Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN LABORATORIUM IPS BAGI GURU PKn-IPS SMA KOTA SEMARANG Titik Haryati; Rosalina Ginting; Kiki Aryaningrum
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v4i1.1556

Abstract

PENGELOLAAN LABORATORIUM IPS BAGI GURU PKn-IPS SMA KOTA SEMARANG
IbM IPTEKS BAGI PERANGKAT DESA DAN KELEMBAGAAN LOKAL DI DESA ROGOMULYO DAN JATIROTO KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI Suwarno Widodo; Rosalina Ginting; Budi Lazarusli
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v5i2.717

Abstract

Abstrak Salah satu isu strategis pembangunan nasional adalah?é?á Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat. Salah satu komitmen besar untuk mendorong perluasan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah melalui Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Desa yang memerlukan pendampingan dalam implementasi undang-undang Desa adalah Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang merupakan Kabupaten dengan jumlah desa yang lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya. Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan IbM ini antara lain perangkat Desa mendalami asas, tujuan, dan isu-isu penting yang terdapat dalam undang-undang dan PP yang terkait; menyiapkan awal agar desa memahami dan dapat melaksanaan undang-undang Desa secara khaffah yang menyejahterakan desa serta menggerakkan pengelolaan aset yang dimiliki desa; merumuskan rekomendasi bagi pemberdayaan desa dan/atau regulasi yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah. Metode pelaksanaan ini Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, tanya jawab dan bimbingan tehnis Implementasi undang-undang Desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk sosialisasi undang-undang Desa telah dilaksanakan dengan lancar, mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta, dan peserta mampu menyusun keuangan dan aset Desa. Kata kunci: Perangkat Desa,?é?á Kelembagaan Lokal, Sosialisasi.
PELATIHAN PENULISAN BUKU AJAR BAGI GURU PKn SMA SE KOTA SEMARANG Titik Haryati; Rosalina Ginting; Suwarno Widodo; Kiki Aryaningrum; Bambang Kumoro
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.100

Abstract

Abstract There are still a few handouts created by the teachers. In fact, teachers feel lazy to make a handout to succeed their teaching and learning process, especially civic teachers who are still low in understanding how to make and design their own handout. A handout is an instrument that teachers supposed to writing it. By writing a handout, teacher can explore his material based on the problems faced in the class. That is way; the Team thought that we need to give them something to train them in writing their own teaching handout. This community service was given to civic teachers of senior high school who has the important role in tranfering knowledge about civic subject. This activity had some sessions, there were; lecturing, discussion, questions answer and feedback. It hopes that by understanding the way in designing a teaching handout, they will be encouraged to make their own handout to support their teaching learning process in the classroom. ?é?á Key words : a teaching handout, a civic subject ?é?á
Toleransi dalam Masyarakat Plural Rosalina Ginting; Kiki Aryaningrum
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.239

Abstract

Abstrak: Pada era reformasi, kemajemukan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal?é?á bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya?é?á berbau kemajemukan, terutama bidang agama. Dalam perspektif keagamaan, semua?é?á kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar setiap agama adalah toleransi.Akibatnya yang muncul intoleransi dan konflik. Padahal agama bisa menjadi energi positif untuk?é?á?é?á?é?á membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Seharusnya pada era reformasi ini, kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi. Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang otoritarianistik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo- toleransi, yaitu toleransi yang rentan konflik-konflik?é?á komunal.Oleh sebab itu, demokrasi dan toleransi harus saling terkait, baik dalam komunitas masyarakat politik maupun masyarakat sipil. Disamping itu nilai dasar setiap?é?á agama adalah toleransi, terutama agama Islam tidak kurang dari 300 ayat menyebut mutiara toleransi secara eksplisit. Sehubungan dengan kedua hal tersebut, dipandang penting adanya?é?á toleransi dalam kehidupan masyarakat plural yang demokratis.Permasalahannya sekarang bahwa toleransi dalam kehidupan bersama semakin?é?á?é?á lemah, dan anti toleransi serta anti pluralisme semakin menguat. Untuk itu toleransi perlu?é?á?é?á dikembangkan dalam masyarakat plural Kata-kata Kunci : Toleransi, masyarakat plural
Toleransi dalam Masyarakat Plural Rosalina Ginting; Kiki Aryaningrum
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.665

