Claim Missing Document
Check
Articles

Keterlibatan Perempuan dalam Pengembangan UMKM Kue Sukade di Desa Tunggulo Selatan: Peluang dan Tantangan Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Juriko; Dance Tui, Fenti Prihatini; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1096

Abstract

Artikel ini membahas keterlibatan perempuan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kue sukade di Desa Tunggulo Selatan Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi telah meningkat secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mencapai kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam mengelola UMKM kue sukade, yang merupakan salah satu produk unggulan desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan partisipatif masyarakat. Selain itu, keberadaan UMKM ini juga menciptakan lapangan kerja bagi anggota komunitas lainnya, sehingga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi di desa. Namun, meskipun terdapat banyak peluang, perempuan yang terlibat dalam UMKM kue sukade juga menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Salah satu hambatan utama adalah akses terhadap modal, yang sering kali menjadi kendala bagi perempuan untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka. Selain itu, kurangnya pelatihan dan keterampilan dalam manajemen usaha serta pemasaran produk juga menjadi tantangan yang tidak kalah penting. Banyak perempuan yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang strategi pemasaran yang efektif, sehingga produk mereka kurang dikenal di pasar yang lebih luas. Dengan mempertimbangkan tantangan yang ada, penting untuk mengembangkan strategi yang dapat membantu perempuan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Upaya untuk meningkatkan akses terhadap pelatihan dan modal sangat diperlukan agar perempuan dapat mengoptimalkan potensi usaha mereka. Program-program pemberdayaan yang melibatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung perempuan dalam mengelola UMKM kue sukade. Oleh karena itu, mengatasi akar permasalahan yang dihadapi oleh perempuan dalam sektor UMKM bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Desa Tunggulo Selatan.
Pendekatan Partisipatif dalam Pembuatan Instalasi Filter Nano untuk Air Bersih di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula Yusuf, Taufiq Ismail; Tolago, Ade Irawaty; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1101

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia, namun akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan di banyak daerah, termasuk Desa Gandasari Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Di berbagai belahan dunia, terutama di daerah pedesaan, banyak masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. Hal ini berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mereka, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi. Dalam konteks ini, penting untuk mencari solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut. Salah satu pendekatan yang menarik adalah melalui pembuatan instalasi filter nano yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Dengan cara ini, bukan hanya kualitas air yang diharapkan meningkat, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber daya air mereka. Pendekatan partisipatif dalam pembuatan instalasi filter nano ini melibatkan beberapa langkah strategis yang dirancang untuk menjamin keberlanjutan proyek. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah awal yang krusial, di mana informasi tentang pentingnya air bersih dan cara kerja instalasi filter nano disampaikan. Dalam kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai masalah yang dihadapi terkait kualitas air dan dampaknya terhadap kesehatan. Selanjutnya, pelatihan diadakan untuk memberdayakan anggota masyarakat agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam proses pembuatan dan pengelolaan instalasi. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah, proyek ini mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa instalasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan lokal dan dapat dioperasikan oleh masyarakat. Hasil dari proyek ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas air dan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih. Dengan meningkatnya pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga dan mengelola sumber daya air mereka, serta berbagi informasi ini dengan anggota komunitas lainnya. Dengan demikian, pendekatan partisipatif dalam pembuatan instalasi filter nano tidak hanya memberikan solusi teknis untuk masalah air bersih, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab di antara masyarakat. Proyek ini menunjukkan bahwa dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dapat tercipta solusi yang lebih berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Inovasi Produk Lokal Kecap Manis Berbasis Air Kelapa sebagai Alternatif Pangan Sehat Akuba, Alfin; Solikahan, Eka Zahra; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1103

