Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ANALISA PERENCANAAN PERKERASAN LENTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA PROYEK JALAN RUAS JALAN TEMBELENGAN SAMPAI DURJAN KABUPATEN SAMPANG Mishbahul Aziz; Sigit Winarto; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i2.515

Abstract

There was a build-up of lumps of sand on the road, precisely Tambelang-Durjan. This build-up of sand chunks occurs because many of the piled sand hauling trucks that pass on the road is obstructed because the road section has been damaged (potholes) and is unfit for passage, resulting in obstruction of traffic flow. In addition, the width of the section is not in accordance with the technical requirements of the 2011 Government Regulation. Therefore, it requires a flexible pavement re-planning and a Cost Budget Plan for land transportation lines, so that motorist access is comfortable. Planning flexible pavement using Laston with a planning age of 10 years obtained flexible pavement thickness, namely 4 cm thick AC-WC, 6 cm thick AC-BC, and 40 cm of Upper Foundation Layers (LPA) with the estimated size of the Budget Plan The cost of the flexible pavement construction of Tambelang- Durjan of Sampang Regency with a length of 1,145 km in the amount of Rp 5,744,585,463.00Terjadi penumbukan bongkahan pasir urug tepatnya di ruas jalan Tambelangan-Durjan. Penumpukan bongkahan pasir ini terjadi karena banyak truk pengangkut bongkahan pasir urug tersebut yang melintas pada jalan itu terhambat karena ruas jalan mengalami kerusakan (berlubang) dan tidak layak dilalui, sehingga  yang mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas. Selain itu lebar ruas tidak sesuai dengan persyaratan teknis Peraturan Pemerintah tahun 2011. Oleh karena itu, memerlukan perencanaan ulang perkerasan lentur dan Rencana Anggaran Biaya untuk jalur transportasi darat supaya akses pengendara nyaman. Perencanaan perkerasan lentur menggunakan Laston dengan umur rencana 10 tahun didapatkan tebal perkerasan lentur yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm dan Lapis Pondasi Atas (LPA) setebal 40 cm dengan besar perkiraan Rencana Anggaran Biaya pembangunan perkerasan lentur ruas Tambelangan-Durjan Kabupaten Sampang sepanjang 1,145 km sebesar Rp 5.744.585.463,00.
PENELITIAN PENAMBAHAN SERBUK BATA MERAH DAN PASIR BRANTAS PADA ASPAL BETON Satria Arung Bangun Samodera; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i2.517

Abstract

Asphalt Concrete is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate, and filler (Filler) with asphalt binder in high-temperature conditions with the composition regulated. This study uses three types of additions samples of red brick powder on concrete asphalt with a mixture of 5%,10%, and 20%. Each test results decreased with the addition of red brick powder among others 5% of 289,992 kg, 10% of 2248,822 kg, 20% of 1574,782,and produce volume of air cavity to mixture (VIM) with a level of 5%,10%,20% wich are among others 8,481%, 9,444%, 8,334%, and produce pore volume between aggregate (VMA) and levels of 5%,10%,20%,which are among others 22,575%, 23,390%, 22,450%, and produce pore volume between aggregate grains filled with asphalt (VFB) with levels of 5%,10%,20%, among others 62,575%, 59,903%, 62,897%, and produced a marshal question (MQ) with a 5% content of 942 kg/mm, 10% at 632 kg/mm, 20% at 378 kg/mm. To achieve optimum levels, the mixture of red brick powder on asphalt concrete ranges < 5%.Aspal Beton merupakan campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diatur. Penelitian ini mengunakan tiga jenis sampel penambahan serbuk batu bata merah pada aspal beton dengan campuran 5%,10%,dan 20%.Hasil pengujian masing masing mengalami penurunan dengan penambahan serbuk batu bata merah yaitu antara lain 5% sebesar 289,992 kg,10% sebesar 2248,822 kg,20% sebesar 1574,782,dan menghasilkan volume rongga udara terhadap campuran (VIM) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 8,481%,9,444%,8,334%,dan menghasilkan volume pori antara butir agregat (VMA) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 22,575%,23,390%,22,450%,dan menghasilkan volume pori agregat yang terisi aspal (VFB) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 62,575%,59,903%,62,897%,dan menghasilkan marshal quotient (QM) dengan kadar 5% sebesar 942 kg/mm,10% sebesar 632 kg/mm,dan 20% sebesar 378%. Untuk mencapai kadar optimum maka campuran serbuk batu bata merah pada aspal beton berkisar antara < 5%
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN HOTEL FRONT ONE TULUNGAGUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG Tiok Kresna Aji; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i2.525

