Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

Metode Pelacakan Heuristik Pada TSP (Traveling Salesman Problem) Rina Harimurti,
Teknika Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah sistem yang dibangun dengan menggunakan Kecerdasan Buatan haruslah dilengkapi dengan basis pengetahuan dan mesin inferensi. Karena sistem ini harus mampu menganalisis masalah, mencari teknik penyelesaian masalah yang sesuai dan memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Dalam penyelesaian kasus TSP (Traveling Salesman Problem) ini metode pelacakan heuristik merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan, yaitu generate and test dan simple hill climbing. Generate and test adalah merupakan penggabungan antara depth-first search dengan backtracking, namun kelemahan dari metode ini adalah membutuhkan waktu yang cukup besar karena harus membangkitkan semua kemungkinan sebelum dilakukan pengujian. Metode yang kedua adalah simple hill climbing, metode ini untuk membangkitkan keadaan berikutnya sangat bergantung pada umpan balik dari prosedur pengetesan. Setelah membahas kedua metode tersebut khususnya untuk penyelesaian kasus TSP (Traveling Salesman Problem), ternyata lintasan yang didapatkan adalah MKLN atau NLKM (=15) menggunakan metode generate and test. Dan dengan metode simple hill climbing didapatkan lintasan NLKM (=15).  Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa metode simple hill climbing lebih sederhana dibandingkan metode generate and test. Karena pada simple hill climbing kemungkinan solusi akan lebih cepat ditemukan karena cabang-cabang pada pohon pelacakan yang tidak berguna akan langsung ditinggalkan. Dan juga dengan pemakaian operator yang lengkap maka akan didapatkan nilai minimum globalnya. The system is build with use Artificial Intelligence must completed with knowledge based and inference engine. Because of this system must capable to analyses problem, seeks problem solving suitable and gives solution from the problem. The solving of TSP (Traveling Salesman Problem) case uses heuristic method. This method was generate and test and simple hill climbing. Generate and tests were combination between depth-first search and backtracking, in spite of powerless from this method was need a large time because must ruse the whole possibility before is done verification. The second method were simple hill climbing, this method for continued condition was depended on feedback from procedure testing. After debate generate and test and simple hill climbing method especially for the TSP (Traveling Salesman Problem), in fact transition was available is MKLN or NLKM (=15) use generate and test and with simple hill climbing method is able transition NLKM (=15).  Conclusion was available is that simple hill climbing method may be get quickly solution, because of branch from search tree not use and directly was abandoned, and with using completed operator so is available on the global minimum value.
Aplikasi Metode Best-First Search Pada Pencarian Rute Terpendek Rina Harimurti,
Teknika Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menyelesaikan permasalahan dalam bidang kecerdasan buatan memerlukan beberapa teknik searching atau pencarian. Pertama adalah mendefinisikan ruang masalah, ke dua mendefinisikan aturan produksi yang digunakan, dan terakhir adalah memilih metode pencarian yang tepat sehingga dapat menemukan solusi terbaik dengan usaha minimal. Setiap metode mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Metode Best-First Search (BFS)  ini sesuai dengan namanya membangkitkan simpul berikutnya dari sebuah simpul (yang sejauh ini) terbaik diantara semua leaf nodes (simpul-simpul pada level terdalam) yang pernah dibangkitkan. Algoritma  BFS ini digolongkan sebagai heuristic search atau informed search. Terdapat dua jenis BFS, yaitu algoritma Greedy Best First Search dan algoritma A*. Pada penyelesaian kasus pencarian rute terpendek dari 13 kota yang dinyatakan dengan simpul-simpul dalam suatu graph dua arah, setiap angka pada busur menyatakan biaya sebenarnya antara satu kota dengan kota lainnya. Dengan menggunakan metode Greedy Best-First Search  penelusuran rute terpendek yang dihasilkan adalah S-B-K-G dengan jarak 135 kilometer. Sedangkan dengan menggunakan metode A* (A Bintang) penelusuran menghasilkan rute   S-A-G = 120. g(G) = 120 & f(G) = 120. Rute yang dihasilkan dengan menggunakan metode A* merupakan rute terpendek yang ada di graph tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Greedy Best-First Search tidak optimal, sedangkan algoritma   A* adalah optimal. Tanpa ada batasan waktu dan memori, A* adalah complete (selalu menemukan solusi jika solusinya ada).
