Claim Missing Document
Check
Articles

The Mapping of Sustainability Index in Small and Medium Enterprises: A Case Study in Lampung Indonesia Lintang Harwina Madyaratry; Hartrisari Hardjomidjojo; Elisa Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Vol. 21 No. 1 (2020): February
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.997 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol21.No1.58-69

Abstract

Small-medium enterprises (SMEs) generally have constraints on their performance efficiency and productivity. It affects the ability of SMEs to compete in the global market. Therefore, the mapping of SME conditions needs to be analyzed. This study aims to map the SME conditions and find out SME’s sustainability index. This study uses a multidimensional scaling method through ecological, social, economic, technological, and institutional dimensions. A case study was carried out at Banana Chips SMEs in Lampung Province. These SMEs are the mainstays of Lampung Province. The results show that the SME condition was divided into three categories: poor, good, and very good. The status of the sustainability of SMEs in each dimension was divided into two groups: the poor category for the technology dimension and the good category both for the ecological, social, economic, and institutional dimensions. The results of the mapping of SME’s sustainability index produced several improvement strategies for SMEs.
Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Mutu Pangan Industri Kecil Menengah Air Minum dalam Kemasan (Studi pada LSPro X) Titin Mahardini; Musa Hubeis; Hartrisari Hardjomidjojo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 37, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v37i2.6464

Abstract

ABSTRAK: Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merupakan komoditi SNI wajib, perusahaan harus memperoleh sertifikat produk penggunaan tanda SNI (SPPT SNI) dari Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro) yang salah satu syaratnya harus menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) Pangan. Tujuan penelitian ini melakukan evaluasi penerapan SMM Pangan IKM AMDK LSPro X menggunakan model traffic light system. Hasil penelitian diperoleh zonasi secara umum yaitu 35% perusahaan berada pada zona hijau, artinya sudah siap dan baik dalam penerapan SMM Pangan, 19% berada di zona kuning, perlu peningkatan dan 46% berada pada zona merah, penerapan SMM Pangan perlu diperbaiki. Zonasi sesuai wilayah yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten dengan persentase hampir seimbang antara merah dan hijau, sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Timur lebih banyak di zona merah, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua lebih banyak zona kuning, dan Sumatera Kalimantan seimbang antara zona merah dan kuning. Zonasi sesuai skala industri, hasil penelitian menunjukkan industri besar memiliki persentase dominan sebesar 83,33% berada pada zona hijau, industri menengah 54% zona hijau, sementara industri kecil memiliki persentase 76,47% berada di zona merah. Aspek Penerapan SMM Pangan AMDK secara umum masih perlu ditingkatkan pada aspek Perencanaan (klausul 6), penerapan GMP, dan aspek dukungan/ supporting (klausul 7) ISO 9001:2015.Kata kunci: AMDK, FQMS, SPPT SNI, traffic light system, zonasiABSTRACT: Bottled Drinking Water (AMDK) is a mandatory SNI, companies must obtain product certificate for SNI marking from the Product Certification Body (LS Pro) and must be applied the Food Quality Management System (FQMS). This study aimed to evaluate the application of FQMS for small medium industries of AMDK on LSPro X using the traffic light system. The results of the study are 35% of companies in the green zone, means the companies were applied the FQMS well. 19% are in the yellow zone, need few improvements, and 46% are in the red zone, needs several improvements. West Java, Jakarta and Banten have a nearly balanced percentage between red and green. Central Java and East Java have more companies in the red zone, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, and Papua have more companies in yellow zones, and Sumatra Kalimantan balanced between the red and yellow zones. The large industries 83.33% in the green zone, medium industries 54% in the green zone, small industries 76.47% in the red zone. The application of FQMS in bottled drinking water small medium industries still need to be improved in the aspects of Planning (clause 6), application of GMP, and aspects of support (clause 7) ISO 9001:2015.Keywords:  bottled drinking water, FQMS, mandatory SNI, traffic light system, zoning
MODEL KEBIJAKAN DAN SISTEM HUKUM PEMBERANTASAN PEMBALAKAN LIAR DI INDONESIA (STUDI KASUS DI PROVINSI RIAU) Marissa Grace Haque; Rinekso Soekmadi; Hasim Hasim; Hartrisari Hardjomidjojo; Daud Silalahi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.3.1.17

