Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

INTERFERENSI DAN PEMBUKTIAN BAHASA BUGIS PADA TATARAN VOKAL DAN KONSONAN Muldawati, Muldawati; Solihat, Ilmi; Wahid, Farid Ibnu; Devi, Ade Anggraini Kartika
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan vokal dan konsonan serta interferensi bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia yang kerap memberikan kekeliruan dalam penafsiran antara B1 dan B2. Tujuan penelitian ini yaitu menyelidiki jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis, mencari perbedaan jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia, serta menganalisis interferensi yang ada dalam bahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak catat dengan menerapkan pengucapan responden terhadap kata-kata yang telah disiapkan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini berupa penemuan, verifikasi dan penyelidikan. Berdasarkan data pembuktian yang diperoleh dari responden selama ini membuktikan bahwa: (1) dalam bahasa Bugis terdapat fonem vokal sebagai berikut: /u/, /Ø/, /o/, /i/, /e/, / a/ dan fonem konsonan /w/, /b/, /f/, /t/, /k/, /c/, /p/, /h/, /m/, /n/ dan /Ɉ/ (2 ) Interferensi fonologi bahasa Bugis dalam bahasa Indonesia yang terjadi pada tataran vokal yaitu perubahan vokal dan bidang konsonan yaitu perubahan konsonan berupa penambahan bunyi konsonan, penghilangan bunyi konsonan, dan penggantian bunyi konsonan.Kata Kunci: Interferensi, Vokal, Konsonan, Bugis
Analisis Kesesuaian Gaya Bahasa Pada Kumpulan Cerita "Beautiful Friendship" Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 11 Tahun Herwan, Herwan; Amelia, Sandra; Kartika Devi, Ade Anggraini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian gaya bahasa pada kumpulan cerita “Beautiful Friendship” terhadap perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kesesuaian gaya bahasa. Masalah yang terdapat dalam penelitian ini, yaitu kesesuaian gaya bahasa terhadap perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Sumber data dalam penelitian diperoleh dari sumber tertulis, yaitu berupa Kumpulan Cerita “Beautiful Friendship” karya  Tamarany (2016), serta sumber data substantif merupakan bongkahan data yang berupa tuturan yang dipilih karena dipandang sudah mewakili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menelaah isi dari suatu dokumen, teknik baca dan catat, yakni membaca, mengamati, dan mencatat temuan gaya bahasa dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship”, pengalaman, dan pengamatan peneliti sendiri. Penelitian ini juga  menggunakan teknik dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gaya bahasa. Penelitian ini menggunakan instrumen dengan cara melakukan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship” terdapat dua gaya bahasa yaitu gaya bahasa Retoris dan gaya bahasa Kiasan. Data yang terdapat pada gaya bahasa retoris yakni gaya bahasa Hiperbola 4 data, gaya bahasa Asidenton 3 data, gaya bahasa  Aliterasi 1 data, dan gaya bahasa Antisipasi 3 data. Sedangkan data yang terdapat pada Gaya Bahasa Kiasan yakni Gaya Bahasa Simile 5 data, dan Gaya Bahasa Metafora 1 data. Dari gaya bahasa-gaya bahasa tersebut yang terdapat dalam kumpulan cerita “Beautiful Friendship” itu ada yang sesuai dan ada juga yang tidak sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun. Data gaya bahasa yang sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun yakni terdapat 12 data 9 Gaya Bahasa Retoris, dan 3 Gaya Bahasa Kiasan. Selain itu, data gaya bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan sosial pada anak usia 11 tahun yakni terdapat 5 data 2 Gaya Bahasa Retoris, dan 3 Gaya Bahasa Kiasan.
Hubungan Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kota Serang Hanny Maulida Mawaddah; Sobri Sobri; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12246

Abstract

This study addresses the persistent challenges faced by junior secondary school students in producing coherent narrative texts, which are closely associated with their mastery of vocabulary and grammatical competence in Indonesian. The research investigates the extent to which vocabulary mastery and Indonesian grammar proficiency are related to students’ narrative writing ability among seventh-grade students at SMP Negeri 5 Kota Serang. Employing a correlational research design, the study utilizes descriptive statistical analysis, prerequisite testing, and hypothesis testing to examine the relationships among variables. The findings reveal significant positive correlations between vocabulary mastery and narrative writing ability (r = 0.587 > 0.242), as well as between grammar mastery and narrative writing ability (r = 0.661 > 0.242). Furthermore, the combined contribution of vocabulary and grammar mastery to students’ narrative writing ability is substantial, with a coefficient of determination of 0.537, indicating that both variables jointly explain a considerable proportion of variance in writing performance. These results demonstrate that linguistic competence, particularly in vocabulary and grammar, plays a critical role in shaping students’ ability to construct effective narrative texts, reinforcing the argument that integrated language instruction is essential for improving writing outcomes.
“Demata 2.0”: An On-Device AI Assistive Technology for the Visually Impaired Integrating YOLOv10 and OCR Reza Febri Abadi; Toni Yudha Pratama; Neti Asmiati; Ade Anggraini Kartika Devi; Joko Yuwono; Dwi Setia Permana; Febrian Alwan Bahrudin
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2380

Abstract

Accessibility to printed materials and independent recognition of the environment remain key challenges for students with visual impairments. To address this issue, this study introduces Demata 2.0, a fully offline on device multimodal AI system. The system integrates Google ML Kit for Optical Character Recognition (OCR) and the YOLOv10 model via TensorFlow Lite for object detection. A mathematical distance algorithm in the RGB color space enables color identification. Evaluation showed that object detection achieved a mean average precision of 31.83%, with an average processing speed of 2–3 FPS. For OCR, the system recorded a Character Error Rate (CER) of 4.81% and a Word Error Rate (WER) of 10.71% on printed documents. The RGB algorithm also determined the closest possible color effectively. Overall, Demata 2.0 advances assistive technology by providing an efficient and practical blueprint for AI integration.
EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA JUDUL BERITA KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI KOMPAS.COM JANUARI (2024–2025) Fauziana Ulfi; Dodi Firmansyah; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2026

