Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Vital Profesionalisme Guru Sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Sumatera Utara Junaidi, Junaidi; Hodriani, Hodriani; Safitri, Ira
Jurnal Studi Edukasi Integratif Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang guru yang profesional memerlukan dedikasi, komitmen, dan upaya yang berkelanjutan. Guru yang profesional akan sangat membantu proses pencapaian visi misi sekolah. Mengingat strategisnya peran yang dimiliki oleh seorang guru, usaha-usaha untuk mengenali dan mengembangkan profesionalisme guru menjadi sangat penting untuk dilakukan Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran vital profesionalisme Guru sebagai upaya mewujudkan pendidikan berkualitas di sumatera utara. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data mengunakan data primer berupa Wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder berupa jurnal, buku, dan sumber lainnya. Analisis data Menggunakan analisis Miles dan Humberman berupa Reduksi Data, Display Data, dan Verifikasi Data. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Profesionalisme guru memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Aspek kompetensi profesional guru, yang mencakup penguasaan materi, strategi pengajaran, dan pengembangan diri, memainkan peran penting dalam membentuk kompetensi siswa. Guru perlu menguasai materi dan mampu mengaitkannya dengan keberagaman siswa, serta memilih dan mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, guru juga perlu terus mengembangkan keprofesionalan mereka melalui tindakan reflektif dan pemanfaatan teknologi.
Peran Vital Profesionalisme Guru Sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Sumatera Utara Junaidi, Junaidi; Hodriani, Hodriani; Safitri, Ira
Jurnal Studi Edukasi Integratif Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang guru yang profesional memerlukan dedikasi, komitmen, dan upaya yang berkelanjutan. Guru yang profesional akan sangat membantu proses pencapaian visi misi sekolah. Mengingat strategisnya peran yang dimiliki oleh seorang guru, usaha-usaha untuk mengenali dan mengembangkan profesionalisme guru menjadi sangat penting untuk dilakukan Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran vital profesionalisme Guru sebagai upaya mewujudkan pendidikan berkualitas di sumatera utara. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data mengunakan data primer berupa Wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder berupa jurnal, buku, dan sumber lainnya. Analisis data Menggunakan analisis Miles dan Humberman berupa Reduksi Data, Display Data, dan Verifikasi Data. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Profesionalisme guru memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Aspek kompetensi profesional guru, yang mencakup penguasaan materi, strategi pengajaran, dan pengembangan diri, memainkan peran penting dalam membentuk kompetensi siswa. Guru perlu menguasai materi dan mampu mengaitkannya dengan keberagaman siswa, serta memilih dan mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, guru juga perlu terus mengembangkan keprofesionalan mereka melalui tindakan reflektif dan pemanfaatan teknologi.
OPTIMALKAN KESEHATAN KELUARGA: PENDAMPINGAN TPK DALAM PENINGKATAN GIZI DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KELAMBIR KABUPATEN DELI SERDANG Hodriani, Hodriani; Rahmi, Anna; Hadiningrum, Sri; Listia, Wan Nova; Junaidi, Junaidi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1485

Abstract

Deli Serdang Regency is a stunting locus area in North Sumatra. One of the 45 stunting locus villages in Deli Serdang Regency is Kelambir Village which is located in Pantai Labu District. Kelambir Village has formed a KPM management structure which has an important role in fostering stunting prevention, which activities are carried out to prevent stunting to fulfill nutritional needs for toddlers and pregnant women. This mentoring activity aims to fulfill community nutrition, especially those at risk of stunting, gaining knowledge and skills in providing healthy food and nutritious food based on local resources and improving family welfare. The method for this activity is an approach to partners and then implementation which includes education, outreach, training and assistance in creating a healthy menu to prevent stunting. The results of the activities show the positive impact of this socialization and mentoring. Activity participants, both from the PKK team, prospective brides and grooms, pregnant women and mothers with children under five can understand the use of local food as a healthy kitchen menu to prevent stunting. Positive results from the evaluation will indicate that participants have been able to internalize this information and apply it in the context of everyday life. Utilizing local Indonesian food is not just a culinary innovation, but is also a sustainable strategy to meet the nutritional needs of pregnant women and children under five. This activity is expected to be able to create a healthy eating environment, a synergistic relationship between the environment, local economy and public health.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KPM (KADER PEMBANGUNAN MANUSIA) MELALUI PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI MENU DASHAT DI DESA DENAI KUALA Berutu, Nurmala; Diningrat, Diky Setya; Hodriani; Rahmi, Anna; Junaidi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1692

Abstract

The issue of stunting in Indonesia remains high, with a percentage of 21.6%. As a result, Presidential Regulation No. 72 of 2021 was issued regarding the Acceleration of Stunting Reduction, with the target for Indonesia to reduce stunting to 14%. In North Sumatra, the stunting rate reaches 21.1%, with Denai Kuala Village having a rate of 22.4%. One of the efforts by the village government to accelerate the reduction of stunting is the formation of the DASHAT team (Dapur Atasi Stunting) and Kader KPM. Therefore, accurate and relevant knowledge about stunting is a key focus that must be emphasized in the role of KPM. The purpose of this research is to assess the extent of KPM's knowledge about stunting and how that knowledge has encouraged them to optimize their role in the acceleration of stunting reduction. The methodology includes preparation, implementation, and evaluation. In the evaluation, the research design is a pre-experimental design using a single group with pretest and posttest. The results show that the assistance provided has a positive effect on the knowledge and skills of Kader KPM in efforts to accelerate stunting reduction. There was an average increase in knowledge from 56.4 before the socialization and assistance to an average score of 84.1 after the socialization and assistance were conducted.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN LANSIA TANGGUH DI POSYANDU USILA MELUR KELURAHAN BANTAN Hodriani; Berutu, Nurmala; Siregar, Zulkarnain; Rahmi, Anna; Listia, Wan Nova; Junaidi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1693