Abstract

A high rate and massive illegal logging cases from the past until to date, and the low rate of law compliance in the sense of Indonesia law and policy implementation, awoke some issues that encourage Indonesia and Indonesian jurists to build a better system. Conducting the research from 2005-2007, and thoroughly observing its development until 2011, from as many as 23 Statutory Laws start from the umbrella of the Basic Law or UUD 45 (Undang Undang Dasar 1945), follow with Laws or UU(Undang Undang), Policies or Kebijakan as Government Regulation or PP (Peraturan Pemerintah), Presidential Decree orKEPPRES (Keputusan Presiden), and Presidential Instruction or INPRES (Instruksi Presiden), strive the researcher to scrutinizethem prudently. The research conduction aims to build a model-system that might contribute to the 2012 national accelerationanti-illegal logging movement in Indonesia region.Keywords: Model system, UUD 45, UU, government regulation; PP, presidential decree; KEPPRES, presidential instruction;INPRES
Structural and Electrical Properties of Silica Materials from Rice Husks Casnan; Purnawan; Erliza Noor; Hartrisari Hardjomidjojo; Irzaman; Eti Rohaeti; Aditya Kurniawan
ASEAN Journal on Science and Technology for Development Vol. 38 No. 2 (2021): Repurpose & Redefine
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29037/ajstd.697

Abstract

This study aimed to analyze the structural and electrical properties of silica from rice husks recovered by the process of ashing on a medium-scale furnace with a capacity of 15 kg. Rice husks were burned at a heating rate of 1.5°C/min to a temperature of 900°C, where the temperature was retained for 1 hour each at 400°C and 900°C. The methodology of this research was conducted through the process of ashing, extraction of silica, and characterization of its structural electrical properties. The silica extracted from rice husk ash had a relatively low water content by the low absorption intensity of the group –OH at 3610 cm-1. The silica was dominated more by the siloxane group (Si-O-Si) compared with the silanol group (Si-OH). Based on XRD analysis, the silica structure was confirmed as tetragonal. The silica also had a decreased resistance, impedance, and inductance as the frequency increased. These results indicate that the obstacles contained in silica content decrease with an increase in frequency. The decreasing of dielectric constants was caused by the frequency affecting the capacitance; i.e., increased frequency caused more waves to be transmitted each second. The electric current was turned before the capacitor plate was fully charged, which caused quick charge drainage in the capacitor plate and therefore reduced the ability of a material to store the electric charge.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEREDUKSI SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BOGOR Aditya Pandu Nugraha; Hartrisari Hardjomidjojo; Jono M Munandar
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.917 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.31-41

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan telah menjadi permasalahan global dan tidak terkecuali di Kota Bogor. Saat ini sekitar 150-180 ton sampah padat per hari tidak dapat terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dan tersisa di dalam kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor telah mengelola sampah padat perkotaannya dengan berlandaskan Undang-Undang Nomor 18/2008 yakni berupaya mereduksi sampah dari sumber terbesar, yaitu rumah tangga permukiman. Dalam upaya mereduksi sampah, pemerintah Kota Bogor telah membentuk Bank Sampah serta menyediakan komposter di perumahan. Terdapat 255 Bank Sampah unit terdaftar di Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Kota Bogor, namun hanya 43 unit yang aktif dengan total reduksi kurang dari 1% timbulan sampah bulanan. Riset ini bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap pengolahan sampah melalui Bank Sampah serta memodelkan alternatif skenario yang paling efektif dan memungkinkan untuk mengurangi timbulan sampah padat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi untuk analisis persepsi serta prinsip-prinsip sistem dinamik untuk permodelan. Analisis terhadap 196 sampel responden menunjukkan bahwa bahwa faktor usia dan tingkat pendidikan memiliki dampak paling signifikan dalam partisipasi masyarakat terhadap pengolahan dan mereduksi sampah melalui Bank Sampah. Kombinasi optimasi Bank Sampah dan edukasi terhadap partisipasi masyarakat dalam mereduksi timbulan sampah melalui Bank Sampah diperkirakan dapat mengurangi timbulan sampah tak terangkut sebesar 18%  dalam jangka waktu lima tahun.
Smart Logistics System in Food Horticulture Industrial Products: a Systematic Review and Future Research Agenda Rindra Yusianto; Marimin Marimin; Suprihatin Suprihatin; Hartrisari Hardjomidjojo
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 2 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.385 KB)

