Claim Missing Document
Check
Articles

EPISTEMOLOGI TATA KELOLA LINGKUNGAN: MEMBACA PENERAPAN GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DI PANTAI POHON CINTA MELALUI KACAMATA FILSAFAT PENGETAHUAN Rahman, Sitti Mutiah; Hasim; Baruwadi, Mahludin H.
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.681

Abstract

Good Environmental Governance (GEG) umumnya dinilai melalui prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, penegakan hukum, efektivitas-efisiensi, serta keadilan dan inklusivitas. Artikel ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut juga merupakan praktik epistemik, yakni cara pengetahuan lingkungan diproduksi, dibenarkan, dan didistribusikan untuk mendasari keputusan publik dalam situasi ketidakpastian. Dengan desain kajian konseptual-filosofis berbasis telaah analitis dan penalaran dokumen, penelitian ini menyusun kerangka “audit epistemik” yang menerjemahkan tiap prinsip GEG menjadi pertanyaan epistemologis kunci dan indikator operasional (jejak bukti/audit trail). Kerangka ini digunakan untuk membaca secara diagnostik tata kelola Pantai Pohon Cinta (Kabupaten Pohuwato, Gorontalo) sebagai ruang wisata pesisir yang menghadapi ketegangan antara pertumbuhan pariwisata dan keberlanjutan (pengelolaan sampah, keselamatan ruang publik pantai, serta tekanan aktivitas akibat event). Hasil pembacaan menunjukkan bahwa kualitas tata kelola sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur epistemik: keterbukaan informasi lingkungan, pemantauan rutin, forum deliberatif multi-pihak (extended peer community), serta pembenaran kebijakan berbasis bukti yang dapat ditelusuri dan diuji secara adil. Artikel ini berkontribusi pada penguatan penilaian GEG dengan memasukkan epistemologi terapan sekaligus menawarkan agenda praktis untuk meminimalkan risiko ketidakadilan epistemik dan meningkatkan legitimasi kebijakan pengelolaan wisata pesisir.
DEKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS TERHADAP METRIK JEJAK KARBON PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI TPA TALUMELITO GORONTALO Malik, Safira Putri H.; Hasim; Baruwadi, Mahludin H.
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.682

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah domestik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito Gorontalo, merupakan salah satu sektor krusial dalam mitigasi perubahan iklim di tingkat regional. Saat ini, diskursus pengelolaan sampah didominasi oleh pendekatan positivistik yang menitikberatkan pada kuantifikasi "jejak karbon" sebagai parameter keberhasilan lingkungan. Namun, kajian ini mengidentifikasi adanya persoalan mendasar terkait bagaimana pengetahuan tersebut dikonstruksi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pandangan filsafat ilmu, khususnya epistemologi, terhadap metodologi perhitungan jejak karbon di TPA Talumelito. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui tinjauan literatur kritis dan analisis filosofis. Hasil analisis menunjukkan bahwa angka jejak karbon di TPA Talumelito bukanlah fakta alamiah yang absolut, melainkan sebuah konstruk epistemologis yang dipengaruhi oleh reduksionisme metodologis, subjektivitas penentuan batas sistem, serta nilai aksiologis yang tertanam dalam pemilihan teknologi. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan pergeseran paradigma dari monisme teknokratis menuju pluralisme pengetahuan yang lebih inklusif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya transparansi metodologis dan pengintegrasian aspek sosial dalam perhitungan dampak lingkungan guna mencapai keadilan lingkungan yang substantif di Gorontalo. Kata Kunci: Epistemologi, Jejak Karbon, TPA Talumelito, Positivisme, Aksiologi.
DIALEKTIKA SAMPAH DAN MANUSIA ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI INDONESIA Assel, Abdurrahman; Baruwadi, Mahludin H.; Hasim
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.683

Abstract

Sampah rumah tangga di Indonesia sering dipandang sebagai urusan angkut dan buang. Padahal sumber masalahnya juga ada pada kebiasaan konsumsi, pemilahan yang lemah, dan proses lanjutan yang sering mencampur kembali sampah yang sudah dipisah. Artikel ini merangkum temuan riset tentang komposisi sampah rumah tangga, partisipasi warga, bank sampah, peran sektor informal, pembakaran terbuka, risiko lindi TPA, dan mikroplastik di sungai serta pesisir. Pembahasan menegaskan bahwa sampah tidak hilang setelah diambil, ia berpindah dan berubah bentuk, lalu dampaknya kembali melalui air, pangan, udara, dan kesehatan. Solusi yang hanya fokus di hilir cenderung memindahkan beban. Perbaikan yang lebih tahan lama membutuhkan pemilahan dari sumber yang realistis, layanan angkut yang menjaga pemilahan, pengolahan organik berbasis komunitas, penguatan jalur daur ulang, dan kebijakan yang menekan konsumsi sekali pakai. Arah besarnya adalah beralih ke sistem sirkular yang adil bagi wilayah pinggiran.
GORONTALO GREEN SCHOOL SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN EKOLOGIS: STUDI NARATIF AKSIOLOGI DI KAWASAN PERDESAAN INDONESIA TIMUR Diko, Abdullah Kadir; Hasim; Baruwadi, Mahludin H.
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.684