Abstract

Kecap manis merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat populer di Indonesia, digunakan dalam berbagai hidangan untuk memberikan rasa manis dan gurih yang khas. Namun, tingginya kandungan gula dalam kecap manis konvensional menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, inovasi produk lokal menjadi sangat penting. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi kecap manis berbasis air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi kesehatan. Inovasi kecap manis berbasis air kelapa ini tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih sehat, tetapi juga memberikan peluang bagi pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Dalam proses pengembangan produk, para peneliti melakukan metode penelitian pendampingan dan pelatihan kepada para produsen lokal, sehingga mereka dapat memahami cara mengolah air kelapa menjadi kecap manis yang berkualitas. Selain itu, eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa kecap manis ini dapat mempertahankan cita rasa yang diharapkan oleh konsumen, meskipun dengan kandungan gula yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pada kepuasan konsumen. Analisis terhadap potensi pasar menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang mencari produk makanan sehat dan alami. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keinginan untuk mengurangi konsumsi gula. Dengan demikian, kecap manis berbasis air kelapa memiliki peluang besar untuk diterima oleh pasar. Selain itu, produk ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia, yang ingin menghadirkan produk inovatif sambil tetap memperhatikan aspek kesehatan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, produk ini juga berpotensi untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan demikian, inovasi kecap manis berbasis air kelapa tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, mulai dari produsen, konsumen, hingga pemerintah, untuk mendukung pengembangan produk ini. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara berbagai sektor sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya memilih produk sehat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kecap manis berbasis air kelapa dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan.
Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Pengelolaan Surat untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Aparat di Desa Tunggulo R. Dako, Rahmat Dedi; Abdussamad, Syahrir; Nasibu, Iskandar Zulkarnain; Tolago, Ade Irawaty; Mohamad, Yasin
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1104

Abstract

Digitalisasi dalam administrasi desa merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi kerja aparat desa. Dalam konteks modern yang semakin mengandalkan teknologi, penerapan sistem digital di tingkat desa menjadi sangat relevan dan mendesak. Dengan semakin kompleksnya tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh aparat desa, digitalisasi tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga berpotensi untuk mengubah cara kerja yang lebih efektif dan transparan. Melalui digitalisasi, proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi pengelolaan surat di Desa Tunggulo, yang diharapkan dapat mempercepat alur surat-menyurat dan mengurangi kesalahan administratif. Hal ini sangat signifikan mengingat surat-menyurat adalah salah satu aktivitas utama dalam administrasi desa yang seringkali menghambat kinerja aparat desa. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan setiap surat dapat diproses dengan cepat dan akurat, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih responsif.  Metode yang digunakan dalam meliputi observasi langsung, serta pelatihan. Observasi langsung memungkinkan untuk melihat langsung bagaimana aplikasi digunakan dalam praktik sehari-hari serta pelatihan yang diberikan juga menjadi aspek krusial dalam pengabdian ini, karena memastikan bahwa aparat desa tidak hanya memahami cara menggunakan aplikasi, tetapi juga dapat memaksimalkan fungsionalitasnya. Melalui pendekatan ini, pengabdian ini tidak hanya berfokus pada implementasi teknologi, tetapi juga pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Diharapkan hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi waktu pengelolaan surat bagi aparat desa setelah implementasi aplikasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi yang diimplementasikan, tetapi juga pada kesiapan dan kemampuan aparat desa dalam mengadaptasi teknologi tersebut ke dalam rutinitas kerja mereka. Dengan demikian, untuk mencapai hasil yang optimal, perlu ada strategi berkelanjutan yang melibatkan pelatihan dan evaluasi berkala terhadap penggunaan aplikasi. Digitalization in village administration is an important step in improving the efficiency of village officials' work. In a modern context that increasingly relies on technology, the implementation of digital systems at the village level is very relevant and urgent. With the increasingly complex tasks and responsibilities carried out by village officials, digitalization not only provides practical solutions, but also has the potential to change the way of working to be more effective and transparent. Through digitalization, administrative processes that were previously time-consuming and prone to errors can be better managed, thereby improving services to the community. This service aims to optimize the use of letter management applications in Tunggulo Village, which is expected to speed up the flow of correspondence and reduce administrative errors. This is very significant considering that correspondence is one of the main activities in village administration that often hinders the performance of village officials. With this application, it is hoped that every letter can be processed quickly and accurately, so that services to the community become more responsive. The methods used include direct observation, as well as training. Direct observation allows for direct viewing of how the application is used in daily practice and the training provided is also a crucial aspect of this service, because it ensures that village officials not only understand how to use the application, but can also maximize its functionality. Through this approach, this service not only focuses on the implementation of technology, but also on developing human resource capacity at the village level. It is expected that the results of this service will show an increase in the efficiency of letter management time for village officials after the implementation of the application. This shows that the success of digitalization does not only depend on the technology implemented, but also on the readiness and ability of village officials to adapt the technology into their work routines. Thus, to achieve optimal results, there needs to be a sustainable strategy that involves training and periodic evaluation of the use of the application.
Otomatisasi Pengering Padi Berbasis Arduino Uno Abdussamad, Syahrir; Hulukati, Stephan A.; Husain, Ayun
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i01.84