Abstract

Food horticultural commodities are perishable products. Quality decreases rapidly after harvest. Therefore, timely handling and distribution of products must be considered to achieve customer satisfaction. This paper proposes spatial logistics for constructing traceability system framework as a new approach to smart logistics system in food horticulture industrial products. The objective of this article is to analyze existing methods for logistics systems in food horticulture and develop new frameworks for smart logistics systems. The author reviews and synthesizes 115 scientific articles published between 2004 and 2019. Articles reviewed are categorized into sensor Radio Frequency (RF), GPS systems for location and navigation, Internet of Things (IoT) and mobile applications. Most of the previous authors have applied the agricultural product approach. The dominant topic that we found in the literature is IoT, and tracking systems with RFID and remote sensing. Most of the literature focuses on agricultural logistics and there is a lack of discussion about food horticulture industrial product. The contribution of this paper was mapping methods in spatial logistics and logistical traceability and develops new frameworks. For the future agenda, we point to the development of systematic smart logistics that applies intelligent spatial logistic DSS to maintain the logistics system.
BUSINESS MODEL ANALYSIS OF AGRO-INDUSTRIAL DEVELOPMENT OF RICE HUSKS-BASED SILICA BY BUSINESS MODEL CANVAS APPROACH Casnan Casnan; Purnawan Purnawan; Erliza Noor; Hartrisari Hardjomidjojo; Irzaman Irzaman; Eti Rohaeti; Aditya Kurniawan
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2022.32.2.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis model agroindustri silika dari sekam padi dengan pendekatan Bisnis Model Kanvas. Sekam padi diproses menjadi silika dilakukan melalui proses pembakaran dengan suhu tinggi. Arang sekam padi mengandung sekitar 72,1% silikon oksida dan meningkat menjadi 94,95% setelah dibakar pada 700 oC selama 6 jam, sedangkan abu sekam kering mengandung silikon oksida sekitar 80% - 90%. Arang dan abu sekam padi dapat digunakan sebagai alternatif sumber silika dan silikon. Hasil penelitian ini memiliki prospek untuk mengembangkan agroindustri silika berbasis sekam padi sebagai alternatif bahan baku terbarukan. Metode yang digunakan untuk membangun model bisnis adalah Business Model Canvas (BMC). Business Model Canvas adalah metode visual menggambarkan bagaimana suatu perusahaan membuat dan melakukan bisnis. Visualisasi dengan kanvas lebih komunikatif, hal ini akan mendeskripsikan model bisnis secarasederhana untuk dimengerti. BMC diuraikan dalam sembilan komponen yaitu Customer Segment, CustomerRelationship, Customer Channel, Revenue Stream, Value Proposition, Key Activities, Key Resource, Cost Structure, dan Key Partners. BMC perlu dilakukan sebagai acuan untuk mengisi kanvas model bisnis pengembangan agroindustri silika, tidak hanya berkaitan dengan manfaat atau keuntungan tetapi juga cara organisasi menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai secara rasional. Silika yang dihasilkan dari proses pirolisis dalam skala medium memiliki kemurnian yang tinggi. Proses produksi silika berbahan dasar sekam padi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi agroindustri silika sebagai bahan baku alternatif terbarukan.Kata kunci: business model canvas (BMC), rice husks-based silica
TEKNIK PENGELOLAAN USAHATANI TANAMAN CABAI BERKELANJUTAN DI DATARAN TINGGI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT (Management Technique of Sustainable Red Pepper Crop Farming System in Upland Distric of Cikajang Garut Regency) Wa Ode Muliastuty; Santun R.P. Sitorus; Roedhy Poerwanto; Hartrisari Hardjomidjojo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18775