Abstract

This study discusses the role of semantics in news headline writing in mass media, particularly focusing on the use of euphemism and dysphemism. Choosing the right diction is essential to convey meaning accurately and avoid misunderstandings. Euphemisms provide a softened impression and uphold ethical standards, especially in sensitive issues such as sexual violence. In contrast, dysphemisms tend to be harsh and can trigger negative reactions. Headlines that deviate from semantic principles and journalistic ethics may reduce public trust in the media. Therefore, semantic understanding is crucial for producing informative and ethical news. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The researcher uses Allan & Burridge’s theory of euphemism forms, and the functions of euphemism as proposed by Sutarman, Wijana & Rohmadi, and Allan & Burridge. The researcher also applies Allan & Burridge’s theory of dysphemism forms and the functions of dysphemism by Sutarman and Allan & Burridge. The analysis found 19 instances of euphemism and 7 of dysphemism, each with varying forms and functions. Euphemisms were predominantly used for softening language, while dysphemisms served to intensify fear and clarify meaning. These findings have positive implications for Indonesian language learning, especially as source material and instructional content for news text in the Merdeka Curriculum. This study is also recommended for students, teachers, and researchers as a reference for understanding and developing linguistic studies in mass media.
GENDER DAN JUMLAH PADA KATA TUNJUK “INI” DAN “ITU” BAHASA ARAB DAN INDONESIA: KAJIAN KONTRASTIF Fauziyah Azizah; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2522

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan sistem gramatikal bahasa Arab dan bahasa Indonesia, khususnya dalam penggunaan kata tunjuk “ini” dan “itu”. Bahasa Arab mengenal perubahan bentuk kata tunjuk berdasarkan gender, jumlah, serta kategori berakal dan tidak berakal, sedangkan bahasa Indonesia menggunakan bentuk kata tunjuk yang relatif tetap. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan penggunaan kata tunjuk “ini” dan “itu” dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia berdasarkan aspek gender dan jumlah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui prosedur analisis kontrastif Carl James, yang meliputi tahap deskripsi dan komparasi. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung kata tunjuk dalam buku Durusul Lughat al-Arabiyyah, buku pembelajaran bahasa Arab untuk pemula, buku Pembelajaran BIPA APIK, serta buku Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata tunjuk bahasa Arab, seperti hādzā, hādzihī, dzālika, tilka, dan bentuk lainnya, mengalami penyesuaian dengan nomina yang dirujuk berdasarkan gender maskulin-feminin, jumlah tunggal-ganda-jamak, serta kategori berakal atau tidak berakal. Sebaliknya, kata tunjuk “ini” dan “itu” dalam bahasa Indonesia tidak berubah bentuk meskipun nomina yang dirujuk berbeda gender dan jumlah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa Arab memiliki sistem kata tunjuk yang lebih kompleks secara morfologis dibandingkan bahasa Indonesia. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian linguistik kontrastif serta memberikan pemahaman teoretis dan pedagogis bagi pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Indonesia, khususnya dalam penyusunan materi ajar yang berkaitan dengan sistem kata tunjuk.
Variasi Bahasa Sosiolek dalam Film Si Doel The Movie: Kajian Sosiolinguistik: Sociolect Language Variations in the Film Si Doel The Movie: A Sociolinguistic Study Hurriyyah Qisty Arrayyana; Aceng Hasani; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis variasi bahasa sosiolek yang terjadi pada tokoh utama dan pendamping film Si Doel The Movie. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis isi (content analysis) sosiolinguistik. Data penelitian berupa dialog-dialog yang relevan dengan kajian sosiolek diambil dari transkrip film Si Doel The Movie. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menonton sekaligus menyimak film Si Doel The Movie dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis secara mendalam untuk mengidentifikasi jenis variasi bahasa sosiolek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Si Doel The Movie terdapat 35 data. Data tersebut ditemukan ke dalam empat jenis variasi sosiolek, yaitu akrolek sebanyak 3 data, basilek sebanyak 23 data, kolokial sebanyak 7 data, dan slang sebanyak 2 data. Temuan menunjukkan variasi bahasa sosiolek jenis basilek dan kolokial mendominasi tuturan para tokoh dalam film Si Doel The Movie.
Hubungan Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kota Serang Hanny Maulida Mawaddah; Sobri Sobri; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12246

Abstract

This study addresses the persistent challenges faced by junior secondary school students in producing coherent narrative texts, which are closely associated with their mastery of vocabulary and grammatical competence in Indonesian. The research investigates the extent to which vocabulary mastery and Indonesian grammar proficiency are related to students’ narrative writing ability among seventh-grade students at SMP Negeri 5 Kota Serang. Employing a correlational research design, the study utilizes descriptive statistical analysis, prerequisite testing, and hypothesis testing to examine the relationships among variables. The findings reveal significant positive correlations between vocabulary mastery and narrative writing ability (r = 0.587 > 0.242), as well as between grammar mastery and narrative writing ability (r = 0.661 > 0.242). Furthermore, the combined contribution of vocabulary and grammar mastery to students’ narrative writing ability is substantial, with a coefficient of determination of 0.537, indicating that both variables jointly explain a considerable proportion of variance in writing performance. These results demonstrate that linguistic competence, particularly in vocabulary and grammar, plays a critical role in shaping students’ ability to construct effective narrative texts, reinforcing the argument that integrated language instruction is essential for improving writing outcomes.