Abstract

Abstrak: Pada era reformasi, kemajuan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya berbau kemajemukan, terutama dalam bidang agama. Dalam perspektif keagamaan semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar setiap agama adalah toleransi. Akibatnya yang muncul intoleransi dan konflik. Padahal agama bisa menjadi energi positif membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Seharusnya pada era reformasi ini, kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi. Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang otoritaristik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo- toleransi, yaitu toleransi yang rentan konflik-konflik komunal. Oleh sebab itu toleransi dan demokrasi harus saling terkait, baik dalam komunitas masyrakat politik maupun masyarakat sipil. Disamping itu nilai dasar setiap agama adalah toleransi, terutama agama islam tidak kurang dari 300 ayat menyebutkan mutiara toleransi secara eksplisit. Sehubungan dengan kedua hal tersebut, dipandang penting adanya toleransi dalam kehidupan masyarakat plural yang demokratis. Permaslahannya sekarang bahwa toleransi dalam kehidupan bersama semakin lemah, dan anti toleransi serta anti pluralism semakin menguat. Untuk itu toleransi perlu dikembangkan dalam masyarakat plural. Kata-kata kunci : Toleransi, masyarakat plural
PENGEMBANGAN DESA JUNGSEMI MENJADI “THE SPORT AND AGRICULTURAL BEACH” Rosalina Ginting; Maftukin Huda; Valdyan Drifanda; Arief Rakhman Affandi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.116 KB)

Abstract

Pengembangan desa menjadi area wisata memerlukan manajemen yang bagus. Desa Jungsemi merupakan salah satu desa di kabupaten Kendal yang miliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dikarenakan memiliki pantai yang cukup bagus. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi adalah belum adanya aturan yang cukup jelas mengenai pengelolaan desa wisata. Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan topik permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi. Pelaksanaan pelatihan manajemen pariwisata pantai memiliki pengaruh yang cukup besar dalam terbentuknya desa wisata yang ramah pengunjung. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengarahan terkait pengembangan Desa Jungsemi menjadi desa wisata pantai dan pelatihan pengolahan semangka menjadi minuman isotonik. Pembuatan standard operational procedure (SOP) pengelolaan daerah wisata dapat memperbaiki kondisi pantai yang dijadikan sebagai objek wisata. Pelatihan pembuatan minuman isotonik mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah semangka menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kata kunci: Desa wisata, Manajemen, Isotonik, Pantai indah kemangi ABSTRACT The development of the village into a tourist area requires good management. Jungsemi village is one of the villages in Kendal district which has the potential to be developed into a tourist village because it has a pretty good beach. The problem faced by Jungsemi Village is that there are no clear rules regarding the management of tourism villages. The activities carried out in accordance with the topic of the problems faced by Jungsemi Village. The implementation of beach tourism management training has a considerable influence in the formation of tourist-friendly tourist villages. The purpose of this community service activity is to provide guidance related to the development of Jungsemi Village as a beach tourism village and watermelon processing training into isotonic drinks. Making a standard operational procedure (SOP) in the management of tourist areas can improve the condition of the beach which is used as a tourist attraction. Isotonic drink making training can improve people's skills in processing watermelon into food products that have high selling points. Keywords: Tourist village, Management, Isotonic, Beautiful beaches of basil
Pelatihan Diversifikasi Olahan Bandeng bagi PKK Jungsemi sebagai Produk Unggulan Daerah Dimasa Pandemi Covid-19 fafa nurdyansyah; Rosalina Br. Ginting; Maftukin Hudah; Valdyan Drifanda
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i2.2804

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu potensi hasil perikanan yang ada di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Produksi ikan bandeng yang melimpah menyebabkan harga jual ikan bandeng segar menjadi lebih murah, selain itu ikan bandeng segar juga rawan mengalami kerusakan apabila disimpan terlalu lama. Kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat desa setempat dalam mengolah ikan bandeng merupakan kendala utama yang dihadapi masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam membuat diversifikasi produkolahan ikan bandeng yaitu otak-otak bandeng melalui pelatihan bagi PKK Desa Jungsemi sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Metode Pelaksanaan pengabdian yaitu dengan identifikasi permasalahan mitra, pemberian materi dan pelatihan secara langsung proses pembuatan otak-otak bandeng. Otak-otak bandeng diolah dan dikemas menjadi suatu produk yang menarik, higienis, dan bernilai ekonomis tinggi. Selama kegiatan pelatihan peserta aktif mulai dari awal hingga akhir, peserta juga ikut berdiskusi bersama narasumber serta secara langsung mengasah keterampilan dalam mengolah bandeng menjadi otak-otak bandeng. Program Pengabdian ini diharapkan akan terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jungsemi melalui produk unggulan daerah Wisata Pantai Indah Kemangi, Desa Jungsemi Kabupaten Kendal.
Sport Entrepreneur (Sport Massage) untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahun 2020 Valdyan Drifanda; Maftukin Hudah; Rosalina Ginting
Journal of Dedicators Community Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v5i2.1201

Abstract

Jungsemi is a village that has a beautiful beach. The village is currently under development to become a jetski sports center. This village also has a takraw club. The objectives of community service are: (1) providing knowledge and theories about Sport Entrepreneurs and Injury Management with a Sport Massage Approach. (2) providing Sport massage skills for prevention, health and healing, and (3) providing skills and opportunities for residents to open a Sport massage business. The method used in this program are lecture, discussion, demonstration, and practice. Activity of handling injury with Sport Massage Approach for the People of Jungsemi Village, Kangkung District Kendal Regency, was held in the hall of Platar Village Hall with 35 people participating. The results of the activities are as follows: (1) residents of Jungsemi Village, Kangkung Subdistrict, Kendal District 2020, realize that Sport Entrepreneurs and massage in handling injuries with the Sports Massage approach, (2) Platar villagers are satisfied with the results of the training and expect training to be held at the stages more broadly about the knowledge of handling injury with sport massage
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pengembangan Desa Wisata di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Donny Anhar Fahmi; Muh. Isna Nurdin Wibisana; Rosalina Ginting; Dani Slamet Pratama; Rahmat Hidayat
Journal of Dedicators Community Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.12 KB) | DOI: 10.34001/jdc.v2i1.683

Abstract

Abstrak  Sitiluhur Village, Gembong Sub-district, Pati Regency has good tourism potential, but the local people have not realized this yet. This is based on a survey team of students of KKN University of PGRI Semarang. The purpose of activities is (1) to give directions to tourism place in Sitiluhur village, (2) development of tourism potency, (3) community empowerment of Sitiluhur village. This devotional activity was held with Partners from residents in Sitiluhur Village, Gembong Sub-district, Pati Regency. The method used is the method of supporting tourism analysis, object analysis methods, methods of tourism attraction analysis. The result of this is able to maximize the existing tourism potential. Procurement directions to the place of tourism, addition of places for selfie in Kebo Amuk Waterfall (Tedunan) for tourist attractions more interested tourists, making a bridge of love from wood to cross in Kebo Amuk Waterfall. Conclusion of the socialization of the importance of community empowerment and ‘pokdarwis’ Sitiluhur Village for people aware of tourism potential. Such efforts are aimed at popularizing the village of Sitiluhur as a Tourism Village as well as in the future able to increase the economic growth of local communities.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA JUNGSEMI, KECAMATAN KANGKUNG, KABUPATEN KENDAL MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SEMPRONG JAGUNG Fafa Nurdyansyah; Rosalina Ginting; Maftukin Hudah; Valdyan Drifanda; Arief Rakhman Affandi
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i2.1088

Abstract

Jungsemi Village is one of the villages located in Kangkung District, Kendal Regency, Central Java which has resource potential, especially agricultural products in the form of corn. The Community Service Team from the University of PGRI Semarang strives to empower the potential in the village through training activities for making semprong made from corn flour produced by local communities, as well as simple product packaging training and followed by online marketing training activities using applications and media social. This activity was attended by community partners, namely PKK Jungsemi Village women for several stages. The results of the activity showed that there was an increase in the skills of the partner community of more than 80% based on the survey results and the community was considered very enthusiastic in participating in this activity. To support the sustainability of this program, the service team continues to monitor and evaluate post-service activities by monitoring partner activities.