Abstract

Krisis lingkungan di banyak wilayah perdesaan Indonesia tidak hanya dipicu oleh tekanan ekonomi dan tata kelola sumber daya alam, tetapi juga oleh lemahnya pembentukan nilai (aksiologi) dalam praktik pendidikan sehari-hari. Artikel ini mengkaji Gorontalo Green School sebagai model pendidikan ekologis berbasis komunitas yang dikembangkan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo (Indonesia Timur), sejak akhir 2023 hingga 2025. Penelitian dirancang sebagai studi kasus naratif-aksiologis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen program (modul, catatan kegiatan, materi sosialisasi, dan dokumen pendukung), observasi partisipatif atas kegiatan pembelajaran dan aksi lingkungan, serta wawancara semi-terstruktur terhadap 16 informan kunci yang terlibat dalam perancangan dan implementasi program (inisiator program, pengelola yayasan, guru, siswa, serta mitra lokal). Analisis dilakukan dengan penelusuran tema dan kategorisasi nilai untuk memetakan bagaimana nilai “adil dan lestari” diterjemahkan menjadi kebiasaan, latihan, dan tata kelola program. Hasil menunjukkan bahwa Gorontalo Green School menempatkan “nilai” sebagai pusat desain program melalui empat jalur utama: (1) penguatan kapasitas guru untuk integrasi materi lingkungan lintas mata pelajaran; (2) pembelajaran berbasis praktik seperti pemilahan sampah dan kompos; (3) skema “pohon induk asuh” yang menghargai tanggung jawab pribadi siswa dengan ekologi kebun/agroforestri; dan (4) pembingkaian nilai melalui kearifan lokal serta ruang belajar berbasis lanskap perdesaan. Diskusi menegaskan bahwa kekuatan utama model ini bukan semata-mata pada kegiatan, melainkan pada mekanisme pembiasaan yang konsisten sehingga nilai ekologis menjadi etos bersama (etos kolektif) yang relevan bagi kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti. Studi ini berkontribusi pada literatur ekologi pendidikan dengan menawarkan kerangka aksiologi terapan yang dapat direplikasi pada konteks perdesaan lain, sekaligus menggarisbawahi kebutuhan penguatan bukti (data) dan kemitraan multi-pihak untuk keberlanjutan program. Kata kunci: Gorontalo Green School, Pendidikan ekologis; aksiologi; pembelajaran berbasis praktik
Co-Authors Abdjul, Annisa Abdul Rahmat Ahmad Abdul Sofyan Polimango Agustinus Moonti Ahmad Faqih Aldiansyah, Aldiansyah Ali, Citrawati Amelia Murtisari Amir Halid Ardiyanto Saleh Modjo Asda Rauf Ashar, Muhammad Asimin, Putri Utami Assel, Abdurrahman Azis Salam Bantilan, Rianti Bobihu, Rekawati Butolo, Ivana Chossy, Achmad Cindriwaty Moito Diko, Abdullah Kadir Echan Adam Eka Mawarni Elia Nusantari Damopolii Fara Zubedi Febrianti Tambio Fitri Hadi Yulia Akib Frandika K. Toiyo Fuad Pontoiyo Gobel, Nurnafiza Hasan, Nurain Hasim Hasim Hasim Hasim Hasim Hayatiningsih Gubali Heldy Vanni Alam Hippy, Mohamad Aditya Holyness Nurdin Singadimedja Humalanggi, Mahyudin Inong Thalib Uriasi irfan irfan Irwan Bempah Irwan Jaelani Ismail, Silveny Ispan Yusuf Karsidi, Cindy Erica Karundeng, Deby Rita Khali, Jihan A. Komendangi, Andika Kono, Pardan Kusnul Chotimah La Alio La Ode Sahara Laila Umpul Lantepon, Nancy N. Larasati Sukmadewi Wibowo Lasena, Mirda Lihawa, Lilis Lukman, Sri Yuliyana Malik, Safira Putri H. Maya Fitriani Megawati Megawati MMSI Irfan ,S. Kom Moh. Rolli Paramata Mohamad Ikbal Bahua Mohamad Muhazir Ramli Mohamad Zainudin Usman Mohammad Zubair Hippy Mohi, Widi Adelia Moki, Nur Intan Muhammad Rizq Gobel Muhammad Sayuti MUHAMMAD YUSUF Musdalifah Musdalifah Musdalifah Musdalifah Novrianti Dotinggulo Nur Safitri Tahir Nurain Hasan Nurhayati Latief Nurinda Abas Rahma, Putri Rahman, Nur Anisa Rahman, Sitti Mutiah Raisha Candrika Fatima Diko Ranti I. Songi Ratna Dewi Regi Tumewu Rhamla Hudaifani Ria Indriani Ria Indriani Richat Djauhari Rifaldi Mopangga Rifkiawan Baba Riwan Saputri Itani Sadaruddin, Waldi Sahi, Rahmawati Sarah Abubakar Sinyin Dalila Siti Fadilla Usari Botutihe Sitti Sabariah Machmud Sri Endang Saleh Sri Yenny Pateda St Aisyah R Suciani, Anggi Suhartarto, Suhartarto Sukirman Rahim Supriyo Imran Syam, Muh Arfah Syarwani Canon Tahala, Sri Indriyanti Tahir, Nur Safitri Takaredas, Risnawati Taliki, Zulkipli Tengkeran, Nurul Amelia R. Toiyo, Frandika K. Waldi Sadaruddin Wawan K Tolinggi Widyawati Sabu Yana, Nelsih Yanti Saleh Yasin, Aldi Adriansyah Yulia Akib, Fitri Hadi Yuliana Bakari Yuriko Boekoesoe Yusniawati Kai Yusri T. Datau Zulham Sirajuddin