p-Index From 2021 - 2026
5.827
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Daya Matematis SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Theorems (The Original Research of Mathematics) JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Teorema: Teori dan Riset Matematika JURNAL PENA EDUKASI Limacon: Journal of Mathematics Education JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Journal of General Education and Humanities Euclid JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Community Service (JCOS) Indonesian Journal of Mathematics Education JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Journal of Mathematical Pedagogy (JOMP) Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan MIPA Differential: Journal on Mathematics Education Media Pendidikan Matematika Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis Proyek untuk Membentuk Kreativitas Motorik Matematik Siswa SMP pada Pokok Bahasan Transformasi Geometri Mita, Mita; Manfaat, Budi; Izzati, Nurma
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i2.12111

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk menghasilkan sebuah perangkat instrumen penilaian berbasis proyek yang dapat membentuk kreativitas motorik siswa berupa Lembar Tugas Proyek pada materi transformasi geometri yang valid dan reliabel, serta 2) untuk mengetahui tingkat efektivitas siswa setelah menggunakan instrumen yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Subjek uji coba dari penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas VIII E SMPN 1 Gempol dengan jumlah 32 siswa. Hasil dari penelitian pengembangan ini yaitu 1) berdasarkan penilaian oleh validator ahli terhadap instrumen yang dikembangkan diperoleh rata-rata total validitas instrumen sebesar 3,81 termasuk kategori sangat valid, sedangkan hasil estimasi reliabilitas memperoleh nilai rata-rata Intraclass Correlation Coefficients (ICC) sebesar 0,711 yang termasuk kategori tinggi, serta 2) hasil perolehan skala menunjukkan bahwa siswa merespon positif terhadap semua indikatornya dan memperoleh rata-rata 78,12% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Dalam hal ini, siswa merasa mempunyai kemampuan berkreasi yang lebih tinggi dan merasa bertanggung jawab atas tugasnya sehingga menjadi lebih aktif untuk melakukan berbagai kegiatan yang mengharuskan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Dengan demikian, dapat dikatakan instrumen penilaian berbasis proyek yang dikembangkan ini efektif untuk membentuk kreativitas motorik siswa pada pelajaran matematika.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Sikap Kreatif Siswa Fitriana, Fitriana; Izzati, Nurma
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v11i1.9548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran carousel feedback , 2) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran carousel feedback terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dan 3) mengetahui peningkatan sikap kreatif secara deskriptif dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran umpan balik korsel . Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. penelitian ini menggunakan kuantitatif bersifat eksperimen dengan desain one group pretest – posttest design .Populasi dalam penelitian di seluruh siswa kelas IV di MTs Ash – Shiddiqiyyah Kaliwadas tahun ajaran 2020/2021 membuka 124 siswa. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling dan sampel yang dipilih adalah kelas VII B MTs Ash – Shiddiqiyyah Kaliwadas tahun ajaran 2020/2021. Instrumen yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran carousel feedback memiliki nilai rata-rata sebesar 82,33% dengan kategori baik, 2) pengaruh penerapan model pembelajaran carousel feedbackdalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa 0,740 atau 74% dan sisanya sebesar 26% dipengaruhi oleh faktor lain, 3) sikap kreatif siswa dalam menerapkan model pembelajaran carousel feedback dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan empati mengalami peningkatan, hasil akhir yang diperoleh dari nilai rasa ingin tahu sebesar 7,5, bersifat imajinatif 3,5, merasa tertantang oleh kemajemukan 7,5, berani mengambil resiko 10 ,16, dan sikap mengahargai 4.
The Implication of Relationship between Designing Woven Motive Skills and Logical Thinking in Mathematics Learning Amalia, Rizky; Muchyidin, Arif; Izzati, Nurma
Journal of Mathematical Pedagogy (JoMP) Vol. 1 No. 1: December 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jomp.v1n1.p1-8

Abstract

This study aims to determine the relationship between the skill of weaving various types of rattan woven motifs with the ability of mathematical logical thinking of students in schools around the Galmantro Rattan Tourism Village of Cirebon Regency. The method used is a quantitative research method with a One-Shot Case Study research design. Data collection techniques used in the form of observation, tests, and questionnaires. The results of this study are (1) during the training, the respondents felt interested in knowing how to weave and the types of woven motifs for rattan crafts because in reality the respondents had never tried directly to weave rattan woven motifs; (2) based on the correlation coefficient test between weaving skills and the mathematical logical thinking test the t and t_table test values are 7.711 more than 2.045, so that the two variables have a significant relationship with the relationship level of 0.599 in the medium category. Keywords: weaving skills, woven motifs, mathematical logical thinking
Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Model STAD Indriyani, Mery; Izzati, Nurma; Muchyidin, Arif
JURNAL PENA EDUKASI Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v8i2.663

