Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Tahapan Newman dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin dan Hasil Belajar Matematika Siswa Rahma, Sassi Maulidya; Zuhri, Muhammad Saifuddin; Prayito, Muhammad
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i2.12723

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitattif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dan penyebabnya dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Subjek penelitian ini diambil dari 31 siswa kelas VIII D SMP N 2 Bumijawa, diantaranya adalah 1 siswa laki-laki dan perempuan dengan hasil belajar tinggi, 1 siswa laki-laki dan perempuan dengan hasil belajar sedang, 1 siswa laki-laki dan perempuan dengan hasil belajar rendah. Teknik pengumpulan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh jenis kesalahan yang dilakukan siswa sebagai berikut (1) Siswa laki-laki dengan hasil belajar tinggi melakukan kesalahan transformasi masalah, penyebabnya adalah siswa tidak mampu menjelaskan transformasi soal kedalam kalimat matematika dan permisalan dari soal, (2) Siswa perempuan dengan hasil belajar tinggi melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir, penyebabnya adalah siswa kurang tepat dalam membuat kesimpulan, (3) Siswa laki-laki dengan hasil belajar sedang melakukan kesalahan transformasi masalah, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, penyebabnya adalah siswa tidak mampu menjelaskan permisalan dari soal, melakukan kesalahan menghitung sehingga jawaban akhir yang salah,(4) Siswa perempuan dengan hasil belajar sedang melakukan kesalahan transformasi masalah, penyebabnya adalah siswa tidak mampu menjelaskan permisalan dari soal, (5) Siswa laki-laki dengan hasil belajar rendah melakukan kesalahan transformasi masalah, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, penyebabnya adalah siswa salah dalam melakukan transformasi informasi, salah dalam proses perhitungan sehingga jawaban akhir salah, (6) Siswa perempuan dengan hasil belajar rendah melakukan kesalahan transformasi masalah, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, penyebabnya adalah siswa salah dalam menuliskan transformasi masalah, kesalahan perhitungan sehingga jawaban akhir salah.
Proses Berpikir Kreatif Matematis dalam Menyelesaikan Pokok Bahasan SPLDV pada Peserta Didik SMA Kelas X Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin Alkhoiri, Miftakhul Huda; Zuhri, Muhammad Saifuddin; Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.9198

Abstract

Perbedaan jenis kelamin sering kali disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang, baik dari perkembangan fisik maupun perkembangan kognitifnya. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana kemampuan proses berpikir kreatif matematis peserta didik SMA kelas X dalam menyelesaikan pokok bahasan SPLDV berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan proses berpikir kreatif matematis peserta didik SMA kelas X dalam menyelesaikan pokok bahasan SPLDV berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripstif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling, tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 peserta didik yaitu 2 peserta didik laki-laki dan 2 peserta didik perempuan kelas X SMA Negeri 1 Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik berjenis kelamin laki-laki memiliki proses berpikir kreatif matematis lebih baik dibandingkan dengan peserta didik berjenis kelamin perempuan. Dari ke 5 Indikator berpikir kreatif matematis perbedaan proses berpikir kreatif matematis antara peserta didik laki-laki dan peserta didik perempuan yaitu terletak pada indikator keaslian (originality).
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Ditinjau dari Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer Vianjaya, Zulvina Rizka; Zuhri, Muhammad Saifuddin; Setyawati, Rina Dwi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i3.10506

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa yang nantinya dapat bersaing pada abad 21. Untuk melihat kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan dengan cara memberikan suatu permasalahan bersifat menantang yaitu dengan memberikan soal open-ended dalam pembelajaran matematika. Dalam menyelesaikan soal open-ended membutuhkan strategi, strategi tersebut dapat dipengaruhi oleh gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan soal open-ended ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA 1 SMA Negeri 3 Rembang yang terdiri dari empat subjek dengan ketentuan dua subjek bergaya kognitif visualizer dan dua subjek bergaya kognitif verbalizer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner VVQ, tes tertulis, dan wawancara. Hasil data tes tertulis dan wawancara selanjutnya dipaparkan dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa: (1) siswa yang memiliki gaya kognitif visualizer yang sama memiliki strategi penyelesaian yang berbeda dalam menyelesaikan soal open-ended. (2) siswa yang memiliki gaya kognitif verbalizer memiliki kesamaan yakni cara siswa dalam mengidentifikasi masalah cenderung menuliskan secara lengkap apa yang diketahui dan yang ditanyakan dari permasalahan. Kedua siswa juga mengimplementasikan dalam memberikan bukti penyelesaian cenderung menggunakan kata-kata atau verbal.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas X dalam Menyelesaikan Permasalahan SPLTV ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Nurazizah, Azmi; Ariyanto, Lilik; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i1.12663

