Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Deliniasi Wilayah Berdasarkan Citra Satelit Google Earth Pada Guru MGMP Geografi Kota Madiun Makhmudiyah, Nurul; Sutejo, Agus; Murtini, Sri; Sri Utami, Wiwik; Fahrudin Fadirubun, Fahmi; Hariyanto, Bambang; Wirabumi, Putu
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.173

Abstract

Permasalahan dari guru saat ini yang lebih sering menggunakan media manual daripada teknologi informasi geografis (TIG) saat mengajar geografi. Tujuan penelitian ini untuk membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan alat TIG untuk membuat peta dan deliniasi wilayah, sehingga dapat membantu mengajar geografi lebih efektif dan menarik. Melalui pelatihan guru akan memahami cara menggunakan citra satelit Google Earth untuk mengetahui luas obyek pengamatan atau luas suatu daerah. Metode penelitian ini menggunakan observasi, diskusi, dan simulasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru MGMP geografi di Kota Madiun sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihan ini disusun dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan penutup. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan terdapat kenaikan 12,5 % guru yang mengetahui tentang google earth dan manfaatnya. Pengetahuan guru tentang penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah juga mengalami peningkatan sebanyak 23,5 %. Selain itu, kenaikan guru dapat mengoperasikan google earth untuk deliniasi wilayah pada peta meningkat sebanyak 22,1%. Sebanyak 92,3 % guru peserta pelatihan menyatakan memahami pelatihan deliniasi wilayah dengan google earth dan seluruhnya tertarik dengan penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah dalam pembelajaran di sekolah.
De-radicalization through Social Media: Social Media Literacy in Countering Terrorism in Indonesia Syamsurrijal, M; Nurmandi, Achmad; Jubba, Hasse; Hidayati, Mega; Hariyanto, Bambang
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v9i1.16788

Abstract

In Indonesia, the rise of radicalism in the digital age has facilitated the spread of radical movements, particularly across social media networks. Radicalism has manifested in physical violence, often resulting in significant human casualties. This research investigates how internet media influences public literacy in countering terrorism in Indonesia. This study uses discourse analysis to examine secondary data from social media content on Twitter, Instagram, and online news sources concerning counter-radicalism and anti-terrorism efforts. These data sources are selected based on the premise that Internet media is a primary communication tool for disseminating public discourse. Additionally, the National Counter Terrorism Agency (NCTA), as a governmental body, plays a critical role in combating terrorism in Indonesia. The findings reveal that social media effectively enhances public literacy on radicalism and terrorism. Moreover, NCTA's initiatives have successfully mobilised community engagement against terrorism and radicalism in the public sphere. This research demonstrates that NCTA can significantly advance de-radicalisation efforts through the strategic use of internet media. NCTA's socialisation and de-radicalisation programs serve as crucial preventive measures against terrorism in Indonesia.
The Contribution of KH. Said Agil Siradj's Leadership in Fighting Radicalism: A Language Communication Strategy Hariyanto, Bambang
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 6 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v6i2.3766

