p-Index From 2021 - 2026
5.954
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosiding Universitas PGRI Palembang JURNAL FOKUS KONSELING Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Counsellia Manajemen Pendidikan Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JUANG: Jurnal Wahana Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Journal on Education ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Neo Konseling Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Jurnal Pemerintahan dan Politik FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Journal On Teacher Education (Jote) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Berkala Ilmiah Pendidikan Indonesian Research Journal on Education PANDU: Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Indonesian Journal of Community Empowerment Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Journal of Society Counseling Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Variable Research Journal Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPROVING COORDINATION AND COLLABORATION FOR MULTI-STAKEHOLDER PARTICIPATION TO ACHIEVE Indrawati, Sri Wahyu; Rohana, Rohana; Yusanti, Indah Anggraini; Permatasari, Nuryanti; Padillah, Padillah; Sari, Syska Purnama
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 3 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/ee16ja67

Abstract

The document describes an international community service program that focuses on multi-stakeholder participation in achieving Development Goals. Sustainable for Indonesia and Malaysia. SDGs represent the global agenda for sustainable development. To achieve this goal requires collaboration between government, the private sector, civil society organizations and the community. Both Indonesia and Malaysia face challenges such as poverty, inequality and environmental degradation in their efforts to achieve the SDGs.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS WARIA DI KOMUNITAS DI WARNA SRIWIJAYA Christin, Christin; Prasisca, Tiara; Afiah, Nur; Aguatiawan, Rahmat; Haryani, Virta; Sari, Syska Purnama
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang, dalam perjalanan hidupnya, selalu mendambakan kebahagiaan. Hidup tanpa merasa ditolak oleh lingkungan, masyarakat, dan keluarga atas apa yang telah dan sedang dijalani menjadi salah satu kunci bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dengan memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Kebahagiaan yang dialami seseorang memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan psikologis (Psychological Well-Being) mereka, yang pada dasarnya memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Kesejahteraan psikologis dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk menerima kondisi diri dan masa lalu dengan lapang dada, membangun hubungan positif dengan orang lain, menunjukkan kemandirian, menguasai lingkungan dengan baik, merasakan kepuasan hidup, serta menyadari dan mengembangkan potensi diri demi pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada tiga aspek: pertama, bagaimana gambaran kehidupan waria anggota Warna Sriwijaya setelah mereka memutuskan untuk menjadi waria, kedua, apa faktor yang mendorong mereka mengambil keputusan tersebut, dan ketiga, bagaimana kesejahteraan psikologis mereka? Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini dilakukan terhadap seorang waria berusia 33 tahun yang merupakan penduduk Kota Palembang. Setelah melalui tahap pengumpulan dan analisis data, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting. Secara umum, kesejahteraan psikologis waria anggota Warna Sriwijaya sangat dipengaruhi oleh penerimaan diri, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, hubungan positif dengan orang lain, serta persepsi diri mereka. Namun, mereka juga menghadapi tantangan besar seperti stigma, diskriminasi, dan marginalisasi sosial, yang dapat menimbulkan perasaan rendah diri, isolasi sosial, dan gangguan kesehatan mental. Dalam konteks ini, peran bimbingan konseling menjadi sangat penting untuk mendukung perkembangan kesejahteraan psikologis waria, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan lebih sejahtera, percaya diri, dan produktif
Resiliensi Budaya Mahasiswa Dan Implikasinya Terhadap Pedagogi Kedamaian Sari, Syska Purnama; Aryansah, Januar Eko; Ahman, Ahman; Saripah, Ipah
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v10i1.18081

Abstract

Resilience can be developed from cultural support, so the uniqueness and the whole cultural construct are important to take into account. The ability of individuals to be able to adapt from the pressures experienced in their lives through the cultural values ​​of the surrounding environment is a personal competence that must be developed by educators. Cultural resilience can be developed through the pedagogy of peace. The purpose of this article is to describe the cultural resilience of PGRI Palembang University students and their implications for peace pedagogy. The research method is descriptive quantitative with 80 students in semester II, IV and VI 2021. The measurement of cultural resilience is based on the theory of Reivich and Shatte and ClaussEhlers, aspects of cultural resilience consist of emotion regulation, emotional control, impulse control, reaching out, adaptive coping, global coping and socio-cultural support. The results is the cultural resilience of PGRI Palembang University students was in the medium category. With the achievement of the highest aspect is emotional regulation, and the lowest is socio-cultural support. Efforts to develop cultural resilience are through guidance and peace counseling using cultural strategies.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas II SDN Talang Padang Rosiana, Juniar; Fuadiah, Nyiayu Fahriza; Sari, Syska Purnama
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v8i1.4170

