Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kajian Literatur: Pendekatan Pembelajaran, Disiplin, dan Pengembangan Karakter pada SD di Jepang dan Indonesia: Penelitian Hendriyadi, Hendriyadi; Widuri, Ratih; Murba, Amelia; Madri, Madri; Subekti, Woro; Hudaidah, Hudaidah; Gulo, Fakhili; Safitri, Erna Retna
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4112

Abstract

This study aims to analyze learning approaches, disciplinary culture, and character development strategies in elementary education in Japan and Indonesia through a comprehensive literature review. Using a literature review research design, data were obtained from national and international journals, academic books, educational organization reports, and relevant previous research findings from the past ten years. The findings indicate that Japan has successfully implemented active, collaborative, and contextual learning integrated with school routines, thereby shaping students' character through direct experience. In contrast, Indonesia, which has adopted a competency-based curriculum, still faces challenges such as pedagogical consistency, disparities in teacher quality, and a weak school culture that supports active learning and character education. In terms of discipline, Japan implements an approach based on collective responsibility and self-regulated behavior, while Indonesia is still in the transition process towards positive discipline that focuses on strengthening social-emotional competencies. Gap analysis reveals differences in the integration of learning, character, and school culture that impact the effectiveness of elementary education in both countries. This study presents a novelty in the form of mapping the state of the art that shows the relationship between learning approaches and character development in an international comparative context.
Designing Digital Science Worksheets: A Needs-Based Analysis for E-LKPD Development Using iSpring Suite Hana Lestari Indah; Mochamad Amri Santosa; Fakhili Gulo
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7305

Abstract

The integration of interactive digital media into science education is essential to address challenges in teaching abstract scientific concepts. However, the development of effective Electronic Student Worksheets (E-LKPD) requires alignment with students’ needs, digital readiness, and classroom realities. This study employed a descriptive quantitative design to analyze the need for iSpring Suite–based E-LKPD on the topic of Objects and Observation in junior high school science. Data were collected from 56 eighth-grade students at SMP IT Ikhlas Cendekia Lahat using a structured questionnaire and supported by interviews, documentation, and classroom observation. The data were analyzed using frequency distribution and descriptive statistics. The findings reveal that 100% of students owned smartphones and showed strong preferences for digital, interactive learning materials. A total of 98.21% of respondents agreed that E-LKPD would improve their motivation and understanding. Key supporting factors include school infrastructure readiness, student independence, and a proactive learning environment. Students also reported consistent difficulties with abstract science concepts, highlighting the need for multimedia-supported learning tools. The study confirms the high potential and urgency of developing E-LKPD using iSpring Suite. The results emphasize the importance of designing context-responsive, mobile-accessible learning media that address both pedagogical challenges and technological feasibility in Indonesian classrooms.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Physicochemical Properties, Heavy Metal Contamination, and Resource Recovery Potential of Petroleum Sludge in Indonesia Fadilah, Siska Nuri; Setiawan, Wahyu; Setiawan, Pratama; Putri, Aninda; Gulo, Fakhili
Indonesian Journal of Chemistry Vol 26, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.110376

Abstract

Petroleum sludge (PS) is a hazardous waste rich in hydrocarbons and heavy metals, posing significant risks to the environment. Although numerous studies have been conducted globally, a comprehensive characterization of PS originating from Indonesia remains scarce. This study aims to fill this gap by conducting a thorough physicochemical characterization, environmental pollution assessment, and sustainable utilization potential evaluation of PS. The results revealed that the sludge contains a high oil content (15.56%), an extremely high COD level, and is dominated by iron as a heavy metal (4,585.67 mg/L). The TCLP analysis showed that Pb exceeded the regulatory threshold, indicating a significant leaching potential and toxicity risk. BET analysis indicated a mesoporous structure with a specific surface area of 4.73 m2/g, suggesting its potential use as an adsorbent or catalyst support. The high elemental composition of carbon (25.05%), hydrogen (3.10%), and calorific value (3,418 kcal/kg) further highlights its potential for thermochemical conversions such as pyrolysis or gasification. These findings provide a scientific foundation for PS management in Indonesia and highlight its potential conversion into value-added resources, thereby supporting circular economy strategies and sustainable development goals.
Pendampingan Peningkatan Student’s Awareness terhadap Prinsip Kimia Hijau di SMA Srijaya Negara Hartono, Hartono; Gulo, Fakhili; Ad'hiya, Eka; Sofia, Sofia; Sari, Diah Kartika; Haryani, Maefa Eka; Fatharani, Deika Zhilla; Saputra, Yoni
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10946

Abstract

Bahan kimia berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan apabila digunakan secara tidak bijak, ceroboh, tidak terkendali, tidak tepat, dan tidak aman. Maka diperlukan dan mendesak adanya penyiapan manusia (dalam hal ini peserta didik di sekolah) yang memahami lingkungannya, yang sadar akan konsep kimia hijau. Pergeseran paradigma ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari praktik kimia tetapi juga mempromosikan keberlanjutan. Kebutuhan mitra yaitu pendampingan mengenai prinsip kimia hijau yang dapat diterapkan di sekolah, baik dalam pembelajaran maupun kesadaran siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk lebih peduli lingkungan. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa potensi bahan alam yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan kimia berbahaya, seperti bunga yang memiliki warna cerah yang dapat dijadikan indikator asam basa, bahan makanan yang mudah dicari karena posisi sekolah didekat pasar, misal membutuhkan lemon untuk praktikum redoks.  Solusi atas permasalahan yaitu dilakukan pendampingan guna meningkatkan student’s awareness terhadap kimia hijau. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 6 kegiatan yaitu 1) Penyampaian Materi (Sosialisasi 12 prinsip kimia hijau), 2) Demonstrasi Praktikum, 3) Penguatan Materi dan Kuis, 4) Diskusi Kelompok, 5) Pembuatan Produk dan 6) Presentasi Produk. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa di SMA Srijaya Negara telah memiliki tingkat kesadaran/awareness yang baik terhadap kimia hijau, yang tercermin dari dominasi kategori baik dan sangat baik dalam hasil penilaian. Selain hal tersebut, siswa SMA Srijaya Negara juga sudah menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengolah serta menuangkan pengetahuan mereka mengenai konsep kimia hijau ke dalam bentuk infografis yang informatif dan menarik.
Menganalisis Perbandingan Sistem Pendidikan Sekolah Menengah Atas di Indonesia dan Malaysia Juliyanti, Sela; Susanti, LR Retno; Safitri, Erna Retna; Gulo, Fakhili
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 1 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i1.14580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sistem pendidikan sekolah menengah atas di indonesia dan malaysia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang menggunakan metode library research yang memanfaatkan bahan pustaka sebagai sumber informasi dan data yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Telah didapat hasil Di Indonesia, pendidikan menengah atas berlangsung selama tiga tahun dengan pemilihan jurusan pada kelas 11, sementara di Malaysia berlangsung dua tahun dengan pilihan jalur pada tingkatan 4. Kurikulum Merdeka di Indonesia menekankan kreativitas dan pembelajaran mandiri, sedangkan KSSM di Malaysia fokus pada keterampilan berpikir kritis dan nilai-nilai spiritual. Penilaian di Indonesia menggunakan AKM dan penilaian berbasis sekolah, sedangkan Malaysia mengandalkan SPM dan PBS. Dalam metode pembelajaran, Indonesia mulai mengadopsi PBL dan PjBL, sedangkan Malaysia telah menerapkan pembelajaran abad ke-21. Teknologi pendidikan di kedua negara semakin berkembang, dengan Indonesia menggunakan platform seperti Google Classroom, dan Malaysia memanfaatkan Frog VLE. Penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan sistem pendidikan di kedua negara Kata Kunci: Sistem Pendidikan, Indonesia, Malaysia