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan materi SPLTV ditinjau dari gaya kognitif Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI). Jenis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Waktu pelaksanaan penelitian pada semesteri genap tahun ajaran 2021/2022. Subjek yang diambil yaitu siswa kelas X MIPA 3 di SMA Negeri 1 Gubug yang dengan menggunakan teknik purposive sampling terpilih 2 siswa bergaya kognitif FD dan 2 siswa bergaya kognitif FI. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah tes gaya kognitif GEFT (Group Embedded Figures Test), tes kemampuan representasi, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil tes kemampuan representasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah 1) kemampuan representasi siswa yang dimiliki subjek dengan gaya kognitif FD dalam menyelesaikan soal SPLTV yaitu hanya representasi visual, 2) kemampuan representasi siswa yang dimiliki subjek dengan gaya kognitif FI dalam menyelesaikan soal SPLTV memenuhi semua indikator yaitu representasi visual, simbolik, dan verbal.
Efektivitas Model Probing Prompting dan Model LAPS-Heuristik Berbantu Adobe Flash CS3 Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Alifianti, Ingga; Sudargo, Sudargo; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6866

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan model pembelajaran Probing Prompting dan LAPS-Heuristik berbantu Adobe Flash CS3 terhadap hasil belajar siswa, terdapat perbedaan  hasil belajar siswa antara penerapan model Probing Prompting dan LAPS-Heuristik berbantu Adobe Flash CS3 dan pembelajaran Konvensional dengan metode ceramah. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Unggulan Pondok Modern Selamat Kendal Tahun Ajaran 2020/2021. Dengan menggunakan cluster random sampling diperoleh kelas XI MIPA C sebagai kelas eksperimen 1 atau model pembelajaran Probing Prompting berbantu Adobe Flash CS3, XI MIPA A sebagai kelas eksperimen 2 atau model pembelajaran LAPS-Heuristik berbantu Adobe Flash CS3 dan XI MIPA B sebagai kelas kontrol atau model konvensional dengan metode ceramah. Hasil analisis diperoleh bahwa ketiga kelas berdistribusi normal, homogen dan uji hipotesis 1 untuk anava diperoleh Fhitung= 25,1663 Ftabel= 3,154 artinya terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara ketiga kelas. Pada uji hipotesis 2, diperoleh thitungttabel yaitu 6,13952,6295 maka H0 ditolak, berarti rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 1 lebih efektif daripada kelas kontrol, Untuk uji hipotesis 3, diperoleh thitungttabel yaitu 5,26842,484 maka H0 ditolak, berarti rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 2 lebih baik daripada kelas kontrol serta untuk uji hipotesis 4,diperoleh yaitu -2,0221,09192 ,022 maka H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara eksperimen 1 dan eksperimen 2. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing Prompting dan LAPS-Heuristik berbantu Adobe Flash CS3 lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional dengan metode ceramah.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN THINK PAIR AND SHARE BERBANTU PREZI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMK KELAS X Mutiara, Cynthia Diza; Ariyanto, Lilik; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 6 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i6.12617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Think Pair and Share (TPS) terhadap hasil belajar matematika siswa SMK kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis Posttest Only Control Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Rundom Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Texmaco Semarang, sedangkan sampel penelitian ini adalah tiga kelas dengan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Think Pair and Share serta kelas kontrol diberi model pembelajaran konvensional. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji analisis varians satu jalan dengan sel tak sama, uji t satu pihak, uji t dua pihak, uji ketuntasan belajar dan uji korelasi . Hasil penelitian diperoleh: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL berbantu Prezi, model TPS berbantu Prezi dan model pembelajaran Konvensional; (2) Hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL berbantu Prezi lebih baik daripada siswa yang mendapat model pembelajaran Konvensional; (3) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TPS berbantu Prezi lebih baik daripada siswa yang mendapat model pembelajaran Konvensional; (4) Hasil belajar menggunakan model PBL dan TPS sama baiknya ; (5) Pembelajaran PBL dan TPS mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal; (6) Terdapat korelasi antara persepsi siswa menggunakan model PBL berbantu Prezi dan model TPS berbantu Prezi dengan hasil belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Think Pair and Share (TPS) lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bertipe Higher Order Thinking Skills Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Gaya Kognitif Wicaksono, Welly; Sugiyanti, Sugiyanti; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 5 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i5.16653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal bertipe HOTS ditinjau dari gaya belajar dan gaya kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case studies). Subjek penelitian adalah 6 siswa dari XII MIPA 3 SMA Negeri 2 Brebes. Pemilihan subjek  penelitian berdasarkan hasil pengisian angket gaya belajar siswa menggunakan instrumen angket gaya belajar dan hasil tes gaya kognitif menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara yang selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa  dengan gaya belajar visual dan gaya kognitif reflektif memenuhi empat indikator kemampuan penalaran matematis; (2) Siswa dengan gaya belajar visual dan gaya kognitif impulsif memenuhi tiga indikator indikator kemampuan penalaran matematis; (3) Siswa dengan gaya belajar auditori dan gaya kognitif reflektif memenuhi empat indikator kemampuan penalaran matematis; (4) Siswa dengan gaya belajar auditori dan gaya kognitif impulsif memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran matematis; (5) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dan gaya kognitif reflektif memenuhi enam indikator kemampuan penalaran; (6) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dan gaya kognitif impulsif memenuhi lima indikator kemampuan penalaran matematis.
Analisis Kesalahan Siswa SMP Berdasarkan Kriteria Watson dalam Menyelesaikan Soal Metematika Bertipe High Order Thinking Skills (HOTS) Ditinjau dari Gaya Belajar Viani, Chintya Faras; Setyowati, Rina Dwi; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6115

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan siswa berdasarkan kriteria watson dalam menyelesaikan soal matematika bertipe high order thinking skills (hots) yang ditinjau dari gaya belajar. Subjek penelitian adalah perwakilan kelas IX SMP Negeri 2 Mranggen tahun ajaran 2019/2020 yang dipilih berdasarkan kategori gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dari tes gaya belajar. Subjek yang dipilih sebanyak 3 siswa yang berasal dari kelas IX G. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah observasi, angket, dokumentasi, tes tertulis, dan wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu dengan membandingkan data tes tertulis dan wawancara yang dilakukan pada waktu yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis sebelum di lapangan dan setelah di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) untuk siswa dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan Data Hilang, Kesimpulan Hilang, Konflik Level Respon, dan Masalah Hirarki Keterampilan 2) untuk siswa dengan gaya belajar auditori melakukan kesalahan Data Tidak Tepat, Prosedur Tidak Tepat, Data Hilang, Kesimpulan Hilang, Konflik Level Respon, dan Masalah Hirarki Keterampilan 3) untuk siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan kesalahan Data Tidak Tepat dan Data Hilang. Penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa adalah kurangnya ketelitian dan kesabaran, kurangnya pengalaman latihan terhadap soal yang serupa, lemahnya keterampilan subjek dalam berpikir kritis dan kreatif, kesalahan yang dilakukan siswa sebelumnya sehingga berpeluang akan menyebabkan kesalahan-kesalahan berikutnya, dan siswa tidak mengetahui konsep menghitung bilangan desimal khususnya pada operasi pembagian.
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Kontekstual Matematika ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Pratama, Sonny Andika Yudi; Zuhri, Muhammad Saifuddin; Nursyahidah, Farida
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah kontekstual matematika pada materi trigonometri ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Pati tahun 2020/2021. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 9 yaitu 1 siswa dengan motivasi belajar tinggi, 1 siswa dengan motivasi belajar sedang, dan 1 siswa dengan motivasi belajar rendah. Untuk dapat mengetahui profil berpikir kritis siswa maka dilakukan dengan memberikan tes tertulis pemecahan masalah matematika trigonometri dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah memiliki semua kriteria kemampuan berpikir kritis (clarification, assessment, inference, dan strategies) . Namun profil berpikir kritis antara siswa dengan tingkat motivasi tinggi, sedang, dan rendah berbeda.
Efektivitas Pendekatan Konstruktivisme Berbantu Media E-Book Berbasis Android terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Gaya Belajar pada Siswa Kelas X di SMKN 11 Semarang Silva, Ikke Putri; Purnomo, Djoko; Zuhri, Muhammad Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 6 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i6.4859

