This Author published in this journals
All Journal Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga Competitor : Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Penjaskesrek Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Jurnal Menssana Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Jurnal PORKES Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ) ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Berajah Journal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Abimanyu: Journal of Community Engagement Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Jurnal Pengabdian Mandiri SWARNA Jurnal Keolahragaan Jurnal ELTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Intelek Insan Cendikia International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science Laksana Olahraga Abisatya
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEILMUAN GURU PJOK DI KOTA SURAKARTA MELALUI EDUKASI KONSEP DBON Sapto Wibowo; Hari Setijono; Kunjung Ashadi; Yuri Lolita; Rini Ismalasrari; Sri Wicahyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5367

Abstract

Terbatasnya kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keilmuan pada guru olahraga di Kota Surakarta, membuat para guru kesulitan mengakses perkembangan ilmu keolahragaan terbaru. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya perhatian dari pihak pemerintah dalam peningkatan sumber daya guru dalam perkembangan ilmu yang ada, sehingga potensi peserta didik masih belum bisa dikembangkan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru olahraga dalam memahami pengembangan dan konsep dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sosialisasi ini diikuti oleh 30 guru olahraga SMP di Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan ceramah dengan menggunakan powerpoint yang berisi penjelasan materi tentang konsep DBON. Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta mengaku bahwa mereka mendapatkan pemahaman dan keilmuan yang baru tentang konsep DBON dan penerapannya dalam konsep pembelajaran di sekolah. Para guru diharapkan akan menerapkan keilmuan baru yang mereka dapatkan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah. Peserta berharap kegiatan semacam ini akan dapat berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya.
PREFERENSI EKSTRAKURIKULER SISWA DALAM PERSPEKTIF JENIS PERMAINAN Hetty Dwi Purwaningsih; Sapto Wibowo; Advendi Kristiyandaru
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39552

Abstract

The selection of extracurricular activities is an important part of the development of students' interests and talents, but the factors that influence these preferences are not fully understood, especially in the context of the tendency of the type of games that students prefer. The type of game, whether physical, strategic, creative, competitive, or collaborative, is considered to reflect the student's behavioral tendencies, learning styles, and natural interest in certain activities. This study aims to identify the relationship between the types of games that students like and the extracurricular choices they take at school. The research uses a quantitative approach with a survey design. The research sample consisted of 109 students of SMP Negeri 1 Porong who were selected through purposive sampling techniques. The instrument is in the form of a Likert scale questionnaire that measures the tendency of the type of game and the extracurricular preferences of students. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and tendency analysis to map the patterns of relationships between variables. The results of the study are known that the average value (mean) of student interest is 58.29 with a standard deviation of 7.85. A median score of 59 indicates that most students have a level of interest that is close to the group average. A minimum score of 28 and a maximum of 75 showed a fairly wide range of variation between respondents, indicating that the tendency of physical games, such as outdoor and competitive games, was strongly correlated with sports extracurricular choices. Meanwhile, students who like strategic games and logic tend to choose academic extracurriculars and science clubs. Students who have an interest in creative and collaborative play are more likely to choose arts, language, and organizational extracurriculars. These findings confirm that the type of game is a potential indicator in understanding the orientation of students' interest in extracurricular activities. In conclusion, the tendency of the type of play can be the basis for schools to design extracurricular programs that are more relevant to the characteristics of the students. This understanding can help teachers and school managers in providing more targeted guidance and creating a learning environment that is more supportive of the development of students' interests and potential. Topics: Student perspective, extracurriculars, types of games
THE EFFECTIVENESS OF THE JOYFUL LEARNING-BASED TARGET METHOD IN IMPROVING BADMINTON SERVICE RESULTS Wisnu Wardhana; Sapto Wibowo; Sugiharto Sugiharto; Sahabul Adri Ar; Didi Yudha Pranata
Jurnal Penjaskesrek Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badminton service skill is a fundamental technique that requires accuracy, consistency, and active student engagement during the learning process. However, badminton learning in schools is still frequently dominated by repetitive instruction-based exercises that reduce students' motivation and participation. This study aimed to analyze the effectiveness of the joyful learning-based target method in improving students' badminton short service skills. This study employed a quantitative pre-experimental one-group post-test design. The population consisted of 105 tenth-grade students, with 70 students selected through simple random sampling. The intervention was conducted in 12 meetings using a target-based badminton service training integrated with joyful learning principles. The research instrument was a short service accuracy test consisting of 12 attempts with a scoring range of 1–5 for each trial. Instrument validity was confirmed through expert judgment, while reliability testing showed a high Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0.87). The data were analyzed using descriptive statistics and Cohen's d effect size analysis. The findings showed that 20% of students achieved the excellent category, 37% good, 26% fair, 13% poor, and 4% very poor. The mean score reached 41.8, which was classified as good. The intervention showed positive improvement in students' service accuracy and consistency. In addition, the effect size analysis indicated effectiveness at a moderate-to-high level (Cohen's d = 0.82). The joyful learning-based target method indicated effectiveness in improving badminton service skills and creating a more engaging learning environment in physical education.
EDUKASI KEBUGARAN JASMANI BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Oce Wiriawan; Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6729

