Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Pedagogik Pada Pendidikan Profesi Konselor dalam Upaya Membangun Dinamika BMB3 (Berpikir, Merasa, Bersikap, Bertindak, Bertanggungjawab) Devi Ratnasari; Syska Purnama Sari; Agus Taufiq
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.611007

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan membahas dan mengkaji nilai-nilai pedagogik pada pendidikan profesi konselor (PPK) dalam upaya membangun dinamika berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggungjawab (BMB3). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam tulisan ini yaitu kualitatif dengan metode studi literatur. Literatur yang digunakan meliputi buku, artikel jurnal, dan dokumen lainnya yang dapat memberikan kontribusi pembahasan. Simpulan yang dirumuskan pada tulisan ini yaitu nilai-nilai pedagogik pada Pendidikan Profesi Konselor (PPK) dalam upaya membangun dinamika BMB3 meliputi nilai altruisme, nilai penguasaan keterampilan konseling, nilai kebersamaan, dan nilai kesopanan. Hasil penulisan artikel ini berimplikasi pada; (1) Pengembangan konsep dan kajian nilai-nilai pedagogik pada pendidikan profesi konselor (PPK) dalam upaya membangun BMB3, (2) Pengembangan strategi pembelajaran kreatif (yang dirumuskan penulis) dalam menanamkan nilai-nilai pedagogik pada pendidikan profesi konselor dalam rangka membangun dinamika BMB3 melalui penghadiran role model dan pelibatan kearifan lokal.
Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Visual Art untuk Meningkatkan Self Efficacy Peserta Didik di SMP Negeri 16 Palembang Lendi Marsela; Evia Darmawani; Syska Purnama Sari
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.4087

Abstract

Self efficacy affects the way a person thinks, motivates himself and acts. The problem in this study is that there are still students who do not complete assignments, easily give up when they encounter difficulties and have never carried out group guidance using visual art media. The goal to be achieved in this study is to determine the effectiveness of group guidance services using visual art media in increasing student self-efficacy. This study uses a quantitative method Pre-Experiment (Pre-Experiment Design, One Group Pretest-Posttest Design). The research subjects were class VIII7 students with a population of 32 students, and a total sample of 8 students. The sampling technique uses purposive sampling, this technique is not sampling on strata, random, but based on research objectives. From the results of research and data analysis, it shows that there is an increase in the self-efficacy of students after being given treatment of group guidance services using visual art media as evidenced by the results of a high increase in self-efficacy scores from 49% to 74%, this is also confirmed from the results of the Wilcoxon test with a significant 0.012 which means 0.012> 0.05, the hypothesis in this study is accepted. So it can be concluded that group guidance using visual art media is effective in increasing the self-efficacy of students at SMP Negeri 16 Palembang. Keywords: self-efficacy, group conseling, visual art.
Meningkatkan Pemahaman Karir Menggunakan Bimbingan Kelompok melalui Media Art And Craft pada Siswa Suhaida Suhaida; Syska Purnama Sari; Endang Surtiyoni
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.4088

Abstract

Developing professional understanding is essential to enable them to make informed career decisions and develop optimally. To fulfill this expectation, which aims to ensure that students' self-image and professional understanding increases significantly, this study aims to determine whether there is an influence in group guidance using art and craft media on students where researchers use an experimental quantitative research methodology, namely experimental design which is research to look for the effect of a treatment. To support the success of researchers to strengthen research by using purposive sampling. The sample in this study were 15 students who had low career understanding. Based on the results of the study and discussion, it can be concluded that the control group used Art anad Craft media was effective in increasing career understanding, this can be seen through the results of the pretest by distributing career understanding questionnaires where there were 15 students who did not understand careers, experienced an increase in career understanding scores, namely high. From 44.12% to 73.80% after Art and Craft media. Having carried out group guidance through art and craft greatly increased students' understanding of careers. The results of the hypothesis show that there are differences in career understanding. students before and after this treatment were confirmed by the results of the Wilcoxon test. With a significance value of 0.001, which means 0.001 > 0.05, the hypothesis put forward in this study is accepted, so it can be concluded that there is a significant influence between the provision of group guidance services using art and craft media on the professional understanding of students of SMP Negeri 16 Palembang. The researcher hopes that this research will be useful to find out the effectiveness of group guidance through art and craft media in fostering students' interests and talents in determining their future.
EFEKTIVITAS TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAM MENURUNKAN STRESS AKADEMIK SISWA Handika, Yudi; Putri, Ramtia Darma; Sari, Syska Purnama
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 02 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v2i02.1615

