Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medicina

KORIOKARSINOMA PASCAABORTUS Gede Budiana, I Nyoman
Medicina Vol 40 No 1 (2009): Januari 2009
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.012 KB)

Abstract

Dilaporkan kasus, seorang wanita berusia 30 tahun dengan diagnosis tumor tropoblas gestasional klinis risiko rendah. Diagnosis ini didasarkan pada keluhan perdarahan abnormal pervaginam selama 1 ½ bulan, dimulai sejak kuretasi oleh karena abortus terhadap kehamilannya yang keempat. Pada pemeriksaan didapatkan pembesaran uterus, konsistensi lunak. Kadar ?-hCG serum tinggi. Penderita selanjutnya mendapatkan kemoterapi tunggal metotreksat 20 mg/hari IM selama 5 hari dengan interval 2 minggu. Setelah pemberian kemoterapi 1 seri, terjadi penurunan kadar  ?-hCG serum secara drastis. Setelah pemberian kemoterapi seri kedua, penderita lost to follow-up dan 7 bulan kemudian hamil, namun kembali mengalami abortus. Setelah kuretasi didapatkan kadar ?-hCG serum sangat tinggi, selanjutnya penderita memutuskan untuk dilakukan histerektomi. Hasil PA menunjang diagnosis penyakit tropoblas ganas dengan kesimpulan koriokarsinoma dengan sel-sel ganas masih aktif. Penderita selanjutnya diberikan kemoterapi tunggal dengan monitoring kadar ?-hCG serum. Setelah pemberian kemoterapi metotreksat 20 mg/hari IM sebanyak 5 seri dengan interval 2 minggu didapatkan respon klinis dan laboratorium baik dengan kadar ?-hCG serum normal. Kemoterapi after course dilanjutkan sebanyak 2 seri. Penderita dinyatakan mengalami remisi.[MEDICINA 2009;40:65-72].  
TUMOR OVARIUM: PREDIKSI KEGANASAN PRABEDAH BUDIANA, I NYOMAN GEDE
Medicina Vol 44 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.728 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan kelangsungan hidup penderita kanker ovarium, dilakukan upaya untukmemprediksi keganasan tumor tersebut sebelum dilakukan pembedahan, karena adanya perbedaanpenanganan pada tumor jinak dan kanker ovarium. Terdapat berbagai modalitas untuk mendeteksikeganasan tumor ovarium prabedah. Mulai dari pemeriksaan klinis melalui anamnesis danpemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti petanda tumor dan ultrasonografi. Untukmeningkatkan akurasi dalam mendeteksi keganasan tumor ovarium prabedah, dibuat berbagai sistemskoring. Indeks keganasan Sudaryanto, memakai batasan total skor e” 3 menunjukkan risiko keganasantinggi, sedangkan total skor < 3 menunjukkan risiko keganasan rendah. Melalui pemeriksaan USG,dibuat sistem skoring morfologi berdasarkan struktur permukaan dalam tumor, ketebalan dinding,septa, dan echogenitas tumor yang disebut indeks morfologi Sassone-Timor Tritsch. Denganmenggunakan batas skor 9, ditetapkan skor < 9 menunjukkan prediksi jinak dan skor e” 9 menunjukkanprediksi ganas. Batasan ini memiliki sensitifitas 94%, spesifisitas 87%, nilai duga positif 60%, dannilai duga negatif 93,6%. Metode lainnya adalah Risk of Malignancy Index (RMI). RMI mengintegrasikanstatus menopause penderita, temuan USG, dan kadar CA 125 serum. Nilai cut-off 200 digunakanuntuk membedakan