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut kesiapan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengelola heterogenitas kemampuan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK). Namun, kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan program kebugaran jasmani yang adaptif masih menjadi kendala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Batu dalam mengembangkan program kebugaran jasmani adaptif. Metode dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan pendampingan terstruktur dengan model in-on-in, mencakup pemaparan konseptual, praktik penyusunan program latihan adaptif, simulasi pembelajaran, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual, serta analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru (rata-rata N-Gain 0,65) dan kemampuan menyusun program kebugaran jasmani yang terdiferensiasi. Program ini memperkuat kapasitas profesional guru PJOK dalam mengakomodasi kebutuhan fisik SBK, sejalan dengan paradigma pendidikan jasmani inklusif.
EDUKASI PENGUKURAN OLAHRAGA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6730

Abstract

Kompetensi dalam pengukuran dan evaluasi merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |untuk merancang program latihan yang tepat, individual, dan memantau perkembangan siswa. Namun, masih banyak guru PJOK di Indonesia yang belum menguasai pemahaman teoretis maupun keterampilan praktis untuk melakukan tes kebugaran, pengukuran, dan evaluasi secara efektif. Program pengabdian |kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PJOK dalam pengukuran olahraga melalui edukasi terstruktur dan pelatihan langsung. Program menggunakan pendekatan participatory action research dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan guru PJOK anggota MGMP PJOK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Intervensi terdiri dari dua komponen utama: (1) edukasi kelas yang mencakup prinsip tes, pengukuran, dan evaluasi dalam olahraga; dan (2) praktik lapangan supervisi dengan mengadministrasikan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) kepada 50 siswa SMP. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru (skor rata-rata meningkat dari 48,6 menjadi 82,1; p<0,001) dan kemampuan mereka dalam mengelola dan menginterpretasi tes kebugaran. Implementasi pada siswa mengungkapkan bahwa 62% siswa yang diuji berada pada kategori kebugaran "rendah" atau "sangat rendah", mengindikasikan kondisi kebugaran remaja yang memprihatinkan. Pembahasan mengelaborasi peran kritis literasi pengukuran dalam instruksi PJOK berkualitas, tantangan praktis penerapan tes standar di sekolah, dan potensi pemberdayaan guru sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil kebugaran siswa. Artikel ini menyajikan refleksi penulis utama sebagai pakar evaluasi olahraga dalam merancang program peningkatan kapasitas kontekstual bagi guru PJOK.
PELATIHAN IDENTIFIKASI ATLET BERBAKAT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS BAGI GURU PJOK MGMP KOTA BATU Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6731

Abstract

Pemanduan bakat (talent identification) merupakan upaya sistematik untuk mengidentifikasi individu yang memiliki potensi untuk berhasil dalam olahraga. Kota Batu dikenal sebagai salah satu tolok ukur pembinaan olahraga bulutangkis di Jawa Timur, yang sering melahirkan juara dan menjadi penyuplai atlet untuk tim provinsi maupun nasional. Namun demikian, masih banyak guru Pendidikan Jasmani di Kota Batu yang belum mampu melakukan tes dan pengukuran antropometrik, fisiologis, dan biomotrik serta menganalisisnya untuk mendapatkan calon bibit atlet berbakat bulutangkis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan identifikasi atlet berbakat cabang olahraga bulutangkis bagi guru PJOK anggota MGMP di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 9 bulan (Maret–November 2025). Partisipan berjumlah 30 orang guru laki-laki usia 41–50 tahun dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Kota Batu. Intervensi terdiri dari: (1) pelatihan teori tentang konsep pemanduan bakat; (2) pelatihan praktik pengukuran antropometrik, tes fisiologis, dan tes biomotorik; (3) pendampingan penggunaan software bulutangkis untuk analisis data; serta (4) asesmen kebugaran menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil menunjukkan bahwa 30% peserta mencapai kategori kebugaran "average", 23% mencapai kategori "above average", dan 47% masih berada pada kategori "below average". Pengukuran denyut nadi istirahat menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada kategori "baik" (70–90 bpm). Artikel ini menyajikan refleksi akademik tentang pentingnya pelatihan pemanduan bakat yang sistematis bagi guru untuk mendukung pembinaan atlet berkelanjutan di daerah.
PENGENALAN DESAIN BESAR OLAHRAGA NASIONAL (DBON) DI KOTA BATU Hari Setijono; Oce Wiriawan; Kunjung Ashadi; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6732

Abstract

Pemahaman konsep Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) belum berjalan optimal di Kota Batu. Permasalahan yang dimiliki sekitar 20 guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kota Batu yaitu mereka tidak memiliki pemahaman yang baik terkait pentingnya pemahaman guru PJOK dalam mengimplementasikan konsep DBON dalam menuju Indonesia sehat dan bugar 2045. Sebagai bentuk kepedulian yang tinggi pada isu pengembangan keolahragaan nasional, dengan keunggulan Unesa pada bidang olahraga dapat mengambil langkah strategis melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan peningkatan pemahaman Sebagai bentuk kepedulian yang tinggi pada guru PJOK di Kota Batu, dengan keunggulan Unesa pada bidang olahraga dapat mengambil langkah strategis melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat. Bentuk pengabdian yang dapat dilakukan yaitu 1) edukasi konsep besar DBON, 2) edukasi ragam aktivitas fisik dasar dalam menunjang pestasi olahraga. Metode dalam proses edukasi ini menggunakan pendekatan pelatihan yang didalamnya terdapat penyampaian materi DBON secara lisan serta edukasi ragam aktivitas fisik dalam menunjang prestasi olahraga. Dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) persiapan pelaksanaan kegiatan dengan maksud utama menyiapkan berbagai hal untuk proses pelaksanaan kegiatan utama, 2) Pelaksanaan Edukasi DBON yang dilakukan secara tatap muka dengan tetap menjaga protokol kesehatan, 3) Pasca pelaksanaan untuk menyusun laporan dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut.
PENGUATAN KOMPETENSI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN GURU PJOK PADA KEBUGARAN JASMANI Hari Setijono; Oce Wiriawan; Kunjung Ashadi; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6733