Abstract

This research was carried out against the background of the pattern of development progress in Tulungagung District so quickly that it affected the transportation sector. Transportation has an important role, which is to support the mobility of people and goods as well as for the implementation of intra and intermodal integration in order to remain smooth and orderly. But it not only the traffic system that needs attention, the facilities and infrastructure, namely the construction the Front One Hotel, which is the center of community activities, which is a gathering place for people to rest/spend the night and carry out celebrations or meetings as well as their impact. This research was conducted in the construction area of the Tulungagung Front One Hotel. The purpose of this study was to determine the impact of traffic development in the Front One Tulungagung Hotel. The analysis of the research uses the method described in the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. The results of the analysis of this study are that the construction of Front One is expected to attract and generate new trips, affect the Level of Service (LOS) and affect the intersection of the SimpangEmpatPlandaan.Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang pola kemajuan perkembangan pembangunan yang ada di Kabupaten Tulungagung begitu cepat sehingga mempengaruhi sektor transportasi. Transportasi memiliki peranan yang penting yaitu menunjang mobilitas orang maupun barang serta untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda agar tetap lancar dan tertib di wilayah Kabupaten Tulungagung, maka dibutuhkan suatu sistem jaringan lalu lintas yang lancar, aman, hemat waktu dan efesien. Namun bukan hanya sistem lalu lintas yang perlu diperhatikan, sarana dan prasarana yaitu pembangunan Hotel Front One yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, yang merupakan tempat berkumpulnya orang untuk beristirahat / bermalam  maupun melaksanakan acara hajatan ataupun acara pertemuan juga perlu diperhatikan dampaknya. Penelitian ini dilakukan di wilayah pembangunan Hotel Front One Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lalu lintas pembangunan Hotel Front One Tulungagung. Analisis penelitian menggunakan metode yang telah dijelaskan dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Hasil analisis dari penelitian ini adalah pembangunan Front One diperkirakan akan menarik dan membangkitkan perjalanan baru, mempengaruhi Level Of Service (LOS) dan mempengaruhi persimpangan Simpang Empat Plandaan.
PREBANDINGAN STABILITAS ASPAL MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU BELAH DAN BATU GAMPING Agung Guncoro; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo S.P; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i2.531

Abstract

Temperature is one of the factors that can cause damage to the road, especially on inter-city roads between provinces which in fact are lanes with heavy traffic and are traversed by heavily loaded vehicles. So that besides the pressure due to the burden of the vehicle itself also from the influence of temperature, both the weather temperature, the temperature of the vehicle engine. So from that it is necessary to further study what if the pavement layer is tested with different immersion temperatures and as a comparison used economical alternative aggregates namely limestone. The purpose of this goal is to see the results of a comparison between the use of limestone aggregates with split stones, which can survive the effects of deformation due to changes in temperature. The results showed that the use of limestone material has more strength than temperature changes compared to the use of split stone aggregates with results in changes in the value of stability where the value of the rock changes from 1346Kg to 1238Kg while the limestone values from 1447Kg to 1364Kg . This proves that limestone is more resistant to deformation due to the influence of temperature.Adanya perubahan suhu yang tidak menentu menyebabkan perubahan kekuatan pada lapis perkerasan. Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada jalan, apalagi pada jalan antar kota antar provinsi yang notabene jalur dengan lalu lintas padat dan dilalui oleh kendaraan yang bermuatan berat. Sehingga disamping adanya tekanan akibat beban kendaraan itu sendiri juga dari pengaruh suhu, baik itu suhu cuaca, suhu dari mesin kendaraan. Maka dari itu perlu adanya kajian lebih lanjut bagaimana jika pada lapis perkerasan tersebut diuji dengan suhu perendaman yang berbeda serta sebagai perbandingan digunakan agregat alternatif yang ekonomis yakni batu gamping. Maksud tujuan ini adalah melihat hasil perbandingan antara penggunaan agregat batu gamping dengan batu belah, mana yang bisa bertahan dari pengaruh deformasi akibat adanya perubahan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penggunaan material batu gamping lebih memiliki kekuatan terhadap adanya perubahan suhu dibandingkan penggunaan agregat batu belah dengan hasil pada perubahan nilai stabilitasnya dimana pada batu belah nilai stabilitasnya berubah dari 1346Kg menjadi 1238Kg sedangkan pada batu gamping pada nilai stabilitas dari 1447Kg menjadi 1364Kg. Ini membuktikan bahwa bahwa batu gamping lebih tahan terhadap deformasi akibat pengaruh suhu.
ANALISA TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RENCANA PENINGKATAN JALAN RUAS LEGUNDI – PERTIGAAN BUNDER Fandra Andriansyah P; Sigit Winarto; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i2.541