Abstract

This article aimed to describe Said Agil Siradj's communication strategy at the anniversary of Fatayat NU in 2019. Radicalism and terrorism have become a real threat to world peace and human values. In Indonesia, it has been categorised as an extraordinary crime, particularly since the Bali bombings in 2002. The act of anticipation has been issued by forming anti-terrorism regulation to prevent and crackdown of its action. Nevertheless, this effort is not sufficient to eradicate terrorism action. Collaboration with religious institutions is needed to deal with the questions of the religious doctrines. Therefore, the participation of religious leaders from the Islamic organisations such as Nahdlatul Ulama (NU) is essential.. The study employs a descriptive qualitative approach of critical discourse analysis, focusing on the illocutionary acts of speech acts theory. The data of the research was transcribed from the video of SAS’s speech on YouTube channel. The result shows that the speaker used types of illocutionary acts; representatives, directives, commisives, expressives, and declarations. These expressions are used to command, persuade, and warn the listeners. Meanwhile, the Islamic terms were used as a discursive practice to maintain a good relationship between a leader and the followers. Tulisan ini menjelaskan tentang bagaiamana Said Agil Siradj (SAS) mempengaruhi pendengarnya pada acara ulang tahun Fatayat NU ke-73 tahun 2019. Radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman bagi perdamaian dan nilai-nilai kemanusian. Di Indonesia, tindak terorisme telah menjadi bentuk kejahatan yang luar biasa sejak kejadian bom Bali 2002. Bentuk antisipasi telah dilakukan yakni dengan menerbitkan undang-undang anti-terorisme untuk menangkal dan mengatasi aksi terorisme. Penegakan hukum dan kebijakan regulasi telah dikeluarkan dalam rangka menangkalnya. Namun demikian, tindakan ini belum cukup memadai dalam pemberantasan terorisme. Kolaborasi dengan Lembaga-lembaga keagamaan diperlukan guna menjawab terkait doktrin-doktirn keagamaan. Oleh karena itu partisipasi para pemimpin agama dan organisasi keislaman seperti NU adalah penting. Namun demikian pelibatan organisasi keagamaan dalam kontek ini telah memicu munculnya perdebatan terutama Ketika organisasi tersebut mendominasi peran dalam ranah public.  Studi ini didesain berdasarkan deskripsi kualitatif pada pendekatan analisis wacana kritis yang berfokus pada tindak illokusi berdasarkan teori tindak tutur. Data penelitian ini diambil dari transkripsi Video SAS yang diambil dari YouTube. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teori tindal ilokusi dan analsis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembicara menggunakan tipe-tipe tindak tutur pada bentuk representasi, direktif, komisif, ekspresi dan deklarasi. Ekpresi-ekpresi tersebut digunakan untuk memerintah, membujuk dan melarang para pendengarnya.Adapun istilah-istilah keislaman digunakan sebagai praktik diskursif guna membangun hubungan social antara pemimpin dan pengikutnya.
De-authorization of Religion during Covid-19 Pandemic: How the Government Policies and Religious Leaders Reduced Islamic Religious in Indonesia Syamsurrijal, M.; Nurmandi, Achmad; Jubba, Hasse; Hidayati, Mega; Hariyanto, Bambang
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i3.16789

Abstract

Policies issued by the Government and religious authorities during the Covid-19 pandemic in Indonesia have resulted in the de-authorization of the structure of the pattern of carrying out religious rituals that are already established and sacred in the community. This study aims to explore government policies and religious leaders' authorities in reducing the doctrine of communal religious rituals during the Covid-19 in Indonesia. This study qualitatively investigates various forms of government policies and religious leaders during the Covid-19 pandemic – via the internet related to government policies and the appeals of religious leaders during the Covid-19. Data collection is done by observation, documentation, and literature study. Data analysis used descriptive qualitative analysis through the NVivo-12 plus application. The results of this study indicate that there has been a reduction in religious doctrine in the form of prohibiting the practice of religious rituals carried out communally in mosques and public spaces.
Characteristics of dry noodles based on sago flour enriched with skipjack tuna (Katsuwonus pelamis): Karakteristik mi kering berbasis tepung sagu yang diperkaya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) Litaay, Christina; Santoso, Joko; Hariyanto, Bambang; Indriati, Ashri; Andrianto, Moeso; Purwandoko, Pradeka Brilyan; Rahman, Nurhaidar; Indriawati, Indriawati; Sufiandi, Sandi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.55616