Abstract

Guru sebagai pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam mengarahkan proses dan tujuan pembelajaran di kelas. Tujuan pembelajaran memerlukan arah yang jelas guna mencapai tujuan pendidikan yang telah dirancang. Seiring berjalannya waktu, kualitas pembelajaran diharapkan semakin meningkat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kurang beraktifitas fisik mengakibatkan adanya learning loss atau penurunan daya kemampuan yang bukan hanya terjadi pada peserta didik, tapi juga pada pendidik (guru). Pada dasarnya menekankan kepekaan terhadap dua hal: (1) peningkatan kesadaran terhadap persamaan hak, tanggung jawab, dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan; (2) peningkatan kesadaran untuk mengangkat martabat masyarakat dan kemandirian individu--dari semua kelompok sosial--sebagai modal untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan pelaksanaan pengabdian di Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya penguatan literasi dan gesi yang mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran yang literat dan ramah. Adapun yang menjadi sasaran pelatihan adalah guru Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu dengan berfokus pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau modul ajar mereka yang menggunakan strategi literasi. Melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat, Unesa dengan guru di Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penguatan dilaksanakan dengan metode pelatihan secara intensif dengan melibatkan partisipasi aktif guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran. PKM dilaksanakan selama 5 bulan.. Kegiatan ini akan menghasilkan luaran berupa satu artikel pada media massa cetak/elektronik yang bukan terbitan Unesa dan video kegiatan. Di samping itu, ada luaran tambahan berupa artikel yang disajikan dalam forum ilmiah internasional.
PENGEMBANGAN SPA TERAPI KESEHATAN DAN SENAM KEBUGARAN JASMANI UNTUK MENGATASI MASALAH KELELAHAN MENTAL BAGI PEREMPUAN DESA Ika Jayadi; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6734

Abstract

Kelelahan mental (mental fatigue) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum namun paling terabaikan di kalangan perempuan pedesaan Indonesia. Beban ganda sebagai ibu rumah tangga, pekerja sektor informal, dan pengurus organisasi sosial menyebabkan akumulasi stres yang seringkali bermanifestasi sebagai kelelahan fisik dan mental kronis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi holistik yang mengombinasikan spa terapi (rendam air hangat dengan aromaterapi, pijat refleksi, dan relaksasi) dengan senam kebugaran jasmani (aerobik intensitas sedang, penguatan otot inti, fleksibilitas, dan latihan pernapasan). Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 8 minggu (24 sesi) di Desa Ngingas Waru, Kabupaten Sidoarjo. Partisipan berjumlah 40 orang perempuan usia 25–55 tahun yang memiliki skor Chalder Fatigue Scale (CFS-11) > 22. Intervensi terdiri dari: (1) sesi spa terapi 1x/minggu (60 menit: rendam kaki/hands aromaterapi 20 menit, pijat refleksi 20 menit, relaksasi guided imagery 20 menit); dan (2) sesi senam kebugaran jasmani 2x/minggu (45 menit). Hasil menunjukkan penurunan skor CFS-11 yang sangat signifikan (p<0,001) dari rata-rata 30,2 (pre-test) menjadi 14,8 (post-test)—penurunan sebesar 51,0%. Sebanyak 92,5% peserta melaporkan peningkatan kualitas tidur, 87,5% melaporkan penurunan keluhan nyeri otot punggung dan bahu, dan 85% melaporkan peningkatan produktivitas aktivitas harian. Kombinasi spa terapi dan senam kebugaran jasmani terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal, karena bekerja pada dua jalur fisiologis yang saling melengkapi: aktivasi parasimpatis (melalui spa terapi) dan peningkatan kapasitas kardiorespirasi dan neuroplastisitas (melalui senam). Artikel ini juga menyajikan refleksi akademik penulis sebagai dosen kebugaran jasmani dan kesehatan dalam merancang intervensi yang bersifat holistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
PROGRAM PELATIHAN SISWI DALAM MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN JASMANI SAAT DI SEKOLAH Shidqi Hamdi Pratama Putera; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6738