Abstract

The final project is Analysis of Flexible Pavement Thickness in the Plan for Improvement of Legundi Road Section - Bunder KM.5 + 700 to 13 + 700 STA. 0 + 000 to 4 + 000which comprised the road geometrics, flexible pavement depth completed with the budgeting. A topographic map was employed to make a geometric design. Traffic data of 2018, rainfall data of 2018, and California Bearing Ratio (CBR) data were needed to design the flexible pavement depth. The basic itemized cost of wages, materials, tools, and work itemized cost from General Work BinaMarga of East Java Province Division IV (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang) were needed to find out the budget. Chosen alternative flexible pavement depth of 10 cm asphalt-concrete MS 744 surface, 20 cm Cement Tread Base (CTB) base, and 50 cm sand-aggregate class A (CBR 70) sub-base.The calculations result in PI 01 Full-Circle bend and PI 02 Full-Circle; at IDR 14.745.341.000.Laporan Akhir ini adalah Analisa Tebal Perkerasan Lentur Pada Rencana Peningkatan Jalan Ruas Legundi – Pertigaan Bunder KM.5+700 s/d 13+700 STA. 0+000 s/d 4+000 yang bertujuan untuk menghitung tebal perkerasan lentur jalan, menghitung geometric jalan dan rencana anggaran biaya proyek. Peta topografi sebagai dasar untuk merencanakan geometric jalan. Data lalu lintas tahun 2018, data curah hujan tahun 2018, data California Bearing Ratio (CBR) untuk merencanakan tebal perkerasan lenturjalan. Data Harga Satuan Dasar upah, bahan, dan alat serta Harga Satuan Pekerjaan dari Departemen Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim kelompok IV (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang) digunakan untuk perhitungan Rencana Anggaran Biaya. Berdasarkan perhitungan didapatkan tebal perkerasan lentur alternative terpilih untuk surface 10cm laston MS 744, base 20 cm Cement Tread Base (CTB) ,serta sub base 50 cm Sirtukelas A (CBR 70). Bentuktikungan PI 01 Full-Circle, dan PI 02 Full-Circle. Biaya yang diperlukanadalahsebesarRp 14.745.341.000,-.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Ahmada Khotibul Umam; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.883