Abstract

Kemampuan literasi matematika sangat penting dalam membantu siswa memahami konsep matematika dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa kelas II SDN Talang Padang, khususnya pada materi operasi hitung dasar perkalian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas II SDN Talang Padang. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukarannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 64,4%. Berdasarkan indikator kemampuan literasi matematika, nilai persentase tertinggi terdapat pada indikator menyelesaikan informasi yang diketahui dari masalah sebesar 67%, dan indikator membuat generalisasi hasil perhitungan sebesar 61%, semuanya dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa sudah mampu memahami dan menyelesaikan soal perkalian secara matematis, masih diperlukan upaya peningkatan agar siswa lebih optimal dalam memilih strategi dan menggeneralisasi hasil perhitungan. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk lebih mengembangkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi matematika siswa secara menyeluruh.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN KARANG TARUNA DESA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DESA OLAHRAGA DIDESA SUNGAI REBO KECAMATAN BANYUASIN I Aryansah, Januar Eko; Nengyanti, Nengyanti; Zakir, Syaifudin; Nasyaya, Annada; Rafinza, Rahmat; Sari, Syska Purnama
Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/aktivasi.v7i2.689

Abstract

Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berbasis masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi pemuda dalam kegiatan sepak bola dan bola voli. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh kelembagaan olahraga yang terstruktur serta perencanaan program yang berkelanjutan. Selain itu, rendahnya pemahaman pemuda terhadap konsep Sport Development Index (SDI) menjadi kendala dalam merumuskan pembangunan olahraga desa yang terarah.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Karang Taruna dalam mengelola pengembangan Desa Olahraga berbasis Sport Development Index (SDI). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi awal dengan pemerintah desa, identifikasi potensi dan permasalahan olahraga desa, sosialisasi konsep SDI, pelatihan manajemen organisasi dan penyelenggaraan event olahraga, serta pendampingan pembentukan kelembagaan olahraga desa.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota Karang Taruna terhadap konsep Desa Olahraga dan SDI dari 35% menjadi 82% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, sebanyak 75% peserta pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun program kegiatan olahraga desa. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan satu klub olahraga desa yang dikelola oleh Karang Taruna serta tersusunnya rencana program olahraga tahunan desa. Keterlibatan aktif pemuda dan dukungan pemerintah desa menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan olahraga secara terstruktur dan berkelanjutan.
Literature Review: Pentingnya Memahami Gaya Belajar Anak dalam Pembelajaran di Kelas pada Perspektif Teori dan Psikologi Belajar Anak Sekolah Dasar Dhaifina Rasyiqa; Rahma Moutia Asmini; Nyayu Sofiah; Dewi Sartika; Uswatun Hasanah; Indi Arisandi; Monica Ika Saputri; Rizki Jamali; Intan Nur Azizah; Sri Lestari; Liza Murniviyanty; Syska Purnama Sari; Arizona Arizona
Journal of Society Counseling Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v4i1.862