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi mi instan terbesar. Permintaan impor gandum meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi mi berbahan tepung terigu. Tepung sagu direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan baku mi. Kandungan gizi ikan dapat meningkatkan nilai gizi produk mi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi tepung ikan cakalang yang optimal untuk mi kering berbahan tepung sagu berdasarkan karakteristik kecerahan dan kesukaan konsumen. Mi kering berbahan dasar sagu terdiri dari lima perlakuan, yaitu kontrol, tepung ikan cakalang 2, 4, 6, dan 8%. Parameter yang dianalisis meliputi lightness dan organoleptik. Perlakuan terbaik kemudian dianalisis kadar protein, abu, dan mikrostruktur. Penambahan tepung ikan cakalang memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap parameter lightness, aroma, dan keseluruhan. Lightness, aroma, dan nilai keseluruhan mi tepung ikan cakalang 8% lebih baik dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Mi kering dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% memiliki aroma harum, warna agak kurang bening, rasa mi enak, dan tekstur mendekati kenyal sehingga masih dapat diterima panelis. Perlakuan mi dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% menghasilkan kadar protein tinggi, yaitu 5,56% (bk) dan kadar abu 1,12% (bk). Mi dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% memiliki butiran elips agak terpotong, sedangkan mi gandum memiliki butiran elips.
Sinergitas Perguruan Tinggi dan Lembaga Arbitrase dalam Pembangunan Hukum Dibidang Penyelesaian Sengketa Bisnis Hariyanto, Bambang
BANI Arbitration and Law Journal Vol. 1 No. 1 (2024): BANI Arbitration and Law Journal, Volume 1, Issue 1, October 2024
Publisher : Badan Arbitrase Nasional Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63400/balj.v1i1.5

Abstract

AbstrakArbitrase sebagai sebuah instrumen penyelesaian sengketa sangat diperlukan dalam perkembangan hukum dan pembangunan hukum modern. Minimnya pengetahuan publik akan arbitrase dinilai tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum tetapi termasuk juga dirasakan oleh kalangan dunia pendidikan. Minimnya arbitrase dimasukan dalam kurikulum perguruan tinggi merupakan potret bahwa arbitrase tidak begitu populer di program studi yang memiliki relevansi dengan arbitrase seperti fakultas hukum dan fakultas ekonomi dan bisnis. Literasi dan pengetahuan yang seharusnya di dapatkan di perguruan tinggi terkait arbitrase menjadikan arbitrase tidak populer dipilih sebagai tempat penyelesaian sengketa. Ditambah lagi sifat persidangan arbitrase yang tertutup yang menyebabkan tidak terdapat ruang bagi publik khususnya mahasiswa untuk mengenal persidangan arbitrase secara langsung layaknya persidangan di Pengadilan yang terbuka untuk umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan menganalisis mengenai sinergitas perguruan tinggi dan lembaga arbitrase dalam pembangunan hukum terkait penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan filsafat, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan futuristik. Hasil penelitian menjawab bahwa perguran tinggi dan lembaga arbitrase memiliki peran penting dalam pembangunan hukum di sektor penyelesaian sengketa bisnis. Sinergitas kampus dan Lembaga arbitrase dalam dalam upaya edukasi tentang penyelesaian sengketa bisnis dinilai sebagai tahap awal dalam menyiapkan para calon pelaku bisnis dan praktisi bisnis yang terlibat dalam sengketa termasuk dalam mengkader para pemangku kepentingan yang berperan dalam memutus sengketa bisnis. Pada akhirnya, sinergitas kampus dan perguruan tinggi dalam memberikan pengajaran/pendidikan terkait arbitrase menjadi support system terhadap penyelesaian sengketa bisnis di masa depan, yang tidak hanya berdampak pada pemahaman tentang arbitrase dan kedudukannya dalam penyelesaian sengketa bisnis, tetapi juga berdampak pada utuhnya pemahaman bagi mahasiswa sebagai penegak hukum dan pelaku bisnis di masa depan bahwa penyelesaian sengketa tidak selalu di pengadilan. AbstractArbitration as a dispute resolution instrument is essential in the development of law and the advancement of modern legal systems. The public's lack of knowledge about arbitration is not only felt by the general population but also within the educational community. The limited inclusion of arbitration in university curricula reflects its low popularity in study programs relevant to arbitration, such as law, economics, and business faculties. The lack of literacy and knowledge that should be obtained at the university level regarding arbitration contributes to its unpopularity as a chosen method of dispute resolution. Additionally, the closed nature of arbitration proceedings prevents the public, particularly students, from experiencing arbitration trials directly, unlike court trials that are open to the public. The aim of this research was to identify, evaluate, and analyze the synergy between universities and arbitration institutions in the development of legal frameworks related to business dispute resolution in Indonesia. The research employed a normative juridical method with a conceptual approach, philosophical approach, legislative approach, and futuristic approach. The findings indicated that universities and arbitration institutions play a crucial role in the development of law in the field of business dispute resolution. The synergy between universities and arbitration institutions in educating about business dispute resolution was seen as an initial step in preparing future business actors and practitioners involved in disputes, including training stakeholders who play a role in resolving business disputes. Ultimately, the collaboration between universities and arbitration institutions in providing education related to arbitration became a support system for business dispute resolution in the future, impacting not only the understanding of arbitration and its position in business dispute resolution but also providing a comprehensive understanding for students as future legal enforcers and business actors that dispute resolution did not always take place in court.
Evaluasi Konsumsi Nasi Sagu terhadap Parameter Gizi dan Biokimia pada Responden dengan Berat Badan Berlebih dan Kegemukan: An Evaluation of Sago-Rice Consumption on Nutritional and Biochemical Parameters in Overweight and Obese Participants Aji, Galih Kusuma; Hariyanto, Bambang; Pangestu, Alit; Kusumasmarawati, Ambar Dwi; Cahyana, Purwa Tri
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.576-585