Abstract

Fenomena stress akademik yang dialami oleh siswa terus berkembang setiap tahun, khususnya di Indonesia. Berbagai macam permasalahan yang ada menuntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tepat. Seseorang yang mampu untuk menyelesaikan tentunya tidak menjadi masalah, akan berbeda bila seseorang merasa tidak nyaman dengan masalah tersebut. Masalah yang terus datang tanpa ada solusinya akan membuat seseorang itu mengalami stress. Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik self instruction dalam menurunkan stress akademik siswa SMK Utama Bakti Palembang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif pra eksperimental designs dengan menggunakan desain One group Pretest-Posttest Designs. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 siswa dengan sampel 7 siswa kelas XI teknik komputer dan jaringan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Penelitian ini berfokus pada keefektifan konseling kelompok dengan menggunakan teknik self instruction dalam menurunkan stress akademik siswa SMK Utama Bakti Palembang. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa rata-rata hasil pre-test yaitu 153,5 dan rata-rata hasil posttest 105,8. Diperoleh Zhitung = -2,371 dengan nilai Ztabel 1,645. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan nilai rata-rata setelah dilakukan posttest. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa konseling kelompok dengan menggunakan teknik self instruction efektif dalam menurunkan stress akademik.
KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI UNTUK MENGURANGI BURNOUT SELAMA BELAJAR DARI RUMAH PADA SISWA Fitriyah; Ramadhani, Erfan; Sari, Syska Purnama
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 2 No 02 (2021): COUNSENESIA 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v2i02.1651

Abstract

Latar belakang penelitian adalah fenomena pembelajaran daring sepanjang pandemi yang sudah menempatkan siswa pada titik jenuh. Gejala kejenuhan pun terlihat pada siswa SMA Negeri 9 Banyuasin dimana siswa kurang termotivasi dalam belajar sehinga memunculkan perasaan malas dan lamban dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Konseling singkat berfokus solusi diharapkan mampu membantu siswa berpikir mengenai tindakan-tindakan yang dapat mereka lakukan dari pada memikirkan bagaimana cara agar situasi yang ada dapat berubah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan konseling singkat berfokus solusi menggunakan strategi konseling kelompok untuk mengurangi burnout siswa selama belajar dari rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Ekperimen Design, bentuk one group pretest-posttest Design. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 9 Banyuasin, dan yang menjadi populasi penelitian adalah kelas XI MIPA 1, dan 5 orang dengan skor burnout tertinggi dipilih menjadi sampel penelitian. Data penelitian diperoleh menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum siswa mendapatkan konseling singkat berfokus solusi berada pada level burnout tinggi, sedangkan setelah mendapatkan konseling berada pada level burnout sedang. Konseling singkat berfokus solusi terbukti efektif untuk mengurangi burnout siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan pengujian statistik Z hitung (2.032) > Z tabel (0,0202) dan nilai sig (0.042) < 0.05.
Konseling Kelompok Singkat Berorientasi Solusi menggunakan media boneka untuk mengurangi agresivitas Siswa Sari, Syska Purnama; Indasari, Miftha; Surtiyoni, Endang
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7569

Abstract

Aksi kekerasan merupakan bentuk dari agresivitas harus segera diselesaikan. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah agresivitas adalah menggunakan boneka dalam konseling kelompok singkat berorientasi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeefektifan pendekatan konseling singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka untuk mengatasi masalah agresivitas siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, model penelitian adalah pretest posttest one grup desain. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar di Dusun Meritai. Setelah melakukan analisis data, hasil yang diperoleh adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi agresivitas siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan konseling kelompok singkat berorientasi solusi yang menggunakan media boneka. Sehingga penggunaan boneka dalam konseling singkat berorientasi solusi dapat digunakan oleh guru BK sebagai alternatif untuk mereduksi perilaku agresif. Abstract: Violence which is part of aggressiveness and must be resolved. An alternative to resolving aggressiveness is to use dolls in solution focused brief group counseling. The purpose of this research is to observe the effectiveness of solution focused brief counseling using puppet media to reduce aggressiveness. This type of research is quantitative with the experimental method and the model is pretest posttest one group design. The research subjects were third grade elementary school students in Meritai village. The results of the study, it was a significant difference between the aggressiveness before and after being given solution focused brief group counseling using puppet media. So the conclusion is that the use of dolls in solution focused brief counseling can be used by counseling teachers as an alternative to reduce aggressiveness
Bimbingan Kelompok Berbasis Cerita Rakyat: Menemukan Identitas Diri Remaja di Tengah Gelombang K-Pop Fahrani, Ririn; Putri, Ramtia Darma; Sari, Syska Purnama
Jurnal Wahana Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v7i2.15960

