Pembelajaran matematika di sekolah sering menghadapi kendala karena sifatnya yang abstrak, sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara mendalam. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan alat peraga sebagai media konkret dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan alat peraga geometri bidang datar di SMPN 2 Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) atau KUPAR yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama guru sekolah. Proses pelaksanaan meliputi lima tahap, yaitu To Know, To Understand, To Plan, To Action, dan To Reflection. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh respons yang sangat baik, dengan rata-rata aspek pelaksanaan sebesar 86,55%, kualitas alat peraga 82,25%, dan manfaat penggunaannya 84,12%. Alat peraga yang dikembangkan dinilai efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan pedagogis dan teknis guru, serta mendorong pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.