Abstract

Pada umumnya pengeringan gabah di Indonesia masih dilakukan dengan cara yang relatif sederhana atau pengeringan secara tradisional dengan cara dipanaskan pada terik matahari atau dijemur. Proses pengeringan sederhan ini umumnya membutuhkan waktu tiga hari untuk proses pengeringan kurang lebih mencapai satu minggu. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu alat pengering guna mengurangi keterbatasan waktu tersebut.Untuk mengatasi masalah pada proses pengeringan secara manual, pada penelitian ini maka penulis akan merancang alat pengering otomatis. Berdasarkan hasil pengujian buka tutup atap terhadap sesnsor cahaya diatas, pada saat intensitas cahaya dalam keadaan terang (Pagi atau siang), atap bak pengering membuka. Sedangkan pada saat intensitas cahaya dalam keadaan gelap (mendung atau malam) atap bak pengering menutup. Pada saat atap terbuka membutuhkan waktu 00:04,4 detik sedangkan pada saat menutup hanya membutuhkan waktu 00:01,2 detik.Proses pengujian pengeringan gabah di mulai dari jam 13:40 – 01:40 dan hasil suhu yang peroleh selam jam 22:40 adalah 50 ᵒC dan pada saat suhu sudah mencapai batas yang di tentukan maka lampu pijar mati dan kipas yang ada didalam ruang pengering berputar agar padi tetap kering dan suhu pada ruangan tidak lembab. In general the drying of grain in Indonesia is still carried out in a relatively simple or traditional way of drying by heating it in the hot sun or drying it. This simple drying process generally takes three days for the drying process to approximately one week. Therefore it is necessary to make a dryer to reduce the time constraints. To overcome the problem in the drying process manually, in this study the authors will design an automatic dryer. Based on the test results, open the roof of the roof to the light above, when the light intensity is bright (morning or afternoon), the roof of the dryer opens. Whereas when the light intensity is dark (cloudy or night) the roof of the drying tub closes. When the roof is open it takes 00: 04.4 seconds while when closing it only takes 00: 01.2 seconds. The process of testing grain drying starts at 1:40 a.m. - 1:40 p.m. and the temperature results obtained at 10:40 p.m. are 50 ᵒC and when the temperature has reached the specified limit, the incandescent lamp dies and the fan inside the drying chamber rotates so that the rice stays dry and the temperature in the room is not moist.
Aplikasi Multimedia Interaktif Sebagai Alat Bantu Belajar Bahasa Inggris Pada Kelas 2 Sekolah Dasar Sofyan, Mohammad Sofyan; Abdussamad, Syahrir; Bonok, Zainudin
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i01.86