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi dalam usahatani cabai merah dataran tinggi adalah penurunan produktivitas tanaman akibat ketidaksesuaian agroteknologi dengan karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman. Hal ini mempercepat proses erosi dan meningkatkan kehilangan lapisan atas tanah yang lebih subur sehingga menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar erosi, menganalisis kontribusi pendapatan usahatani terhadap Kebutuhan Hidup Layak (KHL) petani, dan mengkaji alternatif teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA).Erosi dianalisis menggunakan persamaan USLE. Pendapatan usahatani menggunakan analisis anggaran arus uang tunai. KHL petani dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga petani, didekati dari kebutuhan fisik minimal ditambah kebutuhan hidup tambahan. Teknik konservasi tanah diuji pada percobaan petak erosi berukuran 2 x 20 meter dan dibuat pada kemiringan lereng 40 %. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Pertama adalah pola tanam, yaitu cabai merah monokultur (T1) dan cabai merah tumpangsari dengan kubis (T2). Kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan searah lereng sebagai kontrol (K1), guludan searah lereng + guludan memotong lereng jarak 6,60 meter (K2), guludan memotong lereng (K3), dan guludan memotong lereng miring 20° (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curam kemiringan lereng maka erosi semakin besar melebihi batasETol dan kontribusi pendapatan usahatani terhadapKHL petani semakin rendah. Pola tanam cabai merah monokultur mempunyai erosi yang lebih besar dan kontribusi pendapatan terhadapKHL lebih kecil daripada tumpangsari. Teknik konservasi T1K3, T2K3, T1K4 dan T2K4 dapat diterapkan pada lahan dataran tinggi karena mampu menurunkan erosi ≤ ETol (30,92 ton.ha-1.th-1) dan meningkatkan pendapatan usahatani ≥ KHL (Rp. 23.920.000 kk-1.th-1), sehingga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi dapat tercapai.ABSTRACTThe problems encountered in red pepper farming on the upland area is the decrease in the crops productivity due to a mismatch between agrotechnology with the land characteristics and the needs of the crops. This condition accelerates the erosion process and increase the loss of top soil, which are more fertile. All of those things has in turn decrease land productivity. This objectives of the study are to gain knowledge about the extension of erosion, to analyze the contribution of farm income to the farmers Need of Decent Living (NDL), and to study alternative technique of soil and water conservation. Erosion is analyzed by USLE equations. Farm income is analyzed by using cash flow budget analysis. NDL is calculated based on amount of family member in one family farmer, which is approached by minimum physical necessities added by additional life necessities. Soil conservation technique were tested in erosion experimental plots with 2 x 20 meters size made at the 40 % slope. Randomized block design is used that are consist of two factors. The first is cropping pattern which are monoculture red pepper (T1) and intercropping red pepper with cabbage (T2). The second is soil conservation technique which are the ridges in the direction of the slope as the control (K1), the ridges in the direction of the slope + the ridges cut off the slopes in every 6.6 meters (K2), the ridges across the slope (K3), and ridges across the slope with 20° tilted (K4). The research result shows that as the slope is getting steeper, the erosion is getting higher and exceeded the TSL and the contribution of farm income to the farmers NDL is getting lower. Monoculture red pepper cropping patterns have a greater erosion and the contribution of farm income to the farmers NDL is smaller than the intercropping. Conservation technique T1K3, T2K3, T1K4 and T2K4 can be applied to the upland area because it is capable to decrease the erosion less than or equal to the TSL (30.92 ton.ha-1.yr-1) and increasing farming income more than or equal to the farmers NDL (Rp. 23,920,000 household-1.yr-1), and therefore the sustainability of the environment and the economy can be accomplished.
Kajian Perubahan Tingkat Pelayanan Jalan dan Kualitas Udara Di Zona Tidak Sesuai untuk Perumahan Rina Marina Masri; Santun R.P. Sitorus; Kooswardhono Mudikdjo; Lilik Budi Prasetyo; Hartrisari Hardjomidjojo
Jurnal Permukiman Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.115-128

Abstract

Dampak perkembangan Kawasan Bandung Utara di zona tidak sesuai untuk perumahan meningkatkan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian masyarakat, menurunkan kualitas lingkungan yang ditandai dengan menurunnya tingkat pelayanan jalan dan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi  pola perubahan volume lalulintas  dan tingkat pelayanan jalan; mengetahui hubungan pola perubahan volume lalulintas dan pencemaran udara terhadap indeks kualitas lingkungan; dan mengusulkan pilihan kebijakan dalam pengelolaan lalu lintas. Pengumpulan data primer diperoleh dari pengamatan fisik kimia udara dan lalu lintas dari lapangan serta data sekunder dari instansi-instansi berwenang. Analisis sistem dampak pembangunan perumahan terhadap kinerja jalan dan pencemaran udara menggunakan software Excel for Windows 2003 dan Powersim versi 2.5C. Hasil yang diperoleh adalah : (i) peningkatan volume lalu lintas di sepanjang koridor  jalan serta menurunnya kinerja tingkat pelayanan jalan dengan kategori D,E, F (>0,85), (ii) penurunan indeks kesehatan lingkungan (peningkatan jumlah kematian dini akibat pencemaran udara); (iii) pengelolaan dampak lingkungan dengan memprioritaskan kebijakan perbaikan kapasitas jalan,rasio volume dengan kecepatan kendaraan melalui penambahan lajur jalan dan lebar jalan. 
Agro-Food Supply Chain Risk Assessment: A Review Based on Technique and Approach Daniel Bunga Paillin; Machfud Machfud; Hartrisari Hardjomidjojo; Muhammad Romli
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v5i2.3688

Abstract

Risk assessment in agro-food supply chains is crucial in managing the complexity and uncertainty associated with food product production, distribution, and consumption. This study aims to classify risks and mapping techniques or approaches used in risk assessment of agro-food product supply chains. Mapping technique or approaches to risk assessment of agro-food supply chains was carried out based on the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) framework, which consists of several stages of identification, screening eligibility, and inclusion, resulting in a total of 72 relevant journal articles. They were selected from 58 different journals with high-impact factors and rankings. The literature review results show that agro-food's supply chain risk classification has much to do with risk assessment: macro-level risk, operational risk outside the company, and internal risk. Furthermore, the most studied agro-food products are general food (44%), horticultural products (28%), meat products (11%), dairy products (10%), fishery products (6%) and bread products (1%). The techniques and approaches most widely used in assessing the risk of the agro-food supply chain are semi-quantitative (49.3%), quantitative (31.5%), mixed (12.3%), and qualitative (6.9%). A better knowledge of the topic being addressed in the research community is sped up by identifying these techniques and approaches since the literature on supply chain risk management for agro-food is voluminous, complicated, and challenging to grasp.
Co-Authors - Hamdi . Syaiful Abdiyah, Mutiara Abiyyu Muhammad Haris Aditya Kurniawan Aditya Kurniawan Aditya Pandu Nugraha Aji Hermawan Amiruddin Saleh Anas Miftah Fauzi Anthon A. Djari Arahmah, Melina Ario Damar Ayu Diah Padyanawati Bambang Pramudya N Basita Ginting Budi Kurniawan Budi Yulianto Cahyana, Purwa Tri Casnan Casnan Casnan, Casnan Chandra Wijaya Chandra Wijaya Daniel Bunga Paillin Daniel R. Monintja Darwin Kadarisman Daud Silalahi Dewi Auditiya Marizka Domu Simbolon Donny Iskandar Edwarsyah Edwarsyah Efri Yulistika Eka Intan Kumala Putri Eko Ruddy Cahyadi Elisa Anggraeni Elisa Anggraeni, Elisa Endang Warsiki Endriatmo Soetarto Erliza Noor Eti Rohaeti Faisal Ramdhani Faqih Udin dan Jono M. Munandar Meivita Amelia FARAH FAHMA Fransiska Zakaria Gultom, Nadine Debora Habib Subagio, Habib Hadi S Alikodra Harmin Sarana Hasim - Heri Suprayitno Hery Widijanto Irzaman, Irzaman John Haluan Kamandanu, Dimas Fikri Kartika, Hayu Kooswardhono Mudikdjo Kooswardhono Mudikdjo Kustanto, Destian Yogi Laily, Noer Lalitya Narieswari Lestari, Suci Ayu LILIK BUDIPRASETYO Lintang Harwina Madyaratry M. Syamsul Maarif M. Yanuar J. Purwanto Ma'mun Sarma Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Madyaratry, Lintang Harwina Marimin , Marissa Grace Haque Marlinda Apriyani Matasik, Delfania Meizar Malanesia Mita Wahyuni Mohamad Syamsul Ma’arif Muhamad Komarudin Muhammad Ismail Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Musa Hubeis Muti'atul Chosyi'ah Nadya Megawati Rachman Nastiti Siswi Indrasti Nugroho, Bagus Dwi Ono Suparno Pranatasari, Nur Army Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Putranto, Kartiko Eko Rahayu, Nur Fitri Reza Ahda Sabiila Rina Marina Masri Rina Marina Masri, Rina Marina Rinekso Soekmadi Rivaldo, Napitupulu Yosefino Roedhy Poerwanto Rohayati Rudi C. Tarumengkeng Safitriyawi, Roja Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Sapta Raharja Sarasono, Andanya Chaerunisa Sari, Anum Syantining Shakila, Dania Putri Primar Tri Siti Leny Puspasari Sumardjo Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suryadari, Agung Suryahadi (Suryahadi) Suyadi Cornellius Titi Candra Sunarti Titin Mahardini Tjahja Muhandri Tommy H. Purwaka Tridoyo Kusumastanto Tsani, Anissa Nabila Udoh Roudotul Jannah Ulfah, Tya Utomo, Prasetyo Hadi Wa Ode Muliastuty Wowiling, Novie CH Y.A. Budhi Jatmiko Yandra Arkeman Yofita Sandra Yunus Triyonggo, Yunus Yusianto Rindra Zulfiandri Zulfiandri