Abstract

The foundation has an important role in the field of construction. The function of the foundation is to transport the building load to the subgrade, so the foundation must be planned with the right calculation so that the building is safe and stable. Pile foundation is one type of foundation used in building construction with heavy loads. In research, land investigations use SPT (Standard Penetration Test). The calculations include the carrying capacity of the soil, the loading of buildings, the dimensions and depth of the pile, and the stability of the controls. Calculation results obtained, loading on floors 1 to 3, totaling 4,463.5 Tons. The dimensions of the foundation are 0.6, with a cross-sectional area of 0.28274334 and a depth of 18 M. The need for strengthening the foundation is 600059.7 Kg. With bolt control stability 24,620 Tons / M2 > 1.5 Tons / M2 – >   Safe, shear  9,156 Tons / M2  > 0,156 Tons / M2 –  > Safe.Pondasi memiliki peranan penting dalam bidang konstruksi. Fungsi pondasi sendiri yaitu meneruskan beban bangunan ke tanah dibawah pondasi menjadikan pondasi harus direncanakan dan diperhitungkan dengan tepat agar bangunan yang didirikan aman dan stabil. Salah satu jenis pondasi yang banyak digunakan yaitu pondasi tiang pancang. Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang banyak digunakan pada konstruksi yang memiliki beban berat. Dalam penelitian, penyelidikan tanah menggunakan metode SPT (Standart Penetration Test). Perhitungan yang dilakukan meliputi perhitunagn daya dukung tanah, Pembebanan bangunan, dimensi dan kedalaman tiang pancang, serta stabilitas control. Hasil dari perhitungan didapat, pembebanan lantai 1 sampai 3 sebesar 4663,5 Ton. Dimensi pondasi sebesar 0,6 M dengan luas penampang 0,28274334 M dan kedalaman 18 M. Kebutuhan tulangan pondasi yaitu 600059,7 Kg. Dengan stabilitas kontrol terhadap guling 24,620 Ton / M2 > 1.5 Ton / M2 – >   Aman, Gaya terhadap geser 9,156 Ton / M2  > 0,156 Ton / M2 –  > Aman.
STUDY PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG GUEST HOUSE 6 LANTAI DI KOTA KEDIRI Ravie Setya Putra; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.886

Abstract

The increasing number of tourist attractions and airport construction in the city of Kediri will impact the rising number of visitors from outside the city. The availability of adequate accommodation to accommodate the number of visitors who will come to the town of Kediri is essential. Kediri City Guest House Building is one of the solutions to the problem of availability of accommodation in the City of Kediri going forward. Calculations carried out in this study regarding the structure of the 6-story Guest House building design using SAP2000V7.40 software. The results of the standard frame elements in the structure column model with the appropriate dimensions and materials included in the plan drawing. The column section frame has dimensions 600x600 cm and diameter 600 cm. The wall load value is distributed to all frames holding the wall in the form of a uniform load of 250 kg/m2 as planned, the height of the stairs is 2 m, and the length is flat is 2.5 m. Thus, the calculation results obtained the number of stomps of 10 pcs and the number of climbs of 10 pcs with a width of 61cm stairs, aantrade (horizontal) 25 cm, and optrade (up) 20 cm. Bertambahnya jumlah tempat Wisata dan pembangunan Bandara di Kota Kediri akan berdampak pada bertambahnya jumlah pengunjung dari luar Kota. Ketersediaan akomodasi yang mencukupi untuk menampung jumlah pengunjung yang akan datang ke Kota Kediri sangat diperlukan. Gedung Guest House Kota Kediri menjadi salah satu solusi pada permasalahan ketersediaan akomodasi kedepannya. perhitungan yang dilakukan Pada penelitian ini   mengenai perencanaan struktur bangunan Guest House 6 lantai dengan menggunakan software SAP2000V7.40. Hasil elemen frame biasa pada model kolom struktur dengan dimensi dan material yang sesuai telah dicantumkan dalam gambar rencana. Frame section kolom tersebut berdimensi 600 x 600 Cm dan diameter 600 Cm. Nilai beban dinding didistribusikan ke seluruh frame yang menahan dinding dalam bentuk beban merata (uniform load) sebesar 250 kg/m2 seperti rencana tinggi tangga adalah 2 m dan panjang datar adalah 2,5 m. Secara perhitungan diperoleh hasil jumlah injakan 10 bh dan jumlah tanjakan 10 bh dengan lebar tangga 61cm, aantrade (mendatar) 25 cm, dan optrade (naik) 20 cm.
PERENCANAAN PONDASI SUMURAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA BALAI PEMBANGUNAN SDM DAN PERTANIAN BANTUL DIY Moh. Idham Cholid; Sigit Winarto; Yosef Cahyo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.888

Abstract

The foundation serves to hold the burden on the upper structure, which is transmitted to the soil layer. Data collection uses primary and secondary data, as well as direct visits to the development project site. The choice of wells foundation because of the restricted location of restricted location and minimal vibration chose the wells foundation as a method of implementation. There are two types of foundation types, namely P1 type with a load of 46.093 tons and P2 type of foundation with a load of 78.517 tons. The carrying capacity of the land for type 1 was 59,227 tons, with a decrease of 0,143 Cm. While the carrying capacity of P2 type is 118.1 tons with a reduction in type 2 of 0.202 Cm. The maximum reduction requirement is 2.5 Cm, then of each kind of foundation the safe reduction condition. The planned foundation of the primary reinforcement uses 12 D19, and the spiral reinforcement uses Ø10-100. For support of the pile cap, the X direction uses D19-175, and the Y direction uses D19-175.Pondasi berfungsi untuk menahan beban pada struktur atas yang diteruskan ke lapisan tanah. Perolohan data menggunakan data primer dan sekunder, serta meninjau langsung ke tempat proyek pembangunan. Pemilihan pondasi sumuran karena lokasi sempit lokasi sempit dan minim getaran memilih pondasi sumuran sebagai metode pelaksanaan. Terdapat 2 jenis tipe pondasi, yaitu tipe P1 dengan beban yang dipikul sebesar 46,093 ton dan tipe pondasi P2 dengan beban yang dipikul sebesar 78,517 ton. Daya dukung tanah untuk tipe 1 sebesar 59,227 ton, dengan penurunan sebesar 0,143 Cm. Sedangkan daya dukung tanah tipe P2 sebesar 118,1 ton dengan penurunan tipe 2 sebesar 0,202 Cm. syarat penurunan maksimal adalah 2,5 Cm, maka dari masing-masing tipe pondasi syarat penurunan aman. Pondasi yang direncanakan tulangan utama menggunakan 12 D19 dan tulangan spiral menggunakan Ø10 – 100. Untuk penulangan pile cap arah X menggunakan D19 – 175 dan arah Y menggunakan D19 – 175.
STUDI PELAKSANAAN KINERJA PERCEPATAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BANK DARAH RUMAH SAKIT Dr. SOEDOMO Widodo Restu Putra; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.892

Abstract

Dr.Soedomo Trenggalek Hospital has a goal to realize an optimal service for the community through the availability of supporting infrastructures. One of them is the Blood Bank Building Hospital. This study aims to determine how much cost efficiency and time efficiency of the Blood Bank Building construction project at Dr. Soedomo Trenggalek Hospital are accelerated for seven days. The research method used is the "S" Curve method to monitor project implementation in terms of cost and work performance. Furthermore, the Arrow Diagram method is used to speed up the time of project implementation by determining the critical path and paying attention to activities on the critical path to know the activities that need to be accelerated. The Blood Bank Building Construction Project was scheduled to be completed for 120 days with a Budget Plan of Rp. 891,374,000.00. After accelerating seven days to 113 days, a cost increase of Rp. 20,772,189.68. After accelerating 12 days from 120 to 108 days, an increase in costs of Rp. 26,627,020.90.Rumah Sakit Dr.Soedomo Trenggalek memiliki tujuan untuk mewujudkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat melalui tersedianya sarana infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah Gedung Bank Darah Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa efisiensi biaya dan efisiensi waktu proyek pembangunan Gedung Bank Darah Rumah Sakit Dr.Soedomo Trenggalek jika dilakukan percepatan selama 7 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kurva “S” untuk memantau pelaksanaan proyek ditinjau dari segi biaya dan prestasi kerja. Selanjutnya, metode Diagram Panah digunakan untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek dengan cara menentukan jalur kritis dan memperhatikan kegiatan – kegiatan pada jalur kritis agar dapat mengetahui kegiatan – kegiatan yang perlu dipercepat. Dalam Proyek Pembangunan Gedung Bank Darah tersebut dijadwalkan selesai selama 120 hari dengan Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 891.374.000,00. Setelah dilakukan percepatan 7 hari menjadi 113 hari didapat kenaikan biaya sebesar Rp. 20.772.189,68. Setelah dilakukan percepatan 12 hari dari 120 menjadi 108 hari didapat kenaikan biaya sebesar Rp. 26.627.020,90.
ANALISA KELAYAKAN SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA Sugeng Yani Widodo; Yosef Cahyo; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.900

Abstract

The transportation problem is one of the main issues that are difficult to solve in several big cities. When congestion occurs, it can disrupt community activities. We already know that "congestion will cause various negative impacts, both on the driver and in terms of the economy and environment. The intersection of four highways, Blitar City, East Java, has the intensity of a dependable vehicle. This is because around the area, and there are markets, residential areas, public force terminals, and squares. Besides that, the place is accessible to public transportation from Blitar City to Malang City. In this study, the authors conducted a field survey of traffic flow, road geometry, and side barriers during rush hour during sunny weather for seven days at the intersection. From the results of the analysis, minor paths have disrupted major pathways and caused delays of 35%. This figure has exceeded the requirements recommended by MKJI 1997. From the results of this study, it can also be an evaluation material so that in the future, the intersection of four Highway, Blitar City, East Java, can be functioned better.Masalah transportasi adalah salah satu masalah utama yang tidak mudah dipecahkan di beberapa kota besar. Pada saat kemacetan terjadi bisa menggangu aktifitas masyarakat. Telah kita ketahui, bahwa kemacetan akan menimbulkan berbagai dampak negatif, baik terhadap pengemudi maupun ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. Simpang empat Jl. Raya Barat, Kota Blitar, Jawa Timur merupakan salah satu persimpangan dengan intensitas kendaraan yang cukup padat. Hal ini disebabkan karena disekitar simpang empat tersebut terdapat pasar, pemukiman penduduk, terminal angkot, alun – alun. Selain itu, simpang empat tersebut merupakan akses untuk angkutan umum dari Kota Blitar menuju Kota Malang. Pada penelitian ini penulis melakukan survey lapangan terhadap arus lalulintas, geometri jalan, dan hambatan samping pada jam sibuk saat cuaca cerah selama 7 hari pada simpang empat tersebut. Dari hasil analisa, jalur minor sudah mengganggu jalur mayor dan menyebabkan tundaan sebesar 35%. Angka ini sudah melampaui syarat yang dianjurkan oleh MKJI 1997. Dari hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan evaluasi agar kedepannya simpang empat Jl. Raya Barat, Kota Blitar, Jawa Timur, bisa difungsikan dengan lebih baik.
Co-Authors Abidatul Izzah Aditia, Trio Syiwa Aditiya Yayang Nurkafi Afif Nur Rahmadi Afif Nur Rahmadi, Afif Nur Afriyan Arsya Sabilla Agung Guncoro Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Ahmada Khotibul Umam Aldri Frinaldi Alfaridh Pasya, Salman Alfina Iskindaria Altara, Jecksindio Elten Alvin Hidayat Amanda Rizky F Anasrudin Yusuf Andri Dwi Cahyono Annas Dwi Safi&#039;i April Gunarto April Gunarto April Gunarto Ardinata Ardinata Ariadi Santoso Ariadi Santoso, Ariadi Arif Fathur Rohman Arif Rivianto Arif Rivianto Arthur Daniel Limantara, Arthur Daniel Ashabul Yamin Atsfiela Dzulkhan Qalby Bagas Naga Pratala Haryadi Bella Amiria Rahmahima Bima Mahardana, Zendy Budi Heryanto Budi Winarno Budi Winarno Candra Yulianto Dicko Mahendra Dikhy Ridho Laksono Dodi Setiawan Dwi Hartanto Dwi K, Mohamad Agus Dwifi Aprilia Karisma Dwifi Aprilia Kharisma Dwifi Aprillia Karisma Edy Gardjito, Edy Eko Siswanto Eko Siswanto Eko Winarti Elsa Rizqi Purwanti Evita Fitrianis Hidiyati Faiz Muhammad Azhari Fajar Romadhon Fajar Romadhon Fandra Andriansyah P Farikhatul Mufaidah Fatkunada, Nur Addin Fauzie Nursandah Fauzie Nursandah Febrian, Bagas Fianca Nimas Yamada Puteri Fidyan Mamlu&#039;atul Husna Fitry Rahmawaty Fransesco Indra Permana Friska Windi Meira Aisyah Galang Santoso Hadi Mashuri Hendy Hendy Hendy Henny Prasetiyo Heri Wahyudiono Herlan Pratikto Herlangga Duta Pramudya Hermawan Hermawan Hidiyati, Evita Fitrianis Hikmatul Lailiya Husna, Nadiya Ilham Rizqi Nurdian Putra Imam Mustofa Imam Safi'i Kavindo Yugiswara Hutama Khoirun Nisa&#039; Khoirun Nisa' Ki Catur Budi Ki Catur Budi Ki Catur Budi S Krisdiyanto Nugroho Leo Agusta Utama Lin Sintyawati M Ilham Fauzil Fahmi Mahardi Kamalika Khusna Ali Mahardika, Rega Malik Ibrahim Ma’rifatul Mumayyizah Meylinda Vricilia Mishbahul Aziz Moch Aminuddin Moch. Risjad Aldiansyah Mochamad Rizki Mochammad Danara Indra Pradigta Moh. Idham Cholid Moh. Ilham Farihi Mohamad Agus Fajar Wibowo Mohammad Abdul Aziz Hanafi Mohammad Roziq Muchammad Sutikno Mudinillah, Adam Muhammad Bahrudin Muhammad Feggi Saputra Muhammad Heri Nastotok Muhammad Heri Nastotok Muhammad Lutfi Amzari Muhammad Nasih Al hasbi Muhammad Ridho Muhammad Rosyid Abdul Rohman Fauzy Muhammad Sulton Bahrudin Mukhammad Ibnul Mubarok Nadi Rheiza Fathurrohman Niko Andika Erwanda Nur Addin Fatkunada Nursandah, Fauzie Ogest Tegar Widyakrama Oktaviadi, Mohammad Reza Onie Wardani Pertiwi, Sheila Ananda Putri Prendy Eliya Mahendra Putri, Yuzi Melia Adi Rahadi Reswara Rahmat Heru Rahmat Heru Rahmat Heru Supriyo Rahmat Heru Supriyo Rahmawati, Apriliya Laily Ramadhan Mahendra Ravie Setya Putra Rekso Ajiono Ricky Putra Ardianto Rikha Wirda Izzati Rina Dwi Fatika Rina Dwi Fatika Rivianto, Arif Rohmat Ilyas Kurniawan Roid Ahmad Faizin Romadhon Romadhon Romadhon, Fajar Safi'i, Annas Dwi Safi'i, Imam Safi’i, Annas Dwi Saiful Muslimin Salman Alfaridh Pasya Sari, Tiara Sherlyta Satria Arung Bangun Samodera Satria Febby Romaadhoni Sefiyanti, Redyka Sheila Ananda Putri Pertiwi Sigit Winarto Sigit Winarto Sigit Winarto Sigit Winarto Sony Santoso Sony Susanto Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sudjati Sudjati Sudjati Sudjati Sugeng Yani Widodo Sulik Anam Sulik Anam Sulik Anam Sumargono Sumargono Sumargono Sumargono Sumargono Supriadi Supriadi Supriono Supriono Suwarno Suwarno Tiara Sherlyta Sari Tiok Kresna Aji Two Puji Guntur A Uminarsih Uminarsih Veithzal Rivai Zainal Vella Maulina Kris Putri Wahyu Agung Nugroho Wardani, Onie Widodo Restu Putra Widodo, Silvi Rushanti winarti, eko Wisnu Arganata Yosef Cahyo Yosef Cahyo Yosef Cahyo S Yosef Cahyo S.P Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Poernomo Yosef Cahyo Setianto Purnomo Yusiane Saraswati Yuzi Melia Adi Putri Zaizafun Zakiya Zaizafun Zakiya Zakiya, Zaizafun Zendy Bima Mahardana