Claim Missing Document
Check
Articles

Study of Procurement of Temporary Waste Shelter Building in the Green Campus Program of Ibn Khaldun University, Bogor Lutfi, Muhamad; Chayati, Nurul; Salam, Edi Nur; Insan, Muhammad Khaerul; Shulyana, Halyatunisa Dewi
ASTONJADRO Vol. 14 No. 2 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i2.17500

Abstract

Waste is one of the factors of environmental damage, especially in campus areas that have a lot of waste generation. Waste is also one of the factors of environmental damage in campus areas because of lecture activities that trigger a lot of waste generation. Green Metric Universitas Indonesia is a green campus program to provide information regarding the conditions and policies of each university in the world in an effort to stop global climate change through one of the waste processing methods. The purpose of the study is to create the Ibn Khaldun University Bogor Campus as a green campus in Bogor City with supporting factors in the provision of a Temporary Shelter (TPS) for Ibn Khaldun University Bogor based on SNI 19-3964-1994, SNI 2847-2019 and SNI 1727-2020. The method used is collecting primary data on land measurements, collecting waste generation data, data on the number of academics at Ibn Khaldun University Bogor and the results of interviews with the Bogor City Environmental Service to then conduct a structural analysis of the planned building using the ETABS V21.0.0 and SPColumn applications based on SNI 2847-2019 (Structural Concrete Requirements for Buildings). The results of the structural analysis of the planned dimensions of the Temporary Shelter (TPS) of Ibn Khaldun University Bogor are planned with a size of 17.5 meters x 6 meters using reinforced concrete material and with a roof covering structure using a concrete roof structure. The specifications of the TPS UIKA Bogor structural material use a concrete quality of 24.9 MPa, a yield strength of 400 MPa (threaded) and 300 MPa (plain) steel reinforcement. The column dimensions are K30x30 cm (bearing area with main reinforcement 4D14, shear reinforcement ø10-150 mm). The dimensions of the main beam are B20x40 cm (bearing area with 2D14 reinforcement, ø10-50 mm shear reinforcement and bearing area with 2D14 reinforcement, ø10-100 mm shear reinforcement). The dimensions of the child beam are B15x25 cm (bearing area with 2D14 reinforcement, ø10-200 mm shear reinforcement). The thickness of the concrete roof slab is 12 cm (two-layer and two-way reinforcement with ø12-100 mm. The output results of the structural analysis of the planned building are purple on the columns with a strength ratio of 0.90 to 0.95 and green on the beams with a ratio of 0.50 to 0.70 which indicates that the structure is safe enough for the working load. The planned budget for the TPS UIKA Bogor building is Rp 262,459,889.
ANALISIS STRUKTUR RANGKA BAJA AKIBAT SUBSTITUSI MATERIAL DENGAN METODE LRFD (Studi kasus: PT. Avindo Bangun Gemilang) Ariani, Rini; Lutfi, Muhamad; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 4 No. 2 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.825

Abstract

Material merupakan suatu bahan yang menjadi peranan utama dalam menyelesaikan suatu pengerjaan konstruksi. Baja dipilih karena mempunyai keunggulan dan kekuatan yang tinggi selain itu sudah dapat diproduksi di dalam negeri sesuai kebutuhan perencanaan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan dan pengadaan material. Pembangunan Kawasan Industri Paiho yang berlokasi di Jalan Raya Pelabuhan Ratu Cibadak Sukabumi, pada perencanaan struktur awal yang tertuang dalam gambar kerja, dilaksanakan oleh Konsultan Perencana Taiwan yang mengacu pada ASTM, JIS, AISC, dan Technical Rules & Regulations of Building ROC serta mengunakan metode AISC – LRFD. Dimensi material yang dispesifikasikan dalam perencanaan disesuaikan dengan daerah tersebut dan ketika dikondisikan di Indonesia terjadi kelangkaan material khususnya baja, karena pengadaan material yang langka maka kontraktor memberikan tiga alternatif yaitu tetap memakai dimensi baja sesuai rencana dengan mengimpor dari Negara Vietnam, memesan material sesuai dengan dimensi pada gambar kerja ke perusahaan produsen baja di Indonesia dan mensubstitusi dimensi baja yang disesuaikan dengan pabrikasi di Indonesia. Dari ketiga pilihan tersebut yang dipilih adalah dengan mensubstitusi material. Analisis kekuatan struktur menggunakan metode LRFD (Load Resistance and Factor Design) dan berdasarkan SNI 03-1729-2002 yaitu Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung serta menggunakan program bantu komputer SAP2000. Berdasarkan analisis, struktur rangka baja kuda-kuda frame A dan J pada pemeriksaan momen kritis untuk tekuk lateral untuk tekuk lateral rangka baja rencana sebesar 235,056 kNm dan rangka baja realisasi sebesar 81,283 kNm. Pemeriksaan kuat rencana geser pada pelat badan rangka balok rencana 498,96 kNm (batang nomor 17 dan 22), status pemeriksaan aman digunakan dan rangka balok realisasi 483,31 kNm (batang nomor 17 dan 22), status pemeriksaan aman digunakan. Analisis struktur rangka baja pada pada pemeriksaan interaksi gaya aksial dominasi tekan kolom rencana frame E dan F 0,059 ? 0,2 status kekuatan tidak terpenuhi dan interaksi momen dominasi tekan --0, 29 ? 1 status kekuatan terpenuhi. Pemeriksaan interaksi gaya aksial dominasi tekan kolom realisasi 0,024 ? 0,2 status kekuatan tidak terpenuhi dan interaksi momen dominasi tekan -0,015 ? 1 status kekuatan terpenuhi. Pemeriksaan interaksi gaya aksial dominasi lentur kolom rencana 0,056 < 0,2 status kekuatan terpenuhi dan interaksi momen dominasi lentur -0,367 ? 1 status kekuatan terpenuhi. Pemeriksaan interaksi gaya aksial dominasi lentur kolom realisasi 0,023 < 0,2 status kekuatan terpenuhi dan interaksi momen dominasi lentur -0,182 ? 1 status kekuatan terpenuhi.
ANALISIS TREND HIDROGRAF TERHADAP SIMULATOR HUJAN SATU MODEL DAS DENGAN METODE HSS GAMA I Alam, Muslim Pati; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.840

Abstract

Dari siklus hidrologi terlihat bahwa air yang berada di bumi baik langsung maupun tidak langsung berasal dari air hujan. Air hujan yang jatuh ke permukaan akan membentuk limpasan yang besarannya tergantung dari lama dan derasnya hujan. Limpasan air yang besar memiliki potensi menimbulkan kerusakan pada sarana penunjang kehudupan. Maka penyajian data pengalih ragaman air hujan menjadi limpasan (hidrograf) dibutuhkan dalam proses perencanaan untuk mengantisipasi kerusakan tadi. Dengan simulasi melalui pembuatan simulator hujan dalam sebuah model DAS dengan menggunakan alat ukur ketinggian air Thompson pada ujungnya dapat memberikan gambaran langsung proses tersebut. Dari grafik hidrograf hasil simulasi 15 kali percobaan dengan volume air 5 varian, yaitu 20 liter, 30 liter, 40 liter, 50 liter dan 60 liter diketahui limpasan air hujan mencapai debit tertingginnya hanya membutuh waktu yang singkat, untuk volume 60 liter dan 50 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-3 dari lamanya waktu aliran masing-masing yaitu, 15 menit dan 13 menit. Sedangkan untuk volume 40 liter dan 30 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-2 dari lamanya waktu aliran yang sama yaitu, 11 menit. Dan untuk volume 20 liter air debit puncak terjadi pada menit pertama dari lamanya waktu aliran yaitu, 10 menit. Dan dari kondisi debit tertinggi sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama sesuai dengan lamanya waktu aliran masing-masing. Trend seperti ini serupa dengan trend hasil perhitungan hidrograf sintetik dengan menggunan metode HSS Gama 1 terhadap parameter model DAS. Dimana air mencapai debit puncak hanya dalam waktu singkat yaitu 1,8 menit, sedangkan dari kondisi debit puncak sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 31,7 menit.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU METODE RETROFITTING PADA STRUKTUR BANGUNAN DUA LANTAI (Studi Kasus: SDN Cikaret 01 Kabupaten Bogor) Lutfi, Muhamad; Juniansyah, Putra Firman
ASTONJADRO Vol. 6 No. 1 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i1.2258

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu metode perbaikan, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan yaitu  analisis biaya dan waktu perbaikan (retrofitting), serta mutu pekerjaan. Tiga hal tersebut berkaitan satu sama lain, apabila biaya proyek tidak sesuai dengan kebutuhan, maka mutu pekerjaan dapat menurun dan akhirnya waktu pelaksanaan perbaikan menjadi terlambat.Untuk itu diperlukan ketelitian dalam perencanaan besarnya biaya yang dibutuhkan maka dalam menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB), tiga hal yang perlu dilakukan adalah penentuan Work Breakdown Structure (WBS), perhitungan volume pekerjaan, dan perhitunganAnalisa Harga Satuan (AHS). Adapun data-data pendukung untuk pengerjaannya antara lain gambar kerja, spesifikasi teknis, dan harga satuan bahan dan upah. Selain perhitungan RAB ditentukan juga penjadwalan proyek, dengan penjadwalan maka durasi pekerjaan serta jumlah sumber daya yang diperlukan dapat dihitung. Penjadwalan dilakukan dalam bentuk bar chart dan Kurva S. Dengan dilakukannya analisis ke-empat metode perbaikan yang ditinjau darisegi biaya dan waktu, maka menghasilkan perhitungan biaya dengan metode penambalan (patching) dengan bahan dasar polymer mortar Rp 5,624,466.91 dengan waktu 7 hari, bahan dasar epoxy mortar Rp 5,994,455.00 dengan waktu 7 hari, metode sementasi (Grouting) Rp41,064,966.40 dengan waktu 42 hari, metode Suntik beton (Injection) Rp 8,960,000.00 dengan waktu 7 hari, metode beton prepack (Grout Preplaced Aggregat) Rp 22,529,158.34 denganwaktu 35 hari. Hasil analisis metode perbaikan yang disebabkan oleh spalling ini merupakan referensi yang dapat dilakukan dalam perbaikan untuk beton kolom namun harus berdasarkanhasil analisis struktur bangunan sebelumnya.
KAJIAN STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT PENURUNAN MUTU BETON PADA KOLOM TERPASANG (Studi Kasus: SDN 01 Cikaret Kabupaten Bogor) Lutfi, Muhamad; Subtoni, Subtoni
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2268

Abstract

Bangunan sekolah selayaknya harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan dan diatur didalam Undang- undang Bangunan Gedung No. 28 Tahun 2002 bahwa setiap gedung harus memiliki asas kemanfaatan, keselamatan, kenyamanan dan keserasian dengan lingkungannya. SDN 01 Cikaret tengah melakukan rehabilitasi bangunan namun pada pelaksanaannya ditemukan kondisi dimana beton mengalami perubahan fisik yaitu berupa pelapukan hal itu diduga terjadi akibat penurunan mutu beton pada kolom tersebut, dengan demikian akan menyebabkan kolom menjadi rusak dan daya dukung kolom serta kekuatan struktur bangunan sekolah akan berkurang. Pengujian mutu beton akan dilakukan dengan cara uji tanpa merusak dengan hammer test sehingga akan didapat nilai mutu beton yang terdapat pada bangunan, nilai dari hammer test itu kemudian dianalisis dengan menggunakan softwere Etabs dengan memperhitungkan berat beban yang harus diterima oleh   bangunan  baik   itu   beban   hidup,   beban   mati,   dan   beban   gempa,   yang   kemudian dikombinasikan dan dianalisis kembali secara manual sehingga diperoleh hasil dimana warna merah yang muncul pada permodelan di semua struktur bangunan kemudian dengan hitungan manual didapatkan hasil dengan diagram interaksi kolom dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada diluar diagram interaksi kuat rencana, setelah itu dilakukan perencanaan ulang dengan menggunakan mutu  beton  K-225  diperoleh hasil  dimana  dengan  permodelan  softwere Etabs ditunjukkan dengan warna ungu yang berarti struktur aman dan hitungan manual dengan diagram interaksi kolom hasil dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada didalam diagram interaksi kuat rencana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kolom pada bangunan eksisting sudah tidak dapat menahan beban bangunan diatasnya sedangkan dengan perencanaan mutu beton K-225 struktur kolom mampu menahan beban struktur atasnya.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI FINANSIAL (Studi Kasus: Perumahan BIA Residence) Natasasmita, Ginanjar; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 7 No. 1 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i1.2272

Abstract

Bekasi merupakan salah satu kota yang berkembang dalam dunia properti pembangunan perumahan, menurut BPS Kota Bekasi jumlah penduduk Jatimurni Kec. Pondokmelati ditahun 2017 ±155.407 jiwa, PT. Bina Infra Antarnusa selaku developer akan membangun sebuah perumahan komersil. Perumahan ini diberi nama BIA Residence yang terletak dijalan Pabuaran, Jatimurni, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dengan luas tanah yang ada ±1170 . Perumahan BIA Residence dibangun khusus bagi masyarakat menengah kebawah, tapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat umum memiliki rumah di perumahan BIA Residence. Mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar dalam jangka waktu yang panjang, maka perlu dilakukan penyusunan studi kelayakan investasi secara cermat dan tepat untuk menghindari resiko kerugian di masa yang akan datang dan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan apakah proyek perumahan BIA Residence dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Upaya yang dapat dilakukan dengan posisi wilayah yang strategis adalah untuk mendapatkan hasil analisis studi kelayakan proyek pembangunan Perumahan BIA Residence ditinjau dari aspek teknis dan aspek finansial. Hasil yang diperoleh dari aspek teknis dengan luasan tanah yang ada ±1170  direncanakan jumlah rumah sebanyak 10 unit dengan type 45/80 sebanyak 2 unit, type 45/84 sebanyak 6 unit, dan type 57/96 sebanyak 2 unit.  Dari hasil aspek finansial menggunakan metode NPV didapat nilai sebesar Rp94.547.544,21,(NPV>0) maka proyek perumahan BIA Residence layak dijalankan dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, dari metode IRR menggunakan suku bunga 10%-30% didapat hasil 22% dengan nilai MAAR 15%, maka IRR 22%>MARR 15% layak untuk dijalankan, tingkat suku bunga lebih besar dari pada MARR.
KAJIAN TENTANG EFEKTIFITAS MOBIL LISTRIK DALAM MENUNJANG TRANSPORTASI KAMPUS (Studi Kasus: Kampus IPB Dramaga) Mahdi, Mahdi; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 7 No. 2 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i2.2281

Abstract

Kampus merupakan  tempat untuk mencari ilmu yang digunakan mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang tinggi. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan ditempuh setelah pendidikan menengah, mencakup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor. Kampus Institut Pertanian Bogor  (IPB) tahun 2020 mencanangkan Green Kampus. Green transportation merupakan Visi awal Perguruan tinggi bertaraf Internasional. Tujuan Penelitian mendapatkan efektifitas penggunaan mobil listrik terhadap pelayanan pemakai moda transportasi moli di lingkungan kampus IPB Dramaga. Mobil listrik adalah kendaraan yang di gerakkan oleh listrik Accu (DC) .yang menggunakan Enegi listrik yang disimpan dalam beterai atau tempat penyimpanan energi. Panjang lintasan untuk koridor 1 sepanjang 1,7924 km. Koridor 2 sepanjang 0,685 km, koridor 4 sepanjang 1,1955 km dan koridor 5 sepanjang 1,5336 km.  Load Factor untuk semua koridor dibawah 70% yaitu paling tinggi 37 % yaitu Koridor 5 Perum Dosen-Gate 2 dan paling rendah 25% Koridor 1 FKH-GWW via Asrama Putri artinya tidak memenuhi. Headway jalur Moli Koridor 1 FKH-GWW via Asrama Putri sebesar 9 menit 32 detik dan yang paling rendah headway 7 menit 32 detik dengan SPM headway 5-10 menit, memenuhi SPM. Waktu Tunggu angkutan Moli paling tinggi waktu menunggu rata-rata Koridor 1 GWW-FKH via Asrama Putri  yaitu 4 menit 46 detik dengan standar pelayanan minimal 5 – 10 menit dan maks 10 – 20 menit lebih kecil dari SPM, artinya semua koridor telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Waktu tempuh pelayanan Moli di lingkungan IPB Dramaga Koridor 5 Gate 2-Perum Dosen lebih kecil dari pada standar pelayanan minimal (SPM) sedangkan untuk Koridor 1 GWW-FKH via Asrama Putri sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).
ANALISIS KELAYAKAN BANGUNAN GEDUNG PASAR SUKASARI BOGOR MELALUI PENDEKATAN LAIK FUNGSI BANGUNAN Lutfi, Muhamad; Syaifullah, Bagus Nurzein
ASTONJADRO Vol. 9 No. 1 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i1.2726