Abstract

The aim of this research is to determine the effectiveness of folklore-based group guidance in developing students' self-identity. This research uses quantitative experimental research methods with a one group pretest posttest research design. The research sample consisted of 9 students taken using purposive sampling technique. The research instrument used a Likert scale model, which was then analyzed using the normality test and the Wilcoxon test. In general, the research findings explain that folklore-based group guidance is effective in developing junior high school students' self-identity. Specifically: 1) Students' self-identity before being given folklore-based group guidance based on data processing results obtained an average score of 55.4 so that based on the pre-test results it can be seen that students' level of self-identity tends to be moderate. 2). Students' self-identity after being given folklore-based group guidance based on the results of data processing obtained an average score of 77.1 so that based on the post-test results it can be seen that the level of students' self-identity tends to be high. It is hoped that the research results can contribute to subsequent research and provide an overview of the research series.
Implementasi Play Therapy Uno Stucko untuk Melatih Kerjasama Antar Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Tanah Mas Butar, Annisa Butar; Sari, Syska Purnama; Surtiyoni, Endang
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1890

Abstract

Rendahnya sifat kerjasama pada kalangan anak-anak apalagi siswa sekolah dasar, yang mana hal ini juga terlihat dalam kegiatan mereka sehari-hari. Tujuan penelitian ni adalah untuk mengetahui apakah antar anak sekolah yang berada di TPA (taman pendidikan al-qur’an) As-Syifa memiliki perubahan yang signifikan setelah di berikan pre-test dan post-test serta mengetahui apakah anak memiliki perubahan yang signifikan setelah melakukan permainan secara berkelompok dengan menggunakan uno stucko. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimen Design, dengan bentuk One Group Pre-Test Dan Post-Test Design. Penelitian ini dilakukan di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) As-Syifa di Kelurahan Tanah Mas dan yang menjadi populasi penelitian yaitu anak antar sekolah dasar dengan rentang usia 10 sampai 13 tahun dengan sampel 10 orang anak yang mengalami rendahnya kerjasama sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan angket pre-test dan post-test yang menunjukkan bahwa anak mengalami rendahnya kerjasama sebelum mendapatkan perlakuan dan mengalami perubahan yang signifikan setelah mendapatkan perlakukan play therapy dengan pemainan modern uno stacko terbukti anak mengalami peningkatan yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan pengujian statistik dengan hasil skor Z hitung (2.812) < Z tabel (0,4978) dan nilai sig (0,005) < 0.05.
Pengaruh Konseling Behavioral Teknik Assertive Training untuk Mereduksi Adiksi Internet Siswa Sekolah Menengah Pertama Nurhanifah, Astri; Arizona, Arizona; Sari, Syska Purnama
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 21 No 02 (2024): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v21i02.4226

Abstract

Internet addiction is a condition where individuals cannot control themselves in using the internet which causes negative tendencies that have a negative impact on physical health, psychology, and social relationships. The purpose of the study was to determine the effect of behavioral counseling services assertive training techniques to reduce the internet addiction of junior high school students. The research method used in this study is a quantitative approach with a Quasi experimental method with a one group pre-test and post-test design. The results of this study indicate that: the results of hypothesis testing obtained a value (2 Tailed) of 0.068 which indicates that Ha is accepted because the sig value> 0.05. And Ho is rejected because the sig value is 0.068> from 0.05 so this shows that there are changes in the pre-test results before implementing behavioral counseling assertive training techniques and post-test after implementing behavioral counseling assertive training techniques
PERAN GURU BK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER NASIONALISME DI SMA NEGERI 1 MERAPI BARAT Endang Surtiyoni; Sari, Syska Purnama; Evia Darmawani; Nurlela; Taty Fauzi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekhawatiran akan merosotnya nasionalisme dan terjadinya disintegrasi nasional cenderung meningkat akhir-akhir ini. Bimbingan Konseling berbasis nilai cinta tanah air dimaksudkan sebagai proses pemberian bantuan kepada peserta didik melalui suasana kondusif dengan berlandaskan nilai-nilai cinta tanah air seperti mempertahankan identitas, integritas, potensi bangsa serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi rasa kebanggan pada bangsa, rela berkorban demi bangsa dan menjaga kedaulatan bangsa. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta yaitu siswa dan Guru di SMA N 1 Merapi Barat mengenai nasionalisme dan peran guru BK dalam mengembangkan karakter nasionalisme. Metode pelaksanaannya adalah ceramah atau seminar berupa sosialisasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian didapatkan bahwa secara keseluruhan kegiatan yang telah dilaksana berjalan dengan lancar, dan kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai nasionalisme dan cara mengembangkannya sehingga diharapkan siswa dan Guru mampu memiliki karakter nasionalisme.