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the ability of students 'mathematical disposition through learning STAD models, to find out the increase in the ability of mathematical disposition through learning STAD models, and to assess whether increasing the ability of mathematical disposition of students through learning STAD models is better than increasing the ability of students' mathematical disposition through conventional learning and to find out students' responses to STAD learning models. This research uses a quantitative approach in the form of quasi experimental research. The experimental design used is the type of Nonequivalent control group design. The design is used to determine the ability of students' mathematical disposition before and after being given the STAD model. Increasing students' mathematical disposition abilities using STAD learning models obtained a percentage increase of 12%. The control class with a total of 31 student scores before treatment was 89.77 and after treatment was 97.26 with an average score difference of 7.49. Increasing the ability of mathematical disposition that uses conventional learning has a percentage increase of 8%. This shows that the mathematical disposition ability of the experimental class students is higher than the control class.Keywords: STAD, mathematical disposition, Nonequivalent control group design AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan disposisi matematika siswa melalui pembelajaran model STAD, untuk mengetahui besar peningkatan kemampuan disposisi matematika melalui pembelajaran model STAD, dan untuk mengkaji apakah peningkatan kemampuan disposisi matematika siswa melalui pembelajaran model STAD lebih baik dari pada peningkatan kemampuan disposisi matematika siswa melalui pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran model STAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berupa penelitian eksperimen kuasi. Desain eksperimen yang digunakan yaitu jenis Nonequivalent control group design. Desain tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan disposisi matematika siswa sebelum dan sesudah diberikan model STAD. Peningkatan kemampuan disposisi matematika siswa yang menggunakan pembelajaran model STAD didapat prosentase peningkatan sebesar 12%. Kelas kontrol dengan jumlah 31 siswa skor sebelum treatment adalah 89,77 dan sesudah treatment adalah 97,26 dengan selisih skor rata-rata sebesar 7,49. Peningkatan kemampuan disposisi matematika yang menggunakan pembelajaran konvensional memiliki prosentase peningkatan sebesar 8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan disposisi matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.Kata kunci: STAD, disposisi matematika, Nonequivalent control group design
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODERN MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF MURDER Nurma Izzati
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 3 NOMOR 1 DESEMBER 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v3i1.1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan analisis matematis antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional pada mata kuliah Kajian Pembelajaran Matematika Modern, serta untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap pembelajaran kolaboratif MURDER.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan analisis matematis dan angket respon mahasiswa. Penelitian dilakukan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada semester ganjil Tahun Akademik 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika yang mengambil mata kuliah Kajian Pembelajaran Matematika Modern, dengan kelas A sebagai kelas kontrol dan kelas C sebagai kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 38 orang mahasiswa. Analisis data dilakukan terhadap rerata gain ternormalisasi kedua kelompok sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan analisis matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER lebih tinggi dari pada peningkatan kemampuan analisis matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Analisis data angket respon mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kolaboratif MURDER.
Improving Students' Mathematical Spatial Ability in the Spatial Geometry Course Using GeoGebra Izzati, Nurma; Widyastuti, Widyastuti; Nurhadiansyah, Nurhadiansyah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 3 No. 3 (2024): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v3i3.331

Abstract

This study aims to determine students' responses to the use of GeoGebra in spatial geometry courses and to determine the difference in significant improvement between the spatial mathematical ability of students taught using GeoGebra and those of students taught conventionally. The design of this study is counterbalanced. The research population is all Mathematics Tadris UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon students who take the spatial geometry course in the odd semester of the 2024/2025 Academic Year, which consists of 3 classes: A, B, and C. For the research sample, two classes were selected from the research population, class A was selected as experimental class 1, consisting of 25 students, and class B as experimental class 2, consisting of 28 students. The sample was selected using a cluster random sampling technique. The research instruments are questionnaires and tests. Data analysis was carried out on the average results of students' spatial mathematical ability tests in the spatial geometry course. The results of the study showed that most students gave a positive response to the use of GeoGebra in spatial geometry courses, with an average percentage of 93.51%, including the strong category and the increase in the spatial mathematical ability of students who used GeoGebra in the spatial geometry course was significantly higher than the improvement of the spatial ability of students who were taught conventionally.
Influence of Spatial Ability on Students' Mathematical Representation Ability in the Spatial Geometry Course Izzati, Nurma
Journal of General Education and Humanities Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v3i4.332

Abstract

This research aims to 1) Determine the spatial mathematical abilities of students in the spatial geometry course, 2) Understand the mathematical representation ability of students in the spatial geometry course, and 3) determine the influence of spatial ability on students' mathematical representation ability in the spatial geometry course. The research method uses a quantitative method with a one-shot case study research design. The research population is all students of the Department of Mathematics of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon who take the spatial geometry course in the odd semester of the 2024/2025 Academic Year, which consists of 3 classes: A, B, and C. The research sample was selected from 30 students from the research population using a simple random sampling technique. The data collection technique uses tests to determine students' spatial mathematical ability and mathematical representation ability. The results of the study showed that: 1) the student's mathematical spatial ability in the spatial geometry course averaged 77.23, included in the strong category; 2) students' mathematical representation ability in the spatial geometry course averaged 82.77, included in the strong category; and 3) mathematical spatial ability has a significant effect on students' mathematical representation ability in the spatial geometry course. Mathematical spatial ability has a 67% influences on students' mathematical representation ability in spatial geometry courses.
DESAIN DIDAKTIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATIONS BERBASIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Rojak, Abdul Rojak; Arif Abdul Haqq; Nurma Izzati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 15 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2025.v15.i2.p134-147

Abstract

Kemampuan membuat koneksi matematika merupakan salah satu tujuan dari hasil belajar matematika dalam kurikulum merdeka, rendahnya kemampuan koneksi matematika siswa menunjukkan bahwa ada kendala pembelajaran yang terjadi. Penataan ulang desain didaktik perlu dilakukan untuk mengungkap kendala pembelajaran yang dialami oleh siswa, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala pembelajaran yang terjadi terkait masalah koneksi matematika dan meminimalisir kendala pembelajaran yang diindikasikan dengan mengembangkan desain didaktik pendidikan matematika realistis pada materi fungsi kuadrat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif penelitian desain didakdik. Teknik pengumpulan data berupa: tes diagnostik, wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gegesik pada tahun ajaran 2023/2024 dengan peserta kelas XI-D dan kelas X-GV. Desain didaktik dikembangkan melalui tiga tahap, yaitu analisis prospektif, analisis metapedadik dan analis restoratif. Dengan hasil sebagai berikut: 1). Hasil indikasi awal kendala pembelajaran menunjukkan bahwa terdapat kendala autogenik, epistemologis, dan didaktik yang dialami oleh mahasiswa. 2). Desain diaktik berdasarkan perolehan hasil indikatif hambatan pembelajaran, repersonalisasi dan rekontekstualisasi dengan mengacu pada teori situasi didaktik.
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Izzati, Nurma; Nurkhamdalah, Nurkhamdalah; Ulum, Subatul
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2025): EDISI OKTOBER, 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i2.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one-shot case study . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Pangenan Cirebon tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 150 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling . Terpilih kelas IX A sebanyak 30 siswa. Tenkik pengumpulan data menggunakan tes yang terdiri dari tes kemampuan penalaran dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Hasil regresi menunjukkan bahwa koefisien regresi sebesar 1,063. Kemampuan penalaran memberikan pengaruh sebesar 85,9% terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar.
Analysis of Students’ Mathematical Problem-Solving Ability on Fraction Material Izzati, Nurma; Minhatul Maula
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2681

Abstract

Kemampuan dalam memecahkan masalah matematika merupakan aspek krusial yang perlu dikembangkan oleh siswa agar mampu mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata, bukan hanya sebatas memahami teori. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan siswa kelas V di SDN 1 Dawuan, Kabupaten Cirebon, dalam memecahkan permasalahan matematika pada topik pecahan, dengan fokus pada aspek pemahaman masalah, perencanaan solusi, dan evaluasi hasil penyelesaian. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan enam siswa yang dikategorikan ke dalam tiga level kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan yaitu tes uraian berjumlah sembilan soal terkait pemecahan masalah dalam materi pecahan. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tahapan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari enam peserta didik, sebanyak dua siswa (33%) tergolong dalam kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, empat siswa (67%) berada pada kategori sedang, dan tidak satu pun siswa yang termasuk dalam kategori rendah (0%). Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan yang baik, banyak yang masih mendominasi kategori sedang. Beberapa siswa tidak menuliskan informasi dan pertanyaan secara lengkap serta kesulitan dalam memilih operasi yang tepat. Selain itu, baik siswa kategori tinggi maupun sedang sering tidak memeriksa kembali jawaban mereka. Temuan ini menekankan pentingnya melatih siswa untuk menyelesaikan masalah dengan teliti dan memeriksa penyelesaian akhir. The ability to solve mathematical problems is a crucial aspect that students need to develop so they can apply mathematical concepts in real-life situations, not just understand the theory. This study aims to assess the ability of fifth-grade students at SDN 1 Dawuan, Cirebon Regency, in solving mathematical problems on the topic of fractions, with a focus on the aspects of problem understanding, solution planning, and evaluation of the results of the solution. A qualitative descriptive approach was used in this study, with six students categorized into three levels of high, medium, and low ability. The instrument used was a descriptive test consisting of nine questions related to problem solving in the material of fractions. Data analysis in this study included the stages of data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research findings showed that of the six students, as many as two students (33%) were classified as having high problem-solving ability, four students (67%) were in the medium category, and none of the students were included in the low category (0%). Although most students showed good abilities, many still dominated the medium category. Some students did not write complete information and questions, and had difficulty choosing the correct operation. In addition, both high and medium category students often did not recheck their answers. These findings emphasize the importance of training students to solve problems carefully and check their final solutions.