Abstract

Basic education has an important role in developing the potential of students, especially through an effective learning process that is in accordance with student characteristics. One of the factors that affects the success of learning is learning style, which is the way an individual receives, processes, and understands information. This study aims to examine the importance of understanding students' learning styles from the perspective of learning theory and psychology in elementary schools. The method used is qualitative descriptive through literature studies by examining various sources such as books, scientific journals, and related articles. The results of the study show that learning styles are divided into three main types, namely visual, auditory, and kinesthetic, each of which has different characteristics in the learning process. In addition, learning theories such as behaviorism, cognitivism, constructivism, and humanistic provide a foundation for understanding how students learn optimally. Understanding learning styles allows teachers to design learning strategies, methods, and media that are more varied, interesting, and in accordance with students' needs. Thus, learning becomes more effective, increases motivation, and improves student learning outcomes. Therefore, teachers need to recognize and accommodate differences in students' learning styles to create an optimal and meaningful learning process in elementary school.
Career Adaptability of Prospective Teachers with Disabilities in Indonesia: A Phenomenological Study Badriyah, Rr Dwi Umi; Ramadhani, Erfan; Putri, Ramtia Darma; Sari, Syska Purnama; Sarmento, Amândio de Araújo; Suhardita, Kadek
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-service teachers with disabilities face career transitions shaped by personal aspirations, accessibility barriers, stigma, and limited role models. In Indonesia, little is known about how they build career readiness for teaching within inclusive unequal educational contexts. This study explores the career adaptability of pre-service teachers with disabilities in Indonesia. Grounded in Career Construction Theory, it examines concern, control, curiosity, and confidence, while extending the framework by considering resilience and flexibility as relevant dimensions. A qualitative phenomenological design was used. Twenty-five students with disabilities enrolled in Primary School Teacher Education and Special Education programs at an Indonesian university participated in semi-structured interviews. Data were analyzed using interpretative phenomenological analysis to capture participants' lived experiences in preparing for careers in education. The findings show that career adaptability developed through six interconnected dimensions. Concern emerged through career awareness, teac`hing practice, and disability role models. Control was reflected in career planning, barrier management, and priority adjustment. Curiosity involved exploring alternative pathways, using varied information sources, and engaging in cross-disciplinary collaboration. Confidence was strengthened by successful teaching experiences and support, but weakened by discrimination. Resilience enabled participants to recover from rejection, while flexibility supported adaptation to teaching methods, technologies, and professional roles. Inclusive mentoring, experiential learning, accessibility support, and disability-sensitive career guidance are essential to strengthen work readiness and advance an inclusive educational workforce.
EFEKTIVITAS TEKNIK KONTRAK PERILAKU DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI OFF TASK SISWA SMP Fitri Ramadhani; Syska Purnama Sari; Ramtia Darma Putri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12432

Abstract

ABSTRACT Off-task behavior remains a persistent challenge in classroom learning because it reduces students' attention to instructional activities and limits their engagement throughout the learning process. Addressing this issue requires interventions that not only focus on controlling undesirable behaviors but also encourage students to develop a commitment to behavioral change and more adaptive learning habits. Accordingly, this study examined the implementation of the behavior contract technique integrated into group counseling services as an intervention to reduce off-task behavior among junior high school students. A quantitative approach was employed using a pre-experimental One Group Pretest–Posttest design. The study involved a population of 61 eighth-grade students from classes VIII.1 and VIII.2 at SMP Negeri 56 Palembang, with six participants selected through purposive sampling based on classroom observations, pretest results, and recommendations from the school guidance and counseling teacher. Data were collected using an off-task behavior questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a decline in the mean off-task behavior score from 107.50 before the intervention to 82.17 after the intervention. Statistical analysis yielded a significance value of 0.027 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement following the intervention. These findings demonstrate that integrating the behavior contract technique into group counseling services is effective in reducing students' off-task behavior and may serve as a practical intervention strategy for guidance and counseling teachers to enhance students' engagement in classroom learning. ABSTRAK Perilaku off-task masih menjadi tantangan yang memengaruhi kualitas proses belajar karena mengurangi perhatian siswa terhadap aktivitas pembelajaran dan membatasi keterlibatan mereka selama di kelas. Upaya penanganan yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian perilaku, tetapi juga mendorong terbentuknya komitmen perubahan, diperlukan agar siswa mampu membangun kebiasaan belajar yang lebih adaptif. Atas dasar tersebut, penelitian ini mengkaji penerapan teknik behavior contract yang diintegrasikan ke dalam layanan group counseling sebagai strategi untuk menurunkan perilaku off-task pada siswa SMP. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental One Group Pretest–Posttest. Dari populasi 61 siswa kelas VIII.1 dan VIII.2 SMP Negeri 56 Palembang, enam siswa dipilih secara purposive berdasarkan hasil observasi, skor pretest, serta rekomendasi guru bimbingan dan konseling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner perilaku off-task, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis memperlihatkan penurunan rata-rata skor dari 107,50 sebelum intervensi menjadi 82,17 setelah intervensi. Pengujian statistik menghasilkan nilai signifikansi 0,027 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perubahan bermakna setelah layanan diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik behavior contract dalam layanan group counseling mampu menekan kecenderungan perilaku off-task sekaligus menjadi alternatif intervensi yang layak dimanfaatkan oleh guru bimbingan dan konseling untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK COGNITIVE DEFUSION UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA SMA Emiliah Emiliah; Syska Purnama Sari; Arizona Arizona
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12433