Abstract

Bangunan Gedung Pasar Sukasari mengalami penurunan fungsi bangunan, salah satunya adalah masalah struktur bangunan yang di anggap kurang layak seperti kondisi fisik bangunan dan juga elemen struktur bangunannya yang sudah banyak terdapat kerusakan-kerusakan karena melihat dari usia bangunan Gedung Pasar Sukasari sekitar 25 tahun, sehingga dianggap perlu dilakukan suatu analisis atau kajian kelayakan fisik bangunan Pasar Sukasari. Pemeriksaan kelayakan fisik bangunan Pasar Sukasari Bogor dengan cara pemeriksaan visual dan pemeriksaan kuat tekan beton berdasarkan persyaratan teknis beton yang berlaku, sehingga akhirnya didapat nilai tingkat kelayakan atau keandalan fisik bangunan Pasar Sukasari Bogor serta rekomendasi yang dapat ditindaklajuti oleh PD Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) sebagai pengelola dari bangunan Pasar Sukasari Bogor. Hasil pemeriksaan, sekitar 50 % struktur balok dan plat lantai di lantai 1 mengalami korosi pada tulangannya. Hal ini diakibatkan pelapukan pada beton. Dari segi fisik, merembesnya air pada struktur tersebut terlihat telah berlangsung cukup lama dan berulang-ulang, didapat rerata kerusakan pada balok adalah 19.5%, kerusakan pada kolom 19% dan kerusakan pada pelat adalah 20%, sehingga hal ini akan mempengaruhi kekuatan struktur bangunan. Hasil uji tekan beton menunjukan bahwa mutu beton bangunan pada lantai 2 yang berupa dak beton dimana lantai tersebut diperuntukannya untuk Pujasera, tidak memenuhi standar minimal mutu beton bagi struktur bangunan tahan gempa (>20 MPa). Hasil penilaian Keandalan Bangunan Gedung Pasar Sukasari, dimana tingkat keandalan aspek struktur adalah tidak andal dengan bobot poin 20,48 lebih kecil dari nilai 25.5 (85% x 30), maka berdasarkan UU Bangunan Gedung Nomor 28 Tahun 2002 dapat disimpulkan bahwa keandalan bangunan Gedung Pasar Sukasari Bogor masuk kategori "Tidak Andal” sehingga langkah kebijakan yang dapat diambil oleh PDPPJ adalah ada 4 (empat) opsi yaitu: (1) melakukan perbaikan; (2) melakukan perkuatan; (3) melakukan retrofitting dan (4) melakukan perombakan atau pembongkaran.
EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN RUKO AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN ATAP BERUPA MINI TOWER Lutfi, Muhamad; Rusandi, Erwin
ASTONJADRO Vol. 8 No. 2 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i2.2790

Abstract

Bangunan Rumah Toko (RUKO) Indralaya merupakan bangunan eksisting yang hanya berfungsi untuk bangunan rumah tinggal dan perkantoran. Bangunan ini berlokasi di Jalan Lintas Palembang-Prabumulih KM. 32 RT. 10 Lingkungan V Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Bangunan eksisting tersebut direncanakan akan menambah beban berupa Mini Tower 25M dengan dudukan Baseframe dibawahnya dan dilengkapi dengan perangkatnya OD BTS (Out Door Base Tranceiver Station), Sehingga diperlukan perhitungan ulang dengan menggunakan metode perhitungan Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) dikarenakan lokasi gempa berada di zona 2.Bangunan tersebut merupakan rangka batang atau open frame. Permodelan struktur bangunan menggunakan aplikasi Etabs V9.0.7 dengan memperhitungkan berat beban yang harus diterima oleh bangunan baik itu beban hidup, beban mati, dan beban gempa dan dihasilkan gaya-gaya dalam yang diperlukan untuk dievaluasi kekuatan struktur tersebut berdasarkan SNI-1726-2012, SNI-2847-2013, serta PPIUG-1983. Hasil dari perhitungan kondisi kolom bangunan eksisting area penambahan beban tidak mampu menerima beban tambahan berupa Mini Tower 25M maka  direncanakan perhitungan ulang untuk memastikan elemen struktur yang baru dapat menahan beban tambahan tersebut. Hasil analisis elemen struktur bangunan yang baru berupa perbesaran kolom dihasilkan kolom lantai 1 diperbesar dari K12x12 ke K45x45 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa dan K25x25 ke K45x45 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa. Kolom lantai 2 diperbesar dari K12x12 ke K40x40 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa dan K20x20 ke K40x40 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa. Kolom lantai 3 diperbesar dari K20x20 ke K40x40 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa dan K20x20 ke K40x40 dengan mutu beton K-225, Tulangan 16D16 dengan fy=390MPa.
EVALUATION OF SEKOLAH ISLAM TERPADU (SIT) ALIYA BOGOR BUILDING STRUCTURE SYSTEM BASED ON THE REQUIREMENTS OF SNI 2847:2019 Lutfi, Muhamad; Mulyadi, Ersa Bestari
ASTONJADRO Vol. 10 No. 1 (2021): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v10i1.3105