Abstract

Background: Overweight and obesity are conditions caused by overnutrition, where an individual has an excessive nutrient intake. These conditions can lead to blood glucose and lipid problems. Sago rice, rich in resistant starch and fiber, offers a potential solution to this issue. Objectives: This study aimed to investigate the impact of eating sago rice over 4 weeks on the biochemical (glucose, total cholesterol, and triglyceride) and nutritional (body weight, Body Mass Index (BMI), total fat, and visceral fat contents) parameters in overweight and obese participants. Methods: Each participant consumed approximately 200 g of sago rice during lunch for 4 weeks. The researchers measured the participants’ body weight and height, which were then used to calculate their BMI before and after consuming the sago rice. They also performed Bioelectrical Impedance Analyses (BIA) to calculate the participants’ body and visceral fat percentages before and after consumption. The participant’s total cholesterol and triglycerides were also examined before and after the sago-rice consumption using the spectrophotometry method. Results: After 4 weeks of sago-rice consumption, the results highlighted a significant decrease in body weight, BMI, and body fat percentage (p-value<0.05). This study demonstrated that consuming sago rice for 4 weeks could significantly decrease the participants’ total cholesterol levels by approximately 18 mg/dL, from 257.33 mg/dL to 239.48 mg/dL (p-value<0.05). Conversely, the participants’ triglyceride levels increased (p-value<0.05). However, blood glucose concentration was not significantly different (p-value>0.05). Conclusions: Therefore, sago rice consumption can help reduce body weight, BMI, body fat percentage, and total cholesterol levels in overweight and obese individuals.
URGENSI MEMAHAMI ARBITRASE BAGI PEMANGKU KEPENTINGAN DUNIA BISNIS DI INDONESIA Hariyanto, Bambang; Saptarini, Saptarini
Jurnal Hukum & Pembangunan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The resolution of business disputes through arbitration forums is increasingly favored by the majority of business actors in Indonesia. One indication of this is the growing number of business actors, both from the private sector and state-owned enterprises, who include arbitration agreements as dispute clauses in their contracts. Arbitration has even attracted the interest of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) as a forum to resolve their business disputes. This phenomenon ultimately highlighted the urgency for stakeholders in the business world to understand arbitration. Using normative juridical methods, this article contained a series of analyses of primary materials, including legislation and other relevant studies, to demonstrate the increased interest of the business community in choosing arbitration as a dispute resolution forum. This growing interest underscored the necessity for business stakeholders to have a proper understanding of arbitration. The analysis revealed that the trend of increasing interest in arbitration was not aligned with the understanding of business stakeholders regarding the forum, both conceptually and in practice. This situation can hinder them in formulating good arbitration agreement dispute clauses. Therefore, it was necessary to develop training and education curricula on arbitration for business stakeholders to gain a comprehensive understanding of arbitration. Keywords: Alternative Dispute Resolution in Business, State-Owned Enterprises, Beneficial Settlements