berpotensi nilai jual ekonomis, yakni sebagai penyedia bahan makanan, kulit bulu, hewan peliharaan (hias), dan objek penelitian. Namun, dalam beternak kelinci diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan nutrient yang dibutuhkan seperti protein, energi, dan mineral. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari pakan kelinci dan pengaruhnya terhadap kualitas dari kelinci sebagai hewan ternak atau hewan peliharaan dan pengaruh pertumbuhan kelinci yang diternakkan sebagai hewan peliharaan. Kajian yang dimuat berupa artikel jurnal dari tahun 2014-2024 menggunakan database Google Scholar dan Science Direct yang berfokus pada kandungan nutrisi pakan kelinci. Kandungan protein tertinggi diperoleh dari bungkil kedelai (45,44%), serat tertinggi dari Alang-alang (40,4%), karbohidrat tertinggi fermentasi serbuk gergaji (75,54%), lemak tertinggi dari tepung biji karet (49.39%). Pakan yang baik untuk meningkatkan bobot badan harian kelinci adalah pemberian 35% daun wortel (DW), 35% daun kangkung (DK) + 30% konsentrat (K) dengan rata rata peningkatan sebesar 42.33 gram/hari. Pemberian pakan berupa mash dan pasta lebih baik dibandingkan bentuk padat/pellet.
PERILAKU MAKAN DAN JENIS PAKAN ORANGUTAN (PONGO SP.): EATING BEHAVIOR AND TYPES OF ORANGUTAN FOOD (PONGO SP.) Nazila Munawira; Rukmaniza, Rukmaniza; Firdus, Firdus; Allaily, Allaily
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orangutan termasuk salah satu dari 26 jenis primata endemik indonesia dan dapat dijumpai di Kalimantan dan Sumatera. Orangutan diindonesia terbagi menjadi tiga spesies yaitu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis), dan orangutan sumatera (Pongo abelii). Orangutan Sumatera (Pongo abelii) memiliki perbedaan dari orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang terlihat dari rambut, bobot badan, kebiasaan dan bentuk muka. Orangutan merupakan satwa aboreal yang banyak menghabiskan waktunya di atas pohon. Bersifat semi soliter dan banyak menghabiskan waktunya untuk makan. Metode yang digunakan yaitu dengan Teknik studi literatur dengan menelusuri sumber Pustaka dalam bentuk data primer berupa jurnal nasional dari 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang didapat yaitu 80 jenis tumbuhan pakan orangutan. Beberapa bagian tumbuhan yang dimakan yaitu daging buah sebanyak 33 jenis (25%), biji sebanyak 25 jenis (19%), daging dan biji buah sebanyak 24 jenis (18%), kulit dan daging sebanyak 14 jenis (11%). Kesimpulan jenis makanan orangutan sangatlah beragam yang terdiri dari buah, daun, kambium, serangga, dan lainnya.
Utilization of Probiotics, Fermented Beverages, and Aspergillus niger in Drinking Water on Performance and Digestive Quality of Broilers (Gallus domesticus) Rahmatillah, Zumara; Firdus, Firdus; Allaily, Allaily
Jurnal Agripet Vol 25, No 2 (2025): Volume 25, No. 2 October 2025
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v25i2.43233

Abstract

Probiotics and Aspergillus niger are known to play a role in supporting poultry growth and improving digestive tract health. This study aimed to determine the effectiveness of probiotics in the form of fermented drinks and A. niger in improving broiler chicken productivity and digestive tract health. The research was conducted at the LLP (Livestock Field Laboratory) of Syiah Kuala University, while the histological observations of the chicken intestinal villi surface were carried out at the Laboratory of Animal Structure and Development, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Syiah Kuala University. The method used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments (drinking water (control), antibiotic, 5% kefir, 5% Yakult, 2% A. niger) and 3 replications. The experimental animals used were broiler chickens from DOC to harvest age, with an initial average body weight of 5157 g, totalling 75 individuals reared for 4 weeks (30 days). The parameters measured included performance (body weight gain, feed intake, water intake, feed conversion ratio (FCR), defined as the ratio of feed required to produce one unit of body weight, and feed efficiency ratio [FER], defined as the ratio of body weight gain to feed intake), as well as histological features of the intestinal villi (height, apical width, basal width, and total surface area). Data were analysed using ANOVA at a 95% significance level, followed by Duncans multiple range test (P0.05). The results showed that the 5% kefir group (P2) had the best performance, with feed intake of 1294.25194.21 g/bird, feed conversion of 0.90330.13 g/bird, water intake of 4673.1769.06 ml/bird, body weight gain of 1792.2632.34 g/bird, and feed efficiency of 9.48670.74%. Histological analysis showed that the intestinal villi size was highest in the 5% kefir group (P2), with an average villi height of 969.9644.64 m, apical width of 110.9912.23 m, basal width of 106.9712.41 m, and total surface area of 1076.9354.26 m.
Kajian Literatur tentang Aspek Biologi dan Pola Distribusi Ikan Sidat (Anguilla sp.) di Perairan Indonesia Khairina, Khairina; Arhafna, Cut Hadisti; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i2.13225

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan ikan katadromus yang memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi tinggi, sehingga berpotensi sebagai komoditas perikanan penting. Indonesia memiliki keanekaragaman sidat yang tinggi dengan sembilan spesies dan subspesies yang tersebar di berbagai tipe perairan. Namun, keberadaan ikan sidat menghadapi tekanan akibat eksploitasi berlebihan, degradasi habitat, dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman spesies ikan sidat di perairan Indonesia serta pola distribusinya berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015–2024, dengan sumber data utama berasal dari Google Scholar. Sebanyak 30 publikasi dianalisis yang melaporkan keberadaan ikan sidat di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Hasil kajian menunjukkan bahwa Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata merupakan spesies yang paling dominan dan memiliki sebaran terluas. Aspek biologi yang dikaji mencakup identifikasi morfologi, siklus hidup, habitat, distribusi geografis, serta karakteristik genetik dan adaptasi ekologis.
Literatur Review: Dinamika Persebaran dan Adaptasi Biologis Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) di Wilayah Laut Tropis Indonesia Fadhliana, Nana; Arifina, Alia; Zamzami, Nanda; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i2.13226

Abstract

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan ikan karang bernilai ekologis dan ekonomis tinggi yang tersebar di perairan tropis Indo-Pasifik, termasuk Indonesia. Spesies ini memiliki ciri morfologi tubuh pipih memanjang, mulut lebar, serta sirip ekor membundar, dan dikenal sebagai ikan karnivora berumur panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebaran dan kemampuan adaptasi biologis kerapu macan di perairan tropis Indonesia berdasarkan studi literatur periode 2015–2025. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur sistematis dari jurnal nasional terakreditasi SINTA, jurnal internasional bereputasi (Scopus/Scimago-indexed), serta basis data akademik seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerapu macan tersebar di berbagai wilayah perairan Indonesia, antara lain Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Takabonerate, Maluku Tengah, Teluk Kupang, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Teluk Ambai Yapen, dan Buleleng, Bali. Penyebaran ini didukung oleh kemampuan adaptasi terhadap variasi lingkungan laut tropis, meliputi suhu 19–29°C, salinitas 10–35 ppt, dan pH 7,5–8,5. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan.