Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EDUKASI SEJAK DINI REMAJA SEHAT BEBAS ANEMIA Rouzatun Nisa; Zaitun Zaitun; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati Kesumawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Anemia is a global health problem that occurs in many adolescents, especially adolescent girls. According to the World Health Organization (WHO), anemia is defined as a condition in which the hemoglobin (Hb) level in the blood is below normal limits. the prevalence of anemia among adolescents remains high at 32% according to Riskesdas 2018. Lack of knowledge is one of the contributing factors to anemia among adolescents. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge about anemia through health education. The method used was an educative-participatory approach with a one group pretest-posttest design. The activity using interactive lectures supported by PowerPoint media. Evaluation was conducted using a knowledge questionnaire before and after the education session. The results showed a significant increase in the average knowledge score from 4.10 to 9.28 with a p-value of 0.000. Health education effectively improved adolescents’ understanding of anemia. This program is expected to encourage preventive behaviors to reduce anemia among adolescents and support the development of a healthy and productive young generation. Keywords: Education, Adolescents, Anemia, Hemoglobin
PELATIHAN PEMBUATAN SCRUB KOPI UNTUK SISWA SMKFARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Rulia Meilina; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan formulasi sediaan kosmetik sederhana merupakan kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi sebagai bekal kesiapan kerja dan kewirausahaan. Namun, sebagian siswa masih memiliki keterbatasan dalam praktik langsung pembuatan produk kosmetik berbasis bahan alam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Farmasi Cut Meutia Banda Aceh melalui pelatihan pembuatan scrub kopi sebagai produk perawatan kulit berbahan alami. Metode kegiatan meliputi penyuluhan materi tentang manfaat kopi sebagai eksfoliator alami, demonstrasi pembuatan scrub, praktik langsung oleh peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep formulasi scrub serta peningkatan keterampilan praktis dalam proses penimbangan, pencampuran, dan pengemasan produk. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi praktik. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi vokasional siswa serta membuka peluang pengembangan produk kosmetik sederhana berbasis bahan alam secara mandiri.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PRODUK LIP SCRUB ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DI SMK FARMASI CUT MEUTIA Nurhayati Nurhayati; Rulia Meilina; Syarifah Yanti Astrina; Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Syarifah Asyura; Picha Maudina Nasution; Indah Novita; Nurul Anjelini; Muhammad Afrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya minat terhadap kosmetik berbahan alami membuka peluang pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku produk perawatan kulit. Ampas kopi yang selama ini sering terbuang ternyata masih mengandung antioksidan dan memiliki tekstur yang sesuai sebagai eksfoliator alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memanfaatkan ampas kopi menjadi lip scrub organik ramah lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan formulasi dan kesadaran lingkungan siswa SMK Farmasi Cut Meutia. Metode yang digunakan berupa pembelajaran berbasis proyek melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi pre-test dan post-test pada 36 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,8 menjadi 86,3. Produk yang dihasilkan memenuhi parameter mutu fisik awal, meliputi organoleptik, homogenitas, dan pH 5,2–5,8. Kegiatan ini efektif mengintegrasikan pembelajaran vokasi dengan isu keberlanjutan. Disarankan dilakukan uji stabilitas lanjutan dan pengembangan program kewirausahaan berbasis sekolah. Kata kunci: ampas kopi; lip scrub organik; pembelajaran berbasis proyek, siswa SMK Farmasi.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN BANTUAN KESEHATAN BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Finaul Asyura; M. Deddy Harfiansyah; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Kondisi pascabanjir dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, pembatasan akses layanan kesehatan, serta penggunaan obat yang tidak tepat karena kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi obat dan bantuan kesehatan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional, serta konseling singkat mengenai penyimpanan obat, pemenuhan minuman obat, dan pencegahan penyakit pascabanjir. Sasaran kegiatan adalah warga yang terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan dasar dan informasi obat, terutama terkait penggunaan obat demam, batuk, diare, gatal-gatal, vitamin, serta obat penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar serta membantu pemulihan kesehatan warga yang terdampak banjir. Pelibatan tenaga farmasi dalam kegiatan tanggap darurat bencana penting dilakukan untuk menjamin keamanan penggunaan obat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.
PEMBERDAYAAN SISWA SMA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBASIS DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) DAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DI SMA KARTIKA BANDA ACEH Rulia Meilina; Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati Nurhayati; Silmi Kaffah; Ellya Siswanti; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Eva Rosdiana; Aulia Maksum; Fauziah Salsabila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular, termasuk melalui praktik kebersihan tangan. Pemanfaatan bahan alam sebagai hand sanitizer dapat menjadi alternatif yang aman, ekonomis, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat siswa dalam pembuatan hand sanitizer alami berbahan daun sirih (Piper betle L.) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) di SMA Kartika Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 dengan melibatkan 40 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung pembuatan hand sanitizer, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan kuesioner minat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta meningkat secara signifikan dari 4,16% sebelum kegiatan menjadi 95,84% setelah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 91,68%. Selain itu, minat siswa untuk membuat hand sanitizer secara mandiri meningkat dari 30% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Evaluasi kualitatif juga menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi diskusi dan praktik. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu praktik dan aroma khas daun sirih yang kurang disukai sebagian peserta, kegiatan tetap berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta keterampilan siswa dalam memanfaatkan bahan alam lokal sebagai produk sanitasi tangan yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN FOOD BAR BERBASIS LABU KUNING DAN BERAS MERAH SEBAGAI SNACK SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI Rouzatun Nisa; Fitriyanti; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati; Ismiati; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8%. Salah satu upaya pencegahan non-farmakologis adalah melalui modifikasi pola makan dengan memanfaatkan pangan lokal tinggi kalium, serat, dan antioksidan seperti labu kuning dan beras merah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan food bar berbasis labu kuning dan beras merah sebagai snack sehat dalam upaya pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pretest-posttest, meliputi tahap persiapan, edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan food bar, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,4 menjadi 86,7 dengan p-value 0,000. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan food bar secara mandiri dengan tingkat penerimaan yang baik pada uji organoleptik. Program pemberdayaan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi ke arah snack yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Food Bar, Labu Kuning, Beras Merah, Hipertensi