Claim Missing Document
Check
Articles

IMPROVING COORDINATION AND COLLABORATION FOR MULTI-STAKEHOLDER PARTICIPATION TO ACHIEVE Indrawati, Sri Wahyu; Rohana, Rohana; Yusanti, Indah Anggraini; Permatasari, Nuryanti; Padillah, Padillah; Sari, Syska Purnama
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 3 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/ee16ja67

Abstract

The document describes an international community service program that focuses on multi-stakeholder participation in achieving Development Goals. Sustainable for Indonesia and Malaysia. SDGs represent the global agenda for sustainable development. To achieve this goal requires collaboration between government, the private sector, civil society organizations and the community. Both Indonesia and Malaysia face challenges such as poverty, inequality and environmental degradation in their efforts to achieve the SDGs.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS WARIA DI KOMUNITAS DI WARNA SRIWIJAYA Christin, Christin; Prasisca, Tiara; Afiah, Nur; Aguatiawan, Rahmat; Haryani, Virta; Sari, Syska Purnama
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang, dalam perjalanan hidupnya, selalu mendambakan kebahagiaan. Hidup tanpa merasa ditolak oleh lingkungan, masyarakat, dan keluarga atas apa yang telah dan sedang dijalani menjadi salah satu kunci bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dengan memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Kebahagiaan yang dialami seseorang memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan psikologis (Psychological Well-Being) mereka, yang pada dasarnya memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Kesejahteraan psikologis dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk menerima kondisi diri dan masa lalu dengan lapang dada, membangun hubungan positif dengan orang lain, menunjukkan kemandirian, menguasai lingkungan dengan baik, merasakan kepuasan hidup, serta menyadari dan mengembangkan potensi diri demi pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada tiga aspek: pertama, bagaimana gambaran kehidupan waria anggota Warna Sriwijaya setelah mereka memutuskan untuk menjadi waria, kedua, apa faktor yang mendorong mereka mengambil keputusan tersebut, dan ketiga, bagaimana kesejahteraan psikologis mereka? Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini dilakukan terhadap seorang waria berusia 33 tahun yang merupakan penduduk Kota Palembang. Setelah melalui tahap pengumpulan dan analisis data, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting. Secara umum, kesejahteraan psikologis waria anggota Warna Sriwijaya sangat dipengaruhi oleh penerimaan diri, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, hubungan positif dengan orang lain, serta persepsi diri mereka. Namun, mereka juga menghadapi tantangan besar seperti stigma, diskriminasi, dan marginalisasi sosial, yang dapat menimbulkan perasaan rendah diri, isolasi sosial, dan gangguan kesehatan mental. Dalam konteks ini, peran bimbingan konseling menjadi sangat penting untuk mendukung perkembangan kesejahteraan psikologis waria, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan lebih sejahtera, percaya diri, dan produktif
Resiliensi Budaya Mahasiswa Dan Implikasinya Terhadap Pedagogi Kedamaian Sari, Syska Purnama; Aryansah, Januar Eko; Ahman, Ahman; Saripah, Ipah
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v10i1.18081

Abstract

Resilience can be developed from cultural support, so the uniqueness and the whole cultural construct are important to take into account. The ability of individuals to be able to adapt from the pressures experienced in their lives through the cultural values ​​of the surrounding environment is a personal competence that must be developed by educators. Cultural resilience can be developed through the pedagogy of peace. The purpose of this article is to describe the cultural resilience of PGRI Palembang University students and their implications for peace pedagogy. The research method is descriptive quantitative with 80 students in semester II, IV and VI 2021. The measurement of cultural resilience is based on the theory of Reivich and Shatte and ClaussEhlers, aspects of cultural resilience consist of emotion regulation, emotional control, impulse control, reaching out, adaptive coping, global coping and socio-cultural support. The results is the cultural resilience of PGRI Palembang University students was in the medium category. With the achievement of the highest aspect is emotional regulation, and the lowest is socio-cultural support. Efforts to develop cultural resilience are through guidance and peace counseling using cultural strategies.