Abstract

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Aliya Bogor is located in west Bogor district, Bogor city, West Java, was founded in 200, thus the standards used by planning consultant in building planning using old standard, where these standards have been updated with current standard, namely SNI 2847:2019. The evaluation carried out in this study based on requirements SNI 2847:2019 knowing the outcome of building that was said to be safe used help software ETABS) and SpColumn. Length of building of Umar Bin Khatab A and B are 18,60 meter;23,65 meter.Building area of building Umar Bin Khatab A and B are 541,26 m2; 865,59 m2. Concrete quality assessment (fc') that came from the test of hammer test column elements, beam elements, and plate elements as big 23,74 Mpa;26,59 Mpa;26,59 Mpa. After analysis some of to experience overstrength. The original column dimension In Building of Umar Bin Khatab A was K25x25 with shear reinforcement is í˜16-150 enlarge to K40x40 with shear reinforcement is í˜39-150 and beam dimension 20x40 enlarge to 35x55. On the building of Umar Bin Khatab B was K25x25 with shear reinforcement í˜16-150 enlarge to K40x40 with shear reinforcement í˜25-150, with the original beam dimension 20x40 enlarge to 30x55. The cost budget in the building of Umar Bin Khatab A is Rp 74.158.600,00 and in building of Umar Bin Khatab B is Rp 61.084.600,00.
Co-Authors Abdul Rahman Adriansyah, Asrul Afrilia, Sintiya Agung Prabowo Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Suhaedi Al Bahry, Syah Razad Lutfhy Alam, Muslim Pati Ali Gunawan, Iyan Alimuddin Alimuddin, Alimuddin Amini, Nur Aisah Annisa Dwi Febrianti Apriliyandi, Ande ARDYANSAH, ADY Ariani, Rini Arief Goeritno Ariyanti, Reska Arjakoni, Abdul Fatah Arman Arman Arthono, Andri Aryanti, Reska Awaludin, Muhamad Miftah Azhari, Denny Berangket, Rustama Bintang, Ilham Bintang, Ilham Budiawan, Teddy Chayati, Nurul Chayati, Nurul Darmayuda, Trisna Dian Wulandari Eki Mulya Permana Eko Hadi Purwanto Eny Dwimawati Fachruddin Fachruddin Fadhila Muhammad Libasut Taqwa Farhan, Alif Feril Hariati Haeril, Haeril Hafizhuddin, Muhammad Handayani, Juny Handrianto, Yayan Hendra Hendra Insan, Muhamad Khaerul Insan, Muhammad Khaerul Jodi Sumarno, Ajie Juniansyah, Putra Firman Khaerul Insan, Muhammad Luluk Dianarini M. Irfan Mahdi Mahdi, Mahdi Maulana, Ayub Mohamad Ridwan Muhamad Rizki Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Taufiq Mujihutami, Surina Astri Muktadir, Redho Muliyana, Indra Mulyadi, Ersa Bestari Natasasmita, Ginanjar Nurlaila Nurlaila Oktafiana, Pingkan Pratama, Septian Anggi Puspa Eosina Rafitri Suryawani Ramadan, Fahreza Rahmatsyah Ramadhani, Ghinaya Hasnaa Ramadhini, Aulia Renni Sartika Rijal, Muhammad Nur Ritzkal, Ritzkal Rofiah, Sunaini Roy Waluyo Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Rulhendri, Rulhendri Rusandi, Erwin Salam, Edi Nur Salam, Ro'yu Awwalul Mu'minul Quddus Salman, Nurcholis Shulyana, Halyatunisa Dewi Sidik, Sendi Abduloh Sobur Sobari Suali, Muhamad Subtoni Subtoni Subtoni, Subtoni Sudrajat, Endang Sunandar, Nandar Syaiful . Syaiful Syaiful Syaifullah, Bagus Nurzein Syaja'ah, Siti Kholifah Tasrif Tasrif Tazul Arifin Tedy Murtejo Tirta Adhyaksa Wicaksono, Muhamad Hasan Winara, Agriatama Hegar Witarsa, Aceng Yosaeni, Akhmad Harish