Abstract

The Bantan Subdistrict falls into the Ageing Population category, with 29% of its population being elderly. There are an estimated 1,444 pre-elderly individuals aged 45-49 and 4,438 elderly individuals aged 50 and above. Currently, many elderly individuals in Bantan become burdens to their children's families, requiring care and financial support, which ultimately affects the family's economy. Consequently, numerous elderly individuals remain unproductive, staying idle at home, leading to health issues among them. The aim of this program is to enhance the health and well-being of the elderly by fostering entrepreneurial spirit based on local food, thereby stimulating community economic growth. The implementation method consists of Preparation Phase, including systematic activity planning, brainstorming, Focus Group Discussions (FGDs), and Pre-Event. The Implementation Phase involves Pre-Incubation, Application, Incubation, and Post-Incubation Period. Evaluation includes Pre-test and Post-test. Results indicate that the entrepreneurship socialization and mentoring for the elderly in Bantan's IX Subdistrict proceeded smoothly and had a significant positive impact. Before the intervention, participants had an average knowledge score of 31.25. However, after participating in the socialization and mentoring activities, there was a significant increase in the average knowledge score, reaching 78.25, with an average score increase of 47.00, reflecting substantial improvement. It can be concluded that the program runs smoothly and well. The various efforts that have been made by the Unimed Team show their seriousness and commitment in empowering the elderly.
BAITUL MAAL PROSPERITY IN CIVIC ECONOMY AS A MANIFESTATION OF THE VOLUNTARISM FORMATION IN KASIH SAYANG VILLAGE LANGKAT REGENCY Junaidi, Junaidi; Jamaludin, Jamaludin; Hodriani, Hodriani; Laila, Hapni; Ivanna, Julia; Madiyoh, Abdulhakim
Al-Qalam Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i1.1419

Abstract

This research aims to examine the concept of Baitul Maal in realizing prosperity in Kasih Sayang Village, which is based on Islamic principles and Pancasila values to foster a civic economy approach in daily life. The study also explores how the community of Kasih Sayang Village cultivates a sense of citizenship through voluntarism that contributes to social harmony and well-being. The research utilized a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. The analysis employed interpretative phenomenological analysis with the assistance of the ATLAS.ti software for ease and innovation in research data analysis. Research findings reveal that Baitul Maal in Kasih Sayang Village serves as an economic center and an economicdesign reflecting unity, collaboration, development, and empowerment. The role of Baitul Maal extends beyond economic aspects. It integrates Pancasila values, citizenship spirit, and sustainability to propel the community toward holistic development and empowerment. The community of Kasih Sayang Village is grounded in three voluntarism concepts: teodical (reliance on God), ethical (contributing based on goodwill), and psychological (internal drive). Integrating these concepts creates a harmonious environment in the village, where spiritual, moral, and psychological values unite to achieve shared prosperity.  
Pendampingan Penyusunan Buku Panduan Lansia Bahagia Untuk Fasilitator Standar 2 Sekolah Lansia Mandiri di Kota Medan Hodriani, Hodriani; Berutu, Nurmala; Rahmulyani, Rahmulyani; Risfandi, Marsal; Lubis, Rahayu; Junaidi, Junaidi
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5138

Abstract

Kelurahan Medan Petisah Tengah memiliki populasi lansia sebesar 30% yang menghadapi keterbatasan aktivitas fisik dan sosial. Namun, Sekolah Lansia Mandiri di wilayah ini masih kekurangan pendampingan, materi standar, dan tenaga pengajar kompeten. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperluas cakupan Sekolah Lansia melalui metode Participatory Learning and Action. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan (identifikasi masalah, FGD, draf buku panduan), pelaksanaan (sosialisasi, pendampingan, mentoring, dan uji coba buku panduan), serta evaluasi melalui wawancara. Hasil menunjukkan bahwa pendampingan buku panduan Standar 2 berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Program ini dinilai efektif dan mendapat respons positif, sehingga berpotensi untuk diimplementasikan secara lebih luas demi kesejahteraan lansia. 
Pengembangan Kewirausahaan Lansia melalui Inovasi Produk Daun Kelor di Kelurahan Payaroba Kota Binjai Berutu, Nurmala; Hodriani, Hodriani; Diningrat, Diky Setya; Rahmi, Ana; Siregar, Zulkarnain; Junaidi, Junaidi
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5220

Abstract

Kelurahan Payaroba memiliki populasi lansia sebesar 30% (Aging Population). Meski 25% di antaranya berpengalaman wirausaha, potensi tersebut belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup lansia melalui pemberdayaan potensi lokal daun kelor. Metode Participatory Learning and Action (PLA) digunakan melalui tiga tahapan: (1) Persiapan (perencanaan, brainstorming, FGD, dan pre-event); (2) Pelaksanaan (pra-inkubasi, aplikasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi); serta (3) Evaluasi (pre dan post-wawancara). Hasil menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi daun kelor berdampak positif dan transformatif. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, lansia memperoleh keterampilan teknis serta kepercayaan diri untuk berwirausaha. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal efektif mendorong kemandirian ekonomi lansia serta memberikan model replikasi bagi pemberdayaan masyarakat melalui bahan lokal bernilai ekonomi.