Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Mahasiswa melalui Edukasi dan Simulasi Suyitno, Suyitno; Yayu Angriani; Idham Halid; Hizriansyah, Hizriansyah
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dan praktisi di masa depan. Namun, tingkat kesadaran dan penerapan budaya K3 di kalangan mahasiswa masih bervariasi dan cenderung belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran budaya K3 pada mahasiswa melalui program edukasi dan simulasi keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan 114 mahasiswa program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pengukuran awal, penyampaian materi edukasi K3, simulasi keselamatan kerja, serta evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang dinilai, meliputi pengetahuan dasar K3, pemahaman budaya keselamatan kerja, kesadaran penggunaan alat pelindung diri, kemampuan identifikasi bahaya, dan perilaku kerja aman. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan simulasi keselamatan kerja efektif dalam meningkatkan kesadaran budaya K3 mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendekatan edukatif dalam pembentukan budaya K3 di lingkungan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
The Association of Household Waste Management with the Risk of Scabies Incidence in Endemic Areas Idham Halid; Muhammad Nawawi; Musparlin Halid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.9068

Abstract

Introduction: Scabies is a contagious skin disease that remains a public health problem in endemic areas, especially in environments with poor sanitation and waste management. Ecosystem-based household waste management is believed to contribute to the prevention of environment-based diseases through improvements in sanitation and community behavior. This study aims to analyze the relationship between ecosystem-based household waste management and the risk of scabies in endemic areas, as well as to identify factors that play a significant role in its transmission. Methods: The study used a cross-sectional design with 248 respondents from households in an area endemic for scabies, namely Rumak Village, West Lombok, Indonesia. Data were collected through structured interviews and field observations using a standardized questionnaire. Data analysis used the Chi-square test and logistic regression to determine the dominant factors associated with the incidence of scabies. Results: A total of 39.1% of respondents reported having experienced scabies. Logistic regression analysis showed that the most influential factors affecting the incidence of scabies were poor local final waste management (p=0.001), followed by lack of waste sorting (p=0.004), presence of pets (p=0.004), and lack of organic composting (p=0.008). Other significant factors included poor personal hygiene (p=0.008) and low knowledge about scabies (p=0.023). Conclusion: The results of the study confirm that ecosystem-based household waste management plays an important role in reducing the risk of scabies. Good environmental management practices, accompanied by hygienic behavior and increased public knowledge about scabies, are effective strategies for controlling this disease in endemic areas.