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis disebabkan pembelajaran di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Experimental Designdi kelas X SMKN 11 Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Samplingdengan sampel kelas X DG 1 kelompok eksperimen dan X PG 1 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar, pretest untuk data awal dan posttest untuk hasil data akhir. Hasil penelitian menunjukan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan (1) Terdapat perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-bookberbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Tidak terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Buchori Adi Wibawa Adrillian, Hendrisa Agnita Siska Pramasdyahsari, Agnita Siska Ahmad, Dzulfiqar Issac Al Khaedar, Istian Diaz Ali Shodiqin Ali Shodiqin Alifianti, Ingga Alkhoiri, Miftakhul Huda Apriliyani, Mia Asep Ardiyanto Astuti, Dewi Widya Baldemor, Milagros Bambang Agus Herlambang, Bambang Chadwan Dwi Yoganingsih Dewi Wulandari Dhian Endahwuri, Dhian Dina Prasetyowati Djoko Purnomo Duwi Nuvitalia Dwi Nuvitalia Ernawati Saptaningrum Estin Agisara Rizaleni, Estin Agisara Evi Suprihatin Handayani Farida Nursyahidah Fenny Roshayanti Fenny Roshayanti Fridaniati, Kurnia FX Didik Purwosetiyono FX. Didik Purwosetiyono Genit Anggarawati Handayani, Evi Suprihatin Hardiyanto, Dwi Heni Purwati Ikvina Alrin Aulia Bilqiis Ira Apriliani Widyastuti Jayaningtyas, Zulhijjati Jazilatul Khofshoh Kusuma Damar Jati Pangestu Laksono, Singgih Jati Lestari, Ichsan Budi Ligar Widayati Lilik Ariyanto Listiyoningrum, Wiwit Marlina Marlina Maya Rini Rubowo Megalena Anggraheni Melati, Berliana Putri Mohammad Zainuddin, Mohammad Muhammad Prayito Muhtarom Murtianto, Yanuar Heri Mutiara, Cynthia Diza Mutiara, Nur Latifah Dwi Nizaruddin Nizaruddin Novita Zaeni Nugraha, Aryan Eka Prasetya Nurazizah, Azmi Okky Indera Satria Oksa Febriani Haryanti Poncowati, Lilik Pratama, Sonny Andika Yudi Purwosetiyono, FX Didik Putri Lailiyah Putri Sekarsari Rahayu, Maya Dini Rahma, Sassi Maulidya Rasiman Rasiman Rina Dwi Setyawati Royhan, Mas’ud Hadad Salma, Anselma Tsania Saputri, Monita Nursa Setiati, Vera Dwi Setyowati, Rina Dwi Silva, Ikke Putri Sri Wening Handriastuti Sri Wening Handriastuti Sudargo Sugiyanti Sugiyanti Sumarmiyati Sumarmiyati Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Suyoto Suyoto Syarifah, Dewi Hida Theodora Indriati Wardani Utami, Namira Putri Viani, Chintya Faras Vianjaya, Zulvina Rizka Wan Mia Rumita Wibawa, Adi Wicaksono, Welly Widayati, Ligar Widya Kusumaningsih Wijaya, Nurulina Aulia Wiwit Listiyoningrum Yanuar Hery Murtianto Zakaria, Muhammad Hilmi