Abstract

ABSTRACT Students' ability to cope with academic demands is strongly influenced by their self-efficacy, as confidence in one's own capabilities shapes the willingness to face challenges, sustain effort, and accomplish academic tasks. When this belief is weak, students are more likely to avoid challenging situations, experience diminished learning motivation, and give up easily when confronted with difficulties. This condition highlights the need for group counseling interventions incorporating the cognitive defusion technique to help students develop a more adaptive relationship with their negative thoughts. The effectiveness of this intervention was examined using a quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest–Posttest design. The study involved six students purposively selected from a population of 70 eleventh-grade students from classes XI B1 and XI C1 at SMA Negeri 7 Palembang based on observation results, pretest scores, and recommendations from the school counselor. Data were collected through a self-efficacy questionnaire and documentation, and subsequently analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a significant improvement in students' self-efficacy following the intervention, with a significance value of 0.028 (p < 0.05). These results indicate that the cognitive defusion technique is an effective group counseling strategy for strengthening students' self-efficacy while providing additional empirical support for the implementation of the Acceptance and Commitment Therapy (ACT) approach in school guidance and counseling services. ABSTRAK Kemampuan siswa untuk menghadapi tuntutan akademik sangat dipengaruhi oleh self-efficacy, karena keyakinan terhadap kemampuan diri menentukan keberanian dalam menghadapi tantangan, mempertahankan usaha, dan menyelesaikan tugas. Ketika keyakinan tersebut rendah, siswa cenderung menghindari situasi yang menantang, kehilangan motivasi, serta mudah menyerah saat menemui hambatan. Kondisi tersebut mendorong penerapan layanan konseling kelompok yang memanfaatkan teknik cognitive defusion sebagai strategi untuk membantu siswa membangun hubungan yang lebih adaptif terhadap pikiran-pikiran negatif. Efektivitas intervensi tersebut dikaji melalui penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest–Posttest. Penelitian melibatkan enam siswa yang dipilih secara purposive dari populasi 70 siswa kelas XI B1 dan XI C1 SMA Negeri 7 Palembang berdasarkan hasil observasi, pretest, dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket self-efficacy dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy setelah intervensi dengan nilai signifikansi 0,028 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik cognitive defusion efektif diterapkan dalam layanan konseling kelompok untuk memperkuat self-efficacy siswa, sekaligus memberikan dukungan empiris terhadap implementasi pendekatan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN MEDIA GAME KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI AKADEMIK ANAK KELAS VII Aldo Tobing; Syska Purnama Sari; Nurlela Nurlela
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12829