Co-Authors Achmad Imam Agung Agus Budi Santosa Akbar Ramadlon, Muhammad Fadlil Akbar, Kamilah Salsabila Sofatul Amroin, Jaya Abadi Andi Iwan Nurhidayat Anggraini Yussi Puspitasari, Anggraini Yussi Anistyasari, Yeni Anita Qoiriah Anita Qoiriah ANITA QOIRIAH Ardiansah, Fiki Arif Widodo Ashab, Khoirul Ashari, Saskiyah Firda Asmunin Asmunin Asyubi, Mohamad Sholahudin Aziz, Maretha Rendy Ahmadan Abdul Cahyani, Marisania Pramesti Damayanti, Latifah Darmawan, Muhammad Ridwan Dwi Fatrianto Suyatno DWI SASONGKO, ANJAR Edy Sulistiyo Ekohariadi Elizabeth Titiek Winanti Ernanda, Bagus FAISAL FANANI, MUHAMMAD Fani, Listania Dunu Farid Baskoro Febiyanti, Nur Fendi Achmad Fijayanto, Ricky Fikar, Muhammad Nizar Fransisca, Yulia Guntoro, Renita Hidayad, Arrori Ashar Hidayatulloh, Asyraf Rahmat Hikmah, Milhatul I Gusti Putu Asto B I Gusti Putu Asto Buditjahjanto I. G. P. Asto Buditjahjanto Ifani, Lutfi Nur IZZA, KHODIJATUL Joko Joko Junior, Ludowikus Dumatus Juon KHOIRI, ANWAR Laksana, Baghas Elmo Adil Lestari, Dinda Wahyu Lestari, Yoni Dwi Lilik Anifah Lusia Rakhmawati M. Syariffuddien Zuhrie Mahameru, Krisna Bayu Ma’mun, Syukron Meini Sondang Sumbawati Muhtadun, Muhammad Abib Mukti Hidayat Pradany Mulyadinata, Muchammad Alfatih Munoto Munoto Munoto Munoto Ningrum, L Endah Cahya Ningrum, L. Endah Cahya Ningrum, Pristika NINGTIAS, LUTFIA Nur Kholis Nursofi, Rofif Oky Juan Saputra Pahlevi, Mochammad Azriel Pamungkas, Abdillah Ibnu Parama Diptya Widayaka Prasetyo, Ilham Andhy Priyono, Eka Aditya Puput Wanarti Rusimamto Purnama, Rizki Dwi Putra PUTRI PURWITASARI, IKA Putri, Widia Faradila Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadian, Reza Renaldy, Prima Ridho Nugroho Rochman, Mohamad Ali Rohmad, Muhammad Azmi Hanif Rohman, Kholilur Romadhon, Iqbal Wahyu Romadhoni, M. Aldo Fatkur Rosmelati, Malinda Putri Rozaq, Choirur RR. Ella Evrita Hestiandari Safitri, Lailatul Safitri, Rahardian Daniar Setiabudi, Arif Subuh Isnur Haryudo SULISTIYO, EDY Sulistyo, Edy Sulthoni, Maulana Suparji Suparji Suyatno, Dwi Fatrianto Tri Rijanto Tri Rijanto Wafiyah, Alfi Qonitatin WARJU Wibawa, Setya Chendra Widi Aribowo Wisnu Deni Arif Wiyli Yustanti Yulia Fransisca YUNI YAMASARI Zuhrie, Muhamad Syariffuddien