Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

UJI TOKSISITAS FRAKSI DAUN PEDADA (SONNERATIA CASEOLARIS L.) TEHADAP LARVA UDANG (ARTEMIA SALINA LEACH) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Muh Fitrah; Nurshalati Tahar; Husniar Husniar
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i1.739

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Toksisitas Fraksi Daun Pedada (Sonneratia caseolaris L.)Terhadap Larva Udang (Artemia Salina Leach) Dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp LethalityTest (BSLT).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas dan identifikasi golongan senyawadari fraksi aktifDaun Pedada (Sonneratia caseolaris L.) dengan metode Brine ShrimpLethality Testterhadap Artemia salina Leach. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel, pengeringan sampel danekstraksi dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol dan air. Ekstrakkemudian dipekatkan dengan Rotary evaporator. Ekstrak yang diperoleh selanjutnyadiuji toksisitasnyadan diperoleh hasil ekstrak etanol memiliki tingkat toksik yang lebih besar dibandingkan ekstrak lainnyadengan nilai LC50 sebesar 28.18 μg/ml. Ekstrakkemudian difraksinasi dengan kromatografikolomsehingga diperoleh 12 fraksi.Masing-masing fraksi diuji toksisitasnya dan diperoleh hasil fraksi F11 yangmemilikitingkat toksik yang lebih besar di bandingkan fraksi lainnya dengan nilai LC50 sebesar 46.77μg/ml. Hasil identifikasi fraksi F11 menunjukkan adanya golongan senyawasteroid, flavanoid danfenolik.Kata kunci : Brine Shrimp Letality Test (BSLT), Daun Pedada (Sonneratia caseolaris L.), Flavanoid,Steroid, dan Fenolik
Flavonoids: A Review On Extraction, Identification, Quantification, and Antioxidant Activity Doloking, Haeria; Tahar, Nurshalati; Mukhriani; Surya Ningsi
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v5i1.29329

Abstract

Flavonoids are polyphenolic compounds with a fifteen carbon basic skeleton (C6-C3-C6) composed of two benzene rings, A and B, connected by a pyran-C heterocyclic ring. The high interest in flavonoid research appears due to the numerous benefits of this compound based on its antioxidant activity. Various authors reported multiple studies in this regard. The research on methods of extraction, identification, quantification, and testing of antioxidant activity is compiled in this review. The most important part of this study is a review of the antioxidant activity assay method, which is equipped with the reaction mechanism.
Rasionalitas Terapi Pasien Asma Rawat Jalan di Puskesmas Mandai Maros Khaerani; Indah Muhtar; Nurshalati Tahar; Irma Erviana
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i1.38006

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dihampir semua negara di dunia, diderita oleh anak-anak sampai dewasa dengan derajat penyakit dari ringan sampai berat, bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan kematian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat yang meliputi nama obat, dosis obat, serta ketepatan obat pasien Asma Rawat Jalan di Puskesmas Mandai. Instrumen dalam penelitian ini adalah semua data rekam medis yang lengkap kasus asma pasien rawat jalan umur 21 – < 61 tahun di Puskesmas Mandai Kabupaten Maros bulan Januari – Mei 2018. Hasil penelitian yang diperoleh dari total sampel terdapat 30 pasien. Karakteristik Pasien berdasrkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 66,7% dan perempuan 33,3%. Karakteristik berdasarkan usia yang lebih dominan 41-60 tahun sebanyak 50%. Golongan obat yang digunakan kortikosteroid dan β2 adrenergik Rasionalitas tepat indikasi sebanyak 100%, tepat Pasien sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 100% dan tepat dosis 86,7% dan tidak tepat dosis sebanyak 13,3%. Kata kunci: Asma, rasionalitas, terapi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia terhadap Penanganan Pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 Wahyuddin, Munifah; Alifia Putri Febriyanti; Nurshalati Tahar; Khaerani; Andi Arwini Puspitasari
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51028

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Di Indonesia sedang mengalam krisis pandemi COVID-19 dan kelompok geriatri merupakan kelompok yang rentan atau mudah terjangkit virus COVID-19 ini. Solusi yang diberikan pemerintah yaitu adanya perlakuan vaksinasi sebagai pencegahan penyebaran virus. Namun setelah pemberian vaksin terdapat gejala-gejala yang tidak dapat dihindari, gejala tersebut dinamakan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan geriatri terhadap penanganan pertama KIPI vaksin covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel lansia yang memenuhi kriteria sebanyak 162 responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sekitar 54 responden (33.33%) dengan kategori baik pada pengetahuan dan penanganan KIPI, 97 responden (59,9%) dengan kategori cukup pada penanganan pertama KIPI dan 11 responden (6.8%) termasuk kategori kurang pada pengetahuan dan penanganan KIPI. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan p value =0,000 < 0,05 yang artinya adanya hubungan yang bermakna terhadap Tingkat pengetahuan dengan penanganan pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan memiliki peranan yang penting dalam penanganan pertama kejadian ikutan pasca imunasasi (KIPI), sehingga informasi dan edukasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengenai manfaat, efek samping dan penanganan yang tepat terkait vaksin COVID-19 terutama pada lansia. Kata Kunci: Covid-19, Geriatri, KIPI, Tingkat Pengetahuan, Vaksin.
Pengaruh Manajemen Pelayanan Kefarmasian terhadap Kualitas Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Beberapa Puskesmas Kota M Ismail, Asrul; Gemy Nastity Handayany; Nurshalati Tahar; Auliah Aliah Pertiwi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51051

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas TM, Puskesmas JY, Puskesmas BR dan Puskesmas MS. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik simple random sampling. Domain diamati berdasarkan lima aspek kualitas pelayanan, yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti langsung. Data dianalisis dengan SPSS 22 dan SEM AMOS 22. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa di Puskesmas TM pelayanan paling berpengaruh adalah empati dengan loading factor 1.09, Puskesmas JY yang pelayanan paling berpengaruh adalah kehandalan dengan loading factor 1.10, Puskesmas BR pelayanan yang paling berpengaruh adalah bukti langsung dengan loading factor 1.04 dan Puskesmas MS pelayanan yang paling berpengaruh adalah bukti langsung dengan loading factor 1.26. Kesimpulan: Manajemen pelayanan kefarmasian di Puskesmas TM, Puskesmas JY, Puskesmas BR dan Puskesma MS memiliki bagi kualitas kepuasan pasien Kata kunci: Pelayanan Kefarmasian, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Puskesmas.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Antioksidan Parang Romang: Qualitative and Quantitative Antioxidant Analysis of Parang Romang Muhammad Ikhlas Arsul; Nurshalati Tahar; Afrisusnawati Rauf
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1230

Abstract

Antioxidants can be found naturally in plants, animals, and microbes, or they can be produced chemically. The selection of plants to find the new bioactive compounds are carried out through ethnobotany and chemotaxonomic approaches. One plant that can be developed as an antioxidant is parang romang (Boehmeria virgata). This study aimed to identify an antioxidant activity on the roots, stems, leaves, and flowers of parang romang plant qualitatively and quantitatively. The parang romang plant used was obtained from Malino Regency, South Sulawesi. The roots, stems, leaves, and flowers were extracted using the reflux method and then concentrated using a rotary evaporator. Each part was analyzed for its chemical content and activity qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis was carried out with sitroborat, folin ciocalteu, DPPH, FRAP, and CUPRAC reagen, while quantitative analysis was carried out by spectrophotometry using the DPPH method. The roots, stems, leaves, and flowers were detected to contain phenolic, and flavonoid compounds and have antioxidant activity based on qualitative analysis. The antioxidant activity of parts of the parang romang plant is classified as strong to very strong, with an AAI value of 1.5 - 4.54. All parts of the plant tested have antioxidant activity.  
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka NTT Nurshalati Tahar; Afrisusnawati Rauf; Nur Syamsi Dhuha; Fatima Abdurrahman
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.51045

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Penderita penyakit kronis khususnya penyakit diabetes melitus tipe 2 cenderung menggalami penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup diharapkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik, status psikologik, tingkat kebebasan, hubungan sosial, dan lingkungan yang mereka tempati. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup penderita DM tipe 2 rawat inap di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment, dengan mengisi kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ). Sampel yang digunakan 34 pasien dengan teknik Consecutive Sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh skor rata-rata dari masing-masing aspek kualitas hidup penderita pasien rawat inap penyakit diabetes melitus RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dikatakan memiliki kualitas hidup yang baik dan buruk dilihat dari bebrapa aspek untuk kualitas hidup yang baik yaitu kepuasan pengobatan dengan kategori puas sebanyak 34 orang (34%), kesehatan mental puas dengan hubungan pribadi dan keluarga sebanyak 24 orang (24%) dan kepuasan diet kategori tidak pernah memakan maknan yang tidak seharusnya sebanyak 19 orang (19%). Adapun kualitas hidup yang buruk yaitu aspek kesehatan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu mempengaruhi aktifitas dan sosial sebanyak 26 orang (26%), ketahanan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu membatasi kegiatan sebanyak 25 orang (25%), kesehatan umum dengan kategori kesehatan responden kurang sebanyak 23 orang (23%), gejala penyakit dengan kategori selalu merasa haus, lapar, dan buang air kecil sebanyak 25 orang (25%), kekhawatiran keuangan dengan kategori mahal biaya pengobatan penyakit dm tipe 2 sebanyak 24 orang (24%). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien rawat inap dengan diabetes melitus di RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dianggap baik berdasarkan beberapa aspek, termasuk kepuasan terhadap pengobatan, kesehatan mental, kepuasan terhadap hubungan pribadi dan keluarga, serta kepuasan terhadap pola makan (menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mengonsumsi makanan yang tidak sesuai). Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien diabetes tipe 2 meliputi kesehatan fisik, daya tahan fisik, kesehatan umum, kepuasan terhadap pengobatan, gejala penyakit, kekhawatiran finansial, kesehatan mental, dan kepuasan terhadap pola makan. Kata kunci: Diabetes Mellitus; Kualitas Hidup, Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ)
Brine Shrimp Lethality, Aktivitas Antioksidan dan Kadar Total Fitokimia dari Ekstrak Etanol Kasumba Turate (Carthamus tinctorius) Tahar, Nurshalati; Satrianegara, Fais; Rukmana, Rusmadi; Hamzah, Nursalam; Rukmana, Sitti; Alwi, Fitria; Roni, Abdul; Mukhriani, Mukhriani
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.135 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v15i1.71

Abstract

bstract: Kasumba turate had been used extensively in the treatment of varicella, but studies of safety, efficacy, and quality are incomplete. The objectives of these studies were to determine brine shrimp lethality, antioxidant activities and phytochemical contents of safflower ethanolic extract. The studies began with extraction, which soaked simplicia in 70% ethanol. Dried extract was determined for toxicity used brine shrimp lethality method. Although, antioxidant activities were measured by three methods, i.e., free radical scavenging (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil), cupric reducing antioxidant capacity, and ferric reducing antioxidant power. The phytochemicals total contents that measured were phenols, flavonoids and carotenoids. Based on studies result, rendemen extraction was 14.7%. The lethality level for brine shrimp was 109.64 ± 5.29 mg/L. The free radical scavenging, cupric reducing, and ferric reducing antioxidant activities were 35.40 ± 1.62 mg/L, 12.42 ± 0.95 mg/L and 36.47 ± 2.79 mg/L. Although, the phenol, flavonoid and carotenoid contents per gram were 135.40 ± 0.12 g gallic acid equivalent, 124.54 ± 3.38 mg quercetin equivalent and 27.25 ± 0.83 mg β-carotene equivalent. Based on these data, the ethanol extract of kasumba turate has high phytochemical and antioxidant potential and low toxicity.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Penggunaan Obat Keras Dan Obat Bebas Terbatas Tanpa Resep Di Apotek 77 Farma Kabupaten Luwu Utara Nimas Mulan Cahyani; Khaerani; Nurshalati Tahar; Dwi Wahyuni Leboe
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.58251

Abstract

Pendahuluan: Adanya penjualan obat keras dan obat bebas terbatas pada konsumen tanpa resep dokter di apotek diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait regulasi, jenis serta golongan obat merupakan salah satu alasan terjadinya transaksi jual beli obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter pada apotek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter di apotek 77 Farma dan gambaran obat keras dan obat bebas terbatas yang diperjual belikan tanpa resep dokter di apotek 77 Farma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan sampel yang digunakan sebanyak 73 responden. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan dengan sikap penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep yang telah valid dan reliabel. Data di analisis secara univariat dan bivariat dilanjutkan dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak yaitu 42 responden memiliki pengetahuan “baik” dengan persentase 57,5%. Sikap masyarakat terbanyak yaitu 52 responden memiliki sikap “baik” dengan persentase 71,2%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter dengan nilai signifikansi uji korelasi spearman rank dengan nilai p-value (0,016 < 0,05). 
PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL HABBATUSSAUDA UNTUK SISTEM IMUN DAN PENAMBAH DAYA INGAT BAGI SISWA MAN 2 KOTA MAKASSAR Dhuha, Nur Syamsi; Tahar, Nurshalati; Leboe, Dwi Wahyuni; Wahyuddin, Munifah; Khaerani, Khaerani; Nonci, Faridha Yenny
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.495 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.280

Abstract

The use of black cumin as medicine or medicinal properties is in the seeds. The benefits of black cumin seeds are to treat various diseases such as strengthening the immune system, asthma, bronchitis, diabetes, increasing breast milk production, antihistamines or hypoallergenic, maintaining skin elasticity, antioxidants, antitumor, cancer, improving the digestive tract, antibacterial, lowering cholesterol and improve heart performance. In order to realize the degree of public health, it is necessary to carry out integrated and comprehensive health efforts in the form of individual health efforts and public health efforts. This community service aims to see how the level of knowledge of students at MAN 2 Makassar City about the use of Black Seed. Therefore, the results of this PKM show that it was synthesized by looking at the t count and t table for the two hypotheses. If (tcount) > ttable, then reject H0. Based on the analysis of the paired t test, if (tcount) is 4.86 and the ttable value for the two-way test is 2.11. Then, (t count) > ttable, then calculate H0 or in other words, that the means/average quiz results are significantly different from the means/average after being given counseling.