Abstract

Bahasa Inggris merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Terlebih untuk siswa Sekolah Dasar. Metode pembelajaran dari guru masih menggunakan metode teaching, maksudnya semua materi berasal dari guru yang dilakukan tanpa menggunakan sarana atau media bantuan apapun. Tujuan diadakannya tugas akhir ini adalah pengadaan media interaktif bagi siswa Sekolah Dasar khususnya siswa kelas 2, guna meningkatkan mutu dan sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk siswa kelas 2. Multimedia pembelajaran interaktif bahasa inggris menggunakan metode listening, reading, speaking dan writing, menggunakan software Adobe Flash CS 5.5 dan software pendukung lain. English is one of the subjects considered difficult by students. Especially for elementary school students. The learning method from the teacher still uses the teaching method, meaning that all material comes from the teacher which is carried out without using any media or assistance. The purpose of this final project is to provide interactive media for elementary school students, especially grade 2 students, in order to improve quality and as an interactive learning tool for grade 2 students. Multimedia interactive English learning using listening, reading, speaking and writing methods, using Adobe Flash software CS 5.5 and other supporting software.
Rancang Bangun Alat Sirkulasi Air Pada Sistem Tanaman Hidroponik Hulukati, Stephan A.; Asri, Muhammad; Pegu, Owin; Abdussamad, Syahrir
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i2.289

Abstract

Hidroponik adalah cara bercocok tanam dengan hanya menggunakan air sebagai media tumbuhnya, metode hidroponik sendiri merupakan metode yang sangat sederhana mengingat metode ini tidak memerlukan lahan yang luas. Besarnya minat masyarakat terhadap sistem hidroponik ini perlu di iringi dengan kamajuan tekhnologi saat ini yang sudah canggi untuk para petani mengontrol sirkulasi air dengan baik. Metode penelitian ini membahas bagaimana merancang alat sirkulasi air pada sistem hidroponik dengan alat SR04-A. Sebagai alat control sistem tanaman hidroponik alat ini dilengkapi bagian bagian pendukung berupa, 1 buah sensor unit ultra sonic, 1 buah buzzer, dan 5 buah lampu led sebagai indicator. Dan berupa alat pemantau temperature dan kelembapan udara, yang menggunakan mikrokontroler NODE MCU dan sensor DHT11 yang mendeteksi temperature dan kelembapan udara. Penelitian ini dibuat agar para petani mengetahui bahwa membuat sistem tanaman hidroponik dengan memafaatkan teknologi pada jaman sekarang yang bisa mengotrol sirkulasi air secara otomatis pada sistem tanaman. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di loakasi didapatkan bahwa setiap modul dapat bekerja sangat baik sesuai dengan fungsnya, outputnya adalah menggunakan pompa air untuk mengontrol keluar masuknya air pada sistem tanaman hidroponik. Dan hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mendeteksi jarak air 100 cm, 50, cm, 10 cm. Pada saat jarak sensor unit 100 cm maka pompa akan ON untuk menjalankan fungsinya sebagai pengaturan sirkulasi air pada sistem tanaman, dan ketika deteksi sensor sudah sampai 10 cm maka pompa akan OFF. Dan untuk pemantauan kelembapan outpunya adalah LCD dan Aplikasi Blynk. Hasil yang di dapat dari deteksi sensor unutk temeperature yang paling tinggi 43C° dan kelembapan 38%. Saran yang dapat dikembangkan pada penelitian ini adalah hanya untuk pengontrolan monitoring yang lebih baik menggunakan pompa air 2, agar bisa memonitoring kelembapan udarah lebih baik. Hydroponics is a way of growing crops using only water as a growth medium. The hydroponic method is simple since it does not require a large area of land. The amount of public interest in this hydroponic system needs to be accompanied by advances in technology that are now sophisticated for farmers to control water circulation properly. This study employs a method that discusses the design of water circulation equipment in a hydroponic planting system using the SR04-A device. As a control tool for the hydroponic planting system, this tool is equipped with supporting parts, namely 1 ultrasonic sensor unit, 1 buzzer, and 5 led lights as indicators. The temperature and humidity monitoring device uses a NODEMCU microcontroller and a DHT11 sensor that detects air temperature and humidity. It aims to help farmers that making a hydroponic planting system by utilizing today's technology that can control water circulation automatically in the plant system is simple to master. Based on the tests carried out at the location, it is found that each module can work very well following its function. The output is to use a water pump to control the entry and exit of water in the hydroponic planting system. The result of this study is that the system can detect water distances of 100 cm, 50, cm, and 10 cm. When the sensor unit distance is 100 cm, the pump will be ON to carry out its function as a water circulation regulation in the planting system. If the sensor detection has reached 10 cm, the pump will be OFF. In humidity monitoring, the outputs are the LCD and the Blynk App. It also indicates the detection of a sensor for the highest temperature of 43C ° and humidity of 38%. This study suggests that only using a water pump 2 with a better monitoring control can better monitor the humidity of the air.
Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Otomatis Pada Udang Vaname Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Esp8266 Firman Pakaya; Ifan Wiranto; Iskandar Z. Nasibu; Wahab Musa; Syahrir Abdussamad; Salmawaty Tansa
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 3 No. 1 (2025): IJSTECH - June 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v3i1.1320

Abstract

Pemberian pakan dalam budidaya udang sangat penting untuk diperhatikan guna memperoleh hasil yang maksimal. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pengembangan alat otomatis pemberi pakan pada udang mempermudah proses pemberian pakan dan mengurangi ketergantungan pada pemberian pakan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemberi pakan otomatis pada udang vaname berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP8266. Sistem ini tidak hanya mampu memberikan pakan secara otomatis, tetapi juga memonitor jumlah pakan yang tersedia dan mengatur waktu pemberian pakan secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan fokus pada perancangan perangkat keras dan integrasi perangkat lunak. Sistem terdiri dari beberapa komponen utama, seperti ESP8266 sebagai pusat kendali, sensor ultrasonik untuk mendeteksi jumlah pakan, motor servo sebagai pengatur katup pakan, RTC-DS3231 sebagai penentu waktu, relay, motor DC775 sebagai pelontar pakan, dan LCD sebagai media tampilan. Aplikasi Telegram digunakan untuk memantau dan mengontrol sistem secara jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dirancang berfungsi dengan baik, mampu memberikan notifikasi jumlah sisa pakan serta waktu pemberian pakan secara otomatis melalui Telegram. Sistem ini memberikan efisiensi dalam proses pemberian pakan udang, serta kemudahan dalam pengawasan jarak jauh bagi petambak.
Pengembangan Etika Bisnis dan Studi Kelayakan Usaha Bagi UMKM di Desa Tabumela Bonok, Zainudin; Abdussamad, Syahrir; Kamil Amali, Lanto Mohamad; Asmara, Bambang Panji
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1310

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha dan UMKM di Desa Tabumela tentang etika bisnis dan studi kelayakan usaha. Dalam konteks ini, etika bisnis bukan hanya sekadar pedoman moral, tetapi juga merupakan fondasi yang dapat membangun reputasi dan kepercayaan dalam dunia usaha. Di era di mana informasi dan transparansi menjadi semakin penting, pemahaman yang mendalam tentang etika bisnis dapat membantu pelaku usaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam kompetisi yang ketat. Melalui pembekalan penggunaan teknologi informasi, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas kewirausahaan, memahami pentingnya etika dalam berbisnis, dan melakukan analisis kelayakan usaha secara mandiri. Teknologi informasi, seperti perangkat lunak analisis data dan platform pemasaran digital, dapat memberikan alat yang diperlukan untuk menganalisis pasar, mengidentifikasi peluang, dan merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif. Dalam hal ini, pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, dengan penekanan pada penerapan langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui ceramah, pelatihan, dan evaluasi di lapangan. Ceramah yang disampaikan oleh para ahli di bidang kewirausahaan dan etika bisnis memberikan landasan teoritis yang kuat bagi peserta. Selanjutnya, pelatihan praktis memungkinkan peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam situasi nyata. Evaluasi di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, di mana peserta dapat melihat langsung dampak dari penerapan etika bisnis dan studi kelayakan terhadap usaha mereka. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menerapkan etika bisnis dan studi kelayakan dalam pengembangan usaha mereka. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Tabumela dapat lebih percaya diri dalam menjalankan usaha mereka dan mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan analisis yang tepat. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Desa Tabumela. Dengan memperkuat pemahaman tentang etika bisnis dan studi kelayakan, peserta tidak hanya dilengkapi dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan nilai-nilai yang akan membimbing mereka dalam menjalankan usaha secara bertanggung jawab. Hal ini sangat penting, mengingat bahwa keberhasilan jangka panjang suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh profit, tetapi juga oleh dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya. Melalui pendekatan yang holistik ini, diharapkan Desa Tabumela dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi kewirausahaan yang beretika dan berkelanjutan. This community service activity aims to provide training to business actors and MSMEs in Tabumela Village on business ethics and business feasibility studies. In this context, business ethics is not only a moral guideline, but also a foundation that can build reputation and trust in the business world. In an era where information and transparency are becoming increasingly important, a deep understanding of business ethics can help business actors not only survive but also thrive in tight competition. Through the provision of information technology use, it is hoped that participants will be able to increase their entrepreneurial capacity, understand the importance of ethics in business, and conduct business feasibility analysis independently. Information technology, such as data analysis software and digital marketing platforms, can provide the tools needed to analyze the market, identify opportunities, and plan more effective business strategies. In this case, the training provided is not only theoretical, but also practical, with an emphasis on direct application in the field. This activity is carried out through lectures, training, and evaluations in the field. Lectures delivered by experts in the fields of entrepreneurship and business ethics provide a strong theoretical foundation for participants. Furthermore, practical training allows participants to apply the knowledge they have gained in real situations. Field evaluation is an important part of the learning process, where participants can see firsthand the impact of implementing business ethics and feasibility studies on their businesses. As a result, participants showed an increase in basic knowledge and skills in implementing business ethics and feasibility studies in developing their businesses. With this increase, it is hoped that MSMEs in Tabumela Village can be more confident in running their businesses and make better decisions based on proper analysis. Overall, this community service activity is not just training, but also an effort to build a sustainable entrepreneurial ecosystem in Tabumela Village. By strengthening their understanding of business ethics and feasibility studies, participants are not only equipped with technical skills, but also with values ​​that will guide them in running their businesses responsibly. This is very important, considering that the long-term success of a business is not only determined by profit, but also by the social and environmental impacts it causes. Through this holistic approach, it is hoped that Tabumela Village can be an example for other villages in developing ethical and sustainable entrepreneurial potential.
Dampak Ekonomi dan Sosial UMKM Kue Sabongi terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Motilango Dunggio, Swastiani; Hasan, Maryam; Salihi, Irvan; Abdussamad, Juriko; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1367

Abstract

Kue Sabongi merupakan salah satu produk pangan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Motilango. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana pengembangan produk lokal seperti Kue Sabongi dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Motilango dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berbasis pada Kue Sabongi, yang tidak hanya mengedepankan aspek produksi tetapi juga pemasaran dan pengemasan. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi Kue Sabongi yang memiliki nilai jual tinggi. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap proses produksi. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Kue Sabongi secara mandiri, tetapi juga memahami pentingnya aspek pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dalam hal ini, pengemasan produk menjadi salah satu faktor kunci yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Oleh karena itu, dalam pengabdian ini, masyarakat diajarkan cara mendesain kemasan yang menarik serta mencantumkan informasi yang relevan mengenai produk. Dengan demikian, diharapkan produk ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Motilango. Selain itu, pengembangan Kue Sabongi juga berpotensi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar yang berkembang. Sabongi Cake is one of the food products that has great potential in improving the economy of the community, especially in Motilango. In this context, it is important to understand how the development of local products such as Sabongi Cake can have a significant impact on community welfare. Thus, this community service aims to assist the Motilango Village community in developing micro, small, and medium enterprises based on Sabongi Cake, which not only prioritizes production aspects but also marketing and packaging. This assistance is expected to improve community skills in producing Sabongi Cake which has high selling value. The method applied in this community service is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the production process. The results of this assistance show that the community is not only able to produce Sabongi Cake independently, but also understands the importance of marketing aspects and attractive packaging. In this case, product packaging is one of the key factors that can influence consumer decisions to buy. Therefore, in this community service, the community teaches how to design attractive packaging and include relevant information about the product. Thus, it is hoped that this product can become a new source of income for the Motilango Village community. In addition, the development of Sabongi Cake also has the potential to increase the competitiveness of local products in a wider market. Therefore, it is important for the community to continue to innovate and adapt to developing market trends.
Co-Authors Abd Wahid A. Antu Abdul Riswan Langinusa Ade Irawaty Tolago Alfin Akuba Amiruddin Bengnga Amirudin Y. Dako Andi Bode Andi Subhan Arafat, Muhammad Yasser Arifin Matoka Asniwati Zainuddin Azis Steven Ance Bambang Panji Asmara Brahmathio, Nazrul Budy Santoso Dako, Rahmat Deddy R. Dako, Rahmat Dedi R. Devi, Devita Gude Dicky Dunggio Duhi, Sahrul Dwi Ratnasari Eka Zahra Solikahan Fenti Prihatini Dance Tui Firman Pakaya Gaffar, Gaffar Gude, Devita H, Haeriani Hasmirad Ndikade Hidayat Tahir Hulukati, Stephan A. Husain, Ayun Ifan Wiranto Ifan Wiranto Ikhsan Hidayat Ikhsan Hidayat Ingopo, Renaldi Anwar Irvan A. Salihi Ishak, Yulanda. S Iskandar Z Nasibu Iskandar Z. Nasibu Iskandar Zulkarnain Nasibu Iti, Mohammad Rifki izran mardjun JUNUS, ALYA PRATIWI PUTRI Juriko Abdussamad Kamil Amali, Lanto M. Karim, Jorry Laba, Ahmad Lanto M. Kamil Amali Lanto Mohamad Kamil Amali Mahmud A. Manoe Mannan, Abdul Maryam Hasan Mochammad Sakir Moh Ihsan Hamsa Moh Rizal Pakaya Moh. Muhrim Tamrin Mohamad Rizky Wirajaya Mualief Ismail Muchlis Budiono Muhammad Asri Nadifa, Ulfatun Olha Musa Pegu, Owin R. Dako, Rahmat Dedi Rahmat D.R Dako Rahmat Deddy R Dako Rahmat Deddy Rianto Dako Restu Adjie priatim Rezqiwati Ishak Rianto Dako, Rahmad Dedi Risaji, Indra Riska Kurnianto Abdullah Riska Kurniyanto Abdullah Rusmulyadi, Rusmulyadi Salihi, Irvan Salmawaty Tansa Salmawaty Tansa Sardi Salim Saripudin Saripudin Senung, Bahtiar Sofyan, Mohammad Sofyan Sri Wahyuni Dali Stephan Adriansyah Hulukati Swastiani Dunggio Taufiq Ismail Yusuf Tongkad, Jainaldi Ulfatun Nadifa Wahab Musa Wahab Musa, Wahab Musa Wrastawa Ridwan Yasin Mohamad Yusuf H. Kanoi Z Nasibu, Iskandar Zainuddin, Asniwati Zainudin Bonok Zohrahayaty Zulkarnain Purnomo