Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Evaluasi Evaluasi Penggunaan Kombinasi Aditif Berbasis Molases dan Sirup Komersial Afkir yang Dapat Menstimulasi Pertumbuhan Mikroba Baik Terhadap Profil Fermentasi Silase Tebon Jagung Sadarman Sadarman; Jully Handoko; Dewi Febrina; Rahmi Febriyanti; Rovi Purba; Endo Surya Ramadhan; Novia Qomariyah; Gholib Gholib; Rizki Amalia Nurfitriani; Danung Adli; Fitrah Khairi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 6 No. 1 (2023): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2023.006.01.7

Abstract

Biomassa tanaman jagung masih mengandung nutrisi tinggi sehingga potensial dijadikan sebagai bahan pakan, namun kadar air biomassa ini tinggi dan mudah rusak sehingga perlu diawetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fermentasi silase tebon jagung yang diensilase menggunakan kombinasi aditif molases dan sirup komersial afkir (SKA). Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan sebagai berikut: P1: Tebon Jagung + Molases 100% BK (26,3 g), untuk P2, P3, P4, dan P5 masing-masing ditambah dengan sirup komersial afkir sebanyak 25%, 50%, 75%, dan 100% BK sebagai pengganti molases, selanjutnya diensilasekan selama 30 hari. Parameter yang diukur adalah persentase pertumbuhan jamur, pH, kandungan amonia, total VFA, dan nilai fleigh. Data dianalisis dengan analisis ragam. Perbedaan nilai antar perlakuan diuji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan sirup komersial afkir sebagai pengganti molases memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pH, persentase pertumbuhan jamur, kandungan amonia, produksi toal VFA, dan nilai fleigh silase tebon jagung. Penggunaan SKA 100% BK (26,3 g) menghasilkan silase tebon jagung dengan persentase pertumbuhan jamur sekitar 0,53%, kandungan amonia sekitar 2,30 mM dengan nilai fleigh sekitar 113. Silase tebon jagung dengan nilai pH terbaik pada penggantian molases dengan SKA sebanyak 75% atau sekitar 19,7 g, sedangkan produksi total VFA silase tebon jagung tertinggi sekitar 58,1 mM yang menggunakan SKA sebanyak 50% (13,1 g) sebagai pengganti molases. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SKA dapat dijadikan sebagai aditif silase pengganti molases.
Karakteristik Karkas Ayam Broiler Fase Finisher yang Diberi Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale Linn.) di dalam Air Minum: Carcass characteristics in finisher-Broiler Chickens by Supplementation of Cashew Leaf Extract (Anacardium occidentale Linn.) in Drinking Water Syafaat, Mohammad Alghifari; Erwan, Edi; Handoko, Jully
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 4 No. 2 (2021): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.714 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v4i2.439

Abstract

Daun Jambu mete (Anacardium occidentale Linn) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi menjadi ramuan herbal disebabkan beberapa senyawa yang penting diantaranya mengandung asam anakardiol, asam elagat, flavonoid, kardol, tanin-galat, senyawa fenol, dan metil kardol. Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh pencampuran ekstrak daun jambu mete (EDJM) di dalam air minum terhadap karakteristik karkas ayam broiler meliputi bobot badan akhir, bobot karkas, persentase bobot karkas, bobot lemak abdominal dan persentase bobot lemak abdominal. Total jumlah ayam broiler yang digunakan adalah 80 ekor yang dilakukan pengacakan dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan serta setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang meliputi P0 (0% EDJM/L air minum), P1 (5% EDJM/L air minum), P2 (90% air minum + 10% EDJM), P3 (85% air minum + 15% EDJM) dan P4 (80% air minum + 20% EDJM). Parameter yang diukur adalah bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal secara signifikan (P kecil dari 0,05) menurun dengan pemberian EDJM hingga kadar 20%. Namun demikian, pemberian EDJM tidak berpengaruh nyata (P besar dari 0,05) terhadap bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik karkas ayam broiler khususnya dalam bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal dapat menurun dengan pemberian EDJM dalam air minum sampai level 20%.
The Quality of Buffalo Sperm in Tris Egg Yolk Diluent with Addition of Different Levels of Mangosteen Peel Extract Yendraliza, Yendraliza; Priyandi, Ahmad; Handoko, Jully; Sianturi, Ria Sari Gail; Kusumaningrum, Diana Andrianita
Jurnal Medik Veteriner Vol. 6 No. 3 (2023): Special Issue: International Conference on Veterinary Medicine and Health Scien
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol6.iss3.2023.42-47

Abstract

This study aimed to determine the quality of buffalo sperm in tris egg yolk diluent added with mangosteen peel extract at different levels. This study was conducted using an experimental method using a completely randomized design consisting of four treatment concentrations of mangosteen peel extract (T1: 0%, T2: 5%, T3: 10%, and T4: 15%) and four replications, respectively. Parameters observed were motility, abnormalities, intact plasma membrane, and acrosome intact. In the results, the addition of mangosteen peel extract had a significant effect (p > 0.05) on the motility of buffalo sperm that had been diluted in egg yolk tris diluent. This study concluded that the addition of 5–10% mangosteen peel extract in egg yolk tris diluent has a significant effect on sperm motility, could minimize the abnormality, and minimize the decrease in the intact plasma membrane of the buffalo sperm.
Optimizing Local Chicken Productivity in a Semi-Intensive System in the Sepakat Jaya Livestock Group, Padang Laweh Village, Kampar District Sadarman, Sadarman; Misrianti, Restu; Ahmad, Zuri; Novianti, Sri; Handoko, Jully
Journal of Animal Nutrition and Production Science Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Animal Nutrition and Production Science
Publisher : Department of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36665/janaps.v2i2.420

Abstract

The productivity of local chickens can be improved through the enhancement of the rearing system, ranging from extensive to intensive management. This research aims to identify the production characteristics of native chickens reared semi-intensively in the Sepakat Jaya Livestock Group, Padang Laweh Village. Ten farmers who raise more than 20 local chickens were selected as respondents for this study. The research was conducted in the form of a survey, with the selection of the location, farmers as respondents, and the use of native chickens as research samples carried out through purposive sampling. The collected data, such as the age at first egg laying, the body weight of the hens at first egg laying, and the weight of the first egg, were analyzed using descriptive statistics. The results of this study indicate that the production characteristics of local chickens reared semi-intensively in the Sepakat Jaya, Padang Laweh, include age at first egg laying of approximately 178.7 days, a body weight of hens at first egg laying of around 1.46 kg per bird, and a weight of the first egg of about 49.1 grams per egg. This research concludes that semi-intensive rearing can improve the production characteristics of local chickens in the Sepakat Jaya, Padang Laweh.
Veterinary Public Health Perspectives in the Slaughter of Sacrificial Animals in Bina Widya District of Municipal Pekanbaru Handoko, Jully; Fitranda, Mulya; Anggreini, Dewi
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.2.93-97.

Abstract

The slaughter of sacrificial animals is an annual ritual held by Muslims throughout the world which is directly associated with the potential spread of animal diseases, both non-zoonotic and zoonotic, and the threat to food safety of animal origin. This research aims to collect data from sacrificial officers in 2023 regarding the implementation of aspects of veterinary public health and animal welfare in the slaughter of sacrificial animals. A total of 58 respondents from 45 mosques in Bina Widya District, Pekanbaru City, were surveyed and interviewed purposively. The survey results show that there are two categories of field conditions, namely positive and negative categories with the negative category (72.85%) occupying the largest percentage compared to the positive category (27.15%). The t-test analysis confirmed that there was a significant difference (t statistical > t(0.95) table) between positive and negative conditions in the infrastructure aspect (3.42 > 2.13); sanitation-hygiene of sacrificial workers (6.06 > 2.13); health of sacrificial animals (4.54 > 2.13); sanitation-hygiene of meat/offal (11.15 > 2.13). Significant differences were not confirmed between positive and negative conditions from animal welfare aspects (1.66 < 2.13). Based on the analysis of the average scores, it was concluded that the infrastructure, sanitation and hygiene of sacrificial workers and sanitation and hygiene of meat/offal were in a “very poor” condition (average score < 26.84), and then the animal welfare and health aspects animals are in a “poor” condition (26.84 < average score < 33.45).
Edukasi dan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru: Hewan Sehat, Masyarakat Sehat: Edukasi dan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru: Hewan Sehat, Masyarakat Sehat Handoko, Jully; Fitranda, Mulya; Suprayoga, Tito; Maulana, Rian; Bakti Pratama, Hadimas; Firdaus, Muhammad; Setyawati, M.I. Rita; Anggreini, Dewi; Shafiq Ryadi, Agus
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 2 (2024): JPKK Edisi Aug 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss2.2081

Abstract

Rabies is a zoonotic disease that can be transmitted through the bite of an infected rabies-transmitting animal (HPR) and is a serious threat to public health. This community service aims to reduce the risk of rabies spreading through a mass vaccination program for pets. Rabies vaccination was carried out on 151 pets consisting of 126 (83.45%) dogs, 23 (15.23%) cats, and 2 (1.32%) monkeys. The method used was mass vaccination of pets owned by the community of Palas Village, Rumbai District, Pekanbaru City by involving pet owners. This activity received a positive response from the local community, as indicated by the high participation in the vaccination activity. It can be concluded that this rabies vaccination program plays an important role in preventing potential rabies outbreaks and supporting the creation of a safer and healthier environment for the community in Palas Village. Abstrak Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) yang terinfeksi dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menekan risiko penyebaran rabies melalui program vaksinasi massal pada hewan peliharaan. Edukasi rabies diikuti oleh 50 orang siswa/i sekolah dasar. Vaksinasi rabies dilakukan terhadap 151 ekor hewan peliharaan yang terdiri dari 126 (83,44%) ekor anjing, 23 (15,23%) ekor kucing, dan 2 (1,32%) ekor monyet. Metode yang digunakan adalah vaksinasi massal pada hewan peliharaan milik masyarakat Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Peknbaru dengan melibatkan pemilik hewan peliharaan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan vaksinasi. Dapat disimpulkan bahwa program vaksinasi rabies ini berperan penting dalam mencegah potensi wabah rabies dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat di Kelurahan Palas.
Risk Factors Associated with Feline Scabies at a Veterinary Clinic in Municipal Pekanbaru Handoko, Jully; Eri Agusthusana, I Gusti Agung
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v12i2.18872

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain potong lintang untuk mengevaluasi faktor-faktor risiko yang terkait dengan skabies kucing di sebuah klinik hewan di Pekanbaru. Sebanyak 1.168 kucing diikutsertakan, dan faktor risiko yang diteliti meliputi jenis bulu, tempat tinggal, populasi, status pemberian obat cacing, dan status vaksinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bulu (bulu panjang vs. bulu pendek) bukan merupakan faktor risiko yang signifikan secara statistik untuk skabies kucing. Namun, kucing berbulu panjang memiliki peluang 1,08 kali lebih besar untuk terkena skabies dibandingkan dengan kucing berbulu pendek (OR: 1,08, 95% CI: 0,68-1,69). Kucing yang tinggal di luar rumah secara signifikan lebih mungkin menderita skabies dibandingkan dengan kucing yang tinggal di dalam rumah, dengan rasio odds (OR) 5,24 (95% CI: 2,74-10). Selain itu, kepadatan populasi yang tinggi merupakan faktor risiko yang signifikan, di mana kucing yang hidup berkelompok memiliki peluang 16,93 kali lebih besar untuk terkena skabies dibandingkan kucing yang hidup sendirian (OR: 16,93 95% CI: 6,81-42,21). Status pemberian obat cacing tidak terbukti sebagai faktor risiko yang signifikan. Namun, status vaksinasi menunjukkan hubungan yang kuat dengan kejadian skabies, di mana kucing yang tidak divaksinasi memiliki peluang 1,73 kali lebih besar untuk terkena penyakit tersebut dibandingkan kucing yang divaksinasi (OR: 1,73, 95% CI: 1,08-2,75). Studi ini menyoroti tempat tinggal di luar rumah, populasi yang tinggi, dan kurangnya vaksinasi sebagai faktor risiko utama skabies kucing di populasi ini.
Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban di Kelurahan Binawidya, Kota Pekanbaru: Upaya Kesehatan Masyarakat Veteriner Handoko, Jully; Sasongko, Emiliana Arum; Taufiq, Muhammad; Febriyani, Tiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1599

Abstract

Penyembelihan hewan qurban merupakan proses menghasilkan daging sekaligus limbah biologik, bahkan kemungkinan patogen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan hewan qurban sebagai upaya implementasi kesehatan masyarakat veteriner. Kegiatan dilakukan di 10 masjid di Kelurahan Binawidya, Kota Pekanbaru pada 16-17 Juni 2024. Metode pengabdian meliputi survei, sosialisasi, pemeriksaan antemortem dan posmortem serta edukasi masyarakat. Hasil pemeriksaan antemortem menunjukkan skor kondisi tubuh sapi 5-6 (sedang-baik); kambing 2-3 (kurus-sedang); kerbau 5,5-6,5 (baik). Abnormalitas yang ditemukan adalah infestasi Caplak Boophilus microplus dan lesi papiloma pada sapi. Pemeriksaan posmortem menemukan infestasi cacing Fasciola sp pada sebagian kecil sapi. Semua hewan qurban dapat direkomendasikan untuk penyembelihan tanpa syarat dan abnormalitas yang ditemukan pada sebagian hewan qurban harus diafkir dan dimusnahkan untuk mencegah kemungkinan penyebaran patogen.
Efisiensi Kinerja Reproduksi Sapi Potong Akseptor Program Inseminasi Buatan (IB) di Wilayah Kabupaten Kampar Pamungkas, Yusuf Tri; Rodiallah, Muhamad; Handoko, Jully; Zumarni, Zumarni; Febriyanti, Rahmi
Jurnal Peternakan Vol 21, No 2 (2024): September 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i2.22260

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi kinerja reproduksi sapi potong akseptor program Inseminasi Buatan (IB) di wilayah Kabupaten Kampar. Materi penelitian menggunakan data recording yang diperoleh dari Pusat Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar terdiri dari 49 peternak dan 116 ekor sapi potong akseptor program IB. Data pendukung didapatkan dari hasil survei dan wawancara kepada peternak. Variabel yang diamati yaitu Service per Conception (S/C), Calving Interval (CI), Conception Rate (CR), dan Lama kebuntingan yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai performa reproduksi sapi potong akseptor program IB di Kabupaten Kampar pada tahun 2020 dan 2021 diantaranya S/C sebesar 1,66 ± 0,42; 1,45 ± 0,29 kali, CR sebesar 74,57 ± 0,14%; 77,98 ± 0,14%, lama kebuntingan sebesar 282,95 ± 4,06; 282,50 ± 3,66 hari, dan CI sebesar 366,67 ± 11,37 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan efisiensi kinerja reproduksi sapi potong akseptor program IB di wilayah Kabupaten Kampar sudah tergolong baik dengan nilai rata-rata kinerja reproduksi masih dalam kategori normal.Kata kunci: Efisiensi, inseminasi buatan, kabupten kampar kinerja reproduksi, sapi potongEfficiency of Reproductive Performance of Beef Cattle Acceptors of Artificial Insemination (AI) Program in Kampar RegencyABSTRACT. The purpose of this study was to determine the efficiency of the reproductive performance of beef cattle acceptors of the Artificial Insemination (AI) program in Kampar Regency. The research material used recording data obtained from the Kampar Regency Animal Health Center consisting of 49 farmers and 116 beef cattle acceptors of the AI program. Supporting data were obtained from survey results and interviews with farmers. The variables observed were Service per Conception (S/C), Calving Interval (CI), Conception Rate (CR), and Duration of pregnancy which were then analyzed using descriptive statistics. The results showed the average reproductive performance value of beef cattle acceptors of the AI program in Kampar Regency in 2020 and 2021 including S/C of 1.66 ± 0.42; 1.45 ± 0.29 times, CR of 74.57 ± 0.14%; 77.98 ± 0.14%, duration of pregnancy of 282.95 ± 4.06; 282.50 ± 3.66 days, and CI of 366.67 ± 11.37 days. Based on the results of the study, it can be concluded that the efficiency of the reproductive performance of beef cattle acceptors of the IB program in Kampar Regency is classified as good with an average value of reproductive performance still in the normal category.
Representation of Cat Moslem Owners’ Opinion on Orchiectomy and Ovariohysterectomy for Cat Overpopulation Control Handoko, Jully; Habyb, Palyoga
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 9, No 1, JANUARY 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v9i1.34636

Abstract

Extremely high reproducibility in cats can be a problem due to the limited ability of humans to adequately care for cats. Overpopulation of cats in an area leads to animal and environmental health problems. In veterinary practice, surgical sterilization is the most recommended treatment to overcome the problem of overpopulation. However, many Moslem communities who are doubt this treatment because of Islamic law. This study aims to determine Moslem community opinion on orchiectomy and ovariohysterectomy surgery as an effort to control the cat population. The research was conducted through an online survey of 83 Moslem cat owners. The statement that the sterilization treatment for cats was not in accordance with Islamic law was approved by 12.30% of respondents and strongly agreed by 7.40% of respondents. Around 30.50% of respondents have neutral opinion, 31.50% of respondents agreed and 18.30% strongly agreed. Cat sterilization with certain medical reasons was not approved by 2.40% of respondents and strongly disapproved by 1.20% of respondents. Neutral opinion was given by 9.60% of respondents, 61.40% of respondents agreed and 27.70% strongly agreed. Respondents agreed that cat sterilization is against the nature of cats as creatures of Allah (23.10%) and strongly agreed (6.00%). Around 25.50% have a neutral opinion and 32.10% disagree and 13.30% strongly disagree. The obligation of humans to care about animal health problems is agreed by 53.24% of respondents and 42.20% strongly agree. Neutral opinion is 2.40% and disagree is 2.40%. A total of 36.30% of respondents agreed even though the Prophet's cat was not sterilized and 14.50% strongly agreed. Around 27.50% are neutral, 16.90% disagree and 4.80% strongly disagree. It was concluded that most of the Moslem community who keep cats have no problem with orchiectomy and ovariohysterectomy surgery to reduce cat overpopulation, some do not know and some do not agree. Keywords: Representation, cat, Moslem, owners, orchiectomy, ovariohysterectomy
Co-Authors Adegbeye, Moyosore Joseph Adli, Danung Nur Ahmad, Zuri Alexander Kurniawan Sariyanto Putera Andryan, Azriel Vigo Anita, Sofia Anwar Efendi Harahap Aprilliza AM, Mozart Nuzul Asror, Maulana Abil Bakti Pratama, Hadimas Christine Jose D. Febrina Danung Adli Dewi Anggreini, Dewi Dewi Febrina Diana Andrianita Kusumaningrum, Diana Andrianita Edi Erwan Elfianis, Rita Endah purnamasari Endah Purnamasari Endo Surya Ramadhan Enikarmila Asni Eri Agusthusana, I Gusti Agung Fahrizi, Dio Fahrur Rozi Febriyani, Tiara Febriyanti , Rahmi Fitra, Deni Fitrah Khairi Fungki Firma Mulia Gholib Gholib Gholib Habyb, Palyoga INDAH PERMANASARI Irdha Mirdhayati, dan Istiannah, Fadila Jayawarsa, A.A. Ketut Khaidar Usman Putra Khairuddin Khoirunnisa Khoirunnisa Larasati, Kania Lia Lia Maharaja, M. Adil Miftahush Shirothul Haq Muhammad Firdaus Muhammad Taufiq Mulya Fitranda Novia Qomariyah Novia Qomariyah Pamungkas, Yusuf Tri Paryuni, Alsi Dara Pengsakul, Theerakamol Pratama, Hadimas Bakti Priyandi, Ahmad Qomariyah, Novia Rahmad Yusuf Rahmi Febriyanti Rahmi Febriyanti Rakhmad Perkasa Harahap Restu Misrianti Rian Maulana, Rian Rifni Putri Rizki Amalia Nurfitriani Rizki Amalia Nurfitriani Rizki Amalia Nurfitriani Rodiallah, Muhamad Rovi Purba Sadarman Sadarman , Sasongko, Emiliana Arum Satria Trisna Rinaldi Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Setyawati, M.I. Rita Shafiq Ryadi, Agus Sianturi, Ria Sari Gail Simanjuntak, Arya Marganda Siregar, Ariyawan Siti Hartina Soedarmanto Indarjulianto Sri Novianti Sri Ramayanti Suprayoga, Tito Suryadi, Untung Susana, Yuli Suyanto Suyanto Syafaat, Mohammad Alghifari Tri Regina Putri Umar Faruq Yendraliza - Zumarni Zumarni, Zumarni