Abstract

ABSTRACT Academic resilience is an essential capacity that enables students to cope with various challenges and pressures encountered throughout the learning process. However, low learning motivation, a tendency to give up easily when facing difficulties, and high levels of academic anxiety indicate that this capacity has not been optimally developed among some students. In addition, group guidance services in schools are still predominantly delivered through conventional approaches, while the integration of gamification-based media to strengthen academic resilience within guidance and counseling services remains relatively limited. This study aimed to examine the effect of group guidance services assisted by the Kahoot educational game on improving the academic resilience of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Semendawai Timur. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving nine students selected through purposive sampling. Data were collected using an academic resilience questionnaire administered before and after the intervention and were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a significant improvement in students' academic resilience following the intervention, as indicated by a significant difference between the pretest and posttest scores (p = 0.008). These findings demonstrate that integrating Kahoot into group guidance activities is an effective approach to strengthening students' academic resilience while extending the application of gamification-based media as an innovative strategy in school guidance and counseling services. ABSTRAK Resiliensi akademik merupakan kemampuan penting yang membantu peserta didik menghadapi berbagai tuntutan dan tekanan selama proses pembelajaran. Namun, rendahnya motivasi belajar, kecenderungan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta tingginya kecemasan akademik menunjukkan bahwa kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal pada sebagian siswa. Di sisi lain, layanan bimbingan kelompok di sekolah masih didominasi pendekatan konvensional, sementara pemanfaatan media berbasis gamification untuk memperkuat resiliensi akademik dalam layanan bimbingan dan konseling masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok berbantuan media game Kahoot terhadap peningkatan resiliensi akademik siswa kelas VII SMP Negeri 1 Semendawai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest yang melibatkan sembilan siswa sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket resiliensi akademik sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan resiliensi akademik siswa setelah mengikuti layanan, dengan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,008). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Kahoot sebagai bagian dari dinamika layanan bimbingan kelompok merupakan pendekatan yang efektif untuk memperkuat resiliensi akademik sekaligus memperluas penerapan media berbasis gamification sebagai inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Co-Authors Adam Helsinki Umar Aguatiawan, Rahmat Ahmad Rofi Suryahadikusumah Ahman Ahman, Ahman Aldo Tobing Alia Rohali Angelia Bunga rasmeika Arizona Arizona Arizona, Arizona arizona, arizona Asty Rama Pratiwi Badriyah, Rr Dwi Umi Beti Arliana Butar, Annisa Butar Christin Christin Delviya Pransiska Deni Pranata Devi Ratnasari Dewi Kartikasari Dewi Sartika Dhaifina Rasyiqa Dhea Mareta Elda Yuniar Emiliah Emiliah Endang Surtiyoni Endang Surtiyoni Evia Darmawani Evia Darmawani Evia Darmawani Fahrani, Ririn Fathurrahman Fahlevy Fauzi, Taty Fifin Sarantina Fitri Ramadhani Fitriani, Yessi FITRIYAH Fuadiah, Nyiayu Fahriza Gilang Satria Handika, Yudi Haryani, Virta Indah Sakinah Indasari, Miftha Indi Arisandi INDRAWATI, SRI WAHYU Intan Nur Azizah Ipah Saripah, Ipah Januar Eko Aryansah Jaya Wahyuningsih Kadek Suhardita Kurnia Sari Kurnia Utami Kurniasari Kurniasari Lendi Marsela Lilis Sri Asia Lisnaini Liza Murniviyanty M. Faiz Alfaridzi M. Ferdiansyah Maharani Tia Putri Maulinsari, Putri Gusti Meilda Sholehatun Islamiah Monica Ika Saputri Muhammad Ferdiansyah Nabila Nabila Nabila Novarianti Nasyaya, Annada Nengyanti Nengyanti, Nengyanti Nur Afiah, Nur Nurhanifah, Astri Nurlela Nurlela Nurlela Nyayu Sofiah Octa Nabilla Kuswandi Padillah, Padillah Permatasari, Nuryanti Prasisca, Tiara Pratiwi Etty Putri, Ramtia Darma R.A Rahmatu A&#039;liyah Rafinza, Rahmat Rahma Moutia Asmini Rahman Ramadhani, Erfan Rara Bunga Febrina Rio Chandra Winata Riska Diana Rizki Jamali ROHANA ROHANA Roni Firmansyah Rosiana, Juniar Sakinah Dwi Putri Santi Noor Rahmah Sarmento, Amândio de Araújo Sri Lestari Suhaida Suhaida Surtiyoni, Endang Syaifudin Zakir, Syaifudin Taty Fauzi Taty Fauzi, Taty Teresya Bella Dwi Prizki Tri Widayatsih Uci Oktawati Uswatun Hasanah Velisha Putri Andella Venty Anastasya Wahyuni Islamiyah Yusanti, Indah Anggraini Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa