Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

METAFORA DALAM PUISI WINTERNACHTEN KARYA JOKO PINURBO Ningsih, Isna Mulia; Firmansyah, Dodi; Devi, Ade Anggraini Kartika
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 7, No 1 (2024): Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 Number 1 July 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v7i1.5760

Abstract

Penelitian ini mengkaji metafora dalam puisi Winternachten karya Joko Pinurbo. Metafora adalah majas yang digunakan untuk menyamakan sesuatu yang lainnya, atau dikenal dengan kiasan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan metafora dalam puisi Winternachten karya Joko Pinurbo dalam klasifikasi Ullmann. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Winternachten mengandung metafora berupa metafora antropomorfis, metafora binatang, metafora konkret ke abstrak dan metafora sinaestesik. Metafora yang ditemukan berjumlah 6 data, di antaranya 3 data metafora antropomorfis, 0 data metafora binatang, 3 data metafora konkret ke abstrak, dan 0 data metafora sinaestesik.
INTERFERENSI DAN PEMBUKTIAN BAHASA BUGIS PADA TATARAN VOKAL DAN KONSONAN Muldawati, Muldawati; Solihat, Ilmi; Wahid, Farid Ibnu; Devi, Ade Anggraini Kartika
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan vokal dan konsonan serta interferensi bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia yang kerap memberikan kekeliruan dalam penafsiran antara B1 dan B2. Tujuan penelitian ini yaitu menyelidiki jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis, mencari perbedaan jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia, serta menganalisis interferensi yang ada dalam bahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak catat dengan menerapkan pengucapan responden terhadap kata-kata yang telah disiapkan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini berupa penemuan, verifikasi dan penyelidikan. Berdasarkan data pembuktian yang diperoleh dari responden selama ini membuktikan bahwa: (1) dalam bahasa Bugis terdapat fonem vokal sebagai berikut: /u/, /Ø/, /o/, /i/, /e/, / a/ dan fonem konsonan /w/, /b/, /f/, /t/, /k/, /c/, /p/, /h/, /m/, /n/ dan /Ɉ/ (2 ) Interferensi fonologi bahasa Bugis dalam bahasa Indonesia yang terjadi pada tataran vokal yaitu perubahan vokal dan bidang konsonan yaitu perubahan konsonan berupa penambahan bunyi konsonan, penghilangan bunyi konsonan, dan penggantian bunyi konsonan.Kata Kunci: Interferensi, Vokal, Konsonan, Bugis
Analisis Kesesuaian Gaya Bahasa Pada Kumpulan Cerita "Beautiful Friendship" Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 11 Tahun Herwan, Herwan; Amelia, Sandra; Kartika Devi, Ade Anggraini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian gaya bahasa pada kumpulan cerita “Beautiful Friendship” terhadap perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kesesuaian gaya bahasa. Masalah yang terdapat dalam penelitian ini, yaitu kesesuaian gaya bahasa terhadap perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Sumber data dalam penelitian diperoleh dari sumber tertulis, yaitu berupa Kumpulan Cerita “Beautiful Friendship” karya  Tamarany (2016), serta sumber data substantif merupakan bongkahan data yang berupa tuturan yang dipilih karena dipandang sudah mewakili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menelaah isi dari suatu dokumen, teknik baca dan catat, yakni membaca, mengamati, dan mencatat temuan gaya bahasa dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship”, pengalaman, dan pengamatan peneliti sendiri. Penelitian ini juga  menggunakan teknik dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gaya bahasa. Penelitian ini menggunakan instrumen dengan cara melakukan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship” terdapat dua gaya bahasa yaitu gaya bahasa Retoris dan gaya bahasa Kiasan. Data yang terdapat pada gaya bahasa retoris yakni gaya bahasa Hiperbola 4 data, gaya bahasa Asidenton 3 data, gaya bahasa  Aliterasi 1 data, dan gaya bahasa Antisipasi 3 data. Sedangkan data yang terdapat pada Gaya Bahasa Kiasan yakni Gaya Bahasa Simile 5 data, dan Gaya Bahasa Metafora 1 data. Dari gaya bahasa-gaya bahasa tersebut yang terdapat dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship” itu ada yang sesuai dan ada juga yang tidak sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Data gaya bahasa yang sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun yakni terdapat 12 data 9 Gaya Bahasa Retoris, dan 3 Gaya Bahasa Kiasan. Selain itu, data gaya bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun yakni terdapat 5 data 2 Gaya Bahasa Retoris, dan 3 Gaya Bahasa Kiasan.
Hubungan Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kota Serang Hanny Maulida Mawaddah; Sobri Sobri; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12246

Abstract

This study addresses the persistent challenges faced by junior secondary school students in producing coherent narrative texts, which are closely associated with their mastery of vocabulary and grammatical competence in Indonesian. The research investigates the extent to which vocabulary mastery and Indonesian grammar proficiency are related to students’ narrative writing ability among seventh-grade students at SMP Negeri 5 Kota Serang. Employing a correlational research design, the study utilizes descriptive statistical analysis, prerequisite testing, and hypothesis testing to examine the relationships among variables. The findings reveal significant positive correlations between vocabulary mastery and narrative writing ability (r = 0.587 > 0.242), as well as between grammar mastery and narrative writing ability (r = 0.661 > 0.242). Furthermore, the combined contribution of vocabulary and grammar mastery to students’ narrative writing ability is substantial, with a coefficient of determination of 0.537, indicating that both variables jointly explain a considerable proportion of variance in writing performance. These results demonstrate that linguistic competence, particularly in vocabulary and grammar, plays a critical role in shaping students’ ability to construct effective narrative texts, reinforcing the argument that integrated language instruction is essential for improving writing outcomes.