Abstract

Penurunan aktivitas fisik di kalangan remaja putri di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani tidak hanya memengaruhi status kesehatan saat ini, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan tingkat kebugaran jasmani siswi SMA melalui program pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan edukasi, pendampingan, dan penerapan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dengan melibatkan 50 siswi berusia 14-17 tahun. Metode terdiri dari tiga tahap: (1) edukasi tentang konsep dan manfaat kebugaran jasmani; (2) pendampingan praktik teknik latihan yang benar; dan (3) penilaian kebugaran jasmani menggunakan tes lari bolak-balik 20 meter TKPN. Hasil menunjukkan bahwa 62% peserta berada dalam kategori kebugaran jasmani rendah, 30% cukup, dan hanya 8% baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya program aktivitas fisik berkelanjutan dan terstruktur di sekolah. Pembahasan menyoroti penyebab multifaktorial rendahnya kebugaran, termasuk gaya hidup sedentari, tingginya screen time dan terbatasnya akses fasilitas olahraga, serta mengusulkan strategi berbasis sekolah untuk peningkatan berkelanjutan. Artikel ini juga menyajikan refleksi akademik penulis sebagai dosen ilmu keolahragaan dalam merancang intervensi kebugaran yang kontekstual, menarik, dan terintegrasi di sekolah bagi remaja putri.
Co-Authors Abdul Rachman Syam Tuasika Abdullah Nadjib Achmad Reza Firmansyah Advendi Kristiyandaru Aghus Sifaq Alfian Rozaq Yahya Alvin Afandi Anang Thohari Anung Priambodo Anung Priambodo Arifah Kaharina Banih Sakti Adji Bayu Andretama Gotra Prakoso Binar Surya Gemilang Damayanti, Elok Del Asri Didi Yudha Pranata Dimas Panthoja Diva Ristie Valentina Edi Setiawan Endang Sri Wahjuni Endang Sri Wahjuni Erfan Rohadi Fariz Fuad Fadillah Feri Johanis Hamdani Hamdani Hamdani Hari Setijono Hari Setijono Hari Wisnu Hariyanto, Rudi Eko Heldantara Rifdian Raja Heryanto Nur Muhammad Hetty Dwi Purwaningsih Hijrin Fithroni Ido Gavrila Wiriawan Ika Jayadi Ika Jayadi Ilham Agung Wicaksono Ilo Raditio Wiriawan Ima Kurrotun Ainin Imam Marsudi Imron Ridzki Indrazno Siradjuddin Irma Febriyanti Junaidi Budi Junaidi Budi Prihanto Kholiqulhuda, Richi Awa Kolektus Oky Ristanto Kunjung Ashadi Kunjung Ashadi M Rofi'i Zakaria M. Rofi’i Zakaria M.Rofi’I Zakaria Mahesha Aulia Indriani Marethoo Setyawan Putra, One Mayrullah, Fahriza Miftakhul Jannah Mochamad Ridwan Mochamad Ridwan Moh. Fathur Rohman Mohammad Faruk Mohammad Noor Hidayat Mokhamad Rofi'i Zakaria Muchamad Arif Al Ardha Muchammad Arif Krisna Wijaya Muhammad Kharis Fajar Nadya Ristamida Al Mubarroh Nanang Indriarsa Nanang Indriarsa Nandya Rizky Nur Febriana Nanik Indahwati Nanik Indahwati Niqsanding Sanrijaya Nofulan Adyani Noortje Anita Kumaat Nur Ahmad Arief Nur Ahmad Arief Nurhidatul Fitria Oce Wiriawan Okta Setiawan Pudjijuniarto Radin Purnama Wuni Rahmawati Al Adha Nikmah Ratna Ika Putri Rini Ismalasrari Rizal Abrori Rizki Hasri Putra Romi Fadila Ronilaya, Ferdian Saddani Djulihenanto Sahabul Adri Ar Sevesti Violin Wilujeng Herista Shery Iris Zalillah Shidqi Hamdi Pratama Putera Sri Wahyuni Dali Sri Wicahyani Sugeng Tri Atmojo Sugiharto Sugiharto Supriyono Supriyono Taufik Hidayat Taufiq Hidayat Taufiq Hidayat Teguh Sholikin Tiyar Edwin Jahya Tri Setyo Utami Tutur Jatmiko Vega Candra Dinata Vega Candra Dinata Veronensi Ermayanti Wijono Wijono Wijono Win Arygayo Agara Winda Nuraisyah Wisnu Wardhana Yanik Lailinas Sakinah Yuri Lolita