tumor ovarium yang jinak dan ganas serta mempunyai sensitifitas 87% danspesifisitas 97%. The Risk of Ovarian Malignancy Algorithm (ROMA) merupakan upaya koreksi RMIdengan menambahkan biomarker human protein epididymis 4 (HE4) dan menghilangkan USG. Untukmemprediksi kanker ovarium tipe epitel, ROMA mempunyai sensitifitas dan spesifisitas masingmasingsebesar 89% dan 83%. Jadi, terdapat berbagai modalitas untuk memprediksi keganasantumorovarium dengan akurasi berbeda-beda. Penerapannya disesuaikan dengan sarana dan prasaranayangtersedia sesuai dengan kondisi tempat pelayanan kesehatan.
Co-Authors Agrifa Eko Albert Sembiring Agung Bagus S. Satyarsa Ahmad, Nurmi Anak A. A. W. P. Dewi Anak Agung Istri Ayu Detritha Sarasmarth Anak Agung Istri Mas Sugiantari Anom Suardika Arlando Martino Anapaku Astawa Pemayun, Tjokorda Gede Bayu Mahendra, I Nyoman Budiono - Budiono -, Budiono Charles Richard Thene Demetria Jesica Lim Dewi, Anak A. A. W. P. Dewi, Putu Pradnya Paramitha Endang Sri Widiyanti Eric Gradiyanto Ongko Ernawati Ernawati Ernawati Ernest T. B. Sianturi Evert Solomon Pangkahila Faroek Hoesin Faroek Hoesin, Faroek FEBIANI, MELINDA FLORENCIA Heni Sunyoto I Gd Ngurah Harry W.S I Gd Ngurah Harry W.S2 I Gde Sastra Winata I Gede Indra Kumara I Gede Mega Putra I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya I Ketut Surya Negara I Ketut Suwiyoga I Ketut Tunas I Komang Darma Wijaya I Made Darmayasa I Nyoman Hariyasa Sanjaya I Nyoman Satria Pratama I Wayan Artana Putra I Wayan Megadhana I. Lesmana Ida Ayu Dhitayoni Ida Bagus Arjuna Ida Bagus Gde Fajar Manuaba Ida Bagus Putra Adnyana Ida Bagus Rendra Kurniawan Artha Intan Puspa Jaqueline Sudiman Johan Qalaba K.W.M. Kenwa Kade Yudi Saspriyana Kevin Agastya Duarsa Komang Ayu Kartika Sari Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya L.H. Wirahartato L.P.D. Virayanti Luh Nyoman Mas Amita Luh Seri Ani Made Ayu Prabawaty Indraswari Made Bagus Dwi Aryana Made Yudha Ganesa Wikantyas Widia Mahastya, I Wayan Cahya Marta, Kadek Fajar Melinda Febiani Nara Iswari, Putu Ristya Ni Kadek Ari Chintya Vedantari Ni Kadek Chindy Sarindra Bhavani Ni Kadek Dwi Karlina Nicholas Renata Lazarosony Nyoman Bayu Mahendra Nyoman Damar Widya Dharma Ongko, Eric Gradiyanto P.A.T. Adiputra Pande Kadek Aditya Prayudi Pande Kadek Aditya Prayudi Pande Made Suwanpramana Putra, I Wayan Artana Putra, Wayan Artana Putu Adi Sujana Putra Putu Ayu Indrayathi Putu Doster Mahayasa Putu Harrista Indra Pramana Putu Pradnya Paramitha Dewi Putu Raka Sanistia Sania Savitri Putu Srinata Dampati R. Niruri Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rayvany Uil Rini Noviyani Ryan Saktika Mulyana Sagun Chandra Yowani Sari, Komang Ayu Kartika Stefanus K .H Stefanus K.H SUHATNO - SUHATNO -, SUHATNO Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya Suwardewa, Tjokora Gde Agung Tasia Irma Endriani Tjokorda Gde Agung Suwardewa Tjokorda Gede Astawa Pemayun Widi, Made Yudha Ganesa Wikantyas Widyasari, Putu Kartika Wijaya Surya, I Gede Ngurah Harry Wiradnyana, Anak Agung Putra Wulandari, Putu Kintan